My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
Peran Seorang Pacar


__ADS_3

Yoan melangkah turun dari lantai atas penthouse nya ke lantai dasar,


Ia melihat Haara yang sedang bersenandung saat sedang mengoleskan selai di roti yang gadis itu pegang.


Yoan menghela nafasnya, ia mengingat cerita gadis itu semalam dan juga sebuah senyum getir yang gadis itu tunjukkan semalam,


Yoan pun melangkah menghampiri gadis itu,


Haara menaruh roti yang sudah ia beri selai coklat dan kacang milik Yoan di meja makan seberangnya,


"Kau .. Tak pergi ke kantor?" tanya Haara melihat Yoan memakai baju santai dan jaket berwarna hitam,


"Pergi ke kantor" sahut Yoan melangkah melewati Haara.


●•●•●•●•●


Haara melirik ke arah Yoan yang fokus mengemudi, pria itu memakai topi berwarna hitam, ia mengerutkan keningnya merasa curiga dengan pria itu,


"Kau mau kemana sebenarnya?" tanya Haara,


"Pertanyaan macam apa itu"


"Aku hanya bingung dengan pakaian yang kau gunakan saat ini, kau memakai jaket, sepatu snakers dan topi, kau tak terlihat akan pergi ke kantor, mau kemana? Apa seragam kantormu sudah ganti?" tanya Haara penasaran,


"Aku akan ke kantor, setelah itu aku harus mengecek sebuah proyek di luar kantor" sahut Yoan,


Haara menganggum angguk paham,


"Oh iya, boleh aku bertanya?" tanya Haara


"Apa?"


"aku ingin tanya padamu, berapa umurmu?" tanya Haara penasaran,


Yoan melirik ke arah Haara sekilas,


"24 tahun"


CTAZZ!!


Haara melongo mendengarnya, ia terkejut bukan main


"Du dua puluh empat!! Serius!!??"


Yoan menatap Haara bingung,


"Kenapa?" tanya Yoan datar


"Wah! Bahkan umur segitu tidak cocok untuk parasmu saat ini!" terkejut Haara keceplosan,


'Bahkan parasnya dapat menipu banyak orang!' batin Haara,


"Lalu? Kau mengira berapa umurku? 27 tahun? 29 tahun? " tanya Yoan datar,


"Itu terlalu tua!"


"Kau mengatakan aku tidak cocok berumur 24 tahun, apa aku terlihat tua?"


"Bu bukan, bahkan teman temanku menyangka kau baru lulusan SMA tahun kemarin" sahut Haara cepat,


"Ha?"


"Tapi sungguh umurmu 24 tahun?? Kau tak berbohong kan??" tak percaya Haara


"Untuk apa aku bohong, lalu kau mengira berapa umurku ha?"


"Mm 20 atau 21 tahun, mungkin" sahut Haara ragu,


Yoan yang mendengarnya terkekeh,


"Apa kau sedang melebih lebihkan faktaku?" tanya Yoan


"Tidak, itu murni fikiranku!"


Yoan tertawa kecil,

__ADS_1


"Umurku 18 tahun, lalu kau .. Terpaut 6 tahun denganku!! Hey!! Kenapa kau begitu tua!!" seru Haara sedikit berteriak,


"7 tahun" sahut Yoan,


"Ha?"


"Tahun ini aku belum mengulang tahun, umurku belum bertambah di tahun ini"


Haara menutup mulutnya dengan mata yang membulat sempurna,


"Tidak mengoceh lagi?" seru Yoan,


"Mm tidak"


Haara masih benar benar tak menyangka jika umur pria itu terpaut 7 tahun dengannya, ia merasa malu sekali menyadarinya jika ia menikah dengan pria yang benar benar sudah dewasa di banding dengannya,


Bahkan ia mengingat ucapannya yang tidak sopan dengan pria di sampingnya ini.


"Mm, aku minta maaf" seru Haara pelan,


Yoan menghentikkan mobilnya saat rambu lalu lintas menyala kan lampu berwarna merah, ia menatap Haara bingung


"Kenapa minta maaf?"


"Karena ... Ucapanku tidak sopan denganmu"


Yoan tertegun mendengarnya,


"Maaf aku memanggil namamu tanpa embel embel yang lebih sopan" srru Haara lagi menunduk,


Yoan mendecih saat mendengarnya,


"Apa sekarang aku memanggilmu tuan Yoan saja ya? Atau .. Kak Yoan?" seru Haara malu


Yoan menginjak gas mobilnya perlahan, ia tertawa saat mendengar ucapan Haara,


"Ihh kenapa tertawa??!"


"Aku tidak suka dengan panggilan itu"


"Lho? Berarti kau tidak suka jika Yifan dan Yuu memanggilmu kakak dong? dan juga karyawanmu memanggilmu tuan??" tanya Haara polos,


"Lalu maksudnya apa?"


