My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
Ancaman Tuan Zhao


__ADS_3

"Aduh sulit bergerak~"keluh Haara terdengar,


Yoan menghela nafasnya,bagaimana tidak?gadis itu mencoba tidur di sleeping bag!


bahkan itu hampir menutupi seluruh tubuhnya hanya menyisakan wajahnya,layaknya seperti mummy,


"Jika kau sulit bergerak kenapa kau tak tidur dikamar~?"tanya Yoan sungguh kebingungan,


"Tidak perlu,aku tidur di sleeping bag ku saja!"


"Darimana kau dapat sleeping bag yang kau gunakkan itu?"tanya Yoan,


"Ini milikku,aku membawanya"sahut Haara memejamkan matanya,


"Hahh~,Tidur dikamar!"seru Yoan menatap Haara datar,


"Tidak!"sahut Haara cepat dengan wajah ketus,


"Jangan bilang kau takut tidur sendiri??"tak percaya Yoan,


"Jangan bicara sembarangan!bahkan aku memiliki kamar sendiri!"sahut Haara menatap tajam Yoan,


"Lalu kenapa kau menolak untuk tidur dikamar??bahkan Penthouse ku ini .."


"Ya ya ya,aku paham maksudmu,Penthousemu luas,namun sangat disayangkan hanya memiliki satu ruang kamar tidur"ketus Haara,


Lagi lagi Yoan menghela nafas sabar,


"Ikut aku"ajak Yoan


"Tidak!"


"Ikut aku AtHaara"ajak Yoan lagi menahan emosi,


"Ti tidak!"jawab Haara tegas,


Yoan kehabisan kesabaran,ia pun berlutut dan membuka paksa resleting sleeping bag yang digunakkan Haara,


"E e eh,apa kau tahu aku kesusahan memasang ini sendiri karena aku melupakan cara memakainya!"protes Haara,


"Aku tidak perduli!"sahut Yoan dengan nada yang menakutkan,


Haara menelan ludahnya,ia berfikir apa pria itu sedang emosi sekarang?


Setelah sleeping bag itu terbuka sempurna,Haara menatap Yoan tajam.


"Apa maksud dari tatapanmu?"tanya Yoan tajam,ia tak takut dengan tatapan gadisnya itu,


Seketika ucapan Yoan membuat nyali gadis itu menciut,


"Ikut . Aku ."seru Yoan menekankan kata katanya,


Haara mengangguk kaku,dan ia mengekori Yoan,


• • •


Yoan berdiri didepan pintu yang terkunci serta tulisan untuk dilarang masuk itu,


Yoan memasukkan kunci dan membuka pintu itu,


"Ka kamar??"tak percaya Haara berkedip kedip menatap ruangan itu,


"Mana ku tahu jika ini kamar,bahkan tulisannya melarangku masuk"saru Haara,


"Kepala keluarga kemarin datang untuk melihat lihat isi penthouse ini,aku sengaja mengkunci serta menaruh tulisan 'dilarang masuk' dipintu,agar kepala keluarga tidak tahu jika kau dan aku tidur terpisah"jelas Yoan melipat kedua tangannya sambil bersandar,


Haara tersenyum menatap kamarnya,ia tak menyangka jika Yoan memiliki pemikiran yang sama dengannya,


"Ahh,syukurlah ia tak tahu"seru Haara terkekeh dan melirik Yoan,siapa sangka Haara membuang pandangannya saat mengetahui Yoan menatapnya tanpa ekspresi,


"Ja jadi .. Ini kamarku dan disebrangnya .. Kamarmu ya~"seru Haara basa basi untuk membuat dirinya tak gugup,


Yoan menanggapi dengan deheman,perlahan Haara mencuri pandang lagi kearah Yoan,


Ia merengek dalam diam,pria itu masih menatap nya,ia merasakan hawa pria didepannya membuatnya mati kutu,


"Ya sudah aku mau .. Tidur dulu"seru Haara,


"Tunggu sebentar"cegah Yoan,


Dengan perlahan Haara menatap Yoan,


"Aku membeli minuman,snack,dan es krim tadi,apa kau mau?"tanya Yoan,


"Snack??"


