My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
Penderitaan di Masa Lalu


__ADS_3

"Pria itu?"


"Pria yang menyebabkan Yoan trauma adalah anak pertama yang mama lahirkan" sahut Stephannie dengan tatapan kosong,


"Anak .. Pertama mama?" tanya Haara bingung


"Ya, pria itu adalah kakaknya Yoan"


Haara yang mendengarnya tercegang, ia menutup mulutnya tak menyangka,


"Ka kakak??! Yoan memiliki kakak??! Bahkan Yoan mengatakkan jika dia hanya memiliki seorang adik??!" terkejut Haara,


"Yoan sudah tak menganggapnya sebagai kakaknya lagi, bahkan ia tak menganggapnya termasuk ke dalam keluarga Zhao" lamun Stephannie


Nafas Haara tersegal segal saat mengetahuinya, ia benar benar tak menyangka sama sekali jika pelakunya adalah kakaknya Yoan sendiri.


"Kenapa? Kenapa kakaknya Yoan sangat ingin Yoan mati mama?? Kenapa??!" tak sabaran Haara,


"Karena saat kecil Finn tidak suka Yoan dilahirkan" sahut Stephannie berat, air matanya kembali mengalir


Tubuh Haara melemas seketika saat mendengarnya,


"Finn sangat benci dengan Yoan, Finn menyesal sekali mengharapkan kelahiran Yoan saat iaasih kecil" frustasi Stephannie


Haara yang mendengarnya tak bisa berkata apa apa


"Finn benci dengan semua hal yang dimiliki Yoan, Yoan yang lebih berbakat dibanding dirinya, semua orang juga menyukai Yoan, memuji Yoan dan juga hal yang disukai Finn dimiliki dan memihak pada Yoan"


"Semua orang selalu merendahkan Finn yang tak bisa seperti Yoan yang memiliki banyak bakat, hal itu membuat awal mula kebencian Finn pada Yoan"


Haara menatap Stephannie lemah


"Yoan saat itu sampai bertanya dengan mama dan papa dengan wajah polos dan sendu 'kenapa kakak tidak menyukaiku? Kenapa kakak membenciku?' itu membuat mama dan papa tak bisa berkata apa apa, kami hanya menjawab 'jadilah adik yang baik untuk kakakmu'."


Mata Haara terasa perih, pandangannya pun mulai buram karena air mata yang memaksa keluar,


"Yoan yang mendengar ucapan mama dan papa pun menuruti, ia pun berusaha telihat menjadi adik yang baik untuk Finn, namun Finn makin membencinya karena menyangka Yoan mencari muka pada semua orang"


"Finn selalu berlaku kasar pada Yoan, ia selalu mendapat luka cakar, luka lebam dan lainnya akibat ulah Finn, namun Yoan selalu menutupi nya dan beralasan luka itu ia dapat karena kecerobohannya"


Air mata Haara menetes saat mendengar nya, Yoan yang sangat tak ingin kakaknya dimarahi karena telah melukaji, Yoan berbohong demi kakaknya itu membuat dirinya merasa sangat kasihan dengan Yoan kecil, pasti itu sangatlah menderita.


"sebuah konflik besar pun terjadi, dimana pada saat itu Finn mengajak Yoan pergi ke sebuah sungai, Finn menjanjikan pada Yoan jika Yoan lompat kedalam sungai, ia tak akan membenci Yoan, dan itu juga akan membuat Finn bahagia, Yoan yang masih naif pun memilih loncat ke dalam sungai, itu semua karena janji yang di ucapkan Finn padanya" tangis Stephannie


Haara menutup mulutnya tak percaya dengan yang dilakukan Yoan saat kecil dan juga Finn sangatlah jahat pada Yoan waktu kecil,


"mama dan papa sangat bersyukur Yoan ditemukan, Yoan pun dirawat dirumah sakit, karena benturan yang keras dikepalanya, ia tak sadarkan diri selama 1 minggu lebih"


Haara tak dapat membendungnya, air matanya mengalir membasahi pipinya, ia sungguh merasa hatinya sakit sekali saat mendengarnya,


"Saat Yoan sadar, papa langsung mengintrogasinya dan mengetahui jika Finn dibalik semua itu, karena tak tahan dengan perlakuan Finn pada Yoan, papa mengirim Finn ke asrama di Russia, karena papa berfikir jika Yoan dan Finn berjauhan akan lebih baik"


"Namun Finn sangat marah, dan berkata jika papa dan mama lebih memihak pada Yoan, lebih sayang pada Yoan dan tak menganggap dirinya anak kami lagi"

__ADS_1


Haara meremas bajunya, penderitaan Yoan telah didapat dari dirinya kecil, bahkan Yoan sampai berusaha menjadi adik yang baik agar dianggap oleh kakaknya sendiri, menyakitkan.


