
Yoan tak bisa berkata kata, pria itu ternganga, namun tidak dengan Haara yang tertawa kaku melihat kelakuan mama dan mama mertua nya,
"Apa apaan mereka" seru Yoan berbisik pada Haara
"🎼Selamat🎶Anniversary🎶Kami ucapkan🎶🎤" seru Lucy dan Stephannie bernyanyi dengan nada lagu selamat ulang tahun
Yoan tertohok melihat mama nya dan mama mertuanya menari hingga berdansa!
Haara menepuk nepuk tangannya dengan senyum kaku, ia tak tahu harus berekspresi apa, selebihnya ia melihat ekspresi Yoan yang ternganga dengan kelakuan dua wanita di depannya
"🎤🎼Panjang umur pernikahannya🎶~
panjang umur pernikahannya🎶~
panjang umur pernikahannya serta kalian langgeng🎶~
serta kalian langgeng🎶~
serta kalian langgeng🎶~yeayy" nyanyi Stephannie dan Lucy mengakhiri lagu mereka ..
~ yang terdengar tak nyambung ~
Yoan menghela nafasnya sambil membuang pandangannya, pemandangan didepannya menurutnya sangat memalukan dan menggelikan
"Māmā, nǐmen liǎng gè zài zuò shénme?
(Mama, apa yang kalian berdua lakukan?)" tak habis fikir Yoan
"Suprise!!!" seru Stephannie
Yoan dan Haara berpandangan dengan tatapan bingung satu sama lain,
"Selamat hari anniversary pernikahan kalian yang ke-2 bulan ya~" seru Stephannie senang
"Tadinya mama ingin memberi kejutan ini saat anniversary pernikahan kalian yang ke-1 bulan, tapi mama sedang ada diluar kota saat itu~" sedih Lucy
"Mama, tidak perlu repot repot memberi aku dan Yoan kejutan seperti ini~" seru Haara malu
"Biarlah~ tak apa, Yoan kasih kamu apa saat anniversary kalian satu bulan? Dia beri kamu hadiah kan??" tanya Stephannie antusias
Hal itu membuat Yoan terkejut serta mematung dan membuat Haara tersenyum miris
'Ya~ dia memberiku sebuah kejutan sebuah pernyataan yang menyakitkan sekali untukku' batin Haara miris
Haara melirik Yoan yang menunjukkan wajah panik
Haara tersenyum manis kepada kedua mama nya itu
"Yoan memberiku hadiah kok, mama!~" sahut Haara fake smile
Yoan yang mendengarnya terkejut, ia menatap Haara tak percaya
"Sungguh?! Hadiah apa itu?? Sungguh sebuah kejutan! Biasanya Yoan itu selalu melupakan hari hari penting" seru Stephannie tak percaya
"Sebuah .. Boneka! Boneka yang besar sekali!" senyum Haara memberikan ukuran pada tangannya
Yoan yang mendengarnya sungguh tak percaya dengan alasan gadis itu, gadis itu telah menolongnya, dan gadis itu rela membohongi kedua mertuanya demi dirinya
"Sungguh itu Yoan?! Kau membelikan Haara boneka saja?" tanya Stephannie
Yoan gelagapan,
"Ka karena aku sangat menyukai boneka yang besaaar sekali! sepertinya Yoan mengetahui kesukaanku itu adalah boneka yang besar mama" seru Haara mewakilkan Yoan
"Uhh so sweet sekali~" seru Lucy terharu
Yoan tersenyum dengan raut sedih, bahkan ia tak menyangka jika usia pernikahan mereka sudah 2 bulan, ia bahkan lupa dengan bulan pertama anniversary mereka.
