My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
Teman Baru


__ADS_3

"Bagaimana jika aku masih mencintainya hingga sekarang? Apa itu ada urusannya denganmu?" tanya Yoan menatap Yuu remeh


Sontak Haara membelalakan matanya, tubuhnya gemetar hebat, tubuhnya lemas, seketika ia merasa dirinya hancur, ia menoba menguatkan kakinya untuk tetap berdiri


Yuu tak bisa berkata kata


"Jika dia bukan Irene, aku akan mencarinya, dan memastikan jika gadis itu benar benar mirip dengan Irene, bahkan aku akan senang sdkali jika gadis itu benar benar Irene" sahut Yoan datar


"Apa kau berniat akan mengkhianati Haara?! Haara itu istrimu!" emosi Yuu


"Tak perlu kau beritahu aku tahu jika dia itu istriku, tapi tak akan pernah ada cinta diantara aku dan dia" sahut Yoan santai


Haara merasa matanya terasa panas saat ini, ia meremas baju seragamnya erat


"Apa, apa kau tak berniat untuk mencintainya??" tak percaya Yuu


"Itu tidak akan terjadi" sahut Yoan santai


Yuu frustasi mendengar jawaban sepupunya itu


"Lalu perhatian dan kepedulian yang kau berikan padanya itu berarti apa Yoan!?" sulut emosi Yuu mencengkram baju kerah Yoan erat


"Ah, apa kau menyangka jika aku mulai menyukainya? Kau salah besar, perhatian dan kepedulian yang ku berikan itu sekedar peran ku saja yang menjadi suaminya, atau .. mungkin aku sudah menganggapnya adik keduaku setelah Xi Cha? dan juga .. aku lakukan itu sebagai balas budi ku karena ia telah memahamiku" sahut Yoan menurut penilaian dirinya


"Yo.. an! Jika wanita itu memang mirip dengan Irene, kau tak akan pernah bisa memilikinya, kau sudah memiliki Haara! jangan berniat untuk menghancurkan dirinya bahkan masa depannya Yoan!~"


Yoan terdiam


"Bisakah Haara menggantikkan posisi Irene di hatimu? Tolong jangan gila! Bahkan aku melihat Haara mulai membuka hati untukmu!"


"jika menurutmu seperti itu, aku tak akan membiarkan ia membuka hatinya untukku, karena aku tak akan membuka hatiku untuknya" seru Yoan terkekeh


Haara menunduk, ia tak dapat membendungnya, air matanya sudah menetes membasahi wajahnya sejak tadi, ucapan pria itu benar benar sangat menyakiti perasaannya, sungguh hatinya sangat sakit


"Yo..aaan!!!~" seru Yuu tak percaya


"Apa tak ada rasa cintamu ke Haara sedikitpun?! Bahkan sekarang hanya dia yang ada disampingmu! tidak dengan Irene! Irene sudah mati Yoan!! bisakah kau buka hati untuk istrimu dan mulai melupakan Irene Yoan!" gertak Yuu menahan agar dirinya tidak menyakiti sepupunya itu


"Tidak, dan tidak sedikit pun" sahut Yoan serius,


Yuu terdiam, ia tak bisa mengatakan apa apa, cengkramannya melemah dan terlepas, Yuu menunduk saat itu juga


"Dan perlu kau tahu aku tidak pergi ke Jepang saat itu, melainkan aku pergi ke Russia untuk mencari informasi tentangnya"


"Aku tak ingin mendengar penjelasanmu yang itu" sahut Yuu menatap Yoan nanar


"Bahkan kau terlihat seperti mendengarkan ucapanku Yuu" kekeh Yoan,


Yuu menatap Yoan tajam,


"Tak guna aku mendengarkan ucapanmu, aku hanya sedang memikirkan apa yang akan Haara rasakan jika ia tahu semua ini!" seru Yuu menekankan kalimatnya,


"Hatiku sakit sekali mendnegarnya, bagaimana jika Haara sendiri yang mendengarnya? cih!" mirus Yuu


"Aku ingin sekali menghajarmu saat ini Yoan~ Kalau saja tidak ada perjanjian dengan nenek jika aku dan kau tak boleh bertengkar, aku sudah menghajarmu sejak tadi!" seru Yuu menatap Yoan remeh


Haara tak kuat lagi, ia pun melangkah pergi meninggalkan tempat itu hatinya benar benar sudah hancur sekali rasanya,


Haara berlari dan terisak, ia tak menghiraukan tatapan tatapan orang yang melihatnya aneh, ia tak perduli itu


'Anniversary satu bulan yang ku harapkan ternyata adalah hari di mana hatiku hancur sekali, aku benci kamu Yoan!' batin Haara.


