
Yoan mengerutkan keningnya saat membaca isi pesan dari Anna, mata nya membelalak terkejut.
Haara yang melihat ekspresi Yoan pun kebingungan.
Kini mereka sedang berada di bar dapur menikmati makan snack bersama.
"Yoan? Ada apa?" tanya Haara bingung.
"..."
"Yoan?"
"Hah? Oh, ngga ada apa-apa." Sahut Yoan.
"Sungguh??"
"Hm, hanya saja, aku harus ke kantor, ada suatu yang mendesak, kamu ... Tak apa aku tinggal, kan?" tanya Yoan mengusap pipi Haara sayang.
Haara tersenyum dan mengangguk.
"Ya sudah, aku berangkat ya?"
Cup!
Yoan mengecup bibir Haara sebentar.
"Berhati-hatilah." seru Haara lembut.
Yoan mengangguk dan melangkah pergi.
Suara pintu tertutup pun terdengar, Haara menghela nafas nya kasar.
"Padahal aku ingin berduaan di hari libur sama Yoan, huft~ ada saja halangannya, semoga dia pulang cepat." sedih Haara.
Suara jam dinding yang terus berdetik membuat suara di kesunyian di ruangan itu.
"Dan sekarang? Apa yang harus aku lakukan ya? Masa iya aku harus duduk diam di sini sampai menunggu Yoan kembali? Hmm~" bingung Haara melangkah mendekati jendela.
Ia dapat melihat mobil Yoan telah melaju pergi.
"Hm? Apa sangat darurat? Sampai secepat itu ia telah berada di dalam mobilnya??" bingung Haara.
Ting! Tong!
Haara menatap ke arah pintu penthouse.
"Hm? Siapa yang datang?" bingung Haara melangkah ke arah pintu.
Sebelum ia membuka pintunya, ia mengintip di balik lubang pintunya.
Haara mengerutkan keningnya bingung.
"Lho?"
●•●•●•●•●
• • •
• •
•
Yoan menggertakkan giginya menahan emosi saat ini, ia mencengkram kemudi mobil nya kuat.
"Sial!!"
Pria itu mencoba meredam emosi nya karena ia sadar ia sedang mengemudi sekarang.
"Datang membawa masalah, kenapa masalah terus saja datang! Sial*n!!"
Yoan memijat pelipisnya pening.
"Haara pasti akan tahu mengenai hal ini, maafkan aku tak memberitahumu apa yang sebenarnya terjadi, Haara." seru Yoan merasa bersalah.
"Aku tak ingin terjadi sesuatu padamu." miris Yoan.
●•●•●•●•●
Yoan memarkirkan mobilnya di pekarangan rumah mertua nya.
Yoan mendecih saat melihat ada mobil kedua orang tua nya dan juga mobil kedua sahabatnya.
__ADS_1
Ia melangkah cepat masuk ke dalam rumah mertuanya.
Suara bising terdengar di indra pendengarannya, itu sangat mengganggu sekali.
"(Katakan!! Dimana putri kalian!!)" teriak seorang wanita yang tersulut emosi berbicara menggunakan bahasa Jepang.
Wanita itu tidak lah sendiri, disana ada dua orang pria, bodyguard wanita itu dan saru orang pengacara.
"(Saya bilang dia tak ada!!)" bentak Lucy ikut tersulut emosi membalas dengan bahasa Jepang.
"Mama, jangan terlalu sulut emosi meladeni wanita gila itu mama~" khawatir Anna mencoba menenangkan Lucy.
"(Apa telingamu bermasalah?? Bahkan mama ku sudah bilang jika adikku tak ada di rumah!)" bentak Anna.
Juan memijat pelipis nya pening.
Ammar, Stephannie dan Tao Ming hanya diam merasa serba salah sekarang.
"(Cih! Sangat bodoh sekali pria yang menjadi tunangan dari putri kalian, pria itu akan memiliki calon istri seorang wanita penggoda!!)"
"(Tutup mulutmu!!)" bentak Tao Ming.
"(Jangan kau menghina anakku dan calon menantuku dengan tuduhan dari mulut busukmu!!)" emosi Stephannie buka bicara.
"(Ah~ anak anda berdua selaku tunangan dari putri tuan Juan dan nyonya Lucy ya, ahaha~)" tawa wanita itu.
"(Tuan, nyonya, apakaha anak anda waras? Saya tidak tahu bagaimana anak anda menghajar suami saya hingga beberapa tulangnya patah, Sungguh psikopat!)"
"(Wanita ini!!)" emosi Juan.
"(Hey, apa kau tak memiliki sopan santun?)"
Semua orang pun menatap dari mana asal suara itu.
"Yoan?" seru Anna dan Ammar bersamaan.
Yoan menatap istri Zen dengan tatapan datar, ia melangkah mendekati kerumunan itu.
Ya, wanita itu adalah istrinya Zen.
"(Nanami, namamu Nanami, iyakan?)" seringai Yoan.
"(Bahkan mulut dan prilakumu seperti tak pernah mengenal sopan santun yang sangat di terapkan sejak awal di sekolah dasar di Jepang.)" ucap Yoan menusuk, ia menghentikan langkahnya saat tepat di depan Nanami.
Hal itu membuat dua bodyguard Nanami sigap melindungi Nanami.