"Hm"


"Dimana snack itu,aku minta"seru Haara mengadahkan tangannya,

__ADS_1


"Di bawah"


"Hahh,apa aku harus turun lagi"hela nafas Haara mengeluh,


"Aku menawarkan,jika tak ingin juga tak apa,aku tak memaksa"sahut Yoan datar pergi meninggalkannya


"A aku mau aku mau!"jawab Haara cepat mengikuti Yoan.


• • •


Haara berlari kecil menghampiri ruang utama atau bisa disebut ruang khusus tamu,


Haara tersenyum ceria mengambil eskrim di dalam plastik diatas meja,


Namun ia kebingungan saat melihat ada suatu yang mengganjal,


"Yoan?kau .. Membeli ini??"tanya Haara menyodorkan minuman botol pada Yoan yang sibuk membawa koper dan barang barangnya,


Yoan menatap Haara sebentar,


"Ya"


"Kau minum ini??"tanya Haara,


"Tidak mungkindan tak akan pernah"


"Lalu kenapa membelinya?"


"Apa kau tak menyukainya?"tanya balik Yoan yang sibuk menyusun barang barangnya untuk dibawa kekamarnya,


"Suka sih~"


"Ya sudah diminum"


"Tapi .. Apa kau tahu ini minuman apa?"tanya Haara meringis,


"Tahu,itu minuman untuk wanita,bukan untuk pria,bahkan gambar dibotolnya saja sudah menjelaskannya"jelas Yoan masih cuek,


"Ihh bukan maksudku khasiat dari minuman ini~"


Yoan mengerutkan keningnya menatap Haara,


"Khasiat?"bingung Yoan,


"Iya khasiat~"


"Tidak"


"Karena aku sering disuruh kakakmu saat itu untuk beli minuman itu,minuman kesukaannya katanya"sahut Yoan polos,


"Sungguh?kau membelikkan kak Anna ini??"tanya Haara tak percaya,


"Memangnya apa yang aneh dengan minuman itu?"tanya Yoan tak sabaran,


"Ini .. Minuman untuk datang bulan,makannya khusus untuk wanita saja~"jawab Haara meringis,


Yoan menghela nafasnya berat,pantas saja wanita yang satu toko dengannya saat dulu ia membelikkan beberapa minuman yang ia dan Haara debatkan tadi mendapat tatapan aneh,


"Anna!!"geram Yoan menggertakkan giginya,


Haara menahan tawa melihat Yoan yang tiba tiba salah tingkah,


Yoan pun dengan cepat membawa koper dan barang barangnya dan berniat membawanya ke lantai atas,


"Eh,kau tak ingin snack nya??"tanya Haara,


"Aku mau mandi,nanti aku turun lagi"sahut Yoan dengan ketus,


Haara tertawa kecil melihat telinga Yoan tiba tiba berubah merah,


Pria itu benar benar sangat menggemaskan saat sedang malu dan salah tingkah,


Haara mengambil es krim milik Yoan ia berniat akan memasukkan nya ke freezer,ia membawa plastik berisi minuman dan snack itu keruang santai,ia ingin menikmati makan es krim sambil menonton televisi.


