
Hari yang sungguh membuat nya keringat dingin,jantung yang berdegup kencang saat ini. Tanpa disangka,cukup banyak kerabat dari keluarga besar Zhao,begitu juga dihadiri dengan keluarga Martin di acara penikahan saat ini,
Kerabat terus berdatangan tanpa henti,membuat Haara semakin gugup saat melihat keluar jendela dari lantai 2,
Tak dapat terhitung sudah keberapa kalinya ia menghela nafas,ia gugup dan juga jantungnya benar benar berdegup kencang,
Anna merangkul Haara dan mengusap usap pundak adiknya,
"Haara,ayo minum dulu,biar lebih tenang"seru Alka menyodorkan air minum,
Haara meminum air pemberian Alka,
"Haara hey,tenanglah,kamu jangan berfikir berlebihan"khawatir sang mama memeluk Haara,ia benar benar khawatir melihat anaknya yang benar benar panik bukan main,
"Mama,aku .. Aku takut"ucap Haara dengan suara gemetar,
"Haara sayang~kamu tenang ya,tarik nafas perlahan dan hembuskan,jangan panik sayang ya~"seru Stephannie gantian memeluk Haara,Stephannie juga ikut panik melihat Haara,
"Kamu jangan terlalu memikirkan hal hal yang mengganggu mu oke,tenanglah"seru Riza menggenggam tangan Haara,
Haara menatap kedua sahabatnya,kakaknya,mama serta calon mama mertua nya bergantian dan mengangguk,
Waktu terus berjalan,Haara melirik jam dinding diruangannya saat ini,jam sudah menunjukkan jam 08:54,waktu begitu cepat sekali berlalu,
"Cantiknya anak papa~"seru Juan yang datang,
Haara tersenyum melihat papanya,ia melangkah cepat ke sang papa dan memeluknya,
"Papa,tolong tenangkan aku saat papa melangkah bersama ku"seru Haara,
"Tentu saja,papa akan membuatmu tenang sayang~"seru Juan mengakhiri pelukannya dan mengusap pipi putrinya dengan tatapan sendu,
"Papa,Haara~acarany dimulai 5 menit lagi"seru Anna memeluk tangan sang papa,
Juan mengusap tangan Anna,
"Sudah waktunya,kamu sudah siap?"tanya Juan,
Haara terdiam sejenak dan mengangguk samar.
●•●•●•●•●
Alunan musik terdengar lembut saat semua kerabat menatap kearah pintu yang terbuka,
Semua berdecak kagum dan terpesona dengan kecantikkan yang Haara miliki,
Haara menatap sekitar dengan ssnyum kakunya,
Secara perlahan,Haara menatap kedepan,disana sudah ada Yoan yang menggunakan tuxedo berwarna putih yang seragam dengan dirinya,
Haara menelan ludahnya,wajahnya terasa panas,ia tak bisa membohongi hatinya,
Yoan terlihat tampan,tidak ia meralat,pria itu lebih tampan dari hari biasa biasanya,
Rambut yang ditata rapih membuatnya tak bisa berkata kata apa apa lagi,
Terpesona tentunya,Yoan menatap Haara dan calon papa mertuanya yang melangkah mendekat kearahnya,
Ia memaklumi jika gadis yang ia tatap saat ini membuat banyak pria tertarik padanya,
Haara dan sang papa sudah berdiri didepannya,bisa Yoan lihat,jika Haara gugup dan nervous,
Secara perlahan Juan menyerahkan tangan Haara ke tangan Yoan,dengan lembut,
Haara terus menunduk,ia benar benar gemetar saat ini,
"Tidak apa apa,anggap hanya ada aku dan kamu"bisik Yoan lembut,
Seperti tersihir,perlahan lahan Haara mendongak dan menatap Yoan,
Lagi dan lagi wajahnya terasa panas,ia membatin jika ia benar benar tak percaya akan menikah dengan pria layaknya pangeran dihadapannya ini,
Acara inti pun dimulai,kalimat demi kalimat janji suci pun terucap bergantian,
Yoan memasangkan cincin yang ia pegang ke jari manis Haara,begitu pula sebaliknya,secara perlahan Haara memasangkan cincin itu ke jari manis Yoan,
"Dengan ini saya nyatakan kalian telah sah menjadi suami dan istri"
__ADS_1
Saat kalimat itu terucap ia mematung seketika saat Yoan memotong jarak antara mereka,
Haara menutup matanya,sulit dipercaya jika ia akan perdana ciuman,
Cup!
Haara membulatkan matanya,pria yang sekarang sudah menjadi suami nya sekarang tidak mencium bibirnya,melainkan mencium kening nya.
Semua kerabat berdiri bertepuk tangan dan bersorak,suara siulan terdengar juga dalam sorakkan saat ini,
Haara menatap Yoan tak percaya,namun pria itu enggan menatapnya balik,pria itu tersenyum ke para kerabatnya,
Haara menatap tangannya,Yoan mengenggam tangannya,Haara tersenyum saat melihat cincin yang melingkar di jari Yoan,
Pria yang digilai banyak wanita dan mendapat gelar 'pangeran' ini sekarang adalah suaminya,pria itu menjadi miliknya sekarang!
