
Haara menutup pintu kamarnya, ia menyimpan tas dan papperbagnya di lantai.
Ia menghempaskan dirinya dikamar, ia menghela nafasnya panjang.
...'Sudah ku bilang! Aku tak akan melepaskanmu!!'...
Haara memejamkan matanya, kejadian tadi terlintas di ingatannya, pria itu memeluknya erat dan menahannya agar tak pergi.
"Kau tak ingin kau terus berbohong Yoan." gumam Haara pada dirinya sendiri.
...'Aku berkata jujur AtHaara, bahwa aku tak memiliki hubungan apapun dengan Rynne!'...
"Sangat sulit mempercayai ucapanmu Yoan~ aku takut kau akan membuat lubang dihatiku, aku tak mau menyakiti hatiku dan membuat diriku tampak lebih bodoh lagi, bahkan sekarang sudah ada Rynne yang menggantikan Irene di hatimu." seru Haara melamun.
...'Jika kau tak suka aku akan menjauhinya sejauh jauhnya.'...
Haara menutup wajahnya, bahkan ucapannya bersahutan dengan ingatan ucapan pria itu di benaknya.
"Aku harus bagaimana sekarang?? Apa yang harus aku pilih??" frustasi Haara.
...'Aku tak akan menceraikanmu AtHaara, aku tak akan memberikan dirimu pada Yuu atau siapapun itu!'...
...'Meski papa mu memaksaku sekalipun, aku tak akan lakukan itu,'...
"Ku mohon jangan mengingat ucapannya lagi AtHaara, kamu tidak boleh luluh!" seru Haara menggeleng geleng cepat, lagi-lagi saling bersahutan.
'Apa maksud ucapanmu? Bahkan kau mencintaiku, dan akulah rumahmu.'
"Lalu rumahmu itu adalah Irene!" seru Haara memejamkan matanya rapat rapat.
...'Dan kau tahu? Secara perlahan perasaanku pada Irene telah memudar AtHaara~'...
Haara membuka matanya, ia menduduki dirinya tiba tiba, entah kenapa nafasnya terasa sangat sesak sekali.
"Sudah gila aku!" maki nya pada diri sendiri.
Tatapannya seketika memancarkan tatapan kosong,
Ia teringat jika pria itu sedang sakit tadi, ia sedikit khawatir saat ini dengan keadaan pria itu.
Ia memijat pelipis nya, ia merasa dirinya sudah gila dengan ucapan pria itu dan rasa khawatir akan keadaan pria itu.
Drtt~! Drrt~!
Haara terkejut, ia melirik ponselnya di sebelahnya, ia mengusap usap dadanya karena terkejut.
"Yuu~ panggilan dari mu membuat jantungku hampir copot!" seru nya mengusap usap dadanya terkejut.
Haara:
"Hallo Yuu?"
Yuu:
"Hallo AtHaara,"
Haara:
"Iya, mm ada apa menelfonku?"
Yuu:
"Apa aku menganggumu?"
Haara:
"Ah! tidak kok."
Yuu:
"Kalau nanti malam kau sibuk?"
Haara:
"Mm .. tidak, kenapa?"
Yuu:
"Aku mendapatkan voucher gratis di lestoran Hamburger! Kau mau?"
Haara:
"Wah! Kau dapat dari mana?? Aku mauu!!"
Yuu:
"Hehe, dari teman kampusku, ia memberinya untukku."
Haara:
"Dari fans mu ya~?" (godanya)
Yuu:
"Bukan, dari teman pria ku. kebetulan lestoran itu baru buka, ada promosi besar besaran, pasti kau akan suka, karena dekorasinya berwarna pink dan ada band juga disana!"
Haara:
"Aku mau Yuu! sepertinya menyenangkan~ kau mau mengajakku kan Yuu~ ajak aku ... ya ya ya?" (antusias)
Yuu:
"Aku menelfonmu tentu untuk itu." (terkekeh)
Haara:
"Kyaa~ senangnya! Yuu baik deh! Terima kasih Yuu~"
Yuu:
"Iya sama sama, nanti malam aku jemput ya jam 7."
Haara:
"Oke Yuu, sampai jumpa nanti malam!"
Yuu:
"Ya, sampai jumpa!"
__ADS_1
Haara menutup panggilan dari pria itu, ia berguling guling senang di kasurnya.
"Ada band?! Hamburger juga! Senangnya!!" teriak nya kegirangan.
