My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
Potret Candid


__ADS_3

Haara melihat sekelilingnya saat ia baru tiba di Haneda Airport, bandara internasional di Jepang.


Keberangkatan mereka tidak di antar oleh siapapun, mereka berdua hanya berpamitannya di rumah.


"Ayo." seru Yoan menggenggam tangan Haara sangat erat.


Langkah Yoan terhenti, ia menatap Haara yang tak melangkah.


"Ada apa?" tanya Yoan.


"Aku bukan anak kecil harus di genggam seerat ini denganmu lho Yoan." seru Haara mengangkat tangannya yang di genggam Yoan.


Yoan menghela nafasnya pelan.


"Apa kau lupa moment terakhir kau ke bandara? Kau itu tersesat." sahut Yoan.


"Ah, apa kau takut aku tersesat??" tanya Haara malu.


Yoan merapatkan bibirnya nggan menjawab.


"Jawab dong~ kau takut aku hilang ya??" tanya Haara mencoba menatap Yoan sambil mengerjapkan matanya bertingkah imut.


"Haish~ wajahmu~" seru Yoan menahan tawa nya melihat istrinya yang bertingkah menggemaskan di depannya.


"Kenapa tak jawab sih~" rengek Haara.


"Jadilah gadis baik ya, menurut saja." seru Yoan lembut mencoba menggenggam tangan Haara, namun gadis itu menyembunyikan kedua tangannya di belakang tubuhnya sambil cemberut.


"Tidak! Kau saja tak jawab, berarti kau tak khawatir aku hilang ya?!" merajuk Haara.


"AtHaara~" panggil Yoan sabar.


"Apa kau takut jika aku tersesat dimarahi mama papa? Bukan karena takut kehilangan aku?!" merajuk Haara membelakangi Yoan.


Yoan melihat sekitarnya, situasi gadis itu marah tak tepat sekali.


"AtHaara~ semua orang ..."


"Biarin! Biar semua tahu jika kamu tak perduli denganku!"


"Sudah ku bilang mereka tak akan paham pembicaraan kita." sahut Yoan menarik pundak Haara untuk berbalik.


"Setidaknya mereka tahu aku sedang marah sama kamu!" sahut Haara ketus.


Yoan menghela nafasnya sabar,


'Sadarlah Yoan~ dia itu adalah seorang gadis SMA, wajar saja jika tingkahnya seperti anak kecil seperti ini dan mudah marah dengan hal sepele.' batin Yoan sabar.


"Tentu aku takut kehilanganmu AtHaara, tubuhmu yang kecil itu membuat kau mudah terdesak hingga terbawa gerombolan orang-orang." sahut Yoan santai.


"Iya aku tahu tubuhku lebih kecil darimu, aku tahu aku kecil!" sahut Haara kesal.


terdengar helaan nafas dari pria itu.


"aku pulang saja! kau pergi saja sana ke China tanpa aku! biar kau tak punya beban takut aku hilang atau tersesat sekali pun!" marah Haara.


"kamu ini bicara apa sih? aku tak akan izinkan kamu kembali, dan aku tka merasa terbebani sekali, bahkan aku sendiri yang mau kau ikut bersama ku ke China." sahut Yoan serius.


"Aku menggenggam tanganmu itu adalah satu cara kau tetap di di dekatku, Jangan bicara mengawur, terkadang ucapanmu saat marah itu membuatku takut, pasalnya ucapanmu selalu menjadi kenyataan." seru Yoan sangat serius.


Haara terdiam, pria itu benar.


Yoan menarik tangan gadis itu membuat gadis itu memutar tubuhnya menghadap nya.


"Jangan marah ya? Tentu aku takut kamu hilang, maka dari itu aku menggenggam erat tanganmu." seru Yoan serius.


Haara menahan senyumnya.


"Yoan kena prank!" seru Haara.


"Ha?!"


"Yoan aku kerjain yeay!! Whahaha!" antusias Haara menertawakan Yoan.