"Sekarang kalian siap siap dan pakai pakaian yang tampan dan cantik ya!" seru Lucy
"Lho? Untuk apa?" tanya Haara
"Yoan, kamu juga siap siap" seru Stephannie
"Siap siap akan kemana ?" tanya Yoan bingung
"Kalian akan pergi keluar untuk makan malam! untuk merayakan anniversary kalian berdua!" seru Stephannie antusias
"Kami sudah siapkan tempat makan yang kami sewa kan untuk Kalian! Kalian akan kencan!!" seru Lucy antusias
"Ke kencan!!?" seru Yoan dan Haara bersamaan.
●•●•●•●•●
Haara mencerminkan dirinya, entah kenapa ia merasa gugup saat ini, ia mem potret dirinya dipantulan cermin.
"Mama mencari boneka yang Yoan berikan, kok tidak ada sayang?" tanya Stephannie,
"Ah! I itu, ada di mobil Yoan mama" seru Haara panik,
"Di mobil? Kenapa simpan disana?" tanya Lucy bingung
"Bu bukan begitu" panik Haara
Stephannie dan Lucy menatap Haara bingung
"Itu .. Jahitan boneka nya terbuka, jadi kemarin Yoan membawa boneka nya kembali ke toko untuk protes" alasan Haara
"Ahh seperti itu, ah, sudah cantik sekali~ anakmu kenapa secantik ini Lucy? Ya ampun~" kagum Stephannie
Haara yang di puji pun salah tingkah,
"Anakku memang sangat cantik, sangat cocok dengan anakmu yang sangat tampan Stephannie" seru Lucy mengingat Yoan
"Ahahaha, senang menjadi besan mu" seru Stephannie terkekeh
"Aku juga" kekeh Lucy
Haara salah tingkah dan malu sendiri melihat kedua mama nya
"Sudah yuk, takut Yoan menunggu, ayo sayang" ajak Lucy
Haara mengangguk dan melangkah keluar kamar
Haara memejamkan matanya rapat rapat, jantung nya merasa berdegup kencang saat ia akan melangkah menemui pria itu.
●•●•●•●•●
Haara melangkah ke ruang tamu, Haara tak berani menatap pria itu, ia hanya berani menatap sepatu pria itu yang duduk diruang santai
"Tampannya menantuku~" kagum Lucy
Terdengar Yoan terkekeh saat mendengarnya
"Cocok sekali, ah! Bagaimana Yoan? Haara cantik iyakan? Makin cantik kan?" tanya Stephannie bangga dan menuntut
Haara menggigit bibir bawahnya, ia benar benar gugup karena pertanyaan mama mertuanya pada Yoan
"Hm, sangat cantik" sahut Yoan
Deg!
Haara membelalakan matanya dengan keadaan masih menundukkan kepalanya
"Mama akan hubungi seseorang yang mengurus tempat kencan kalian dahulu ya" seru Stephannie pergi ke balkon penthouse mereka,
Haara menatap Stephannie dan mengangguk sambil tersenyum manis
"Lho sayang? Tas kamu mana?" tanya Lucy
"Ya ampun mama~?! A aku meninggalkan nya di kamar, aku ambil dulu ya ma .."
"Tak perlu, mama saja yang ambil ya" seru Lucy
"Eh? mama~!" seru Haara mencegah Lucy
"Tidak apa apa oke" sahut Lucy pergi naik ke lantai atas
Haara memejamkan matanya sambil merutuki jantungnya yang berdegup sangatlah kencang, ia merasa sangat gugup,
"Kenapa menunduk?"
Pertanyaan itu sontak membuatnya membeku, sumpah demi apapun jantungnya terasa mau loncat karena terkejut dengan pertanyaan pria itu
"Ha? Ti tidak kok" sahut Haara salah tingkah,
"Di lantai ada apa memangnya?" tanya Yoan
"Kenapa jadi membahas lantai sih?" gugup Haara salah tingkah
"Hmmm~ apa jangan jangan kau sedang mencari uang logam yang jatuh di lantai ya?" tanya Yoan jahil
Sontak Haara menatap Yoan terkejut atas ucapan pria itu
"Ko konyol, tidaklah!" sahut Haara
Deg!