"Saat nya telah tiba, Yoan telah remaja, ia menjadi seorang siswa SMA, namun .." gantung Stephannie


"namun?" ulang Haara tak sabar,


"ada suatu hal yang sangat mengerikan yang ia dapat"


"Mengerikan? Apa itu mama?" tanya Haara,


"Sebuah teror dan ancaman mati untuknya yang terus berdatangan ,mau itu lewat surat, pesan dari ponsel, maupun di ikuti seseorang"


"Teror dan a ancaman ma mati??!" terkejut Haara


"Hal itu membuat Yoan ketakutan dan mengurung dirinya di kamar, ia berfikir lebih baik ia berhenti sekolah daripada mati"


Haara kembali meneteskan air matanya, nyatanya penderitaan pria itu belum lah berakhir,


"Karena dorongan dan ucapan semangat yang di berikan Anna dan Ammar, Yoan pun akhirnya kembali sekolah namun ia di jaga ketat oleh beberapa bodyguard yang mama papa pekerjakan" senyum Stephannie,


Haara yang mendengarnya pun tersenyum juga,


"Hari telah berangsur, Yoan pun sudah kuliah dan juga .. ia bertemu dengan seorang gadis yang memotivasinya"


Haara yang mendengarnya menjadi teringat dengan pembicaarannya dengan Tao Ming, mengenai cinta pertamanya Yoan,


Senyumnya Haara luntur seketika,


"Gadis itu bernama Irene, Yoan menjadi lebih banyak tersenyum dan tertawa saat bersama nya, setelah Ammar dan Anna kuliah diluar negeri, ia kembali merasakan memiliki seorang sahabat"


"Saat hari wisuda, Yoan menyatakan perasaannya pada Irene, namun Irene menolaknya karena mengatakkan jika ia sudah memiliki kekasih, Irene menginginkan ia dan Yoan berteman saja, mama mengetahui ini dari Yuu, karena mama sendiri heran dengan sikap Yoan yang berubah belakangan itu"


"Finn kembali ke China, kembali tinggal bersama kami, Finn masih merasa benci dengan Yoan, namun Yoan lebih memilih agar tak saling mengenal saja daripada seperti dulu ia yang selalu mengemis rasa kasih sayang dari kakaknya"


Haara merasa puas saat mendengarnya, 'aku setuju, lebih baik jangan anggap si Finn itu kakakmu Yoan' batinnya


"Masalah baru pun terjadi setelah satu bulan Finn tinggal di China, ia bertemu dengan Irene dan Yoan jalan bersama"


Haara mengerutkan keningnya, ia merasa bingung dengan ucapan Stephannie,


"Irena adalah kekasih Finn"


Haara terkejut mendengarnya,


"Irene adalah seorang mahasiswa pertukaran dari Russia ke China, hubungan Finn dan Irene bisa di bilang LDR an"


"Kesalah pahaman terjadi antara Finn dan Irene, namun Irene menjelaskan jika ia dan Yoan hanya sahabat, karena saat itu Yoan bisa berbahasa Russia dan Inggris sangat lancat, itu membuat Irene dan Yoan berteman dekat, namun Finn tak percaya, selebihnya seseorang yang Irene anggap teman itu adalah Yoan, Finn pun menghajar Yoan habis habisan hingga babak belur, Irene yang melihatnya lebih mengutamakan Yoan yang babak belur"


"Saat dirumah sakit Irene menunggu Yoan hingga sadar, Yoan kembali menyatakan cintanya pada Irene, mama saat itu tak sengaja mendengarnya, Yoan benar benar jatuh cinta pada Irene, ia mengatakan jika ia akan merebut Irene dari Finn, ia tak perduli apa yang akan dilakukan Finn padanya"


jantungnya .. Haara meremas bajunya ,hatinya terasa sakit


"Irene menangis saat itu dan juga mengatakan dirinya juga mencintai Yoan, namun mereka tidak bisa bersama"

__ADS_1


Haara semakin merasa sakit dalam hatinya saat mendengar cerita Stephannie yang berlanjut menjadi sebuah tikaman di hatinya,


"karena Irene hamil anaknya Finn"


Haara kembali terkejut untuk kebeberapa kalinya,


"Ha hamil??"