Yoan menahan dirinya agar tak marah.


"Mulai jahil kamu ya?" tanya Yoan tak habis fikir.


"Balas dendam, karena kau suka menjahiliku, wleee~" ledek Haara.


"Ya ya ya, senang kamu bisa mengerjaiku hm?" tanya Yoan mencubit pipi Haara.


"Awh! Yoan sakit~" merajuk Haara.


"Genggam tanganku, ini di Jepang bukan di Indonesia, dimana jika kau tersesat kau bisa pulang." seru Yoan mengeratkan genggamannya.


Haara mengangguk.


"Iya Yoan~"


"gadis baik." senyum Yoan.


• • •


Haara merasa bingung saat dirinya di bawa ke tempat lain oleh Yoan,


"Eh??" terkejut Haara melihat dirinya berada di lapangan sangat luas,


Ia menyadari satu hal, ia kini berada di lapangan lepas landasan pesawat!


Haara menghentikkan langkahnya saat Yoan menghentikkan langkahnya.


"Sebentar." seru pria itu


Haara berdecak kagum melihat pesawat dari dekat seperti saat ini.


Haara melirik Yoan disampingnya yang fokus memperbaiki topinya.


Haara ingin berteriak melihat style pria itu yang terlihat santai namun keren.


Haara yang tak ingin kehilangan pemandangan ini dengan cepat mengambil ponselnya dan ...


Cekrek!


Yoan menatap Haara sambil mengerutkan keningnya.


Haara merutuki dirinya karena suara potret kamera ponselnya terdengar nyaring.


"Mem fotoku diam-diam ya? Hm?" seru Yoan menaikkan sebelah alisnya.


"Aaa, tidak! A-aku sedang selfie!" elak Haara gelagapan.


Yoan pun melangkah mendekati Haara dan mengambil lembut ponsel gadis itu di tangannya.



Yoan terkekeh, ia melirik Haara dengan tatapan nakal.


"Ah, seorang pria, kenapa pria ini mirip sekali denganku ya?" tanya Yoan.


"Ma-maaf aku foto kamu diam-diam." seru Haara takut.

__ADS_1


Yoan kembali menatap layar ponsel gadis itu yang menampilkan foto candid dirinya.


"Kenapa kamu foto aku diam-diam?" tanya Yoan mengembalikkan ponselnya pada Haara,


"Mm, aku suka sekali style mu." sahut Haara malu.


Yoan tertawa kecil.


"Aku simpan fotomu tak apa-apa ya?" tanya Haara ragu.


Yoan mengangguk.


"Yeay! Terima kasih Yoan!" seru Haara senang.


"Hanya sebuah candid, tak masalah jika kau yang mempotretnya." sahut Yoan menarik tangan Haara untuk segera naik ke dalam pesawat.


• • •


"Duduklah, di dekat jendela." seru Yoan lembut.


Haara mengangguk, ia sempatkan untuk melihat sekitar, penumpang yang tak begitu banyak seperti penumpang pada pesawat-pesawat pada umumnya.


Fasilitas yang berbeda, Haara dapat mengartikan jika ia menaiki pesawat VIP.


Yoan menduduki dirinya di kursi sebelah Haara setelah menyimpan kopernya.


Yoan melirik Haara yang di sebelahnya yang asyik dengan ponselnya.


"Jangan main ponsel, aktifkan mode pesawatnya." seru Yoan memperingati.


"Sudah kok." sahut Haara.


Yoan mengangguk-angguk.


"Yoan, lihat deh~" seru Haara menunjukkan layar ponselnya.


"Kau .."


"Fotomu ku jadikan lockscreen layar ponselku~" seru Haara kembali memainkan ponselnya.


Grep!


Haara terkejut saat Yoan mengambil ponselnya.


"Yoan, kenapa kau mengambil ponselku?? Kembalikan~" rengek Haara mencoba mengambil ponselnya.


"Aku pinjam ponselmu."


