
keesokan harinya.
"Mmph~ Yoan sudah!" seru Haara mendorong tubuh Yoan yang terus mencumbu bibir nya habis-habisan.
Ya, sesuai dengan ucapan Haara, Yoan datang ke rumah pagi-pagi sekali tepatnya jam empat.
Tanpa basa basi Yoan langsung menarik Haara masuk ke dalam kamar gadis itu dan mulai menagih hutang gadis itu.
"Yoan~ aku butuh oksigen, sudah cukup, aku kehabisan nafas! bahkan sudah lebih dari enam kali, dasar curang!" seru Haara mendorong tubuh Yoan yang terus berusaha untuk kembali menerkam bibir mungil gadisnya itu.
"Maafkan aku." seru Yoan berhenti memaksa.
Haara mengusap bibir nya yang basah akibat ulah suaminya itu.
"Kamu ... Pakai baju sehari-hari, kamu tak ke kantor??" tanya Haara.
"Ada di dalam mobil." sahut Yoan mengacak-acak rambutnya.
"ohh~"
"Apa aku menganggu tidurmu?" anya Yoan.
"Tidak kok." senyum Haara.
"Ayo kita tidur lagi." seru Yoan menarik tangan Haara.
Haara menidurkan dirinya di sebelah Yoan, dengan kebiasaan seperti biasa, pria itu memeluk tubuh Haara erat.
Terlihat Yoan yang memejamkan matanya tak bisa menahan rasa ngantuknya itu.
Haara yang melihat jelas wajah Yoan yang tepat di hadapannya ini tersenyum senang.
Yoan membuka matanya sedikit.
"Kau tidak tidur?" tanya Yoan dengan suara beratnya.
"rasa ngantukku belum datang." sahut Haara menyisir rambut pria itu ke belakang.
"Aku mengantuk." seru Yoan.
"Ya sudah tidur saja." kekeh Haara.
"Tak apa aku tinggal tidur??"
"Tak apa-apa, ada kamu saja aku tak bosan." sahut Haara lembut.
Yoan tersenyum hangat pada Haara.
Yoan pun menyembunyikan wajahnya di leher Haara dan semakin mengeratkan pelukkan nya pada gadis nya itu.
"Yoan, jangan macam-macam ya?" was-was Haara.
"Iya, aku hanya ingin tidur seperti ini, aku suka harummu." sahut Yoan mengendus-endus di leher Haara.
"Yo-Yoan, hentikan, geli!"
"Maaf, baiklah aku akan tidur."
Haara mengangguk, ia memeluk kepala Yoan erat.
"Ya, tidurlah." sahut Haara sangat lembut.
●•●•●•●•●
matahari telah menunjukkan dirinya bersama sinar yang telah menyinari bumi, hari yang cerah ini kini telah menggambarkan mood Haara pagi ini.
Lucy mengerutkan keningnya saat melihat Haara yang masuk ke rumah, gadis itu dari luar.
"Sayang?" panggil Lucy.
"Iya mah?"
"Kamu dari mana? Itu apa?" tanya Lucy melihat Haara membawa papperbag.
"Ahh~ ini pakaian kerjanya Yoan, mah." senyum Haara.
"Pakaian ... Kerjanya Yoan??"
"Ah! Yoan tadi jam empat pagi datang, aku menyuruhnya agar datang lebih pagi kesini, aku takut ia tak sarapan sebelum pergi ke kantor." jelas Haara.
Lucy tersenyum senang mendengarnya.
"Perhatiannya anak mama sama suaminya ya~" seru Lucy mencubit pipi Haara.
"Ahaha~ harus dong mah~" bangga Haara.
"Ah! Aku akan ke atas, nanti aku turun lagi untuk bantu mama buat sarapan, sebentar ya mah." seru Haara pergi ke lantai atas.
"Hahh~ senangnya aku melihat hubungan mereka semakin dekat." seru Lucy.
●•●•●•●•●
Haara menutup pintu kamar nya dan mendapati Yoan yang duduk di tepi kasur.
