My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
Sekian Lama tak Jumpa


__ADS_3

"Kau akan pulang dengan Yifan kan??" tanya Alka menggandeng tangan Riza,


"Sepertinya tidak, kenapa memang nya?"


"Huwaa! pulang bersama dong~aku ingin bertanya langsung dengannya~"


"Entahlah, sepertinya tidak." seru Riza menatap Alka.


"Kalau tidak, hubungi Yifan dong, suruh ia ke ... YIFAN!!" seru Alka berbinar saat melihat Yifan diparkiran, Alka pun langsung menyeret dua sahabatnya mengikutinya,


"Za, ayo ...,?" -Yifan,


"Tu-tunggu!" cegah Alka,


"Ada apa?" bingung Yifan,


"Aku ingin bertanya padamu, penting untuk hidupku!" seru Alka antusias,


"Sepenting apa sampai kau meneriaki namaku sekeras tadi?" seru Yifan tak berekspresi,


"Sangat penting bagiku, aku ingin tanya,kau serius sepupu tuan Yoan kan??!"


" ... , bahkan kemarin sudah jelas bukan?"


"Jadi pasti kau tahu banyak tentang tuan Yoan kan!?"


"Hm? tidak juga."


"Baiklah, aku ingin kau jawab pertanyaan sangat penting ku ini"


Alka menarik nafas sebelum melanjutkan ucapannya,


Tunjukkan atau beritahu aku akun sosial media calon istri tuan Yoan padaku!" seru Alka menuntut,


Yifan yang mendengarnya mengangkat sebelah alisnya,


"Ha?" -Riza


"Ha?!!" terkejut Haara bukan main,


Yifan menatap Haara yang memejamkan matanya sambil menutupi wajahnya,


"Itu rahasia."


Haara sontak langsung menatap Yifan,


"Haa?? ayolah beritahu aku~" mohon Alka,


"Kenapa kau ingin tahu sekali?" bingung Yifan,


"Kenapa kau dan Riza bertanya hal yang sama!! aku cuma ingin tahu~" frustasi Alka.


Yifan menghela nafas nya, ia tak habis fikir dengan salah satu sahabat kekasihnya ini,


"Aku takut jika memberitahu orang tanpa seizin kak Yoan, aku takut ia akan marah, bahkan ia sangat menyeramkan jika sudah marah~" jelas Yifan.


"Sungguh? Haara, kau satu satunya harapanku~" seru Alka memohon sambil menggandeng Haara,


"Ba-baiklah." sahut Haara ragu, ia menatap Yifan yang menatapnya,


Yifan menggeleng-geleng heran dengan jawaban Haara.


●•●•●•●•●


• • •


• •



Sejak pertemuan mereka di lestoran dan mengantar pulang, hari demi hari telah berganti, sudah 5 hari berlalu mereka belum bertemu lagi.


Bukannya memanfaatkan waktu untuk bisa mengenal lebih satu sama lain, namun tidak dengan mereka yang sibuk dengan dunia mereka masing masing.


• • •


Angin sore berhembus menerbangkan daun pepohonan kesana kemari dan juga membuat jatuh dedaunan kering, langit yang berwarna jingga perlahan akan gelap.


Terasa mimpi hal yang terjadi tepat satu minggu yang lalu, bahwa dirinya telah bertunangan dengan Yoan, namun itu nyata dan hubungan mereka terasa 'aneh', bagaimana tidak? sudah 5 hari mereka tak bertemu, seperti angin lalu saja keputusan kepala keluarga Zhao kepada dirinya dan juga Yoan,


"Dasar! apa dia berniat kabur dari semua ini?? bahkan sudah 5 hari aku tak mendengar kabar mengenainya!!menyebalkan, jika dia tak perduli, akupun tak akan perduli sedikitpun! lagi pula itu keputusan dari keluarganya, tidak ada kena mengenanya dengan ku!" geram Haara,

__ADS_1


Hari ini adalah hari Minggu, ia dapat menikmati hari liburnya dengan merutuki pria yang akan menjadi suaminya itu.


