
Sinar mentari telah menunjukan dirinya, sinar itulah yang telah mengisi pencahayaan di ruangan itu saat ini.
Haara mengerutkan keningnya saat merasa silau, dengan perlahan Haara membuka matanya.
Hari telah menjelang pagi.
Haara tersenyum bahagia saat melihat pemandangan pertama yang ia lihat dipagi hari.
Seorang pangeran tidur tengah terlelap dihadapannya.
Haara menatap wajah pria itu, mulai dari mata dengan bulu mata yang tebal, alis yang terukir tegas, hidung mancung dan bibir itu yang ...,
..."Aku suka bibirmu"...
..."H-ha??"...
..."Manis~"...
Haara memejamkan matanya rapat-rapat dan menggeleng kuat, ia jadi teringat ciuman mereka kemarin malam.
'Yoan hampir saja menerkamku semalam, jika aku tak memberontak, habis aku! pria mesum ini tak perduli jika kau ini adalah anak SMA, menyebalkan!' gerutu Haara dalam hati.
Wajah pria itu tetap terlihat tampan saat masih tertidur, benar benar sempurna sekali, ini adalah kali pertama ia melihat wajah pria itu tertidur sedekat ini.
Dengan hati hati Haara menyisir rambut pria itu ke belakang karena rambut pria itu menutupi wajah pria itu.
'wajah ini telah banyak membuat orang tertipu, banyak yang menyangka ia adalah seorang mahasiswa, padahal umurnya sudah 25 tahun huft~' batinnya lagi.
Pria itu merasa sedikit terganggu pun memeluk Haara semakin erat.
'Pemandangan ini sangat indah sekali, tapi .. aku harus memasak~' batin Haara menangis.
Haara dengan hati-hati menyingkirkan tangan pria itu yang melingkar di perutnya.
Ia menduduki dirinya sambil tersenyum menatap Yoan yang masih terlelap,
Ia menyelimuti pria itu sampai leher pria itu, mungkin saat ini dingin karena masih ada salju yang masih belum hilang di halaman.
"Huhh~ mandi air hangat enak sepertinya" gumam Haara kedinginan.
●•●•●•●•●
Haara membuka pintu kamar mandi, gadis itu sudah selesai mandi dengan memakai baju rajut seleher karena mengingat jika ada bekas 'jejak' yang Yoan tinggalkan di lehernya membuat Haara malu sendiri jika mengingat nya.
Suara erangan terdengar, Haara pun melangkah ke kasur dimana pria itu tertidur.
Haara menduduki dirinya di tepi kasur sambil menatap pria itu yang sudah membuka matanya,
Kesadaran pria itu belum terkumpul.
"Ohayō!(selamat pagi!)" seru Haara tersenyum manis.
Yoan perlahan menatap Haara polos.
Gaaaak!!🦅 ... Gaaaak!!🦅
Suara burung pun terdengar~
" . . . . . , ah! Ohayō~" sahut pria itu dengan suara berat khas bangun tidur nya.
Haara terkekeh saat pria itu menjawab ucapannya begitu lama, kesadaran pria itu belum terkumpul.
"Wangi sekali, kau sudah mandi?" tanya Yoan merenggangkan tubuhnya.
Haara mengangguk.
"Aku mau bantu memasak di dapur ya?"
Yoan mengangguk, "aku masih mengantuk~"
"Ya sudah tidur lagi, nanti setelah sarapannya siap, kamu sudah bangun ya?" seru Haara memperingatkan.
Yoan mengangguk dan kembali memejamkan matanya.
Haara melangkah keluar dan menutup pintu kamar dengan hati hati.
• • •
"Gishi, ohayōgozaimasu!(selamat pagi kakak ipar!)" seru Xi Cha.
"ohayō Xi Cha Chan! Ē to? Naze seifuku o kite iru nodesu ka?
(selamat pagi Xi Cha! Lho? Kenapa kamu pakai seragam sekolah?)" tanya Haara.
"Sekolah masih belum libur, jadi hari ini aku sekolah" seru Xi Cha.
Haara mengangguk angguk paham.
"Oniisan(kakak) mana? Dia belum bangun?" tanya Xi Cha.