"Menatap ku juga kamu" seru Yoan dengan tatapan khas pria itu
Seketika wajah Haara memanas, jantungnya berdegup sangat kencang saat melihat pemandangan di depannya.
'Mati aku! kenapa dia sangat tampan~' batin Haara menangis
Jujur saja Haara baru teringat jika dirinya baru melihat pria itu memakai jas, biasanya pria itu jika akan pergi ke kantor hanya mengenakan baju kemeja, tidak dengan jas, pria itu selalu membawa jas itu untuk di pakai di kantor.
"Ini sayang tas nya" seru Lucy
Haara dengan berat mengalihkan pandangannya dari Yoan ke mama nya,
"Terima kasih mama" senyum Haara
"Sama sama, uhh cantik nya anak mama dan tampannya juga menantu mama" bangga Lucy menatap Haara dan Yoan bergantian
__ADS_1
Yoan bangkit berdiri dan menghampiri Haara dan Lucy, Yoan berdiri tepat disamping AtHaara
"Terima kasih mama" sahut Yoan
Haara menatap Yoan disampingnya sambil menggigit bibir bawahnya,
Saat Yoan akan menatapnya balik, dengan cepat Haara mengalihkan pada mama nya
"Yoan dan Haara, mama dan mama Lucy sudah siapkan tempat dinner kalian di lestoran vradinó" seru Stephannie
"Vradinó? Bahkan lestoran itu agak jauh" seru Yoan,
"Tak apa apa,sambil kalian jalan jalan nanti, mama dan mama Lucy memberi perhatian agar kalian bebas berkencan tanpa adanya halangan ,mau itu nanti bertemu dengan teman sekelas Haara, atau rekan kerja dan karyawanmu" seru Stephannie
Yoan memutar matanya malas,
"Sudah sudah, kalian pergilah, semoga kalian suka ya, nikmati kencan dan dinner kalian" seru Lucy mendorong Yoan dan Haara keluar,
"E eh ,mama .."-Haara
Bruk!
"Kenapa mereka didalam? Apa yang akan mereka berdua lakukan di dalam penthouse" seru Yoan menatap pintu penthouse nya tertutup
"Mm~ aku juga tidak tahu" sahut Haara bingung.
●•●•●•●•●
Haara dan Yoan turun bersamaan dari dalam mobil, mereka kini berada di parkiran bawah tanah lestoran,
Haara menatap Yoan yang sedang memijat tengkuk hingga pundak pria itu sendiri,
"Kau baik baik saja Yoan?" tanya Haara menghampiri Yoan dengan ekspresi khawatir
"Aku hanya sedikit merasa pegal, aku tidak apa apa" sahut Yoan
Haara mengangguk paham,
"Ayo" seru Yoan
Haara mengangguk dengan tersenyum dan mereka jalan bersamaan ke dalam lestoran.
