My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
Paranoid


__ADS_3

Suara hantaman terus terdengar di indra pendengarannya, sungguh dangat menyakitkan jika di dengar.


Mata Haara membulat sempurna, tubuhnya mematung saat mempertontonkan Zen yang sudah hilang kesadaran yang di hajar hingga babak belur bukan main.


mungkin kini beberapa tulang nya patah.


Nafas Haara tercekat, tubuhnya gemetar, namun ia berusaha mengumpulkan tenaga nya untuk menghentikan pertarungan hanya sepihak itu.


"Yoan~ Yoan hentikan Yoan! Sudah hentikan! Yoan tenanglah!" seru Haara menarik tubuh Yoan yang tanpa henti menghajar wajah hingga perut pria sialan itu.


"DIAMLAH KAU! JANGAN HALANGI AKU!! MENJAUHLAH DARIKU!!! AKU TAK BUTUH UCAPANMU YANG MENYURUHKU UNTUK TENANG!!!!" seru Yoan dengan suara meninggi dan menghempaskan tangan Haara kasar membuat Haara jatuh terduduk.


Haara terkejut dengan respon Yoan yang kasar padanya,


Haara bergidik takut bukan main saat Yoan menunjukkan tatapan kilat di matanya yang di berikan untuknya.


Bahkan ia mengingat jika dirinya bisa menenangkan pria itu jika sedang sangat tersulut emosi seperti sekarang ini.


Namun, respon pria itu yang mengusirnya dan membuat hatinya mencelos sakit saat mendengar penuturan pria itu.


Haara terdiam syok dengan apa yang ia dengar dan juga masih tak percaya dengan tatapan Yoan padanya.


"Ya ampun Kak!" seru Yuu yang baru tiba menghampiri Yoan.


"Kak Yoan hentikan kak! Sudah kak!! Yifan bantu aku!!" seru Yuu kualahan dan merasa Yoan sangat nempel sekali dengan tubuh sekarat Zen.


Ts!!


Air mata Haara menetes saat itu juga, rasa syok mengenai perlakuan Zen padanya dan perlakuan Yoan yang membentaknya terngiang-ngiang di benaknya.


"AtHaara ya ampun!! apa yang dia lakukan padamu??"


Haara perlahan menatap siapa pria yang mengajaknya bicara itu.


"Ka-kak Ammar~" isak Haara.


Grep!!!


Haara menangis sejadi-jadinya di pelukan Ammar, ia memeluk Ammar erat.


"Hiks! Kak Ammar aku takut sekali kakak!! Aku sangat ketakutan sekali kakak!!!" seru Haara histeris.


"Tenanglah, sudah ada kami, apa yang telah ia lakukan??"


"Di-dia hampir memperkosa aku kak~ dia hampir memperkosaku!!! Ia menyentuh perutku kakak, itu menjijikan kak Ammar!!" seru Haara teriak.


Ammar menatap Zen tajam yang kini sudah berlumuran darah akibat ulah Yoan menghajar nya habis-habisan.


Ia bahkan mendukung Yoan kali ini untuk menghajar Zen habis-habisan, bahkan jika perlu membunuh Zen.


Kemungkinan Ammar meyakinkan juga ada satu atau lebih tulang pria sialan itu patah.


"Sudah tenanglah, sekarang kita keluar, Yoan benar-benar lepas kendali sekali, kau harus ..."


"YOAN MEMBENCIKU KAK! YOAN TELAH MEMBENCIKU! YOAN MERASA JIJIK DENGANKU! BAHKAN IA TAK MAU AKU PEGANG DAN JUGA IA MEMBENTAKKU!!" Teriak Haara kencang.


Ammar yang mendengarnya terkejut bukan main.


"Membentakmu? Dan tak mau kau sentuh?"


"Yoan marah denganku, Yoan benci sama aku kak, hiks! Yoan marah denganku~" ucap Haara berulang kali dengan wajah yang sudah basah dengan air matanya.


