
Haara melangkah masuk kedalam kelasnya, ia menduduki dirinya di kursinya.
Benar sekali dugaannya, teman sekelasnya perlahan lahan berdatangan ke mejanya.
"AtHaara~ sekarang kamu tidak bisa kabur~" seru temannya tersenyum penuh arti,
"Aku? Kabur kemana ya?" sahut Haara tersenyum juga,
"Ihh, kenalin dong pria yang kemarin itu, atau tidak yang satunya itu~" rengek temannya,
"Dia .. Tak mengizinkanku memberitahu namanya" sahut Haara,
"Haa?! Kok begitu~"
"Ee lagi pula .. Dia sudah bertunangan" sahut Haara,
Semuanya pun mengeluh kecewa mendengarnya,
"Kalau yang satunya itu?" antusias temannya,
"Yang mana?"
"Yang kamu ikut naik kedalam mobil~"
"Mm, kalau itu, aku tak mengizinkan kalian tahu namanya" senyum Haara
"Lho maksudmu?"
"Ya aku tak mengizinkan kalian tahu, karena ia tak suka" sahut Haara serius,
"Kenapa kamu tak mengizinkannya? Apa dia sudah bertunangan juga?" tanya temannya,
"Mm, mau tunangan" sahut Haara kaku,
Alka dan Riza yang mendengarnya menatap satu sama lain,
"Tunggu, jika pria itu juga akan bertunangan, kau sungguh sepupunya Yifan? Diragukan"
"Ahahaha, aku bohong" tawa Haara,
"Lalu? kok kamu bisa akrab sekali, Enaknya jadi kamu" iri temannya,
Haara hanya tersenyum,
"Apa kau dekat dengan saudara saudara Yifan? apa jangan jangan kau memiliki salah satu hubungan dengan saudara Yifan? Tebakkan ku benar kan Riza?" tanya salah satu temannya lagi melempar pertanyaan kepada Riza yang jelas pacarnya Yifan sendiri,
Riza tak bisa berkata kata, ia menatap Haara,
"I .. Ya, aku pacaran dengan saudaranya Yifan" sahut Haara mewakilkan Riza,
Hal itu membuat Alka dan Riza terkejut,
Semua temannya menghela nafasnya,
"Wahh, sungguh?? jadi, Yifan itu siapanya pacarmu?"
"Mm sepupu" sahut Haara tersenyum,
"Dan pria yang menjemput kau dan Yifan kemarin?"
"Dia? Dia pacarku"
"APAAA!!??"
Alka dan Riza ternganga mendengarnya,
Semua temannya termasuk anak cowok dikelas menatap Haara,
"Jadi?! Haara sudah punya pacar??!" tanya temannya terkejut,
"Mm, iya" kekeh Haara
"Wah! Berita mengejutkan, pasti banyak sekali yang kecewa mendengarnya"
"Wah~ apa kau serius? Apa kau sedang berbohong?" tanya Temannya menyindir
Jika mengingat ucapan temannya itu, ia teringat saat ia kelas 11, ia membohongi teman temannya jika ia sudah pacaran, dan Ammar lah menjadi korbannya, ia mengatakkan jika Ammar adalah pacarnya.
"Kali ini aku serius~, kami memiliki gelang couple, aku warna merah, dia warna biru" sahut Haara serius,
__ADS_1
Teman temannya pun menatap Haara curiga,
"Jika tak percaya, tanya saja sana sama Yifan" kesal Haara,
"Wah, ekspresimu mengartikan jika sungguhan, wah! Pasti banyak anak cowok yang patah hati" kekeh temannya,
"Tunggu! Kau bilang tadi saat kami tak tahu pria itu pacarmu, jika akan bertunangan? berarti bertunangan denganmu dong?! Benarkah itu?? Kau akan bertunangan??" antuaias temannya
"Mm i iya kami akan bertunangan" sahut Haara menyembunyikan kedua tangannya di kolong mejanya,
"Wahh, dia anak universitas mana?"
"U universitas?"
"Iya, kapan ia lulus SMA, tahun kemarin kah?"
Haara tertawa kaku mendengarnya,
'Bahkan dia adalah seorang CEO'
"Mm dua tahun lalu lulus SMA" sahut Haara ngasal
"Wah~ tak heran jika kau mendapatkan pria tampan seperti pacarmu, kau pun juga cantik" puji temannya,
"Ahh, jangan berlebihan~" malu Haara,
Seperti inilah Haara di mata teman teman sekelasnya, Haara sangat terkenal dikalangan anak cowok, dan ketenarannya itu pun bersangkut paut dengan anak perempuan di setiap kelas, mau itu kelas 10, 11 dan 12.
"Ya pantas lah, Haara cantik seleranya pun tinggi" sindir temannya untuk anak cowok,
"Hoi hoi hoi! Bel sudah bunyi lho" seru Alka membubarkan,
Semua teman temannya pun bubar,
"Haara~ aku minta penjelasan istirahat nanti~" seru Alka
Haara terkekeh mendengar ucapan sahabatnya itu.
●•●•●•●•●
Istirahat telah tiba, Haara, Riza dan Alka berniat akan membeli makan dan minum di kantin, ia pun seperti biasa memilih untuk membeli makan dan minum lalu makan bersama di rooftop.
"Apa gelang itu sungguhan dari tuan Yoan, Haara??" penasaran Alka bertanya saat lorong sepi,
"ehem ehem, percaya deh nyonya Zhao gituloh~" seru Alka,
Haara tertawa kaku,
"Penasaran aku" seru Riza mengerutkan keningnya,
"Apa kalian sudah bertukar perasaan?" tanya Alka pelan
"Bertukar .. Ehh tidak!"
