
Haara melirik Yoan yang fokus menyetir di sampingnya.
"Aku sudah baik-baik saja AtHaara~" seru Yoan yang paham akan tatapan Haara.
Helaan nafas panjang keluar dari mulut Haara.
"Kau memang terlihat sudah lebih baik sekarang, tapi aku khawatir denganmu." sahut Haara dengan wajah sedih.
Yoan melirik Haara sebentar di sampingnya.
"Apa kau pernah kejadian seperti tadi?" tanya Haara.
"Pernah."
"Lalu bagaimana?"
"Tentu aku akan pergi menjauh dari tempat tersebut dan mencoba menghirup aroma atau wewangian yang lain, itu akan lebih cepat membuat diriku tetap tersadar dan tak kehilangan kesadaranku, meski tubuhku akan merasa lemas." jelas Yoan.
"Kau sungguh sudah baik-baik saja, bahkan kau tadi tetap bertahan di dalam lho?" khawatir Haara.
"Berkat kamu memelukku tadi." kekeh Yoan.
"Eh?"
"Kau memakai parfum di seragammu, kau memelukku erat, jadi aku mrnghirup aroma parfummu itu, sungguh tertolong aku." kekeh Yoan.
"Benarkah? Ah, bahkan aku lakukan itu agar kau tak menghirup lebih aroma kopi saat aku membekap wajahmu." kekeh Haara juga.
"Pertolongan yang tepat! AtHaara, tolong kau ambilkan obat di laci dasbor di depanmu." seru Yoan lembut.
Haara pun mengambilnya cepat.
"Ambilkan satu tablet." perintah Yoan yang pandangannya tetap fokus ke depan.
"Aaa~"
Yoan terkekeh dan membuka mulutnya memakan obat itu.
"Bebentar, minumnya ... Ini!" seru Haara memberikan air botol yang sudah di buka tutupnya pada Yoan.
Yoan tersenyum hangat saat menatap Haara sekilas.
"Terima kasih ya." ucap Yoan lembut.
"Sama-sama, itu ... Obat apa??" tanya Haara.
"Obat alergiku, agar bisa menghilangkan dampak alergi yang tersisa." sahut Yoan memberikan air nya pada Haara.
"Ahh~ ya ya ya, kamu harus hati-hati lain kali ya? Lihat sekelilingmu, sekira nya ada seseorang membawa kopi atau semacamnya kau menjauh saja, ya?" peringat Haara.
"Siap laksanakan, istriku." sahut Yoan terkekeh.
Haara yang mendengarnya tertawa kecil.
●•●•●•●•●
Yoan menghentikan mobilnya saat telah tiba.
"Sudah lama sekali aku tak mengantarmu ke sekolah seperti ini." seru Yoan tersenyum tipis.
"Benar juga, sudah lama sekali." sahut Haara.
"Saat aku tak mengantarmu ke sekolah, ada yang mengganggu mu tidak?" tanya Yoan.
"Mereka hanya sebatas bertanya kemana tunanganmu? Kenapa tak mengantarmu lagi ke sekolah? Begitulah." jelas Haara.
"Aku mengira jika aku tak akan bisa mengantarmu lagi ke sekolah bahkan bertemu denganmu lagi saat hubungan kita sedang rentan pecah dua bulan lalu." seru Yoan miris.
Haara menggenggam erat tangan Yoan.
"Sekarang perkiraan mu telah salah, jangan di fikirkan atau di ingat lagi ya." sahut Haara tersenyum hangat.
Yoan mengangguk.
Cup!
Yoan mencium punggung tangan Haara yang menggenggam erat tangannya tadi.
Haara mengerjapkan matanya sedikit terkejut atas perlakuan yang Yoan lakukan.
"Awal masuk sekolah pasti tak akan langsung belajar, jika pulang cepat kabari aku ya? Jika ingin pergi main izin juga padaku, apapun itu izin padaku, paham?" peringat Yoan.
"Iya Yoaan~ aku tentu akan izin padamu kok, aku turun ya. ingatlah! hati-hati mengendari mobilnya, jangan pakasakan dirimu dengan pekerjaanmu." peringat balik Haara.
"Iya, akan aku ingat." sahut Yoan mencubit pipi Haara gemas.
Haara dengan berat hati keluar dari mobil nya dan tentu mendapat tatapan-tatapan yang sudah biasa dari teman cowok di sekolahnya.
Pip!
Suara klakson terdengar, Haara melambaikan tangannya menatap mobil Yoan sudah melaju menjauh.
●•●•●•●•●
Hari telah menunjukkan jam 11 siang, sangat membosankan karena Haara menghabiskan waktu untuk bermain game di ponselnya.
Hari ini, Riza dan Alka tak masuk karena mereka kelelahan dan demam karena habis berlibur ke Bali saat itu.