"Yoan tak mungkin punya maksud seperti itu, mungkin dia sangat tersulut emosi tidak seperti dulu, bicara dengan Yoan saat Yoan sudah tenang ya." seru Ammar menenangkan Haara.


Haara mengangguk.


"Ayo kita pulang, ambulan akan datang membawa nya." seru Ammar.


Haara bangkit berdiri dan pergi meninggalkan Zen.


●•●•●•●•●


Haara melangkah keluar apartemen dengan tatapan menunduk.


Ammar merangkul Haara dan mengusap pundak Haara lembut.


"AKU TAK PERDULI! YANG KU INGINKAN DIA MATI!!" seru Yoan berteriak.


Haara yang mendengarnya menghentikan langkah nya.


Pemandangan yang ia lihat adalah Yoan yang berdebat dengan Yifan dan Yuu.


DEG!


sontak Haara menunduk.


hati Haara berdegup ketakutan saat tatapannya bertemu dengan Yoan yang menyadari kehadirannya.


DEG! DEG! DEG! DEG!


Bruk!!


Haara terkejut saat melihat Ammar terdorong dan jatuh.


"JANGAN KAU SENTUH DIA!!!" seru Yoan menatap Ammar tajam.


Grep!!


Haara membelalakan matanya saat Yoan menarik tangannya dengan genggaman yang sangat menyakitkan.


"Yoan ahw! Sakiiit Yoan~" ringis Haara.


"Kak Yoan!" terkejut Yifan melihat Haara yang kesakitan.


"Yoan! Kau telah menyakiti Haara! Sadarlah!!" seru Yuu.


"Lepaskan dia Yoan, kau bisa mematahkan tulangnya!!" marah Ammar mencoba mendekati Haara.


"PERGI KALIAN! JANGAN URUSI URUSAN RUMAH TANGGA KU, DIA ADALAH ISTRIKU!! AKU BERHAK BERLAKU APA YANG KU MAU!!" bentak Yoan.


"Yo .."

__ADS_1


"Aku akan membunuh kalian jika berani menghalangiku! Pergi!!" seru Yoan menarik tangan Haara paksa untuk masuk ke dalam mobil.


"Masuk!" seru Yoan pada Haara, Haara tak bisa apa-apa selain menurut.


Bruk! Brmmmm!!!


Suara gas mobil di tancap terdengar bising, mobil itu pun dengan kecepatan penuh pun pergi secepat kilat.


Ammar merasa serba salah sekarang.


"Argh!! Yoan!! Akan ku patahkan tulangmu jika kau menyiksa Haara!!" seru Ammar menjambak rambutnya.


• • •


Sisi lain~


Brmmmmm!!!!!


Kecepatan semakin bertambah dan bertambah, jalanan yang sepi membuat amarah Yoan pun dapat di pelampiaskan pada kecepatan mobilnya yang sudah menginjak angka 160 kilometer.


"Yoan turunkan kecepatan mobilnya ku mohon~ aku takut Yoan!!" histeris Haara ketakutan.


"APA KAU MASIH MENCINTAINYA?? IYA ATHAARA!!?" bentak Yoan.


Bibir Haara kelu, bibirnya ikut gematar, rasanya tenggorakannya terkunci.


"JAWAB!!" bentak Yoan lagi.


"Sudah aku bilang! aku sudah tidak mencintainya lagi Yoan! aku bersumpah!" seru Haara bersumpah.


"Kenapa!? Kenapa kau datang menemuinya?!! Kenapa kalian bisa berada di dalam kamar dengan si bedeb*h sial*n itu!!!"


"Ka-karena ia mengajakku bertemu, a-aku tak sendiri, aku tadinya akan bertemu dengannya ..."


"ALASANMU MEMBUATKU MUAK AKAN KE LABILANMU ATHAARA!!!"


Haara tak bergeming, yang ia bisa hanya menangis.


"bisakah kau jangan membuatku terus ketakutan akan kehilanganmu!!? kau terus saja berbuat semaumu!!!? bahkan mendekatkan bahaya pun kau tak perduli!!" seru Yoan teriak.


"maafkan aku Yoan, maafkan aku~" histeris Haara.


