My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
Masih Menjadi Rahasia


__ADS_3

"Kenapa psikopat itu sangat ingin Yoan mati Yuu? Kenapa?? Dan siapa psikopat itu??" tuntut Haara,


Yuu menghembuskan nafasnya


'Jadi tante Stephannie belum memberitahu siapa dia dan apa ambisinya ingin membunuh kak Yoan?'


"Ahh, sudah sampai di apartemen kak Yoan, benar ini kan?" tanya Yuu tak memperdulikan pertanyaan Haara,


"Tapi Yuu kau .."


"Ayo turun, kau harus cepat nanti telat" seru Yuu turun dari mobilnya.


●•●•●•●•●


• • •


Mobil Yoan berhenti di samping sekolah Haara, ya! Yuu mengantar Haara menggunakkan mobil Yoan.


"Apa paman Billy ada?" tanya Yuu,


"Mm ya pasti, karena ia kepala sekolah disini" sahut Haara,


"Ingin sekali aku bertemu dengannya" seru Yuu memainkan ponselnya,


"Aku turun ya" seru Haara


"Eh tunggu sebentar!"


"Hm?"


• • •


Semua siswa disana berbisik dan cekikikan saat melihat Haara dan Yuu jalan bersebelahan,


Haara mendengus kesal saat ini karena pria disampingnya ini sangat keras kepala.


Haara menyuruhnya agar dirinya memakai topi, tapi ia menolak keras alasannya karena takut dimarahi Yoan karena memakai barang barangnya.


"Dimana kelasmu?"


"Untuk apa bertanya?" tanya Haara balik,


"Mungkin mengantarmu sampai ke depan kelas" kekeh Yuu,


"Ap apa?? Ti tidak tidak!"


Banyak desutan yang Haara terima dari teman temannya dan meminta untuk di kenalkan dengan Yuu, namun Haara membalasnya dengan 'aku harus mengantatnya ke ruang kepala sekolah karena beliau ada perlu'


Dengan alasan iyu tak ada yang berani menahannya.


"Ka .. Ee AtHaara?" panggil Yuu,


"Hm?" dehem Haara malas


"Ge .. Bet itu apa? Dari tadi aku selalu mendengar ucapan itu dari teman temanmu" tanya Yuu,


"Ee , gebet itu .. Meminta aku menjodohkan mu dengan temanku" sahut Haara,


Yuu yang mendengarnya terkekeh, Haara menatapnya bingung,


"Menjodohkan? Bahkan aku tidak mengenal mereka, begitu juga sebaliknya, benar benar diluar logika, benar benar gila mereka~" seru Yuu santai,


Haara tak lah kaget saat mendengar ucapan pria itu, meski Yoan dengan Yifan dan Yuu tidak terlihat memiliki sikap yang friendly, tapi sikap dan sifat yang Savage selalu melekat dalam tubuh mereka.


"Kalian bertiga benar benar memiliki sikap savage yang sama" oceh Haara,


Yuu yang mendengarnya tertawa kecil,


"Jangan memberitahu namaku pada temanmu ya, aku tidak suka" seru Yuu,


Haara menatap Yuu dan perlahan mengangguk,


"Biar ku antar ke kelas"

__ADS_1


"Tidak usah Yuu" sahut Haara,


"Ayolah, aku ingin melihat kelasmu"


"Tidak mau, ah Yifan!!" panggil Haara,


Yuu mengikuti arah pandang Haara, Yifan yang melihat keberadaan Yuu pun langsung menghampiri Yuu dan Haara,


"Kak Yuu? Apa yang kau lakukan disini??" bingung Yifan melihat sekitar yang mulai ramai,


"Bertemu paman Billy" sahut Yuu


"Yifan? Bisa kau antar Yuu bertemu pak kepala sekolah? Aku harus ke kelas" seru Haara,


"Aku??" seru Yifan menunjuk dirinya sendiri


"Dia selalu memaksa mengantarku ke depan kelas, aku tak ingin buat keributan karena kehadirannya didepan kelas, antar dia ya? sampai jumpa!" seru Haara kabur,


"Oi! Haara!" panggil Yifan,


Yifan mendecih


"Jadi .. Aku harus kemana? bocah?".


●•●•●•●•●


Haara masuk kedalam kelas, kelas begitu riuh dan banyak teman temannya menghampirinya dan bertanya tanya tentang siapa Yuu


"Dia itu saudaranya pak kepala sekolah~" sahut Haara panik,


"Saudara? Berarti Yifan juga Saudaranya? Wah sungguh sungguh sangat mengagumkan keluarga mereka" seru temannya,


"Apa yang kemarin itu juga saudaranya Yifan? Kau begitu akrab dengan mereka, ku lihat kau ikut bersama Yifan dan pria tampan itu kemarin, jangan jangan dia pacarmu?" tanya satu temannya yang lain.


Haara terkejut saat mendengarnya,


"Iya Haara, jangan bilang ia pacarmu?, apa pacarmu pria yang tadi itu?"


