
"Bastian ... Bastian adalah kakaknya Irene dan Rynne??!" terkejut Haara lemas,
Yifan sontak langsung menampah tubuh Haara yang melemah.
"Jadi yang dimaksud istriku tentang teman baik itu adalah kau, Bastian." seru Yoan tajam.
Jujur saja Yoan tak tahu jika kakaknya Rynne dan Irene itu bernama Bastian, ia mengetahuinya jika Bastian itu bernama 'Tian Wang'.
"Istri??!" terkejut Bastian dan Finn bersamaan.
Yoan menatap mereka berdua dengan tatapan amarah,
"Wah! Takdir malam ini memang sangat mengejutkan! Ternyata aku bertemu dengan gadis yang akan dijodohkan olehku~" kekeh Finn,
Yoan membelalakan matanya terkejut atas pernyataan Finn.
"Mengejutkan! Apa kau sudah melupakan adikku Irene? Yoan? Sepertinya kau terlihat sangat perhatian tentang keselamatan istrimu ya? apa kau takut aku dan Finn melukai istrimu??" seringai Bastian,
Nafas Yoan terengah-engah meredam emosinya.
"Setelah adikku mati karena dirimu, kau melupakannya begitu saja? Ah! aku lupa, adikku itu tak mencintaimu maka dari itu kau membunuhnya, lagi pula untuk apa juga kau mengingat Irene ya?" kekeh Bastian.
Haara yang mendengarnya mematung, tatapannya kosong.
"Hey, bahkan istrimu itu tak mencintaimu lagi, apa kau akan membunuhnya lagi karena istrimu tak lagi mencintaimu? sama seperti Irene yang tak mencintaimu, lalu kau membunuhnya?" kekeh Bastian.
Seperti sebuah sambaran dalam hati Haara saat mendengar ucapan Bastian,
"Bicara apa kamu? Apa Finn telah mencuci otakmu? Bahkan teman baikmu sendiri adalah dalang dari tewasnya adikmu Irene didalam gudang beberapa tahun yang lalu." seringai Yoan.
"Wah! apa kamu sedang membela dirimu sediri, adikku? aku terkesan," seru Finn,
"Jangan mencoba melindungi dirimu sendiri, apa kau melakukan ini semata mata ingin membuat Haara percaya padamu? Bodoh jika istrimu mempercayaimu, bahkan ia akan menjadi korban yang akan kau bunuh setelah ini." seru Bastian menatap Haara.
Haara kini merasa takut dengan tatapan yang di pancarkan Bastian padanya, sisi Bastian yang ia kenal seketika lenyap begitu saja.
"Kau lah yang bodoh mempercayai seorang pembunuh yang berlindung dibelakangmu," seringai Yoan.
"Ahh~ bodohnya aku, seharusnya aku tak berlaku baik pada nya, jika aku menyadarinya lebih awal, sudah ku pastikan dia sudah ku rebut darimu" gantung Bastian
"Dan dia akan mendapat hadiah dariku seperti kau berikan hadiah api di dalam gudang pada Irene~" seru Bastian memijat pelipis nya melangkah mendekati Haara. namun belum sempat ...,
BUGH!!
Satu hantaman keras di pipi Bastian membuat pria itu terjatuh,
"JANGAN BERANI KAU MENDEKATINYA APALAGI MENYENTUHNYA!!" seru Yoan berjongkok di atas tubuh Bastian sambil mencengkram kuat kerah Bastian kuat,
Yifan langsung lari kearah mereka saat menyadari Finn sudah siap siaga akan menghantam punggung Yoan,
"Zhao Yi Fan, jangan ikut campur, aku tak ingin memukul sepupuku yang baik sepertimu saat ini." seringai Finn.
"APA KALIAN BERDUA BODOH!! BAHKAN IRENE AKAN SEDIH MELIHAT KALIAN SALING MEMBENCI SEPERTI INI!!" teriak Yifan emosi berteriak pada Bastian dan Finn.
Ya! semua pertengkaran ini terjadi karena pertikaian Irene.
"Dia akan lebih sedih karena aku tak membunuh si pembunuh nya," seringai Bastian menatap Yoan dengan tatapan merendahkan,
Yoan menatap Bastian dengan penuh amarah.
"Yoan, aku akan memaafkan mu dan berhenti menyebutmu sebagai seorang pembunuh," seru Bastian menatap Yoan rendah,
Yoan menatap Bastian di bawahnya tak paham.
"Dengan syarat, kau berikan AtHaara padaku."
Yoan terkejut atas ucapan Bastian,
"Haa~ sial sekali! Sulit sekali dijelaskan, aku tertarik padanya, kenapa aku bisa menyukai Haara yang jelas-jelas istrimu?" seru Bastian jujur,
Yoan mematung saat itu juga,
'Bastian .. Menyukaiku??!' batin Haara tak percaya.
"Hoi? Sadarlah! sudah ku bilang kan? ia sudah tak mencintaimu, jangan mencoba kau membunuh AtHaara sama seperti kau membunuh adikku, Irene ya? Atau akan ku cabik tubuhmu." seru Bastian menatap Yoan tajam.