●•●•●•●•●


Haara berjalan di trotoar jalan dengan tatapan kosong,


Ia telah membatalkan pertemuannya dengan Yuu, ia tak ingin bertemu siapapun saat ini


Ia benar benar tak berniat untuk kembali memesan taksi dan pulang


Haara menengok ke arah kiri, tanah yang di tumbuhi rumput hijau dan ada satu buah kursi taman disana,


Haara melangkah mendekati kursi itu, ia menduduki dirinya di kursi taman itu,


Matahari akan sepenuhnya tenggelam, ia tak perduli akan seberapa menyeramkannya orang orang saat malam hari tiba


Haara jadi teringat perlakuan manis Yoan padanya,


Haara tersenyum miris, air matanya kembali menetes, ia ingin berusaha menahannya namun tak bisa, seketika suara isak keluar dari mulutnya,


Seketika bayang bayang yang selalu membuatnya bahagia menjadi sebuah kepahitan dan mimpi buruk di hatinya


"Pengakuan mu sungguh kejam Yoan" tangis Haara menutup matanya dengan kedua tangannya,


Haara memukul mukul dadanya yang terasa sesak, tangisnya pun semakin pecah saat itu, ia menangis sejadi jadinya


"Semua yang kau lakukan semata mata hanya sebuah kesalah pahaman untukku" isaknya


"Hatiku sakit sekali, sangat sak..itt!!" seru Haara menutup wajahnya,


Tangis nya terhenti saat ia merasa jika tetesan demi tetesan air membasahi bajunya

__ADS_1


Hujan turun di bulan Oktober begitu tidak ia duga duga


Ia mengadahkan tangannya


"Langit juga turut ikut bersedih ternyata~" miris Haara,


Hari pun telah menjadi gelap, matahari telah terbenam sepenuhnya,


Waktu malam adalah waktu yang sangat ia takutkan jika sendirian seperti saat ini,


...'Kau tak pandai menjaga dirimu sendiri'...


"Aku akan buktikan aku bisa menjaga diriku sendiri tanpa dirimu" senyum Haara,


Haara mengerutkan keningnya saat hujan tak membasahinya,


"Hey adik? Kenapa kau tak pulang? Kenapa hujan hujanan? Nanti kau sakit lho" seru seorang pria


Haara menengok ke arah belakangnya


"Kau?" seru pria itu mengerutkan keningnya,


Haara menunduk, ia benar benar tak menyangka akan bertemu pria yang menolongnya dari kecelakaan saat itu


"Sedang apa kamu hujan hujanan?? Nanti orang tuamu mencarimu, kau juga bisa jatuh sakit" khawatir pria itu


Haara tak menjawab


"Aduh, apa aku harus menelfon orang tuamu?"


"Saya bukan anak kecil" sahut Haara dingin


"Aku tahu kau bukan anak kecil, tapi hari sudah menjelang malam, bahaya jika seorang gadis seperti mu sendirian di malam hari" nasihat pria itu


"Jangan mengkhawatirkan saya, anda pergilah, jangan hiraukan saya"


"Tubuhmu menggigil seperti itu, hari semakin dingin, biar aku antar kamu pulang, pasti orang tua mu khawatir"


"Aku tak ingin pulang"


"Hahh, remaja wanita memang sangat sulit dipahami, baiklah, seperti ini saja, lebih baik cari tempat berteduh, dan meminum segelas teh hangat".


• • •


Haara menduduki dirinya di sebuah minimarket yang terdapat kursi disana,


"Kau tunggu disini, aku belikan teh hangat untukmu" seru pria itu masuk ke dalam minimarket


Haara tersenyum tipis, ia pun mengambil cardigannya didalam tas dan memakainya,


Panggilan masuk dari pria itu berjumlah 4 kali dan pesan masuk ada 6


'Setelah aku pulang aku tak mendapatimu ada di penthouse, kau kemana?'


^^^-Yoan^^^


...•...


'Dimana kau Haara?'


^^^-Yoan^^^


...•...


