My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
Sebuah Sindiran


__ADS_3

"Menurutmu bagaimana aku menangani perasaanku terhadap sosok seorang pria yang masih sangat ku cintai sampai sekarang?" seru Haara menatap Yoan datar,


Yoan terdiam ia terkejut dengan ucapan gadis itu


"Aku sangat merindukan nya melebihi apapun itu, ada rasa yang membuatku ingin sekali memilikinya .. Lagi" senyum Haara dengan tatapan kosong


Jujur saja, alasan Haara itu tidak benar, alasan yang ia berikan semata mata hanya sebuah sindiran untuk pria itu


Haara menatap Yoan yang menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan


"Jadi kemarin kau menangis .. karena itu?" tanya Yoan serius


Haara menggeleng "Bukan"


"Lalu apa?" bingung Yoan


"hal yang membuat aku menangis, karena aku merasa bersalah padamu" sahut Haara menatap Yoan yang menatapnya serius,


"Sebuah rindu, memang sangat menyakitkan sekali, kau juga pasti pernah merasakan sebuah rindu bukan?" tanya Haara


Haara melihat Yoan yang membuang pandangannya ke arah lain


"Aku sangat ingin bertemu dengannya, tapi aku sadar satu hal" seru Haara lagi


"aku sadar aku telah menikah, aku tak pantas untuk mencintai pria lain, aku terjebak dengan cinta masa laluku, apa yang harus aku lakukan Yoan?" tanya Haara menuntut sebuah jawaban


Yoan merasa jika ucapan gadis itu seperti menggambarkan dirinya sendiri


"Aku berfikir lebih jauh lagi dan aku sadar jika diriku tak akan pernah bisa memilikinya, kami memang saling mencintai, tapi itu dulu, kehidupan kami sudah masing masing, begitu juga dia yang sudah memiliki gadis lain yang harus ia jaga perasaannya dan harus memberikan cinta pada gadis itu, jujur aku 'cemburu dan sakit hati' sekali" kekeh Haara meneteskan air matanya menekankan kalimat cemburu dan sakit hati.


"aku tak ingin terjebak di cinta masa lalu ku seorang diri, bahkan ia sudah berhasil melupakan perasaannya padaku, aku merelakan ia dengan gadis itu, karena aku wanita, aku paham dan mengerti bagaimana rasanya sakit hati jika seseorang yang dicintai di rebut wanita lain" seru Haara lagi dengan tatapan kosong dengan air mata terus mengalir di pipi putihnya


Yoan hanya diam menunduk, ucapan Haara benar benar sangat mirip dengan nya, namun juga ia mengetahui jika Haara tak mengetahui apapun tentang masa lalu nya, apalagi wanita yang sampai saat ini masih ia harapkan


"Aku merasa diriku sangatlah jahat padamu Yoan, aku sangat jahat padamu bukan? Aku telah berfikir bodoh, aku berfikir ingin mengkhianatimu sebagai suamiku sendiri" seru Haara lagi sambil terisak


Haara yakin dengan ucapannya tadi, ada dua hal yang akan ia dapat dari pria itu,


yang pertama pria itu akan tersadar lalu melupakan Irene, wanita cinta di masa lalu nya.


yang kedua, pria itu akan membencinya, ia akan siap jika pria itu menjauhinya.


Haara akan menerima pilihan yang akan pria itu pilih, ia akan mengikutinya.


"Memanglah berat sekali melupakan seseorang yang sangat dicintai, tapi aku sedang berusaha untuk melupakannya, aku akan membuang perasaan cintaku ini padanya" seru Haara mengusap air matanya


"aku minta maaf sekali telah berfikir akan mengkhianatimu saat itu, aku menyesal sekali Yoan~ mulai sekarang aku akan menghargaimu sebagai suamiku~" seru Haara menatap Yoan, air matanya teeus mengalir, sangat sulit untuk menghentikan tangis nya

__ADS_1


Yoan tak bisa berkata kata, ia tak bisa memberikan jawaban apapun, ucapan Haara seperti sebuah hantaman keras untuknya, ia tak menyangka jika gadis itu memiliki riwayat percintaan sama seperti nya