Yoan yang mendengarnya menggertakan giginya kuat, emosi nya telah memuncak.
"AKU! TIDAK! MEMBUNUH! ADIKMU! APA KAU TULI!!?" sulut emosi Yoan,
"Berikan AtHaara padaku," seru Bastian datar,
"JANGAN BICARA OMONG KOSONG! DAN JANGAN HARAP AKU MEMBERIKAN ATHAARA PADAMU!! AKU TAK AKAN MEMBERIKAN ATHAARA PADA SIAPAPUN!! TAK ADA YANG BOLEH MENGAMBIL DIRINYA DARIKU!! DIA MILIKKU!!" seru Yoan berteriak.
Haara, Alka dan Riza terkejut atas pernyataan Yoan.
Tubuh Haara bergetar ketakutan.
"Aku semakin tertarik sekali untuk merebutnya darimu." seringai Bastian,
"Gadis itu memang menarik sekali, bahkan aku menyukainya saat pertama kali melihatnya." seru Finn menatap Haara dengan tatapan merendahkan.
"Sepertinya adikku telah mendapatkan cinta baru, menarik sekali. boleh aku juga merebutnya? Seperti kau lakukan dulu? Merebut Irene dariku??" tanya Finn terkekeh,
Hati Yoan mencelos mendengarnya,
"lagi pula ia akan di jodohkan olehku bukan sejak awal?? Aku sangat ingin merasakan tubuhnya~" seru Finn pada Yoan.
__ADS_1
Tubuh Yoan bergetar hebat,
Haara langsung bersembunyi di belakang Aldo, Aldo yang melihat Haara ketakutan menatap Bastian dan Finn tajam.
"Akan lebih menyenangkan jika ...," -Finn.
BUGH!!
Yifan terkejut saat melihat Finn yang berdiri disampingnya tersungkur ke belakang agak jauh, Yoan mengahajar Finn dengan tenaga penuh.
"BEDEB*H SIAL*N!! DASAR KEP*RAT!!JANGAN REBUT APAPUN LAGI DARIKU!! TAK AKAN KU BIARKAN KAU MENYENTUH MILIKKU!! SIAL*N!!!" sulut emosi Yoan menghajar Finn habis habisan.
Finn terkejut saat melihat Yoan yang memukul nya tanpa ampun.
Tubuh Finn melemah saat itu juga, pukulan adiknya sangatlah menyakitkan sekali.
"Kak! Kak Yoan hentikan kak!!" kualahan Yifan mencoba memisahkan dirinya pada Finn,
"MENJAUHLAH DARIKU!!" seru Yoan sudah tersulut emosi mendorong Yifan hingga tersungkur.
"Menakutkan~" seru Alka menatap Yoan takut,
"Alka, Riza jaga Haara, kakak akan memisahkan mereka!" Seru Aldo,
Aldo lari menghampiri mereka dan mencoba memisahkan Yoan dari Finn.
"Ra! Bagaimana ini!" panik Riza,
Haara tak dapat berkata-kata, ia menatap Yoan yang terlihat benar-benar sangat menakutkan sekali, tubuhnya merinding saat itu juga.
Ingatannya berputar kemana kejadian Yoan menghajar Daniel saat itu, namun jelas sangat berbeda sekali, pria itu lebih brutal dan sadis memukul Finn.
"Kak Yoan!! Sudah kak!! Kau bisa membunuhnya!!" seru Yifan panik,
Ada beberapa orang juga yang menghampiri Yoan untuk memisahkan Yoan dari Finn namun semua kualahan saat memisahkan Yoan dari Finn yang sudah tak sadarkan diri.
"To-tolong hentikan~" seru Haara pelan sambil terisak.
Haara melangkah mendekati kerumunan itu, Haara mendesak masuk ke dalam kerumunan itu dengan paksa,
Dan ia menemukan Yoan yang sudah di pisahkan dari Finn,
Yoan masih terus memberontak untuk kembali menghajar Finn, namun tenaga nya tak sebanding dengan orang-orang yang menahan tubuhnya.
Tatapan Haara bertemu dengan Bastian, Bastian pun membuang wajahnya.
Haara pun mengalihkan pandangannya kembali pada Yoan,
Tatapan mereka bertemu!
Ucapan Bastian seketika terlintas saat tatapannya bertemu dengan Yoan,
Tubuh Haara gemetar ketakutan saat melihat Yoan yang terlihat sangat menyeramkan, terlihat layaknya ... Psikopat~
Tubuh Yoan melemah seketika, ia melihat Haara yang melihatnya ketakutan.
Namun dengan cepat Haara memundurkan langkahnya dan melangkah pergi keluar dari kerumunan itu,
"AtHaara!" panggil Yoan membrontak dan mengejar Haara.
• • •
Haara lari sekuat tenaga, pria itu benar-benar terlihat sangat menyeramkan!
Ucapan Bastian masih terngaing ngiang di benaknya tentang Yoan akan membunuh!
Ia telah masuk tipu daya Bastian!