Sedih? Jelas saja, rasa hampa tak ada kedua sahabatnya yang konyol itu.
"AtHaara~" panggil seseorang.
"Ah! Diana, Vika." senyum sumrigah Haara.
"Ikut ke kantin yuk!" ajak Diana.
Haara mengangguk dan ikut mereka berdua.
"Ikut dong~" seru Fikri.
"Ngga! Apaan sih ikut-ikut." sergah Vika.
"Huuu, awas kau Vika." kesal Andre.
"Hush hush!" usir Diana.
__ADS_1
Haara hanya diam tersenyum.
"Ya ampun neng Haara senyummu manis sekali bagai gula batu yang di awet kan." seru Dio.
"Tukang gombal! Kalian bertiga ngapain ngikutin??" tanya Diana.
"Mau ke kantin juga, memang kantin punya nenek moyang mu!" sahut Andre.
"Yehh ngegas." sahut Diana.
Andre hanya menjulurkan lidah nya meledek.
"Lho? Gelang mu baru, gelang kemarin mana?" tanya Vika.
"Ah, diganti." seru Haara mengelus-elus gelang couple nya dengan Yoan.
"Kenapa?"-Diana.
"Sudah usang, jadi kami memutuskannya untuk menggantinya." sahut Haara semangat membahas nya.
"Wah~ gelangnya lucu sekali." binar Vika memegang tangan Haara.
"Iya lucu kaya neng Haara." seru Dio nyambung.
"Nyambung saja! Stt!!" seru Vika.
"Bagus lho, unik sekali." jujur Diana.
"Jelas dong bagus, kami memilihnya bersama-sama." bangga Haara.
"So sweet~" seru Vika dan Diana bersamaan.
"eh AtHaara, saat ulangan terakhir bulan lalu selesai, banyak sekali yang melihat kau dan Yifan lari bersama, wajah Yifan terlihat murung sekali meski itu anak menunduk sih, wajahmu juga terlihat panik, kalian kenapa??" tanya Andre penasaran.
"Ah, itu karena Yifan mendapat kabar neneknya yang tinggal di Jepang meninggal." Seru Haara sedih.
"Ya ampun! Kami turut berduka cita sekali." terkejut Vika.
"Jadi kemarin kau terbang ke Jepang bersama Yifan??" tanya Diana turut sedih.
Haara mengangguk,
"nenek Yifan itu sudah ku anggap nenekku sendiri, aku sangat merasa terpukul sekali saat kehilangan nenek." sedih Haara.
Vika merangkul Haara mencoba menenangkan Haara.
"Jangan sedih lagi ya? Nanti nenek akan sedih lho." seru Vika.
Haara tersenyum sambil mengangguk.
"Mau peluk juga dong, tapi meluk Haara." seru Fikri.
"Mau jadi plakor dia." seru Vika sinis.
"Kami bertiga plakor, mau apa kau!" seru Dio menantang.
"Heh! Kalau mau jadi plakor tuh gantengan dikit dong! Kalian tuh beda banget tahu ga sih sama tunangannya Haara, bagaikan langit dan kolam lumpur!" seru Diana kesal.
"Tega banget mulutmu. Haara saja diam saja, berarti kita punya peluang dong." seru Fikri membela.
"Haara diam bukan berarti ngasih peluang buat kalian, tahu!" kesal Diana.
"Iya dimana tuh? Di Jepang ya? Uhh~ enaknya, jalan-jalannya langsung ke luar negeri!" tambah Diana.
Haara menggeleng.
"Kami pergi ke China, dan menikmati letusan bunga api di tempat populer disana." sahut Haara.
"Wah!! Sungguh?? Ke China??" terkejut Diana.
"Iya sungguh!"
"Tuh dengar, kalian pasti bisanya ajak ke semak-semak atau nongkrong di trotoar, kalah saing hoi!" seru Diana.
Fikri, Dio dan Andre diam membisu.
"Waw! Iri sekali aku~" seru Vika.
Haara terkekeh,
"Ah! Aku belikan oleh-oleh untuk kalian, liontin untuk tas!" seru Haara mengambil nya di dalam tas.
"Asyik! Terima kasih AtHaara!" senang Vika.
"Terima kasih Haara!" tambah Diana.
"Ah, ini untuk kalian bertiga." senyum Haara.
"Kami juga dapat??" seru Andre ga percaya.
Haara mengangguk.
"Terima kasih AtHaara." seru mereka bertiga.
"Sama-sama." senyum Haara.
"Ah! Iya, katanya hari ini kita kedatangan tim dalam program bimbingan belajar untuk persiapan ujian, katanya semua nya di wajibkan ikut lho." seru Diana.
"Sungguh???"-Haara.