"maaf? bahkan aku selalu memaafkan mu, namun kau terus berlaku seenaknya! untuk apa aku memaafkanmu??!"


hati Haara berdegup sakit mendengarnya.


"Apa kau sungguh mencintaiku??! Apa kau hanya merasa kasihan padaku yang terus-terusan mengemis cintamu padaku?!! Lalu kau menerima cintaku karena kasihan??!!" teriak Yoan mulai berfikir aneh.


Haara yang mendengarnya terkejut.


"Bicara apa kamu! Aku sungguh mencintai mu Yoan!! Aku mencintaimu tulus dari hatiku, kenapa kau jadi mencurigaiku seperti ini Yoan!?" seru Haara.


"Jika kau tak mencintainya, tak mungkin kau pergi menemuinya!!! Bahkan kau terancam bahaya sekalipun!!"


"Tapi Yoan, aku bertemu dengannya ..."


"DIAM!!" bentak Yoan lagi.


Kini mereka telah sampai di apartemen, suara decitan ban mobil di parkiran bawah tanah terdengar ngilu sekali.


• • •


Bruk!


Yoan membanting pintu mobilnya yang terparkir asal, ia pun menarik paksa Haara keluar dari dalam mobil.


"Yoan sakit Yoan~ ahw Yoan, ku mohon longgarkan genggamanmu~" mohon Haara, namun nihil, Yoan tak menjawabnya.


Mereka masuk ke dalam lift dari parkiran bawah tanah.


"Berhenti menangis!!!" bentak Yoan lagi dan lagi.


Hal itu membuat jantung Haara loncat terkejut saat Yoan membentaknya lagi.


Haara pun hanya diam menyembunyikan isaknya yang benar-benar tak bisa ia hentikan.


Ting!


Yoan kembali menarik Haara paksa.


Brak!!


Suara bantingan pintu terdengar sangat nyaring sekali.


Kaki Haara terasa dingin dan lemas.


Haara jatuh terduduk saat di depan pintu kamar, kaki nya lemas karena ketakutan.


Grep!


Yoan pun membopong tubuh Haara masuk ke dalam kamarnya.


Bruk!


"Awh!!" ringis Haara saat Yoan melempar tubuhnya ke atas kasur.


Mata Haara menangkap sosok Yoan di depannya yang membuka kancing kemejanya.


Matanya membulat saat Yoan melepas ikat pinggangnya.


Yoan menatap Haara tajam, pria itu naik ke atas kasur dan mengurung Haara di bawahnya.


"apa ini hadiah pernikahan ke empat bulan yang kau berikan padaku?? melihat kau yang hampir di perkosa di dalam kamar mantanmu sendiri?? iya AtHaara??" tanya Yoan dengan tatapan kilat.


"ng-ngga Yoan~ ngga~" sahut Haara lemah.


"Saat pertama Daniel, lalu Bastian, lalu Finn dan sekarang mantan kekasih mu Zen, lalu siapa lagi??! Dunia sungguh kejam padaku! dunia sungguh suka sekali menyiksaku karena mu!" seru Yoan menatap Haara di bawahnya.


"Semua nya sangat ingin menginginkan mu, termasuk diriku sendiri yang menginginkan dirimu." tambah Yoan lagi.


"semua pun bisa berlaku gila jika telah terancam tak bisa memilikimu, seperti Daniel yang mau memperkosamu, bahkan si perset*n Daniel dan si perset*n Zen itu tak berfikir panjang siapa yang akan dia lawan karena berani menyentuhmu!!"

__ADS_1


Tubuhnya gemetar hebat, ia merasa tubuhnya dingin.


"Seperti diriku yang dulu berlaku gila saat kau ingin pergi meninggalkanku, bahkan aku lebih gila dari mereka sekarang~" seru Yoan menarik dagu Haara dan memotong jarak wajah mereka.


Haara merasa jika sikap pria di atasnya ini bukan lah sosok pria yang ia kenal, ini adalah sisi lain dari Yoan.