Mereka bertiga diam tak bicara saat ada yang lewat,
"Hm? Tapi perlakuan tuan Yoan .. Apa ia menyimpan hati padamu?" tanya Riza berbisik,
"Ti tidak, dia hanya menolongku saja kok" sahut Haara sangat pelan, namun hal itu dapat didengar oleh Alka dan Riza saja.
• • •
Mereka pun tiba di kantin, tatapan demi tatapan saat mereka lewat membuat Haara merasa risih,
Terdengar bisik bisikkan dari penghuni kantin saat ini,
Dengan cepat Haara melangkah mengambil makanan dan minuman dan membayarnya,
"Jangan hiraukan" seru Riza ikut bayar,
"Aku heran dengan mereka, suka sekali ikut campur urusan dan privasimu" kesal Alka ikut bayar,
"Aku juga berfikir seperti itu Ka, benar kata Riza, lebih baik jangan hiraukan" sahut Haara
"dasar haters!" seru Alka,
Riza menarik tangan Haara dan Alka pergi, namun langkah Riza terhenti saat melihat Yifan menghampiri mereka,
Haara menghentikkan langkahnya saat melihat Yifan tersenyum padanya dan melangkah mendekati mereka bertiga,
__ADS_1
"Wah, apa kau telah mengumumkan dirimu sudah pacaran dengan kakak?" seru Yifan lumayan kencang,
"Yi Yifan! Pelankan suaramu!" seru Haara pelan dan menekankan kalimatnya,
"Wah, pasti kakak sangat senang mendengar kau mengumumkan dirimu sudah punya pacar" kekeh Yifan dengan nada normal
"Kau tahu dari mana?" bingung Haara
"Teman temanku membicarakanmu" sahut Yifan,
"Aku sedang meyakinkan mereka, mereka mencurigaimu berbohong" bisik Yifan,
Riza melirik sekitarnya yang menguping dan menatap kearah ia berdiri sekarang,
"Kakak memberikan gelang itu untukmu?" tanya Yifan pura pura terkejut, nyatanya memang terkejut sungguhan,
"Hm, ia memberikkan nya padaku sebagai bukti aku sudah mempunyai pacar" sahut Haara sedikit mengeraskan suaranya,
"Gelang itu .. Itu gelang yang selalu kak Yoan pakai dari dulu, ia mengatakkan gelang itu sangat berarti baginya, ia sungguh memberikkannya padamu??" tak percaya Yifan serius, ia sungguh tak percaya Haara memakai gelang itu.
"Dari dulu?? Sungguh??" tak percaya Haara,
Riza terkekeh melihat ekspresi sahabatnya itu, Alka menyenggol pundak Haara,
"Sepertinya ucapan Riza benar, jika dia menaruh hati padamu" goda Alka,
"Kak Yoan sulit di tebak sekali, tapi semoga saja benar dugaan nya Riza, itu akan lebih baik" sahut Yifan terkekeh,
"Oh iya Za, hari ini tidak pulang bersama ya, aku harus mengantar nenek ke bandara" seru Yifan pada Riza,
"Ah iya, tidak apa" sahut Riza santai,
"Nenek? Pulang? Nenek pulang hari ini?" tanya Haara,
Yifan mengangguk,
"Aku pergi dulu" seru Yifan pamit pergi,
Haara mengangguk,
"Nenek?" tanya Alka,
"Ya, nenek Yifan, Yuu dan Yoan" sahut Haara melanjutkan langkahnya keluar kantin,
"Ahh, jadi hari senin kemarin ia menjemputmu untuk bertemu nenek mereka?" tanya Riza,
"Iya, aku sempat kebingungan karena aku tak pandai berbicara bahasa inggris" jelas Haara,
"Bahasa inggris?? Bukannya .." -Alka
"Hmm~ karena neneknya orang Russia, dan kakeknya berasal dari Jepang, beruntung aku bisa sedikit mengerti di ajak bicara bahasa inggris, jika diajak bicara menggunakkan bahasa Russia, mati aku" keluh Haara menjelaskan,
"Jadi? Tuan Yoan memiliki darah .. Campuran??" seru Riza terkejut
"Hm, China, Russia dan Jepang" sahut Haara
Riza terkekeh saat mengetahui blasteran 3 bersaudara itu,
"Tidak heran~ Yifan, tuan Yoan dan juga .. Si Yuu itu tampan sekali" takjub Alka,
Terdengar suara notifikasi masuk ke ponselnya, dengan perlahan ia mengambil ponselnya di saku jas nya,
"Uuu, ponsel baru~ sudah terkumpul nih uangnya untuk beli ponsel impianmu" seru Alka melihat ponsel baru Haara,
"Aku tidak membelinya" sahur Haara terkekeh,
"Lalu?" bingung Riza,
"Yoan berinisiatif sendiri membelikkan ponsel ini untukku" sahut Haara
"Wah, makin yakin sekali aku ini" takjub Alka,
"Ayolah~, dia mengatakkan ponsel itu benda penting, jadi ia membelikkannya" seru Haara terkekeh.
...•...
...•...
...{Bersambung}...
__ADS_1
...•...
hai readers dan author author hebat👋 terima kasih sudah membaca ceritaku, jangan lupa like, rate dan komentarnya ya😊 tambahkan juga ceritaku ke favorite agar tidak ketinggalan ceritanya, terima kasih🙏