"Bu bukan~" sahut Haara panik,


"Alka? Kemarin kau dan Riza bersama Yifan didepan gerbang sekolah bersama pria tampan, apa dia pacarnya Haara? Bahkan mereka begitu akrab" seru gadis lain,


"Eh?" - Alka,


"Karena kami memang akrab, kalian tahu sendiri kami akrab dengan Yifan" seru Riza


"Aku memahami jika kedekatan kalian dengan Yifan karena kau itu pacarnya Yifan, tapi apa hubungan Haara dengan pria itu, yang tadi dan Yifan? Dan juga aku melihat Haara satu mobil dengan Yifan dan pria itu, apa pria itu pacarmu? Dia anak kuliahan mana?"


Seketika Haara, Alka dan Riza terdiam tak bisa menyahut,


"Karena .. Yifan sepupuku" sahut Haara,


Sontak semua disana terkejut


"Sepupu??! Sejak kapan? Bahkan kau baru saja akrab baru baru ini dengan Yifan, itu juga karena Riza"


Terasa sebuah hantaman saat mendengarnya, alasannya benar benar tidak akurat.


"Kau juga terlihat dekat dengan pria tadi Haara"


Haara bungkam seketika, ia kebingungan harus menyahut apa,


Terdengar teriakan bahwa guru sedang berjalan kearah kelas mereka, semua pun langsung duduk di kursi masing masing,


Haara dapat bernafas lega saat itu juga.


●•●•●•●•●


Yoan menutup pintu kamar mandi, setelah melakukan terapi dan mengantar sang nenek kelantai dasar rumah sakit, ia pun bergegas mandi untuk menjernihkan fikirannya.


Ia mengacak acak rambutnya, pakaiannya kini telah berganti menjadi kemeja, ia akan pulang hari ini.


"Ahh, kemana Yuu? Padahal jam sudah meunjukkan jam 11:00, kenapa ia tak kunjung kembali?"

__ADS_1


Yoan menyisir rambutnya yang basah dengan jari jari tangannya dan melangkah keluar.


●•●•●•●•●


Ia menduduki dirinya di halte bus, ia fokus memainkan ponselnya memantau taksi yang ia pesan sudah sampai dimana,


Ia merutuki taksi yang ia pesan tiba sangat lama, ia benar benar tak nyaman dengan tatapan wanita wanita yang sedang memerhatikkannya dengan tatapan genit.


Yoan menghela nafasnya, ia mencerminkan dirinya di layar ponselnya, benar saja, cat rambut nya luntur karena ia membasahi rambutnya tadi, kini sangat terlihat jelas warna rambutnya yang berwarna coklat, ia harus secepatnya menyemprotkan cat warna hitam pada rambutnya, rasanya sangat benci diperhatikkan seperti ini, seperti manusia langka,


Ia ingin terlahir dengan rambut berwarna hitam.


Mengingat sang mamanya yang memiliki rambut coklat sama sepertinya karena memiliki darah campuran Jepang dan Russia namun mamanya lebih dominan ke darah Russia, neneknya sendiri.


"Hahh, aku butuh topi saat ini~"


Ia kembali menatap ponselnya, ia benar benar kesal dan memilih untuk tidak menghiraukan tatapan tatapan orang disana.


Ia mencoba menghubungi Yuu, namun ia melupakan sesuatu jika nomor ponsel pria itu tidak akan aktif di Indonesia.


Ada separuh yang ingin memotretnya, namun dengan cepat Yoan menutupi wajahnya, ia benar benar kesal diposisi seperti ini,


Ia bernafas lega saat taksi yang ia pesan telah tiba, dengan langkah cepat ia pun masuk kedalam taksi.


"Ke Apartemen XX" seru Yoan,


"Baik"


Mobil pun melaju pergi meninggalkan halte bus


Yoan menyandarkan tubuhnya, ia menatap keluar jendela.


Fikirannya larut dalam kejadian kemarin ia menangis di pelukan gadis yang membuat fikirannya terbuka sekarang ini.


Ia benar benar heran dengan gadis itu, istrinya sendiri.


Ucapan dan tindakkan nya bisa membuatnya tenang seperti kejadian saat ia hilang kendali memukuli Daniel.


Yoan sungguh bingung memikirkan takdirnya dan kehadiran Haara dihidupnya, ia merasa jika gadis itu akan menjadi penyembuh dirinya.


Ia teringat sesuatu membuat ia duduk tegak,


"Kita tidak jadi ke Apartemen XX"


"Tidak jadi? Lalu kemana saya akan mengantar anda?"


●•●•●•●•●


Yuu masuk kedalam rumah sakit dan ia tersenyum saat melihat Wang Bae yang berada didepannya,


"Dokter Wang!"


Wang Bae pun yang terasa terpanggil mencari asal suara itu,


"Tuan Yuu?"


"Ehey, apa apaan dengan menambahkan 'tuan' di namaku? Panggil saja Yuu" seru Yuu terkekeh,


"Ah baiklah, Yuu~. Apa ada barang yang tertinggal?" tanya Wang Bae


"Barang tertinggal?"


"Ya, Yoan sudah pulang" sahut Wang Bae,


Yuu terkejut saat mendengarnya,


"Sudah pulang??!".


...•...


...•...


...{Bersambung}...

__ADS_1


...•...


hai readers dan author author hebat👋 terima kasih sudah membaca ceritaku, jangan lupa like, rate dan komentarnya ya😊 tambahkan juga ceritaku ke favorite agar tidak ketinggalan ceritanya, terima kasih🙏


__ADS_2