"Belum bangun." senyum Haara.
Xi Cha mengangguk angguk paham,
"Mama, bibi, dan kak Anna sudah bangun belum Xi Cha?" tanya Haara.
"Baru aku saja yang sudah bangun." sahut Xi Cha polos.
"Su-sungguh??"
Xi Cha mengangguk.
"Hahh, sepertinya aku akan masak sendiri." hela nafas Haara.
"Masak? tidak perlu, karena ada maid yang akan memasak." seru Xi Cha.
"Maid??"
"Ha'i, kemarin para maid di liburkan karena nenek meninggal, tapi mereka sekarang sudsj kembali bekerja." senyum Xi Cha.
Haara mengangguk angguk paham.
"Xi Cha! Aku ingin mengantarmu ke sekolah!" seru Haara semangat.
"Hontō?? Senangnya~" senang Xi Cha.
"Gishi mengantarku sendiri?" tanya Xi Cha.
"Mm~ dengan kakak mu .. Mungkin~" ragu Haara.
"Bahkan ia belum bangun, gishi~" seru Xi Cha,
"Aku akan bangunkan, sekalian jalan jalan di kota Tokyo! Pasti seru!" seru Haara semangat.
"Benar sekali! Tokyo sangat indah sekarang!" antusias Xi Cha.
"Wahh! Tak sabarnya~ aku akan bangunkan kakakmu dulu, oke!" seru Haara.
Xi Cha mengangguk,
"Oh iya, Gishi!" seru Xi Cha teringat sesuatu.
Haara mengurungkan dahulu niatnya untuk masuk lagi ke dalam kamar.
"Iya?"
Xi Cha pun membisikan suatu kalimat di telinga Haara.
Haara yang mendengarnya tak percaya
__ADS_1
"sungguh??!"
●•●•●•●•●
Haara melangkah ke kamar dimana pria itu masih tertidur pulas.
Haara menduduki dirinya di tempat tidur.
"Yoan~ bangun~" seru Haara menepuk nepuk pipi pria itu yang membelakanginya.
"..."
"Yoan banguun~ antar Xi Cha ke sekolah yuk??"
"..."
"Ihh~ kebiasaan deh susah dibangunin nya~" rengek Haara mengguncang tubuh pria itu kuat.
"Yoaaan~heuu~" panggil Haara merengek.
"Nggmhh~" dehem pria itu malas memiringkan tubuhnya berbalik ke arah gadis itu.
"Antar Xi Cha ke sekolah yuk??" seru Haara.
"Aku masih mengantuk AtHaara~" seru pria itu berat dan terdengar lembut.
"Sudah pagi lho? ayoo~" rengek Haara mengguncangkan tubuh pria itu lagi.
Haara tersenyum malu saat pria itu membuka matanya dan menatap nya dalam.
"Kenapa menyuruhku bangun, hm?" seru pria itu dengan mata sayu dengan suara khas bangun tidurnya
"Antar Xi Cha ke sekolah yuk?" antusias Haara.
"Biasanya juga dia pergi sendiri ke sekolah~" sahut Yoan masih menatap Haara.
"Ahh~ ayolah~ sekalian pergi jalan-jalan setelah mengantar Xi Cha, ya ya ya?" mohon Haara.
Yoan menyipitkan matanya sambil menatap Haara bingung.
"Kau mengajakku untuk mengantar Xi Cha ke sekolah?" tanya pria itu.
Haara menghela nafasnya, ia baru teringat, pria itu tak akan nyambung jika diajak bicara saat baru bangun tidur.
"Iya, ini bukan permintaan Xi Cha, tapi aku ingin mengantar Xi Cha ke sekolah, habis mengantar Xi Cha ke sekolah lalu jalan jalan denganmu~" jelas Haara.
" ... "
Yoan perlahan kembali memejamkan matanya.
"Yoaaann~ kok tidur lagi sih?!" kesal Haara.
"..."
"Kamu ngeselin banget deh~!" geram Haara.
"Hmm~" sahut pria itu dengan deheman.
"Ya sudah! Aku minta Yifan kalau tidak Yuu saja untuk mengantar Xi Cha ke sekolah! lalu pergi jalan-jalan bersama mereka berdua!" merajuk Haara turun dari kasur.