●•●•●•●•●
Ucapan selamat yang Yoan dan Haara dapat dari para kerabatnya telah berakhir,semua pun menikmati jamuan yang di sediakan,
Haara duduk bersamaan dengan Riza,Alka,Yifan,semenjak acara salaman ucapan selamat,pria itu pun bergabung dengan kedua orang tua pria itu,kedua orang tuanya,dan kedua kakaknya,
Bukannya tak diajak bergabung,Haara merasa malu untuk membahas tentang hal rumah tangga,
"Bagaimana tadi rasanya?"kekeh Alka,
"Rasanya aku ingin menghilang saat itu juga"sahut Haara,
"Kelau kau menghilang,tidak jadi menikah dong~"timpal Alka,
"Hahh,aku gugup sekali~"seru Haara mengusap dadanya,
"Tapi kau lebih tenang bukan sekarang?"kekeh Riza,
Haara mengangguk sambil memakan potongan buah,
"Kau akan tinggal di apartemen kak Yoan?"tanya Yifan,
"Mm sepertinya"
"Aku belum menanyakan detailnya pada dirinya"seru Haara,
"Haara~"panggil Ammar,
"Kak Ammar~"senyum Haara,
"Mm bisa aku pinjam Haara?"tanya Ammar,
• • •
Ammar mengajaknya ke balkon di gedung itu,Ammar mengajaknya kesini karena ia ingin mengatakan sesuatu,
"Ada apa kak?"tanya Haara,
"Aku ingin memberitahumu suatu larangan keras mengenai Yoan"bisik Ammar,
"Larangan??"bingungnya
"Kumulai ya,yang petama,jangan coba coba buat dia marah,jika kau melakukannya kau tanggung akibatnya"
"Jika aku melakukannya apa yang .."
"Stt!aku belum selesai,yang kedua,jangan membantahnya.
ketiga,jangan biarkan dia mabuk berat,jika itu terjadi suatu yang buruk terjadi padanya dan kau akan kualahan.
keempat, mm .. ini bukan larangan sih~"jelas Ammar terkekeh diucapan terakhirnya,
"??"
"Yoan jika kelelahan saat bekerja atau apapun,turuti kemauannya,jika tidak kau akan menyesalinya"
"Kak Ammar,dari 4 laranganmu itu aku sudah mengetahuinya,jika dia memang seperti itu"sahut Haara menghela nafasnya,
"Kau belum mengalami akibat jika kau membantah larangan yang ku ucapkan tadi, ah! apalagi jika dia lapar! aku rekomendasikan untukmu yang satu ini!" antusias Ammar,
"kenapa?"
__ADS_1
"lihatlah mode perubahan Yoan saat lapar akut, dia akan berubah drastis dari Yoan sebelumnya!" semangat Amma membahas hal ini,
Haara sedikit penasaran dengan ucapan Ammar,
"saat di mode itu aku harap makanan apa yang ia minta turuti ya" seru Ammar lagi terkekeh,
Haara menghela nafasnya,
"mengenai tentang larangan yang kakak jelaskan tadi, aku rasa aku pernah melakukan satu larangan yang kau katakan,tapi aku tak menyesalinya"sahut Haara cuek,
"Terserah kau saja,kau coba lagi saja,karena kalian sudah menikah"hela nafas Ammar,
"Ia paling tidak suka jika ada orang yang mengganggu dan mengusik apapun itu kepada orang yang berarti baginya. Seperti dulu,saat aku di palak saat sekolah dasar,ia membelaku sampai menghajar 4 orang anak yang mempalakku,sampai ia babak belur"kekeh Ammar,
Haara ikut terkekeh mendengar cerita kakak ipar nya,
"Kenapa kakak tak membantunya?"kekeh Haara,
"Saat itu kakiku luka,aku tak bisa berdiri ataupun membantunya"
Haara mengangguk paham,
"Mm~Haara"
"Ya?"
"Kau .. Pernah membahas dan bertanya tentang masa lalunya ya?"tanya Ammar,
Haara menatap kakaknya,
"Bagaimana kakak tahu??"
"Yoan saat itu bilang padaku jika traumanya kambuh lagi saat kau membahas tentang masa lalunya"jelas Ammar,
"Memangnya ada apa dengan masa lalunya?sepertinya ia mengalami hal yang menyakiti dirinya serta perasaannya?"tanya Haara penasaran,
"Yoan .. Dulu pernah menghilang kurang lebih .. Satu tahun di tahun 2017 lalu"
Haara mengerutkan keningnya,
"Lalu?"tanya Haara tak sabar,
Ammar menatap Haara,
"Ia ditemukan ditahun 2018 dengan kondisi yang mengenaskan"jelas Ammar,
Haara tercegang mendengarnya,ia menutup mulutnya,
"A apa yang terjadi padanya??!"tanya Haara tercegang,
Ammar menghela nafasnya,
"Aku tak bisa memberitahumu tanpa izin dari tuan Tao Ming dan bibi Stephannie"senyum Ammar,
Haara menunduk,ia larut dalam fikirannya,
"Jika kau ingin tahu tentang masa lalu Yoan,kau tanyakan langsung kepada papa atau mama mertuamu,pasti mereka akan bercerita jika kau ingin mengetahuinya,tapi pura pura saja kau belum tahu apa apa ya"seru Ammar meletakkan jari telunjukmya dibibirnya sendiri,
Haara mengangguk paham,
"Dan juga aku minta padamu,pertengkaran selalu terjadi dalam pernikahan,aku harap jika itu terjadi,kau tak perlu bercerita kepada orang orang sekalipun,karena itu urusan kalian berdua,tak berhak orang luar kau ajak ikut campur atau orang lain ikut campur,kau boleh cerita kepada keluarga saja,kau paham?"
"Alka?Riza?"tanya Haara,
"Mereka sahabatku~"ucap Haara menambahkan
"Baiklah,asal mereka bisa dipercaya"senyum Ammar.
...•...
...•...
...{Bersambung}...
...•...
Hai Readers👋jangan lupa like dan komentarnya ya kakak❤
__ADS_1