"Awas saja jika aku bertemu dengannya, aku tak akan perduli!" seru Haara lagi benar benar geram,


Ia teringat dengan ucapan Yifan kemarin dengannya, mereka sedang menunggu Riza dan juga Alka yang tengah eskul.


FLASHBACK ON


"Bagaimana? kak Yoan sudah bertemu dengan kepala keluarga?" tanya Yifan,


"Mm? bertemu? kapan?" tanya Haara bingung,


"Lho? kak Yoan tak memberitahumu??" bingung Yifan juga,


"Bahkan kami sudah lama tak bertemu atau berkomunikasi." seru Haara,


"Hahh, apa kau dan kak Yoan sedang mempermainkan kepala keluarga Zhao? benar-benar tak kusangka."


"Me-memangnya kita harus bertemu setiap hari gitu?" sewot Haara,


"Bahkan kak Yoan dan kau memiliki kesibukan masing masing, tapi apa diantara kalian tak ada yang meluangkan waktu untuk satu sama lain?"


"Mm tidak, bahkan ia separti hilang ditelan bumi."


"Maklumi saja kak Yoan benar-benar sibuk mengurus pembangunan cabang di Indonesia ini." seru Yifan bersandar,


"Mm Yifan, memangnya kepala keluarga Zhao ingin bertemu lagi dengan Yoan?"


"Ku dengar seperti itu, sepertinya ingin membahas tanggal dan bulan pernikahan kalian."


"Hah?! secepat itukah??!" tak percaya Haara,


"Kau bahkan paham posisi mu disini adalah pengganti kakakmu bukan?" seru Yifan memejamkan mata,


Haara terdiam.


"Maksudku, bahkan kalian sudah bertunangan saat itu, kepala keluarga tidak suka mengulur waktu, ia pasti akan mengadakan pernikahan kalian secepat mungkin~" jelas Yifan,


"Ap-apa bulan depan? tidak mungkin secepat itu kan??"


"Hmm, aku tak tahu. tapi ...,"


"Bisa saja esok."


"Hey Yifan! bercanda mu sungguh membuat jantungku hampir copot!" tegang Haara,


"Mungkin saja, tapi kau tak mungkin melangkahkan kakakmu bukan?"


"Be-benar juga, jadi tak mungkin esok~" lega Haara yang mempercayai omongan Yifan,


"Kau mempercayainya jika kemungkinan kau bisa saja menikah esok??" tak percaya Yifan,


"Kau bilang 'mungkin saja'! kau membuat ucapanmu itu sungguh sungguh!" geram Haara.


"Kau tunggu saja keluarga kak Yoan bertemu dengan keluargamu membahas tentang tanggal dan bulan pernikahan kalian" seru Yifan santai,


Haara hanya mengangguk paham.


"Bagaimana dengan Riza dan Alka?"


"Kenapa gimana?"


"Apa kau tak berniat memberitahu mereka? bahkan kalian berteman saat kelas satu SMA kan?"


"Kau tahu itu, tapi aku bingung bagaimana cara mengatakannya."


"Alka sangat penasaran tentangmu, calon istri Yoan, saat saat itu saja kau beritahu mereka berdua, aku bukannya memaksamu," -Yifan,


"tapi jika kau menganggap mereka sahabatmu dan begitu juga mereka menganggapmu sahabat, seharusnya hal seperti ini kau katakan sejujurnya kepada mereka, kau percayakan kepada mereka." jelas Yifan.


FLASHBACK OFF


Itu adalah pembicaraan dia dengan Yifan kemarin, ucapan Yifan benar benar membuatnya kefikiran semalaman.


"Haara?" panggil Anna,


"Kak Anna?"


"Ganti pakaianmu, keluarga Yoan akan berkunjung malam ini."


"Apaa??!"

__ADS_1


●•●•●•●•●


Ia tak menyangka jika ia akan bertemu pria itu malam ini, baru saja ia merutuki pria itu seharian, seperti sebuah hantaman keras ia akan bertemu pria yang ia maki-maki tadi.


Haara menatap Yoan yang menatap papanya sedang berbicara,


Haara benar benar gugup saat ini, padahal ia tidak mengata ngatai pria itu di depan wajah Yoan, tapi ia merasa sangat takut menatap Yoan.