●•●•●•●•●
Haara melihat sekitar, tempat itu tidaklah terlihat seperti lestoran, melainkan seperti sebuah mall,
"Yoan, kau yakin tak salah? Ini mall lho?" tanya Haara
"Lestorannya ada dilantai paling atas, dibawahnya ini adalah mall, mall ini terkenal dengan lestorannya yang sangat dikenal" jelas Yoan
"Aku sengaja mengajakmu ke mall ini terlebih dahulu, waktu masih ada beberapa jam menjelang malam" tambah pria itu
Haara mengangguk angguk paham, ia bahkan tahu jika lestoran Vradinó itu sangat terkenal, namun ia baru thau jika lestoran itu bergabung dengan mall
"Mau jalan jalan dulu? apa langsung ke lestoran?" tanya Yoan
"Aku tidak mau suruh pergi sendiri" sahut Haara cepat,
"Hm?" bingung Yoan
"Kau menyuruhku memilih 2 pilihan, aku ingin pergi jalan jalan, tapi tidak ingin pergi sendiri seperti saat itu" jelas Haara
Yoan mengerutkan keningnya bingung,
"Apa maksud ucapanmu? Bicaralah yang jelas" seru Yoan bingung
"Ihh, aku tak ingin jalan jalan sendiri~ seperti saat itu, saat aku ingin jalan jalan di taman dekat penthouse waktu itu" kesal Haara menatap Yoan dengan mengerucutkan bibirnya
"Jalan jalan? Taman dekat penthouse??" bingung Yoan masih tak paham
"Ihh, apa kau lupa?? Saat aku ingin jalan jalan ditaman dekat pent .. Ah maksudku apartemen, aku mengatakkan ingin pergi kesana kepada mu, maksudku itu aku minta kau menemaniku juga, tapi malah menyuruhku pergi sendiri, menyebalkan!" kesal Haara melipat kedua tangannya didepan dada
Yoan yang baru tahu maksud cerita gadis itu terkekeh,
"Ahh, maksudmu kejadian dimana kau bertemu pria titisan si Daniel itu" kekeh Yoan
Haara mengangguk mantap
Yoan tertawa kecil,
"Tidak, aku temani, kau mau pergi kemana?" tanya Yoan terkekeh,
Haara sangat senang sekali dengan ucapan pria itu, sangat membuat hatinya berbunga bunga,
"Kita keliling keliling dulu saja yuk!" senyum Haara.
●•●•●•●•●
Hari telah menjelang malam, mereka berdua pun memilih untuk segera makan malam di lantai teratas, tempat lestoran Vradinó berada
Haara sedikit terkejut saat melihat banyak orang di lestoran itu, bahkan orang orang disana bukanlah orang orang biasa
"Mm Yoan, ramai sekali" seru Haara menarik tangan jas pria itu,
"Ikut aku" seru Yoan menarik pergelangan tangan Haara
'Apa Yoan yakin dengan tempat ini? Apa ia tak salah tempat? Bahkan lestoran ini sangat ramai, tapi jika dilihat orang otang oengunjung lestoran ini ber jas dan memakai dress bahkan gaun' batin Haara merasa ragu
Haara menatap ke depan saat menyadari langkah pria didepannya perlahan pelan
"Tuan muda Zhao dan Nyonya muda Zhao, silahkan masuk" seru pelayan membukakan pintu
Haara mengerutkan keningnya, perlahan pintu itu terbuka, Haara ternganga saat melihat dekorasi lampu lampu yang sangat indah, Haara menyimpulkan jika dirinya dan Yoan akan makan malam di outdoor lestoran secara VIP
Yoan melihat sekelilingnya, ia tak menyangka jika mama nya dan mama mertuanya yang mendekor ini
"Dekorasinya cantik" senyum Haara melihat sekeliling,
Hembusan angin malam berhembus sangat dingin, Haara tersenyum cerah saat melihat pemandangan kota saat malam hari dari atas, sedikit berbeda dengan pemandangan yang selalu ia lihat dari jendela penthouse-nya
"AtHaara"
Haara menengok kesampingnya, hembusan angin itu meniup rambut pria itu
"Hm?"