"Aku tidak suka jika namaku di beri embel embel tuan atau kakak denganmu"


"Eh? Tapi .."


"Panggil namaku saja" seru Yoan


"Tapi itu .."


"Aku lebih suka kau memanggil namaku saja" seru Yoan tersenyum tipis,


"Eh?" terkejut Haara atas ucapan Yoan,


"Itu menggelikkan" sahut Yoan mendecih,


Haara yang mendengarnya mengangguk samar.


Yoan menghentikkan mobilnya, mereka sudah tiba di depan gerbang sekolah,


"Biar mereka saja yang panggil aku kakak, dan juga biar karyawanku memanggilku tuan" sahut Yoan menatap Haara


Haara terdiam sejenak, tak lama dari itu ia tersenyum kikuk,


"Mm baik, jika itu tidak masalah untukmu" sahut Haara malu,


Yoan mengalihkan pandangannya ke depan,


"Terima kasih sudah mengantarku, aku turun" seru Haara memakai tasnya dan bergegas turun,


Haara berjalan melewati mobil Yoan, langkahnya terhenti saat melihat Yoan juga ikut turun,


"Hm? Kenapa turun??" bingung Haara saat melihat pria itu melangkah mendekatinya,

__ADS_1


Yoan mengalihkan pandangannya yang tadi menatap ke belakang gadis itu kini menatap hangat Haara,


Yoan membungkukkan tubuhnya menatap Haara lebih dekat,


Mata Haara membelalak, wajah pria itu tepat berada di depannya,


"Yo Yoan?" terkejut Haara,


Haara melirik ke kanan kiri hingga belakang, teman sekolah nya sedang memerhatikkan dirinya dan Yoan,


"Kenapa kau .. Menatap ku seperti itu?? Yo Yoan, ini terlalu dekat! Yang lain .."


Yoan tersenyum, senyumannya sangat berbeda kali ini, senyuman pria itu sangatlah manis dan tulus,


Deg!!


"Biar mereka semua lihat, bukankah itu bagus? Mereka akan membenarkan ucapanmu jika kau sudah mempunyai seorang pacar" sahut Yoan,


Wajah Haara seketika memanas mendengarnya,


"Aku sedang mewujudkan keinginanmu yang semalam kau ucapkan padaku" seru Yoan


Haara memeras rok sekolahnya kencang,


Yoan tersenyum sambil memiringkan kepalanya,


Haara mengerjapkan matanya beberapa kali, pria di depannya ini sangat menggemaskan sekali,


"a aw!! Yoan!" ringis Haara saat Yoan mencubit pipi Haara,


"Kau tahu? Kau terlalu tegang, yanga da mereka curiga padamu" seru Yoan serius,


"ah benarkah? akan ku ceoba terlihat biasa biasa saja kalau seperti itu" sahut Haara mengatur nafasnya, ia pun tersenyum pada Yoan,


Yoan yang melihatnya tertawa,


"ihh kenapa tertawa??" bingung Haara,


"wajah macam apa itu?" kekeh Yoan,


Sret!! Srett!!


Haara kembali terkejut atas perlakuan Yoan, pria itu mengusap usap lembut rambutnya,


Haara mematung seketika,


"Jangan pergi dulu setelah mobilku melaju pergi, paham?" seru Yoan msnatap Haara tajam,


Haara mengangguk mantap,


Yoan terkekeh, pria itu merasa tingkah gadis itu benar benar sangat polos sekali,


Haara bungkam, jantung nya benar benar berdegup sangat kencang, tubuhnya merinding seketika.


Yoan pun melangkah pergi,


Haara menatap Yoan yang masuk kedalam mobilnya,


Suara klakson mobil Yoan berbunyi, Haara pun melambaikan tangan saat mobil Yoan akan melaju pergi,


Haara dengan cepat melangkah masuk ke dalam area sekolah,


Semua siswa siswi memperhatikkannya, ia sangat benci sekali jika diperhatikkan seperti ini, sungguh memuakkan.


Langkahnya melambat saat ia sudah di aula sekolah, ia menutup mulutnya, ia ingin berteriak saat ini,


Ia memegang dadanya, jantungnya berdegup kencang,


"Ada apa dengaannya? Itu tadi sangat membuat jantungku hampir copot!" oceh Haara menahan senyumnya.


...•...


...•...


...{Bersambung}...

__ADS_1


...•...


hai readers dan author author hebat👋 terima kasih sudah membaca ceritaku, jangan lupa like, rate dan komentarnya ya😊 tambahkan juga ceritaku ke favorite agar tidak ketinggalan ceritanya, terima kasih🙏


__ADS_2