Perlahan ia menatap Yoan dalam diam, rahang tegas, bentuk wajah yang tirus, alis yang tebal, dan pandangan yang setajam elang, dan jangan lupakan bibirnya yang ...,


Dengan cepat Haara memejamkan matanya, fikirannya mulai liar.


Deg!


Ia terpana dengan pemandangan saat ini,


Yoan tersenyum tulus di hadapan mama papanya sendiri.


Ia benar-benar tak menemui kekurangan dari tampang Yoan yang sangat sempurna ini,


Ia bertanya tanya, apa ia sedang bermimpi? ia akan menikah dengan pria sempurna yang banyak dikagumi wanita ini??


Benar-benar tak mengecewakan, bahkan awalnya Haara menyangka jika calon suami kakaknya itu sudah berumur 27 tahunan, atau bahkan 30 tahunan.


Nyatanya ia masih muda sungguh tak mengecewakan.


"Jadi tadi siang saya mendapat telfon dari anak kepala keluarga, jika kepala keluarga Zhao ingin bertemu dengan saya, dan membahas pernikahan saya dengan ... AtHaara" jelas Yoan,


Haara yang merasa namanya tersebut pun membuyarkan lamunannya.


"Jadi apa yang kalian berdua bahas Yoan?" tanya Juan Martin sang papa,


"Ia mengatakan jika ia menginginkan pernikahan aku dan Haara harus terlaksana sebelum pertengahan bulan September."


"Apa? secepat itu??" terkejut Lucy mama Haara dan Anna,


"Kami juga berfikir seperti itu, mengingat Haara masih sekolah, kami sempat mengatakan agar kepala keluarga mempertimbangkannya, tapi beliau menolak. karena mengingat Yoan menolak keras perjodohannya dengan Anna, ia tidak akan merubah keputusan yang awalnya di sah kan antara Yoan dan Anna, jadi keputusannya di sah kan untuk Yoan dan Haara." jelas Tao Ming, papa Yoan.


"Jika kepala keluarga mengatakan hal itu, berarti Haara tak bisa melangkahkan Anna kakaknya." seru Stephannie mama Yoan.


"Kau benar Stephannie, Haara tak mungkin melangkahi Anna." seru Juan Martin,


"Papa?" -Anna


"Secepatnya papa akan meminta kedua orang tua Ammar untuk kesini untuk membahas keseriusan Ammar dengan mu Anna, dan secepatnya kalian menikah."


Semua terkejut mendengar penuturan Juan Martin begitu mendadak sekali.


Mereka semua menghela nafas bersamaan, mereka berfikir jika sumpah orang tua dahulu dari keluarga Zhao dan keluarga Martin benar benar merepotkan.


Haara larut dalam fikirannya,


Sebelum pertengahan bulan September?bahkan itu bukan hitungan satu bulan lagi, benar benar membuatnya pening seketika,


Apa secepat ini ia akan berkeluarga? apa secepat ini ia akan berperan menjadi seorang istri?


Membayangkannya saja sudah membuatnya pusing.


"Bagaimana kita rundingkan kembali esok antar 3 keluarga, agar kita bisa menentukan kapan dan tanggal pernikahan dikeduanya?" seru Juan Martin bertanya.


"Aku setuju, lebih baik kita bicarakan secara kekeluagaan saja, mungkin esok Haara dan Yoan tak wajib bergabung dalam perbincangan," jelas Tao Ming,


"Atau mungkin mereka berdua esok dibiarkan pergi berdua saja?" seru Lucy menggoda mereka.


Yoan dan Haara menatap Lucy,


"Apa kalian berdua sudah saling mengenal satu sama lain?" tanya Stephannie,


"Eh?" -Haara


"Sepertinya belum, bagaimana jika kalian pergi keluar berdua, jalan jalan, hari pun belum begitu malam, biar kalian lebih mengenal saru sama lain!" seru Lucy semangat,


"Eh?" terkejut Yoan dan Haara bersamaan.


...•...


...•...


...{Bersambung}...


...•...

__ADS_1


__ADS_2