"Apa kau mengingat tanggal berapa aku dan kau menikah?" tanya Yoan menatap Haara di sampingnya
Haara sedikit terkejut, ia terdiam sejenak
"Mm aku ingat, pada hari Minggu, 13 September tahun 2020 tepat dua bulan lalu, aku menikah denganmu" sahut Haara mnjelaskan tanggal detailnya
"Lalu? Apa kau mengingat jika hari ini adalah hari anniversary pernikahan kedua bulannya aku dan kau?" tanya Yoan lagi
"Mm, bisa dibilang seperti itu" salah tingkah Haara
"Lalu? Bulan lalu? Kau juga mengingatnya?" tanya Yoan lagi dan lagi
Haara terdiam, bulan lalu, adalah satu bulan anniversary pernikahannya dengan Yoan yang mengiris hatinya, dimana hari itu adalah hari dimana ia tahu jika pria itu berkata jujur dengan perasaannya lewat Yuu, dan menolaknya mentah mentah secara tidak langsung, menyakitkan~
Seketika ia merasa hatinya sakit jika mengingat hal itu lagi,
Haara tersenyum dan mengangguk
"Maaf~"
Haara menatap Yoan bingung, karena pria itu tiba tiba meminta maaf padanya
"Kenapa kamu tiba tiba minta maaf?" tanya Haara bingung,
"Maaf karena aku tak mengingatnya, bahkan untuk anniversary ke dua pun aku tak ingat" sahut Yoan tersenyum hambar
Haara sudah menduganya, pria itu tak mengingatnya, mungkin hari ini tak lah penting dan spesial di dalam dirinya
"Tak masalah" sahut Haara menatap ke depan
"Kau ingin apa?" tanya Yoan
"Ingin? Maksudnya?" tanya Haara menatap Yoan bingung
"Hadiah dariku" sahut Yoan menatap Haara lembut
'Aku ingin cinta darimu Yoan, dan melupakan cinta masa lalumu' batin Haara
"Belikan aku boneka yang besar!" seru Haara tersenyum lebar.
●•●•●•●•●
• • •
• •
•
Hari telah berangsur menjadi hari sabtu, dan juga sekolah dibubarkan lebih awal dari jam selesai pelajaran disekolah seperti biasanya, karena semua guru mengikuti rapat yang di adakan kepala sekolah, paman Billy sendiri.
Haara mengecek ponselnya, jam menunjukkan jam 11 siang, jam masih lama untuk mengharapkan Yoan pulang.
"Hahh, aku malas jika harus sendirian di penthouse" cemberut Haara
Jika saja Alka yang tak menemani kakaknya Aldo ke bandara untuk menjemput saudaranya yang datang dari Jerman dan juga Riza yang akan jalan jalan bersama Yifan, pasti Haara sudah memutuskan akan pergi kemana dirinya dnegan kedua sahabatnya.
"Kak Bastian belum boleh aku hubungi, sekarang masih tanggal 14, hahh~" malas Haara
Fikirannya pun terlintas Yuu,
Ia jadi mengingat terakhir kali pria itu datang ke penthouse nya untuk memberinya cake lalu ia langsung pergi karena Yoan dan Yuu masih bertengkar
"Aku ke rumah Yuu saja kali ya? Dia bilang jika hari Sabtu ia libur pergi ke kampus, sekalian aku belikan ia makanan pasti ia senang" seru Haara memberi ide pada dirinya sendiri.
• • •
Haara masuk ke dalam taksi sambil membawa pizza, cemilan lainnya dan juga cola
Haara tersenyum saat melihat belanjaannya
'Ah iya, aku telfon saja dia, apa dia ada dirumah Yifan' batinnya menelfon Yuu
__ADS_1
Telfonnya tak di angkat, Haara pun tak akan menyerah, ia pun mencoba menelfon pria itu,
Setelah percobaan yang ke 5 kali, pria itu mengangkat telfon gadis itu
Haara:
"Hallo Yuu~ kenapa baru mengangkat telfonku!"(kesal)
Yuu:
"..."
Haara:
"Hallo Yuu?"
Yuu:
"Hmmm~"
Haara:
(Mengerutkan keningnya)"hey, kau sedang tidur ya?"
Yuu:
"Hmmm~"
Haara:
"Aku ingin ke rumah Yifan, kau ada dirumahnya kan?"
Yuu:
"..."
Haara:
"Yuu~?"
Yuu:
"Hmm~"
Haara berdecak sebal, ia mematikan ponselnya dan mengalihakn ke video call
Tak lama pria itu mengangkatnya
Haara melihat layar ponselnya yang gelap
"Lho? Kok gelap?" seru Haara
Haara:
"Yuu? Aku tak dapat melihatmu, terlalu gelap"
Perlahan layarnya melihatkan pria itu yang setengah sadar dengan tubuh di lilit selimut, nyatanya pria itu meletakkan ponselnya ditelinganya, pria itu mengira itu panggilan biasa, bukan video call
Yuu:
"Nǐ hǎo, nǐ shì shéi?