Matanya membelalak saat ia mendapati Yoan yang bertelanjang dada.
"Waa!!! Yoan!!"
__ADS_1
Yoan tergelonjak kaget mendengar teriakan Haara.
"Ka-kamu! Ini aku bawa pakaianmu! Masuk kamar mandi dan pakai pakaianmu sana!" teriak Haara menutup matanya dengan tangannya menyodorkan papperbag.
Yoan melangkah mendekati Haara, Yoan pun mencoba menarik tangan gadis itu yang menutupi wajah memerah gadis itu sendiri.
"Yoan, ngga Yoan!" panik Haara menahan tangannya agar Yoan tak berhasil menarik tangannya.
"Kenapa tak ingin melihatku?"
"Kamu tak pakai baju! Pergi pakai pakaian kerja mu sekarang!" seru Haara menyodorkan papperbag di tangannya.
"Singkirkan tanganmu, AtHaara."
"Tidak! Nanti mataku tak suci lagi!"
"Tak suci lagi? hanya melihat suamimu bertelanjang dada saja itu tak apa, belum kau melihat ..."
"mesum!!! ngga Yoan! Aku gak kuat! Jangan paksa aku~" rengek Haara.
Yoan terkekeh,
Cup!
Yoan mencium pucuk kepala Haara sayang.
"Terima kasih sudah ambilkan pakaianku di mobil ya." seru Yoan mengambil papperbag yang di sodorkan Haara.
Haara memgangguk cepat.
"A-aku akan turun bantu mama buat sarapan ya, kalau sudah siap, kamu turun ya." seru Haara.
"Baiklah."
Haara secepat kilat keuar dari kamarnya.
"Cih, ngga kuat? Padahal dia pernah melihat tubuhku bahkan menyentuhnya." seru Yoan masuk ke dalam kamar mandi.
●•●•●•●•●
Lucy menatap Haara yang baru datang dengan kelakuan aneh, gadis itu memukul-mukul pelipis nya pelan.
"Sayang? Kamu kenapa? Tadi mama dengar kamu teriak, ada apa??" tanya Lucy.
"Ah! Ngga mah, tadi Yoan jahil sama aku." cengir Haara.
"Jahil?"
"Ah! Mama, mama mau buat sarapan apa?" tanya Haara mengalihkan pembicaraan.
"Makanan kesukaan kamu." sahut Lucy.
"Iya dong, kamu ambil bahan-bahannya di lemari es ya."
"Siap mama!"
• • •
Singkat waktu, Haara dan Lucy menyajikan sarapan di atas meja makan, makanan yang cukup untuk porsi empat orang telah tertata rapih di atas meja.
Senyuman Haara mengembang saat melihat Yoan yang berjalan mendekatinya.
"AtHaara, pakaikan aku dasi." seru Yoan kini sudah berdiri di depan gadisnya itu.
Haara melangkah lebih maju dan mulai memakaikan dasi suaminya itu.
"Mama dan papa mana?" tanya Yoan melihat sekeliling.
"Mama lagi panggil papa." sahut Haara fokus pada dasi di leher Yoan.
Yoan hanya mengangguk-angguk paham.
"Ah! Mama papa, selamat pagi." senyum Yoan.
"mama papa selamat pagi!" seru Haara juga yang menunda melipat dasi Yoan.
"selamat pagi Yoan Haara." seru Juan dan Lucy bersamaan.
"kapan kamu tiba? baru sampai?" tanya Juan.
"Aku datang pagi sekali tadi jam empat." sahut Yoan dengan nada sedikit kaku.
"Pagi-pagi sekali??" bingung Juan.
"begini papa, Haara sengaja menyuruh Yoan datang pagi-pagi sekali kesini, katanya Haara ingin buat sarapan buat Yoan, dia takut Yoan ngga sarapan saat Yoan di penthouse sendiri." jelas Lucy tersenyum melihat Haara yang sedang berkutat pada dasi Yoan.