●•●•●•●•●
• • •
• •
•
Suara musik terdengar disana, Haara menatap Yuu senang, Yuu membalas tatapan Haara dengan terkekeh.
"Yuu, fotokan aku dong! aku mau pamer dengan Alka dan Riza kalau aku itu selalu update hal hal baru!" seru Haara menyodorkan ponselnya.
"Hal hal baru??" bingung Yuu,
"Iya, contohnya lestoran ini! Bahkan banyak pengunjungnya ,tempatnya aesthetic juga, pasti akan menjadi perbincangan hangat di sekolah!" jelas Haara antusias.
Yuu mengangguk angguk paham,
"Berpose lah," seru Yuu mencari posisi yang bagus.
"1 .. 2 .. 3,"
Cekrek!
"Bagaimana? Bagus tidak?" tanya Haara menghampiri Yuu,
"Bagus, siapa dulu yang fotoin, Zhao Cheng Yuu~" bangga Yuu.
"Iya iya terserah katamu saja deh~" kekeh Haara,
"Cari kursi yuk!" ajak Yuu, Haara pun mengangguk.
• • •
Haara memakan Hamburger nya sambil menonton band yang sedang tampil disana.
"Aku rasa orang orang datang untuk menonton pria itu," seru Yuu kepada pria yang sedang bernyanyi itu,
"Dia itu populer lho! hahh, pemilik lestoran ini memang cerdas sekali, menarik pelanggan dengan mengundang band ini." seru Haara.
"Pantas saja. hahh, aku seperti masuk ke rumah Barbie, sungguh dominan pink!" seru Yuu melihat sekitar,
"Lucu lho, aku suka!" senyum Haara riang.
"Aku ingin makan es krim Yuu, antar aku ya?" seru Haara,
"Es krim? Dimana ada es krim?" tanya Yuu bingung,
"Di seberang sana ada toko es krim, kita makan es krim disana!" seru Haara semangat.
"Oke oke, kita makan es krim! asal kau senang." menyerah Yuu,
"Ya sudah ayo kesana!" seru Haara bangkit berdiri,
"Eh? Sekarang??"
Yuu seloyongan saat Haara menariknya, bahkan tenaga gadis itu benar benar kuat sekali,
"O-oi! aku bisa jatuh, hey AtHaara~santai saja, es krim disana tak akan meleleh, mereka memiliki kulkas, hoi!~" seru Yuu kualahan.
Yuu menghentikan langkahnya saat Haara berhenti tiba tiba,
"Hahh, kau ini bisakah .."
"Cih, pria sialan!" seru Haara tiba tiba.
Yuu terkejut dengan penuturan gadis itu yang tiba tiba,
Yuu berfikir secara tiba-tiba, apa dirinya berbuat salah pada gadis itu karena menyebutnya 'sialan'?
"Kau ini mengataiku ...,"
Ucapan Yuu terhenti saat mengikuti arah pandang gadis itu,
Yuu terkejut saat melihat pemandangan itu.
Yuu melirik Haara disebelahnya, tubuh gadis itu bergetar, pemandangan didepannya sungguh sangat menyayat hatinya lagi, lagi dan lagi.
Pemandangan dimana Yoan yang 'memeluk' seorang wanita yang sama saat ia memergoki pria itu di kantornya.
Ya, wanita itu adalah Rynne.
Seketika ucapan pria itu yang selalu menghantui fikirannya tadi pun hancur dan lenyap begitu saja di benaknya. ia bahkan lupa rasanya sakit hati, karena dirinya sudah terbiasa dengan hal itu.
"Beruntung aku tak mempercayai ucapannya, mungkin hatiku sudah mati jika mempercayainya lagi." senyum Haara.
Yuu tersulut emosi,
"Biar ku beri pelajaran dia!"
Srett!
Gerakan Yuu terhenti, Haara menarik tangan Yuu dan menggenggam erat tangan pria itu.
"Tidak perlu Yuu, jangan urusi urusannya!" seru Haara menunduk memohon,
"Tapi dia telah membuatmu--"
"Dia sudah tak ada urusannya denganku, biarkan dia saja, jangan ganggu privasinya lagi~" sela Haara.
Ts!
Haara terdiam sejenak, perlahan lahan ia mengusap air matanya, ia tak menyangka jika dirinya akan menangis lagi.