"Iya, seperti alumni kemarin seperti itu juga, semuanya akan diwajibkan ikut, karena tahun kemarin beberapa alumni yang ikut program bimbingan belajar ini nilai mereka yang ikut program ini tuh paling tinggi lho." seru Vika serius.
"Wah, pantas saja, gapapa deh, sudah testimoni juga, jadi gak sia-sia ikut juga." seru Dio.
Haara dapat melihat ada banyak mobil yang terparkir di parkiran sekolah, ia menyimpulkan bahwa itulah tim program yang di maksud Diana dan Vika.
Haara mengerutkan keningnya saat ada satu orang yang menarik perhatiannya.
'Ah, berfikir apa aku ini, mana mungkin itu dia.' batin Haara menggeleng-geleng.
"Hoi kalian berenam." seru seseorang.
Hal itu membuat mereka kompak nengok ke belakang.
"Eh, Yifan, ada apa?" tanya Diana.
__ADS_1
"Kalian berenam ikut aku ke ruang kepala sekolah sekarang." seru Yifan.
"Bukannya keberuntungan bertemu Yifan malah dapat sial, aku lupa dia itu ketua OSIS." keluh Diana berbisik.
"Ayo cepat, akhirnya aku dapat juga orang-orangnya." seru Yifan berjalan lebih dulu.
"Hey Yifan, mau ngapain sih??" tanya Haara.
"Ikut saja, aku lagi butuh orang." seru Yifan.
Mereka pun mengikuti Yifan daan mengeluh atas kesialan mereka.
●•●•●•●•●
Mereka kini telah tiba di depan pintu ruang kepala sekolah, kini mereka semua berdo'a agar tak di minta bantuan hal yang sulit.
"Kak Haara??"
Haara yang terpanggil menatap seseroang itu.
"Eh, Fellysha!"
"Kakak ngapain kesini??" tanya Fellysha adik kelas yang saat itu satu meja dengan Haara waktu ulangan.
"Ah, itu karena di suruh kak Yifan untuk mengikutinya, entah mau ngapain, kamu nagapain disini??" tanya Haara.
"Aku ketua kelas kak, dan mereka teman-temanku juga ikut dalam organisasi kelas, kami ingin membahas sesuatu dengan pak kepala sekolah." jelas Fellysha.
Haara yang mendengarnya mengangguk paham.
"Ah! Kak, ini ketiga temanku, mereka juga sangat mengidolakan kakak lho!" seru Fellysha.
"Eh, mengidolakan? Aku bukan aktris lho~" malu Haara.
"Memang tenar si Haara ini." seru Andre menatap Haara yang asyik berbincang dengan empat orang adik kelas.
"Iya dong cewek ku gitu lho." seru Dio.
"Cewek mu? Enak saja, pacar aku." seru Fikri.
"Ngga-ngga, jodoh aku dia itu." seru Andre.
Hal itu membuat mereka semua menatap tiga pria yang bertengkar itu.
"Hoi hoi hoi, kalian bertiga, berisik!" seru Yifan.
Hal itu membuat mereka bertiga diam.
"Kalian mengaku-ngaku saja, di amuk kakak sepupuku baru tahu rasa kalian!" seru Yifan.
"Pfft!! Bwahahaha! Makan tuh! Di ancam calon adik ipar nya Haara!" tertawa Diana puas.
"Perlu ku aduin gak? Mumpung orang nya disini." seru Yifan.
"Ngga per ... Ha??" terkejut Andre.
"Siapa maksudmu Yifan??" tanya Vika.
Ceklek!
Suara pintu terbuka terdengar dan seseorang pun melangkah keluar.
Sontak semua terkejut terkecuali Yifan yang sudah tahu.
Haara membulatkan matanya ternganga.
"YO-YOAN???!" seu Haara terkejut bukan main.
...•...
...•...
...●...
...🎐Bersambung🎐...
...●...
...•...
...•...
...Author: "hayo lo😆 habis riwayat kalian bertiga di aduin😆 tanpa di duga ada orang nya😆"...
...•...
...Jangan lupa untuk memberi dukungan pada karyaku ya kakak-kakak🤗...
...⭕Jangan lupa:...
...👍 Like,...
...🏷Vote,...
...⭐⭐⭐⭐⭐Rate 5 star,...
...❤Favorite,...
...💌 komentarnya yang selalu aku nantikan⭕...
...🚨Please penilaiannya ya kakak-kakak semua🚨...
...karena itu semua sangat berharga untuk author sendiri😇🙏...
...Hallo kakak-kakak Readers dan kakak-kakak author hebat😍...
...Terima kasih telah setia membaca karya pertama ku ini ya😇...
...💃谢谢大家!💃...
...(Xièxiè dàjiā!)...
...(Terima kasih semuanya!)...
...Sehat selalu untuk kalian semua😍😍...
__ADS_1
...see you next tomorrow❤...
🎐我的命运是赵先生🎐