Tubuh Haara bergetar hebat, kakinya yang lemas ia kuatkan untuk bisa lari dari pria itu yang mengejarnya.
Ia tak ingin tertangkap oleh Yoan, bahkan ia menganggap Yoan itu adalah seorang penjahat yang mengejarnya saat ini.
Pria itu menakutkan! Sangat menakutkan!
Langkahnya terhenti saat dirinya berada di jalan yang salah, jalan buntu.
Ia berlari ke arah tembok pembatas di gedung,
Haara membalikkan tubuhnya cepat,
"AtHaara ...,"
"JANGAN MENDEKAT!!!" teriak Haara ketakutan,
Gerakan Yoan terhenti seketika, ia terkejut saat melihat tubuh gadis itu gemetar hebat.
"Apa aku membuatmu takut? AtHaara????" seru Yoan menatap Haara sendu dan lemah, pria itu telah merubah raut nya yang tidak semenyeramkan tadi.
Perlahan Haara memeluk dirinya sendiri untuk melindungi dirinya,
"Pe-pergi." seru Haara gemetar ketakutan,
"Tapi At ...,"
"Ku bilang PERGI!!" teriak Haara lagi gemetar,
Yoan menatap Haara sendu dan memelas.
__ADS_1
"PERGI YOAN PERGI!!!" teriak Haara keras,
tubuh Yoan melemah saat gadis itu mengusirnya dan ketakutan karena nya, itu sangat menyakitkan sekali, hatinya terasa remuk saat itu juga.
Kakinya enggan bergerak sedikit pun untuk pergi seperti Haara ucapkan padanya.
GREP!!
AtHaara membelalakan matanya,
Yoan dengan gerak cepat memeluk Haara erat, dapat pria itu rasakan tubuh gadis itu bergetar ketakutan.
"Maaf aku telah membuatmu takut AtHaara, tolong jangan takut padaku, jangan usir aku pergi lagi ku mohon~" mohon Yoan dengan nada mengemis,
Haara meronta-ronta untuk dilepaskan, namun pria itu semakin memeluknya erat seerat-eratnya.
"Pergi Yoan pergi!! Lepaskan aku Yoan!!" histeris Haara makin ketakutan,
"Sudah ku bilang aku tak akan melepaskan mu AtHaara." sahut Yoan lemah namun tidak dengan pelukannya yang semakin mencekik tubuh Haara.
Haara tak punya tenaga lagi untuk melawan dan tidak bisa melepaskan dirinya dari pria itu.
Tangis nya semakin pecah, ia ingin terbebas dari pria itu.
Entah kenapa sekarang hatinya sudah tidak berdegup kencang karena pria itu lagi.
Haara mengartikan sesuatu,
Jika dirinya sudah berhasil melepas perasaannya pada pria itu.
"Yuu, tolong aku~" seru Haara pelan sambil terisak,
Yoan yang mendengarnya langsung melepaskan pelukannya dan menatap Haara terkejut,
"Ap-apa??" seru Yoan tak percaya,
Haara terisak.
"Katakan jika aku salah mendengar ucapanmu AtHaara??!" tanya Yoan membelalakan matanya menatap Haara.
"Yuu, tolong aku~" isak Haara lagi menunduk.
Yoan menggertakkan giginya emosi,
"Beraninya! Beraninya kau menyebut nama Yuu didepanku, AtHaara!!" seru Yoan emosi,
"Karena dia lah yang sejak awal yang ku harapkan kedatangannya!! Bukan kamu!!" sahut Haara membentak dan menangis histeris.
Sebuah hantaman keras kesekian kalinya kembali terasa di hati Yoan, tatapannya pun berubah menjadi kosong.
"Kau hanya boleh mengharapkan ku AtHaara, tidak dengan Yuu." seru Yoan menekankan kalimatnya.
Haara tak menyahut. Haara melangkah melewati Yoan. namun ...,
Bruk!!
Haara tercegang atas perlakuan Yoan, Yoan menubruk tubuh Haara ke dinding pembatas gedung,
Yoan mengurung Haara dengan kedua tangannya.
Haara menatap Yoan yang menunduk dengan mata membulat.
"Tetap tinggal, tetap bersamaku." seru Yoan pelan,
Haara menggeleng cepat,
"Tolong jangan membuatku takut! ku mohon lepaskan aku Yoan!" mohon Haara ketakutan dan memohon.
Yoan yang mendengarnya tertawa, hal itu membuat nafas Haara tertahan karena ketakutan.
"Aku tak perduli kau takut denganku atau tidak, yang ku pastikan kau akan tetap bersama denganku." seringai Yoan.
...•...
...•...
Author: " serem juga ya Yoan ngomongnya😟"
...♥Bersambung♥...
...•...
...❗❕❕❗...
...Terima kasih sudah membaca part ini kakak Readers dan kakak Author yang hebat hebat!❤...
...Jangan lupa untuk di...
...Like👍...
...Vote🎟...
...Tambah ke Favorite❤...
...Rate ⭐⭐⭐⭐⭐...
...Dan komentar yang selalu ku nantikan💭♥...
__ADS_1