"Ahh~ seperti itu, Haara benar, ya sudah, ayo kita sarapan." seru Juan menyambut Yoan hangat.
"Iya ayo duduk kita sarapan, Yoan Haara." senyum Lucy.
Haara mengangguk,
"sudah selesai, ayo kita sarapan." senyum Haara pada Yoan.
Yoan membalas senyuman Haara, ia mengusap rambut Haara lembut.
Haara melirik Yoan yang kini sudah duduk di sebelahnya.
__ADS_1
namun, pria itu terus menutup hidungnya dengan telapak tangannya, ekspresi pria itu terlihat tidak seperti biasanya, pria itu memejamkan matanya rapat-rapat sampai keningnya berkerut.
"Yoan? Kamu kenapa?" tanya Haara memegang pundak pria itu.
"Yoan mau kopi, susu coklat atau susu putih?" tanya Lucy di dapur tepat di belakang Yoan.
'Kopi?' -batin Haara mengerutkan keningnya.
Sontak Haara menghirup aroma kopi yang sangat menyengat yang berasal dari dapur.
Tuk!
Haara dengan cepat menatap Yoan yang meletakkan keningnya di pundaknya.
"Ya ampun Yoan!!"panik Haara.
Hal itu membuat Juan dan Lucy menatap Yoan dan Haara.
"Astaga! Yoan! Kamu kenapa??" panik Juan menghampiri Yoan di seberang meja.
"Haara, Yoan kenapa??" tanya Lucy mencoba menatap Yoan yang hampir hilang kesadarannya.
"Ma-mama, buang kopinya!" panik Haara memeluk Yoan erat menyembunyikan wajah pria itu di pelukkannya.
"Kopi??" bingung Juan.
"Yo-Yoan punya alergi berat dengan kopi mama! tolong di buang ya mah! Aroma nya menyengat sekali!" seru Haara semakin mengeratkan dirinya memeluk Yoan.
Dengan cepat Lucy membuang kopinya, Juan pun menghidupkan penyedot udara di ruangan itu.
Nafas tersegal-segal dapat Haara rasakan dari Yoan saat ini, suara rintihan kecil pun terdengar jelas di indra pendengarannya.
"Yoan~ kopinya audah di buang, tenangkan dirimu, ya??" seru Haara khawatir bukan main.
Sungguh ia kebingungan sekali saat ini harus bagaimana.
"Mah~ pah~ bagaimana ini??" takut Haara hampir menangis.
"Kita ke rumah sakit saja sekarang!" seru Juan ikut panik.
"Tidak perlu, aku sudah merasa agak baik." seru Yoan lemah.
"Ta-tapi Yoan! Tadi kamu hampir ..."
Yoan menggeleng sambil berusaha menduduki dirinya.
"Tidak perlu AtHaara, aku sudah baik-baik saja sekarang, terima kasih kau memelukku erat tadi." seru Yoan tersenyum.
...•...
...•...
...●...
...🎐Bersambung🎐...
...●...
...•...
...•...
...Author: "gimana tanggapan kakak sekalian pada part kali ini nih?? bagian mana yang di suka nih? tulis di komentar ya kakak sekalian😇"...
...•...
...Jangan lupa untuk memberi dukungan pada karyaku ya kakak-kakak🤗...
...⭕Jangan lupa:...
...👍 Like,...
...🏷Vote,...
...⭐⭐⭐⭐⭐Rate 5 star,...
...❤Favorite,...
...💌 komentarnya yang selalu aku nantikan⭕...
...🚨Please penilaiannya ya kakak-kakak semua🚨...
...karena itu semua sangat berharga untuk author sendiri😇🙏...
...Hallo kakak-kakak Readers dan kakak-kakak author hebat😍...
...Terima kasih telah setia membaca karya pertama ku ini ya😇...
...💃谢谢大家!💃...
...(Xièxiè dàjiā!)...
...(Terima kasih semuanya!)...
...Sehat selalu untuk kalian semua😍😍...
...see you next tomorrow❤...
__ADS_1
🎐我的命运是赵先生🎐