"Ah, pakai ponselmu saja sana, jangan ponselku~"


Yoan mengambil ponselnya dan menyodorkannya pada Haara.


Haara menatap Yoan dan ponse pria itu bergantian.


"Kau pakai ponselku, aku merasa bosan dengan ponselku." seru Yoan.


Haara mengehela nafasnya dan mengambil ponsel pria itu.


Haara pun membuka lockscreen ponsel pria itu.


"Aku main game ya?" tanya Haara.


"Terserah kamu." sahut Yoan fokus pada ponsel gadis itu.


Haara menghela nafasnya, ini adalah kali pertama ia memainkan ponsel pria itu, Haara mencuri-curi pandang pada pria di sampingnya.


Ia pun mencoba membuka galeri pria itu,


Membosankan.


Haara mengerutkan keningnya saat ia tak sengaja menekan satu gambar di galeri itu.


'Hankuk University?' batin Haara bingung.


Haara menggeser gambar demi gambar, masih dengan hal yang sama.


'Ini adalah salah satu nama Universitas di Korea, apa ia mencari informasi berbagai Universitas di Korea, ya?' batin Haara tanda tanya.


Haara merapatkan bibirnya,


Ia hampir lupa, jika pria itu akan menjalankan cabang perusahaan baru nya di Korea, dan ia pun sadar ia akan ikut pria itu ke Korea, ralat! Tinggal di Korea bersama pria itu.


●•●•●•●•●


• • •


• •



🇨🇳Guangzhou, China.


Pesawat yang mereka tumpangi pun sudah mendarat dengan selamat di bandara Guangzhou Baiyun, bandara internasional di Guangzhou.


Haara tersenyum cerah saat melihat suasana kota Guangzhou yang ramai di malam hari.


"Indahnya~" takjub Haara melihat lampu lampu hiasan di gedung yang ia lihat.


Yoan menghela nafasnya.


Sekian lama, akhirnya pria itu telah menginjakkan kakinya di negara kelahirannya.


"Merayakan hari ulang tahunmu langsung datang ke negara kelahiranmu ya, keren~" seru Haara membungkukkan tubuhnya sambil menatap pria itu sisampingnya.


Yoan yang mendengarnya terkekeh.


"Begitulah, ayo kita cari taksi, kita cari penginapan."


Haara mengangguk mantap.


• • •


Haara membuka jendela mobil taksi itu, angin malam yang dingin pun berhembus masuk menerpa wajahnya.


Tanpa ia sadari jika angin malam membuatnya merasa mengantuk, ia menutup jendela mobil taksi dan menyandarkan dirinya dengan mata sayu.


"Yoan? Apa masih jauh?" tanya Haara pada pria disampingnya.


"Lumayan, kemungkinan setengah jam lebih baru sampai." sahut Yoan santai.


Haara menghela nafasnya kasar sambil mengucek-ucek matanya yang terasa semakin susah untuk tetap terbuka.


Yoan menepuk-nepuk paha nya dengan tatapan masih terfokus pada gadis itu.


"Apa?" bingung Haara.


"Kau mengantuk kan? tiduran sini." seru Pria itu.


Haara salah tingkah,


"Mm~ tidak mau! malu." sahut Haara tersipu.

__ADS_1


"Kenapa malu, hm?" tanya Yoan bingung.


"Ada supir taksi, aku malu." sahut Haara pelan.


Yoan yang mendengarnya tertawa.


"Ga lucu Yoan~ aku tidur bersandar di pintu mobil saja."


"Hey hey? Kenapa bersandar di pintu mobil, jika tak mau tiduran di paha ku, bersandar saja di pundakku." sahut Yoan lembut.


Haara terdiam.


"Bersandar di pundakku juga malu?" tanya Yoan.


Haara masih terdiam.


Yoan yang tak mendapat respon dari gadis itu merasa agak kecewa,


"Aku akan menyuruh supir nya untuk menambah kecepatan untuk cepat sampai jika seperti itu." seru Yoan.