Haara sebelumnya telah mengatakan pada Stephannie dan Tao Ming agar tidak memberitahu Yoan jika dirinya sudah tahu akan derita masa lalu Yoan dan juga sudah mengetahui wanita bernama Irene itu, ia merasa lega telah mengatakkan itu sebelumnya pada kedua mertuanya


Sewaktu waktu dirinya takut jika Yoan bertanya pada kedua mertuanya mengenai dirinya, apakah diriku sudah mengetahui masa lalunya? Stephannie dan Tao Ming akan tutup mulut, karena Haara menjanjikan pada mereka jika Haara akan mengatakan pada Yoan langsung jika ia sudah mengetahui masa lalu pria itu.


"Minumlah" seru Yoan yang dapat diartikan pria itu tak menghiraukan pertanyaan gadis itu tentang pendapat ceritanya


Haara meminum air yang Yoan berikan dan meminum obat yang Yoan sodorkan


Haara tak berniat ingin menuntut pria itu menjawabnya, ia tak butuh itu, memberikan sindiran pada pria itu rasanya sudah sangat cukup sekali baginya.


●•●•●•●•●


Yoan menyimpan mangkuk yang sudah ia cuci dan di lap ke rak piring


Ia menghela nafasnya


"Kenapa aku merasa ucapan itu sangat mengarah padaku?"


Fikiran Yoan pun kemana mana


"Siapa pria itu? Cinta masa lalunya?"


Yoan kembali mengingat cerita gadis itu, tentang menghargai dirinya sebagai suaminya, gadis itu mengaku pada nya dan mengatakan kebenaran pada Yoan bahwa gadis itu pernah berfikir akan mengkhianatinya


Yoan terdiam seketika, jika ucapan gadis itu ada yang aneh jika diartikan


"Jangan jangan .." seru menggantung ucapannya.


●•●•●•●•●


Malam hari telah tiba, Haara dan Yoan sudah makan malam beberapa menit yang lalu, Haara meminum air nya saat obatnya ada didalam mulutnya


Haara melirik Yoan yang sedang menatapnya serius,


"Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Haara menatap balik


"Aku ingin bertanya sesuatu padamu, aku harap kau jawab jujur dan serius" serius Yoan


Haara merasa jantungnya berdegup kencang


Ia merasa bingung juga mengenai hal apa yang akan pria itu tanyakan padanya sampai memintanya jujur dan serius.


"Katakan" sahut Haara


"Apa pria itu .. Cinta pertamamu?" tanya Yoan ragu

__ADS_1


Haara terdiam sejenak


Haara mengangguk dan menjawab dengan deheman,


"Mengenai ucapnmu .. Aku mengambil kesimpulan dari semua ceritamu tentang mengkhianatiku dan mulai menghargaiku sebagai suamimu" gantung Yoan


Haara berusaha agar dirinya tak terlihat tegang


"Kau .. tak akan berniat mencintaiku, iyakan?" tanya Yoan tajam


Haara membelalakan matanya terkejut


'Sudah terjawab!' batin Haara


"Jawab yang jujur, kau tak berniat akan mencintaiku iyakan?" tanya Yoan lagi menuntut jawaban


Haara tersenyum


"Bahkan aku ingat perjanjian bahwa aku tak akan mencintamu Yoan" ucap Haara serius


"Aku tak ada niat untuk mencintaimu" tambah Haara, ia mengatakan hal itu sangatlah berat sekali dan menyakitkan


dapat dilihat pria itu bernafas lega,


Haara dapat mengartikan jika pria itu sekarang sangat takut jika dirinya menaruh rasa pada nya, pria itu melarang dirinya untuk menaruh rasa pada nya, sindirannya mempan pada pria itu, namun pria itu masih tetap pada pendiriannya


Yaitu tetap mencintai Irene


'Baiklah, jika itu pilihanmu Yoan, aku akan menerimanya' -Haara.


...•...


...•...


...BERSAMBUNG...


...•...


terima kasih sudah tetap stay di cetitaku😉 semoga makin kesini makin suka dengan ceritanya😍


jangan lupa di :


Like👍


tambah ke favorit❤


Rate⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


dan komentarnya💭 yang selalu aku nantikan❤


__ADS_2