"(Waspada sekali kalian.)" kekeh Yoanenatap kedua bodyguard itu.
"(Siapa kamu?! Beraninya kau!)"
"(Aku?? Ahahahaha!)" tawa Yoan.
"(Bahkan tidak ada yang lucu untuk kau tertawakan!)" seru Nanami tajam.
"(Ah~ aku sedang menertawai dirimu setelah kau tahu siapa aku.)" gantung Yoan berucap.
"(Aku adalah pria psikopat yang kau bicarakan tadi.)" seru Yoan menekankan kalimatnya.
Sontak Nanami melangkah mundur ketakutan saat tahu siapa pria merendahkannya tadi.
"(Ka-kau!)"
Yoan terkekeh saat melihat raut ketakutan Nanami.
"(Inilah yang aku tertawai tadi, wajah dan tingkahmu yang ketakutan setelah menghinaku dan gadisku.)" seru Yoan Tertawa.
"Chikushō! rokudenashi! (sialan! Brengsek!)" umpat Nanami.
"(Hm? Bicaralah yang lebih keras, nona.)" seru Yoan menaikkan sebelah alisnya.
"(dasar psikopat! Gangguan mental!)" teriak Nanami emosi.
Yoan mendecih mendengarnya.
"(Hahh~ aku tak pernah merasa seperti itu, bahkan ucapanmu itu seharusnya kau simpan saja untuk kau lontarkan pada suamimu nanti setelah siuman.)" seru Yoan santai.
"(Ha? Apa kau sedang melemparkan sebuah fakta, tuan?)" kekeh Nanami.
Yoan hanya menatap Nanami datar.
"(Ahahahah, hey? Seberapa cintakah kamu dengan putri tuan Juan? Seorang wanita penggoda??)" tanya Nanami tertawa.
__ADS_1
"(Tutup mulutmu! Jika kau berani menjelek-jelekkan wanitaku lagi, aku akan berlaku kasar padamu!)" ancam Yoan mencoba menahan dirinya agar tak emosi.
"(Apa yang wanita itu janjikan padamu tuan? Sampai kau telah terbutakan dengan wanita penggoda itu? Bahkan sampai dirimu memukul suamiku seperti orang keset*nan?? Hingga kau berani mengancam seorang wanita sepertiku??)" ledek Nanami.
Yoan seketika bungkam tak bisa berkata apa-apa.
"(Apa kalian sebagai orang tua nya tak bisa mengajarkan anak kalian agar tak menjadi seorang wanita penggoda!? Dan juga ...)" gantung Nanami berucap.
"(Mengecek kesehatan mental anaknya ke rumah sakit jiwa??)" lanjut Nanami.
Sontak Juan, Lucy, Stephannie dan Tao Ming emosi saat mendengarnya.
"(Wah! Benar-benar ahli sekali dia, bahkan pria setampan anda pun telah terpikat oleh jal*ng kecil itu.)" seru Nanami santai menatap Yoan menggoda.
Yoan mengepalkan tangannya kuat, giginya menggertak, ia tak bisa menahan lagi, ia sungguh tersulut emosi.
"(KAU!! JANGAN KAU SEBUT WANITA KU DENGAN KATA-KATA ITU! KAU TELAH MEMBUATKU MURKA!!)" seru Yoan seketika tersulut emosi.
Sigap kedua bodygiard itu menahan pergerakan Yoan.
"Yoan, tidak Yoan, sadarlah dia wanita!" panik Ammar mencoba mendekati Nanami, gerakkannya tertahan oleh kedua bodyguard Nanami.
"(BIAR KU BERI PELAJARAN PADANYA!! LEPASKAN AKU KALIAN BEDEB*H SIAL*N!!)" emosi Yoan memberontak.
Namun kedua bodyguard itu mengunci pergerakan Yoan lebih kuat dan membuat Yoan meringis menahan sakit.
"(Hey tuan, kenapa kau sekesal itu?? Bahkan aku bicara sesuai fak ...)"
PLAK!!!!!!
sontak semua terkejut kecuali pelaku yang membuat semua orang terkejut di ruangan itu.
Yoan terkejut bukan main saat itu juga, matanya membelalak, ia berhenti memberontak saat itu juga.
Nanami yang terkejut bukan main perlahan menatap siapa yang berani dan tiba-tiba datang menampar pipinya.
"(Jika kau berani menghina diriku dan pria ku, akan ku buat mulutmu mengeluarkan darah dan muntahan dari dalam perutmu.)"
Deg!
Deg!
"AtHaara???" terkejut Yoan.
...•...
...●...
...🎐Bersambung🎐...
...●...
...•...
...•...
...Author: "oke, gimana pendapat part kali ini nih? tulis di komentar ya kakak-kakak😊😍"...
...•...
...Jangan lupa untuk memberi dukungan pada karyaku ya kakak-kakak🤗...
...⭕Jangan lupa:...
...👍 Like,...
...🏷Vote,...
...⭐⭐⭐⭐⭐Rate 5 star,...
...❤Favorite,...
...💌 komentarnya yang selalu aku nantikan⭕...
...💃谢谢大家!💃...
...(Xièxiè dàjiā!)...
...(Terima kasih semuanya!)...
...Sehat selalu untuk kalian semua😍😍...
__ADS_1
...see you next tomorrow❤...
🎐我的命运是赵先生🎐