{Hallo? Kamu siapa?}" (dengan suara khas baru bangun tidur)
Haara:
"Shì wǒ AtHaara
{Ini aku AtHaara}"
Haara dapat melihat pria itu memiringkan tubuhnya dengan layar ponsel masih menyorot ke wajahnya
Haara:
"Hey Yuu, aku ingin mengunjungimu, aku menganggumu tidak?"
Yuu:
"Ah nyatanya kakak ipar" (senyum)
Haara berdecak malas, pria itu baru menyadari jika itu dirinya
Haara:
"Iya ini aku, aku ingin mengunjungimu, kau ada dirumah Yifan?"
Yuu:
"Ngapain aku dirumah Yifan?"(masih memejamkan mata)
Haara:
"Ih, bahkan kau tinggal dirumah Yifan, Yuu~"
Yuu:
"Ahh memang ya? Memangnya aku tinggal dirumah Yifan ya? Aku tidak tinggal dirumah bibi dan paman~" (dengan nada tak jelas dan melantur)
Haara mengehela nafasnya sabar, nyatanya pria itu sangat mirip sekali dengan Yoan, tidak akan pernah nyambung saat diajak bicara waktu mereka baru bangun tidur
Haara:
"Yuu, kumpulkan nyawamu, hahh lelah sekali aku bicara denganmu, bangun! bangun!!"
Yuu:
"Sudah bangun~" (membuka matanya)
Haara:
"Aku mau mengunjungimu, aku beli pizza, cemilan dan cola untukmu"
Yuu:
(Tersenyum) "aku mau itu"
Haara:
"Ya makannya beritahu aku! Aku ganggu tidak?"
Yuu:
"Ganggu jika kau ke rumah paman Xi Bai dan bibi Roselie~ karena kau kesana tak memiliki maksud untuk bertemu dengan mereka~"
Haara:
(Mengerutkan keningnya)
Yuu:
"Aku di apartemenku, aku sekarang tinggal di apartemen~"
Haara memejamkan matanya ,ia menahan agar dirinya tak emosi, bahkan pria itu mengajak dirinya bicara dengan berbelit belit!
Haara:
"Baiklah Yuu, kau tinggal di apartemen mana? Lantai berapa dan nomor berapa kamar mu?"
Yuu:
"Ahh apartemen .. Yang diseberangnya ada tempat wisata untuk berenang, aku tak ingat nama apartemennya, lantai 3 kamarku nomor 303"
Haara mengerutkan keningnya untuk kesekian kalinya
Haara:
"Coba ingat ingat! dasar bodoh!, masa tak mengingat nama apartemenmu sendiri?!"
Yuu:
(Mengambil sesuatu)"Luxury .. apartemen~" (membaca kertas diatas nakas)
Haara:
"Baiklah aku kesana" (mengakhiri)
…
"Ke apartemen Luxury apartemen pak"
Haara mengela nafasnya, ia merasa lelah bicara dnegan pria itu saja, dia benar benar mirip sekali dengan Yoan, tak pernah nyambung di ajak bicara saat baru bangun tidur
'Apa Yifan juga sama? Jika sama mereka benar benar bisa dibilang kembar' batin Haara lelah memikirkan tiga saudara Zhao itu.
...•...
...•...
...❤Bersambung♥...
...•...
...❗❕❕❗...
...Terima kasih sudah membaca part ini kakak Readers dan kakak Author yang hebat hebat!❤...
...Jangan lupa untuk di...
...Like👍...
...Vote🎟...
...Tambah ke Favorite❤...
...Rate ⭐⭐⭐⭐⭐...
...Dan komentar yang selalu ku nantikan💭♥...
__ADS_1