
Seperti perjanjian mereka berdua,Yifan menunggu Haara di parkiran sekolah,
"Itu Yifan~"seru Alka,
Haara mengikuti arah pandang Alka,mereka berdua pun menghampiri Yifan,
"Titip Haara ya Yifan,ngendarain motornya pelan pelan,ngebayanginnya saja ngeri naik motor mu yang menjulang tinggi itu"seru Alka memperingatkan,
"Jika si Haara kenapa kenapa,nantikan pelajaran apa yang akan kau dapat dariku dan juga Riza,dan juga dari tuan Yoan~"seru Alka merangkul Haara,beruntung saat itu sepi,
"Tanpa kau peringatkan juga aku tahu~"seru Yifan menyodorkan helm kepada Haara,
"Ya sudah aku duluan,bye bye"seru Alka pergi,
Haara memakai helmnya,jujur saja ia sudah lama tak naik motor,terakhir saat ia kecil,
"Nunggu apa?"tanya Yifan yang menatap Haara bingung karena gadis itu belum kunjung naik,
"Pelan pelan ya Yifan~aku takut jatuh"seru Haara takut,
"Iya,pelan pelan"sahut Yifan,
Haara pun secara perlahan naik,
"Pegangan,nanti jatuh kebelakang aku kena hantam dengan kak Yoan"seru Yifan mengingatkan,
"Iya rewel!"
Perlahan motor Yifan pun jalan,pandangan Haara fokus kepada kearah kanan,ia ingin pamit kepada Alka namun ..
Matanya terbelalak,
"Dia! .."
• • •
Haara turun perlahan dan memberikan helm nya kepada Yifan,
"Kenapa denganmu?kau masuk angin?"tanya Yifan melihat wajah Haara berubah lesu,
Haara menggeleng lemah
"Kenapa sih?bikin orang takut saja,kesambet ya?"bingung Yifan,
"Tadi aku ingin pamit ke Alka,tapi .."
"Tapi?"tak sabaran Yifan
"Teman kakaknya Alka ada disana,dia yang .."
"Daniel ya namanya?"
"Kok kamu tahu??"
"Riza cerita padaku,Riza ingin aku selalu update karena kau ini akan jadi kakak iparku,seperti itu katanya"jelas Yifan,
Haara sudah menduganya,Haara pergi meninggalkan Yifan,
"Tadi dia melihatmu?"tanya Yifan mengejar,
"Aku membuang wajahku dengan cepat,beruntung ia tak sadar jika aku bersamamu tadi"jelas Haara,
"Syukurlah,aku heran dengan dirinya,kenapa bersikeras sekali,maka dari itu aku berfikir jika kak Yoan harus tahu"
"Bahkan ia tak bisa berbuat apa apa"becanda Haara,
"Matamu!ia selalu memerintahku asal kau tahu,ahh aku keceplosan"seru Yifan menutup mulutnya,
Haara tidak percaya,ini bisa disebut jika Yoan mengkhawatirkannya,dapat terlihat juga saat kejadian kemarin di bus ia bercerita pada Yoan,pria itu terus terusan mengingatkannya untuk berhati hati,
Tanpa disadari ia tersenyum,
__ADS_1
"Ehem ehem,ada yang baper ternyata"goda Yifan menyenggol Haara yang lebih pendek darinya,
"Tidak!aku hanya lucu melihatmu keceplosan,dasar tak bisa menjaga rahasia!"elak Haara sukses membuat Yifan kesal,
"Terserah apa katamu"menyerah Yifan,
• • •
Tercium jelas aroma buku buku saat tiba dilantai 2,Haara suka wangi buku,
"Wangi buku~sudah lama tak kesini",seru Haara melangkah mendahului Yifan,
Ia berkeliling kesana kemari,Yifan hanya menghela nafasnya sabar,
"Pasukan kamus kamus ada disana,kenapa kesini sih?"tanya Yifan,
"Sebentar,aku mau cek novel terbaru,ya ampun!!Akito Sakuranda~!!"antusias Haara,
"Melenceng dari tujuan"gumam Yifan menggeleng geleng,
"Aku harus beli ini!kyaaa!!jerit Haara,
"Stt,ini toko buku,ada sedang baca juga,jaga kesopananmu"bisik Yifan,
"Ah iya juga ahahahah"tawa Haara,
"Langsung ketempat kamus saja,ayo"seru Yifan menarik tas Haara,
"Aduduh,iya iya"
Saat tiba di tempat khusus kamus kamus,Yifan ikut membantu memilihkan kamus,
"Yifan,apa kau juga berasal dari China?"tanya Haara tiba tiba,
"Aku memiliki marga Zhao yang aku dapat dari papaku,kau pasti tahu bukan?"tanya balik Yifan,
"Cuma bertanya saja,dasar~"sahut Haara,
Haara menatap Yifan disampingnya,
"Buktinya tadi saja,si Daniel itu sampai sampai menemui Alka,pasti ia menanyakan tentang mu"
Haara menunduk,ia menghela nafasnya,
"Selagi kak Yoan belum pulang,kau jaga diri baik baik,aku dapat lihat waktu aku bercerita padanya saat itu,rautnya tak tenang"
"Jujur saja aku merasa takut saat dia akan ke China"sahut Haara menunduk,
"Tentu saja kau takut,pasti kau merasa jika kak Yoan tidak bisa melindungimu iya kan~"goda Yifan,
"Berisik!"