"Hey AtHaara, kau berhasil lagi membuatku menjadi seorang penderita Paranoid sekarang~" seru Yoan dengan mata sayu.


Seketika tubuh Haara merinding mendengarnya.


"aku sangat ingin memilikimu malam ini, dan seterusnya, AtHaara~"


tk!


Ia membulatkan matanya saat tangan Yoan membuka kancing celana levis nya.


"Yo-Yoan, apa yang kau lakukan??! ku mohon jangan berfikir gila Yoan!!" peringat Haara akan memberontak.


Pria itu mengelus-elus perut Haara yang naik turun karena nafas tersegal-segal.


"Aku tak tahan lagi, aku tak akan menahannya lagi." seru Yoan membuat Haara kalang kabut.


"Ku mohon Yoan jangan lakukan Yoan! bahkan kau sudah berjanji tak akan berbuat seperti itu sampai aku lulus sekolah Yoan!" ketakutan Haara.


"Salahkan kelabilanmu membuat dirimu dalam bahaya seperti ini, kau telah mempermainkan ku."


"Aku tak pernah mempermainkanmu Yoan!"


"Kau membuatku takut kau di akan rebut lagi oleh pria lain, mungkin sekarang saatnya aku memiliki tubuhmu agar aku yakin dirimu itu adalah milikku seorang." seru Yoan berat.


"Yoan tidak Yoan, kumohon Yoan~" mohon Haara.


"Aku meminta kewajibanmu sebagai istri sekarang, layani aku malam ini." seru Yoan, tangan nya kini menarik celana levis Haara turun.


"Yoan!!" teriak Haara menahan tangan Yoan yang menarik celana nya.


"Yoan aku tak mau Yoan~ ku mohon maafkan aku Yoan~ tolong jangan lakukan ini~ aku tak mau hamil Yoan~" histeris Haara.


"Singkirkan tanganmu." seru Yoan menatap Haara tajam.


Haara menggeleng cepat.


"Jika kau macam-macam lebih jauh lagi aku akan laporkan pada mama dan papa ..."


"AKU TIDAK PERDULI!! SINGKIRKAN TANGANMU!!" seru Yoan meninggikan nada bicara.


"TIDAK MAU!!"


Yoan yang kesal pun mengambil ikat pinggang nya di lantai dan mengikat tangan Haara di kepala dipan kamarnya.


"Yoan!!! lepas Yoan!!!" teriak Haara yang tak berhenti memberontak.


Yoan menyeringai saat pergerakan Haara tak semerepotkan tadi.


srkkk!!


tanpa waktu lama, celana levis Haara kini sukses terbuka dengan mudah, Yoan membuang celana levis gadis itu ke lantai.


"tidak Yoan tidak~" seru Haara melemah.


Mata gadis itu memburam tertutup dengan air matanya yang terus keluar.


Pemandangan yang ia lihat adalah Yoan yang bersiap membuka celananya.


Haara memejamkan matanya tak mau melihatnya.


'Aku tak bisa apa-apa sekarang, apa aku harus kehilangan keperawananku sekarang?' tangis Haara.


...•...


...•...


...●...


...🎐Bersambung🎐...


...●...


...•...


...•...


...Author: "Wew! apa moment-moment ini kah yang di tunggu-tunggu? Yoan yang menerkam Haara? part selanjutnya apa Yoan memilih melanjutkan aksinya apa memaafkan Haara ya🤔? hayo tebak-tebakkan yuk😆 tulis di komentar ya🤗"...


...•...


...Jangan lupa untuk memberi dukungan pada karyaku ya kakak-kakak🤗...


...⭕Jangan lupa:...


...👍 Like,...


...🏷Vote,...


...⭐⭐⭐⭐⭐Rate 5 star,...


...❤Favorite,...


...💌 komentarnya yang selalu aku nantikan⭕...


...💃谢谢大家!💃...


...(Xièxiè dàjiā!)...


...(Terima kasih semuanya!)...


...Sehat selalu untuk kalian semua😍😍...


...see you next tomorrow❤...


🎐我的命运是赵先生🎐

__ADS_1


__ADS_2