●•●•●•●•●


Beberapa menit kemudian,


Yoan menghampiri Haara diruang santai,ia mencari sesuatu didalam plastik,


"Dimana es krimku?"tanya Yoan,


"Di freezer"sahut Haara fokus ke televisinya,


Yoan melangkah ke dapur,ia melangkah menuju freezer,ia mengambil eskrimnya dan duduk di sebelah Haara,


Haara menatap Yoan heran,kenapa pria itu duduk disebelahnya?bahkan di seberang kirinya juga ada sofa,


Yoan yang merasa diperhatikan melirik gadis di sebelahnya,

__ADS_1


"Kenapa lihat lihat?jangan bilang kau menginginkan eskrim ku"seru Yoan,


"Ti tidak,masih ada snack kok"sahut Haara cepat,ia memgambil salah satu snack disana dan memakannya,


Mereka tengah fokus menonton movie hollywood action saat ini,


"Kenapa minumanku tak disimpan dikulkas?"tanya Yoan menyadari jika minumannya tak lagi dingin,


"Mm ~tukar saja dengan minuman ku yang kau belikan tadi,dan minuman mu untukku"senyum Haara,


"Tidak"tolak Yoan membuka minumannya,


" e eh,ayolah bertukar~bahkan aku tidak bisa meminum minuman itu sekarang"seru Haara pelan,


"Jika kau tak bisa meminumnya apalagi aku"sahut Yoan tak habis fikir,


Yoan memperlihatkan tulisan di kaleng minumannya,


"Kau mau minum ini?ini bir"seru Yoan,


"Bir?kau mau mabuk??!"tanya Yoan terkejut,


"Cih"decih Yoan meminum bir nya,


"Ka ka kau serius??"tanya Haara lagi dengan raut masih terkejut,


"Bir ini tak mengandung Alkohol"sahut Yoan meringis saat meminum bir itu,


"Sungguh?"tanya Haara memastikan,


"Hm~"


Haara bernafas lega mendengarnya,


"Kenapa kau sangat takut jika minuman ku membuatku mabuk?"tanya Yoan bingung,


"Kak Am .. Tidak apa apa"elak Haara merutuki dirinya karena keceplosan,


"Ammar mengatakkan apa saja mengenaiku?"tanya Yoan meminum lagi bir nya,


"Tak ada"


Yoan menatap gadis di sebelahnya,


"Apa membicarakkan ku dibelakang suatu hobi kau juga?"


"Ti tidak kok,kak Ammar hanya memberitahu sedikit fakta fakta mu"sahut Haara yang lagi lagi keceplosan,


"Apa saja yang sudah kau ketahui fakta fakta diriku?"tanya Yoan masih menatap Haara,


"Aku lupa"dusta Haara mengalihkan pandangannya,


Yoan menaikkan sebelah alisnya,


"AtHaara~"panggil Yoan,


Haara menatap Yoan,


"Apa kau tahu dengan siapa kau berbohong sekarang?"


"Eh?kenapa tiba tiba bertanya seperti itu??"tanya Haara gugup,


"Jawab saja"


"I iya iya aku tahu"sahut Haara cepat dengan suara pelan,ia menunduk.


"Aku minta maaf karena aku berbohong padamu"seru Haara dengan nada takut,


"Kali ini aku memaafkanmu,mungkin kau merasa ini berlebihan,namun dengan cara ini aku mengingatkan padamu jika aku tak suka seseorang berbohong padaku"jelas Yoan,


Haara menatap Yoan perlahan,namun matanya membulat sempurna saat mengetahui wajah Yoan tepat dihadapannya,sampai ia merasakan hembusan nafas pria itu,


"Apalagi jika kau berbohong padaku sekecil apapun itu"


Mendengar hal itu Haara menahan nafasnya,


Yoan memiringkan kepalanya dengan pandangan masih fokus pada Haara,


"Jika itu terjadi aku akan memberi hukuman manis untukmu"


Haara menelan ludahnya berat,Haara tak tahu hukuman manis apa yang pria itu maksud yang pasti ia kira itu adalah kebalikkan dari kata manis,ia merutuki pria didepannya,inilah sifat jahat seorang Zhao Yoan Ti-En,


"Kau paham kan?istri kecilku?".


...•...


...•...


...{Bersambung}...

__ADS_1


...•...


Hai readers👋jangan lupa vote,like,dan juga komentarnya ya❤


__ADS_2