Yuu menatap Haara dengan tatapan sedih,
'*Sungguh kepar*t kau Yoan*!' batin Yuu meredam emosinya.
"Kita pergi, kita makan es krim di tempat lain" seru Yuu menarik Haara pergi dengan nada menahan emosi.
●•●•●•●•●
• • •
__ADS_1
• •
•
Keesokan harinya.
• •
Haara, Riza dan Alka keluar dari gedung konser, mereka terlihat benar benar sangat senang sekali.
"Huwaa!! 7 pangeranku~ mereka tampan sekali!!" teriak Haara senang,
"Huhu, iya benar sekali, senangnya bisa melihat mereka dari dekat!" terharu Alka.
"Bagai mimpi bertemu mereka, aku mengira jika mereka itu hanya ilusi, ternyata mereka nyata!" seru Riza.
"Benar~ benar! huhu, aku ingin datang ke konser mereka lagi~" seru Haara membayangkan wajah wajah tampan 7 pria yang membuat hatinya meleleh.
"Ini minum kalian," seru Aldo yang baru datang membawa minuman untuk Alka dan Riza.
Haara tersenyum senang saat melihat Bastian membelikannya air juga,
"Terima kasih!" senang Haara meminum es kopinya.
Bastian mengangguk,
"Lho? Rafa mana Za?" tanya Haara bingung,
"Rafa itu kan pulang, dia hanya mengantarku saja." sahut Riza.
Haara melirik Bastian yang menyenggolnya,
"Aku mau mengangkat telfon dari temanku dulu" seru Bastian,
Haara mengangguk, Bastian pun pergi menjauh.
"Lalu kau pulang bagaimana?" tanya Haara bingung,
"Yifan akan menjemput, ia sedang perjalanan ke sini." senyum Riza.
Haara melirik Bastian yang kembali,
"Temanku kebetulan ada disekitar sini, ia ingin bertemu denganku." seru Bastian,
"Eh? Kau akan pergi??" tanya Haara,
"Tidak, ia akan kesini." sahut Bastian.
"Eh?"
"Mau cari makan? Kalian lapar?" tanya Bastian pada Alka, Riza, dan Aldo.
"Ya, bagaimana kita cari makan?" tanya Aldo pada ketiga gadis disana.
• • •
Bastian menghentikan langkahnya di sebuah lestoran Pizza,
"Ah, temanku akan ikut bergabung, apa kalian tak keberatan? Temanku juga mengatakan jika dirinya ada di dekat lestoran Pizza ini, apa tidak masalah?" tanya Bastian.
"Tidak, ajak saja." sahut Aldo dan juga mendapat tiga anggukan dari gadis disana.
"Bastian Wang!" panggil seseorang,
Mereka pun menatap seseorang itu.
Haara mengerutkan keningnya, ia merasa tak asing dengan wajah pria itu.
Alka menyenggol Riza dan Haara,
"Dia lumayan tampan AtHaara, Yuriza~ namun wajahnya terlalu sangar, tidak jadi aku gebet deh," bisik Alka begidik ngeri.
Riza hanya menggeleng-geleng karena tingkah sahabatnya itu, namun Haara tak menghiraukan ucapan Alka.
"Kapan kau tiba?" tanya Bastian,
"Kemarin, bagaimana kabarmu?" tanya Pria itu.
"Im Fine, you?"
"Me too." senyum pria itu,
"Ah, ini temanku yang ku maksud tadi, dia baru tiba di Indonesia, ia datang dari Russia." seru Bastian.
Perlahan perasaan Haara mulai tak enak,
Haara menunduk, perlahan larut dalam fikirannya sendiri, ia takut jika fikirannya itu benar.
'Ah tidak mungkin!' batin Haara menolak keras,
"Halo! perkenalkan, namaku Zhao Finn Ti En."
Deg!
...•...
...•...
Author: "oke, Haara sudah musnah kepercayaan sama Yoan. tapi, perlu diketahui Yoan peluk Rynne ada alasannya yang di luar dugaan😢"
...♥Bersambung♥...
...•...
...❗❕❕❗...
...Terima kasih sudah membaca part ini kakak Readers dan kakak Author yang hebat hebat!❤...
...Jangan lupa untuk di...
...Like👍...
...Vote🎟...
...Tambah ke Favorite❤...
...Rate ⭐⭐⭐⭐⭐...
...Dan komentar yang selalu ku nantikan💭♥...
__ADS_1