"Kau harusnya yang jangan berisik"sahut Yifan memberikan kamus kepada Haara,
"Kamus ini lumayan lengkap,beli yang itu saja"tambah Yifan.
• • •
Hari menjelang malam,jam menunjukkan jam 7 malam,mereka telah tiba di rumah Haara,
"Terima kasih sudah mengantar dan menemaniku"seru Haara,
"Ya sama sama"
"Yifan?"panggil seseorang,Haara dan Yifan yang mendengarnya menatap seseorang itu,
"Kak Anna?"-Yifan,
"Ahh,benar ternyata itu kau,ku kira Haara pulang dengan pria lain"kekeh Anna,
"Pulang dengan siapa maksud kakak?"tanya Haara,
__ADS_1
"Selingkuhanmu"bisik Anna,Haara yang mendengar nya membulatkan matanya dan menatap kakaknya tajam,
"Bagaimana kabarmu?sudah lama tak bertemu"
"Aku baik,bagaimana dengan kakak sendiri"
"Akupun baik,kalian darimana?"
"Yifan mengantarku ke toko buku untuk beli kamus"jelas Haara
"Ahh,seperti itu~tumben biasanya kalau diminta antar antar kau tak mau"sindir Anna,
"Disuruh kak Yoan"sahut Yifan malas,
Anna tertawa saat melihat perubahan raut Yifan,
"Bagaimana persiapan pernikahan kak Anna dan kak Ammar?"tanya Yifan,
"Sudah 80%,tinggal 20% lagi"kekeh Anna,
"Mampirlah dulu Yifan"-Anna,
"Ah maaf kak,aku langsung pulang saja,takut kemalaman,aku mau langsung pulang"seru Yifan menghidupkan motornya
"Ahh begitu,hati hati ya~"-Anna,
"Hati hati"-Haara,
Yifan mengangguk dan pergi,
"Sepupu yang baik,jika saja Yoan tak menyeramkan dan galak,pasti Yifan tak akan menuruti permintaannya"seru Anna yang meninggalkan Haara.
"Segalak apa memangnya dia?tapi jika hal itu sudah diakui oleh kakak,kak Ammar dan juga Yifan,aku tak berani mencoba membuatnya marah"gumam Haara bergidik ngeri.
●•●•●•●•●
• • •
• •
•
Hari demi hari berlalu,Yoan telah berangkat ke China 3 hari yang lalu,dan itu juga terhitung sudah 6 hari yang lalu ia terakhir bertemu dengan Yoan,
Kehati hatian telah ia terapkan dan turuti dari ucapan para sahabatnya,Yifan dan juga Yoan,
Pria bernama Daniel itu terus datang kesekolah,menunggu didepan gerbang sekolah,beruntungnya Yifan sigap menolongnya agar bisa lolos,hingga Yifan menelfon Yoan untuk meminjam mobil pria itu untuk membawa mobil milik Yoan sendiri kesekolah,dengan tujuan agar Haara tak bertemu dengan Daniel,
Dan ada hal yang lebih mengejutkan,ia mendapat telfon dan pesan spam yang mengganggunya ,dengan terpaksa ia mengganti nomor ponselnya baru baru ini,sungguh hal itu membuat nya ketakutan bukan main,
Namun tak disangka saat pulang sekolah,Daniel datang menemuinya dan menariknya dengan paksa,ia marah besar pada Haara karena ia mengganti nomor telfonnya dan tak pernah membalas maupun mengangkat telfon dari Daniel sendiri,
Namun itu sudah berlalu selama 2 hari,saat Daniel tak pernah menunggunya didepan nya
Haara menatap dirinya di cermin,langkahnya tak seperti biasanya,kakinya masih sakit,
wajahnya terlihat lesu,jantungnya pun terus terus saja berdetak kencang saat mengingat kejadian itu,meski cowok bernama Daniel itu sudah 2 hari kemarin tak datang lagi kesekolah,namun ia takut jika pria itu mengawasinya dari jauh,
Haara meng'aduh'saat ia tak sengaja tangannya terbentur
Entah kenapa saat kemarin kemarin ia ketakutan,ia teringat dengan Yoan,padahal ia belum begitu dekat dengan pria itu,dan juga ia berfikir jika ia masih asing untuk pria itu,jujur saja ia mengandalkan pria itu untuk menjaganya,
"Rasanya aku ingin bercerita tentang hal yang terjadi padaku padanya"gumam Haara melamun.
...•...
...•...
...{Bersambung}...
...•...
__ADS_1
Hai Readers,jangan lupa like dan komentarnya ya❤