Gerakan Haara terhenti, ia menatap pria itu, secara tiba tiba dan gerakan cepat pria itu menduduki dirinya.
"Lanjut tidur saja! tidak apa apa!" seru Haara merajuk.
"Suka sekali kau ini membuatku tidak bisa menolak keinginanmu dengan sebuah ancaman, AtHaara~" seru Yoan sambil mengacak-acak rambutnya yang sudah berantakan.
Yoan menatap Haara yang masih menatap nya dengan mengerucutkan bibirnya,
Gadis itu merajuk.
Yoan menatap Haara dengan tatapan sayu,
"Marah denganku? Hm?" tanya Yoan dengan nada berat.
Haara tak menyahut.
"Hey, AtHaara??" panggil Yoan mengerjapkan matanya yang masih terasa berat untuk bisa terbuka.
"..."
"AtHaara ..?" panggil Yoan lembut.
"..."
"Iya iya, antar Xi Cha ke sekolah ya? Jangan marah ya?" seru Yoan mendekati Haara.
"..."
Yoan menghela nafasnya sabar, Yoan menyelipkan rambut gadis itu di telinga gadis itu dan ...,
Deg!
Haara membulatkan matanya terkejut.
"A-aw! Yo-Yoan!?" ringis Haara memegang telinganya menatap Yoan tak percaya.
Pria itu menggigit telinga nya!
"Bicara juga." seru Yoan bersila dan menunjukkan tatapan tajam.
"Sa-sakit tahu!" seru Haara gugup, ia tersipu malu karena pria itu menggigit telinganya.
"Hukuman dariku karena mencueki ku." sahut Yoan menatap Haara datar.
Haara tak menyahut, ia masih syok.
"Mendiami ku lagi?" tanya Yoan memiringkan kepalanya menatap Haara yang cemberut.
"Mau ku gigit telingamu yang satu nya?" tanya Yoan yang mendekatkan wajahnya ke telinga gadis itu.
"Ja-jangan gigit lagi!" sahut Haara cepat menutup kedua telinganya sambil mengalihkan pandangannya, jantungnya berdegup kencang saat ini.
"Kenapa kau membuang pandanganmu? Tak mau ditatap dengan ku?" tanya Yoan menggoda gadis itu.
"Bu-bukan seperti itu!" sahut Haara gugup.
"Marah karena telingamu ku gigit?" tanya Yoan.
"Ti-tidak!"
"Lalu kenapa tak mau menatapku? Zhao AtHaara??"
Deg! Deg!
Haara terkejut saat pria itu memanggilnya dengan tambahan marga pria itu! sungguh Itu sangat mengejutkan! karena pria itu pertama kali memanggilnya seperti itu.
Haara bungkam tak bisa bicara apapun.
Haara mematung saat ia merasa kasur bergerak-gerak tepat dimana pria itu berada.
Srett!
Haara membelalakan matanya saat melihat Yoan yang tiduran di paha nya sambil menatap Haara dengan tatapan menggoda.
Deg! Deg! .. Deg! Deg!
"Kyaaaaa!!!" teriak Haara menutup wajahnya.
Yoan tertawa lepas melihat gadisnya yang malu dan salah tingkah.
__ADS_1
"Yooo ... aaannn~" seru gadis itu terdengar merengek.
"Hm? Pagi ini kau sangat suka memanggil nama suamimu dengan berteriak ya? Hm?" dehem pria itu santai.
"Berhenti menggodaku! Nga-nga-ngapain tiduran di pahaku!" teriak Haara.
Yoan tertawa lagi saat itu juga.
"Aku suka." sahut Yoan singkat, namun itu membuat wajah Haara makin terasa panas.
"aku bertanya, jawab yang benar!" tuntut Haara masih menutup wajahnya,
"Karena kau tak mau menatapku, jadi aku tiduran di paha mu untuk melihat wajahmu." sahut Yoan menahan tawa nya.
"Aku tak akan menatapmu! Aku tak bisa Yoaaan!" teriak Haara sambil merengek.