"Iya, ia belum mengatakannya pada Finn jika dia telah mengandung, hal itu membuat Yoan lemas seketika"


Miris dan menyakitkan sekali itu yang Haara rasakan saat ini,


"Finn yang mengetahui Irene juga mencintai Yoan dan Yoan yang mengatakan padanya jika ia mencintai Irene pun murka, akal sehatnya pun telah ditutupi amarah, saat Yoan masih dirawat, Yoan diculik oleh anak buah Finn dengan tujuan ingin membunuh Yoan"


"Irene yang tahu rencana Finn pun datang ke tempat dimana Yoan di sekap, saat itu Yoan sudah babak belur di hajar oleh Finn"


"Beberapa hari kemudian, Yoan sudah ditemukan, Yoan juga tak tahu siapa yang menyelamatkannya, begitu juga mama dan papa, karena saat itu Yoan pingsan didepan rumah, itu membuat kami sangat bersyukur, namun saat itu juga kami mendengar berita duka yang mama dan papa dapat, jika Irene tewas"


"Kenapa? Apa penyebabnya??"


"Dalam sebuah pesan yang dikirim kan ke nomor ponsel Yoan dan Finn, Irene memilih mati didalam gudang yang dibakar oleh Finn, Finn sengaja membakar gudang itu dengan tujuan Yoan juga akan mati terbakar, Finn sama sekali tak tahu jika Irene lah yang ada didalam gudang itu, Irene berfikir mungkin dengan nya mati semua akan baik saja" jelas Stephannie menangis,


'Bahkan dia memilih mati daripada memilih antara Yoan dan Finn?' batin Haara,


"Mulai saat itu Yoan depresi mendengar berita kematian Irene, begitu juga Finn, Finn lebih deprasi sekali, ia selalu mengatai Yoan lah yang membunuh Irene, Yoan membunuh kebahagiaan Finn satu satunya"


"Saat mama akan menjenguk Yoan dirumah sakit, Yoan menghilang, Yoan dan Finn dinyatakan menghilang hingga satu tahun lamanya, lalu Yoan ditemukan di Jepang dengan keadaan yang mengenaskan sekali, ternyata tujuan Finn menculik Yoan untuk menyiksanya~ memar, lebam dan juga bekas luka ada di setiap tangan, kaki dan tubuhnya" isak Stephannie,


Tangis Haara pecah seketika,


"Finn dinyatakan gangguan mental, ia pun dirawat dan di obati oleh psikiater dan dipenjara atas kejahatannya"


"Yoan telah kembali kepada kami namun kami merasa jika kami hanya mendapatkan kembali raganya saja tidak dengan jiwanya, ia selalu takut dengan orang yang akan mendekatinya" tangis Stephannie,


Haara membungkam mulutnya, tangis nya benar benar pecah,


"Bahkan Yoan di nyatakan gangguan mental saat ia hampir membunuh papa, paman Billy dan juga Yuu saat itu, Yoan selalu mendapat bayang bayang jika papa, paman Billy dan Yuu itu adalah Finn" isak Stephannie,


"Seiring berjalannya waktu, Mama, papa, nenek, keluarga besar, kakakmu dan Ammar sangat senang saat Yoan sudah terlihat menjadi orang dengan jiwa, ia sudah sembuh, ia bisa menjalankan hidup normal, namun trauma yang ia dapat hingga saat ini, itu yang menjadi sisa penderitaannya yang sangat membekas di ingatannya" jelas Stephannie.


...•...


...•...


...{Bersambung}...


...•...


...hai readers dan author author hebat👋 terima kasih sudah membaca ceritaku😍...


...jangan lupa like👍...


...rate⭐⭐⭐⭐⭐...

__ADS_1


...dan komentarnya 💭😊...


...tambahkan juga ceritaku ke favorite❤ agar tidak ketinggalan ceritanya, terima kasih🙏...


__ADS_2