Gerakan dan ucapan Yoan terhenti.


Secara tak disangka gadis itu menyandarkan kepalanya di pundak pria itu.


Hal itu membuat Yoan tersenyum senang.


●•●•●•●•●


• • •


Dengan mata yang terasa berat, Yoan membangunkan nya karena mereka telah tiba di apartemen.


Ya, di apartemen.


Haara mengerutkan keningnya bingung.


"Ini .. Apartemen Yoan, apa kamu tak salah?"


"Paman tadi menelfon untuk tinggal di apartemennya ini." sahut Yoan melangkah masuk.


Haara melangkah malas ke dalam apartemen.


• • •


Bruk!


Haara menjatuhkan tubuhnya di kasur setelah tiba di ruang apartemennya dan Yoan.


"Hey~ ganti baju dulu sana." seru Yoan membuka kopernya.


"Apa kau lupa? Aku hanya membawa diri saja kesini? Aku tak membawa baju~" keluh Haara bergumam.


"Aku tak lupa, bangunlah~ ganti baju mu, aku akan beri pinjam hoodie ku padamu." seru Yoan menatap Haara yang tidur di kasur.


"AtHaara~ dengar tidak?" tanya Yoan.


"..."


Yoan menghela nafasnya, ia menarik kedua tangan gadis itu hingga membuat tubuh gadis itu berdiri.


"Ahaa~ aku ngantuk~ tak perlu mengganti baju, terima kasih kau menawarkan hoodie mu untuk dipinjamkan padaku ya? jadi biarkan aku lanjut tidur~" rengek Haara.


"Salju kembali turun disini, nanti kau masuk angin dengan bajumu yang tak terlalu tebal ini, ganti bajumu dengan hoodie ku dulu sana." jelas Yoan menahan Haara agar tak merosot di pelukkannya.


"Tidak mauuuu~" rengek Haara.


"berani membantahku?" tanya Yoan datar.


"Pahamilah akuuu, aku mengantuk sekali~" rengek Haara.


"Sepertinya kau sudah berani membantahku ya? Mau aku hukum?" tanya Yoan mengancam.


"..."


"AtHaara?"


"..."


Yoan menghela nafasnya menahan dirinya agar tak mengancam lebih gadis itu.


Yoan melirik ke arah luar jendela, salju turun dengan sangat lebat sekali.


"AtHaara dengar aku tidak?" tanya Yoan tajam.


Yoan habis kesabaran,


"baik, ini pilihanmu."


Bruk!


Haara sontak terkejut dan membuka matanya lebar-lebar.


Matanya membelalak saat Yoan menjatuhkan dirinya di kasur dimana pria itu mengurung dirinya di bawah pria itu.


Yoan menatap Haara tajam.


"I-iya aku ganti baju ya." seru Haara cepat mencoba untuk terbebas dari kurungan pria itu.


"Kau telah membuatku habis kesabaran, AtHaara." seru Yoan dengan tatapan sangat menyeramkan.


"ma-maaf~" takut Haara.


"terlambat, aku akan menghukummu." seru Yoan tajam.


...•...


...•...


...*Author: " membantah siap-sia**p* dapat hukuman dari Yoan wheheh🙈 dihukum apa ya kira-kira?"...


...❤Bersambung❤...


...•...


...Hai, kakak readers dan kakak author-author yang hebat dan keren😍...


...Terima kasih sudah membaca ceritaku🙏...


...❗Jangan lupa untuk❗:...


...✔like,...


...✔vote,...


...✔rate 5 star, dan...


...✔komentarnya yang sellau ku nantikan💐💐💐...


...📜Pesan dari Author:...


..."Selalu jaga kesehatan di saat pandemi seperti ini ya kakak-kakakku❤...

__ADS_1


...selalu jaga kebugaran tubuh kalian semua😍...


...Sukses dan bahagia selalu untuk kita semua🤗🤗"...


__ADS_2