"Kenapa tak bisa??" tanya Yoan menarik tangan Haara yang menutupi wajah gadis itu.
"Yoaan~ posisimu~" panik Haara saat Yoan menarik tangannya yang menutupi wajah dengan paksa.
Yoan menduduki dirinya, kini posisi mereka berhadapan.
"Aku sudah duduk, coba tatap aku sekarang~" seru Yoan lembut sambil tertawa kecil.
Perlahan Haara menurunkan kedua tangannya dan menatap Yoan.
Haara mengalihkan pandangannya, ia tak kuat menatap wajah pria itu, pria itu benar-benar sangat membuat jantungnya dan pandangannya tak sehat.
Yoan merasa gemas dengan gadis itu, ia benar-benar masih tak percaya jika istri nya ini adalah seorang anak SMA yang sangat menggemaskan jika sedang malu.
"Mengalihkan pandanganmu lagi nona?" kekeh Yoan.
"Aku tak kuat menatap matamu Yoan." sahut Haara malu.
"Kenapa??" bingung Yoan
"Jantungku tak berdetak normal saat menatapmu tahu!" sahut Haara kesal
Yoan terkekeh.
Yoan menarik dagu gadis itu, Yoan menatap mata gadis itu dalam.
"Yo-Yoan, aku sudah bi-"
Cup!!
Haara membulatkan matanya, pria itu mencium bibirnya!
Haara menatap pria itu yang menciumnya sekilas.
"Menatapku juga." seru Yoann menaikkan sebelah alisnya.
Haara tak bisa menahan senyumnya, ia pun tersenyum lebar atas perlakuan pria itu tadi, gadis itu salah tingkah.
Yoan yang melihat gadisnya salah tingkah tertawa~
"Jangan tunjukkan wajah malu-malu mu seperti ini pada pria lain ya, kau hanya boleh menunjukkannya padaku." seru Yoan tersipu.
"Malu-malu??" tanya Haara dengan wajah polos.
Yoan tersenyum dan mengusap usap pipi Haara lembut.
"Dan juga wajah polosmu ini ya." seru Yoan makin tersipu.
Haara menatap Yoan sangat polos dengan mata bulat nya.
"Aku tidak suka, janji padaku." seru Yoan serius.
"Bahkan aku selalu merasa malu saat kau terus menggoda ku!" seru Haara cemberut.
"Sungguh?"
Haara mengangguk,
"Kau menyebalkan." sahut Haara.
"Aku? Menyebalkan? Aku tak perduli." sahut Yoan cuek.
Haara cemberut.
"Menggodamu adalah hobiku sejak awal." seru Yoan lagi menatap Haara tersenyum lebar.
"Haa??" tanya Haara tak menyangka.
Yoan mengangguk.
"Itu sangat menghiburku, kau tahu?" kekeh Yoan.
"Dasar! Usil sekali!" kesal Haara.
Yoan tertawa dan ..
Cup!!
Haara kembali terkejut,
Pria itu kembali mencium bibirnya!
"Yo-Yoaan!" merajuk Haara tersipu malu.
Tawa pria itu pecah sambil merangkak turun dari kasur.
Haara menahan senyumnya menatap pria itu masuk ke dalam kamar mandi nya.
Haara menutup mulutnya dan terdengar teriakan kecil dari mulut gadis itu
"Huwaa!! Ya ampuun Yoan~" seru Haara salah tingkah.
...•...
...•...
Author: " pagi hari mereka sudah ku taburi gula Aren, gula Tebu, dan berbagai macam gula nih, whehehe😂"
...❤Bersambung❤...
...•...
...Hai, kakak readers dan kakak author-author yang hebat dan keren😍...
...Terima kasih sudah membaca ceritaku🙏...
...❗Jangan lupa untuk❗:...
...✔like,...
...✔vote,...
...✔rate 5 star, dan...
...✔komentarnya yang sellau ku nantikan💐💐💐...
...📜Pesan dari Author:...
..."Selalu jaga kesehatan di saat pandemi seperti ini ya kakak-kakakku❤...
...selalu jaga kebugaran tubuh kalian semua😍...
...Sukses dan bahagia selalu untuk kita semua🤗🤗"...
__ADS_1