'Balas pesanku! Angkat telfonku!'


^^^-Yoan^^^


...•...


'Hey! Jangan membuatku khawatir, kau dimana??'


^^^-Yoan^^^


...•...


'Kau baik baik saja kan? Tak terjadi sesuatu denganmu, iyakan?'


^^^-Yoan^^^


...•...


'Haara jangan menakutiku, balas dan angkat telfonku!'


^^^-Yoan^^^


...•...


Ponselnya kembali bergetar, panggilan masuk dari pria itu kembali masuk


Namun Haara matikan daya ponsel itu dan kembali menyimpannya di dalam tas,

__ADS_1


"Ah syukurlah kau membawa cardigan, ini minumlah" seru pria itu


"Terima kasih" sahut Haara,


Pria itu duduk di kursi sebelah Haara,


"Kenapa kau tak mau pulang?" tanya pria itu mengintrogasi


Haara terdiam


"Apa kau kabur dari rumah? Atau ..sedang bertengkar dengan .. Kekasihmu?" tebak pria itu ragu,


"Kekasih? Bahkan aku sangat senang saat itu menyebut jika dirinya adalah kekasihku" tatapan kosong Haara,


"Hahh, anak remaja sungguh umum sekali masalah seperti ini" angguk angguk pria itu


"Aku memang orang asing untukmu, tapi aku menasihatimu agar kau menyelesaikan masalahmu dengan pacarmu segera"


"Aku rasa tak perlu, aku tak ingin menyelesaikan masalah dengan nya yang sudah mengkhianatiku" sahut Haara melamun


"Mengkhianatimu bagaimana?"


"Ia masih mengharapkan cinta dimasa lalu nya"


Pria itu terdiam


"Lalu untuk apa ia menjadikan mu kekasihmu?"


"Entahlah, yang jelas aku membenci dirinya sekarang"


"Disuatu hubungan itu selalu ada pertengkaran, tak akan pernah berjalan mulus terus, itulah cobaan dalam suatu hubungan" jelas pria itu


"Jika kau diposisi sebagai korban, aku rasa kau harus mempertimbangkan perasaannya padamu"


'Bahkan dia tak punya perasaan padaku' batin Haara


"Kau juga harus menghargai dirimu sendiri, kau itu wanita, wanita itu berharga sekali, jangan kau habiskan waktumu dengan orang yang tak mencintaimu" nasihat pria itu,


Haara menatap pria itu, pria dihadapannya memiliki sifat yang baik


"Anda benar tuan, terima kasih sudah menasihatiku" senyum Haara,


Pria itu meminum teh nya,


"Yeah, sama sama, jadi apa sekarang kau akan pulang? Karena aku tak punya waktu untuk menemainimu" tanya pria itu


Haara kembali menghidupkan ponselnya, ada 8 panggilan masuk dari Yoan, ia mencoba tak menghiraukan, ia pun memesan taksi online,


"Aku akan pulang"


"Hahh, akhirnya, lalu kau sedang apa itu?"


"Memesan taksi online" sahut Haara


"Oke, sepertinya aku berhasil membuat hatimu lebih tenang, kalau seperti itu, aku pergi ya" seru pria itu bangkit berdiri,


"Mm tuan?" panggil Haara, hal itu membuat pria itu menghentikkan langkahnya dan menatap Haara


"Boleh saya tahu nama anda?" tanya Haara


Pria itu mengerutkan keningnya,


"Namaku?" tanya pria itu menunjuk dirinya sendiri


Haara mengangguk


"Untuk apa mengetahui namaku? Kau tak mencoba untuk mendekatiku kan? Aku tak suka dan tak tertarik dengan anak SMA, sekalipun kau cantik juga, aku lebih suka wanita yang sudah dewasa" kekeh pria itu


"Ah bukan, aku hanya ingin menambah teman saja, apa itu salah?" tanya Haara


"Ahh, teman ya? baiklah" paham pria itu menghampiri Haara lagi


Pria itu menyodorkan tangannya,


"Perkenalkan namaku Bastian Wang" senyum pria itu.


...•...


...•...


...BERSAMBUNG...


...•...


terima kasih sudah tetap stay di cetitaku😉 semoga makin kesini makin suka dengan ceritanya😍


jangan lupa di :


Like👍


tambah ke favorit❤

__ADS_1


Rate⭐⭐⭐⭐⭐


dan komentarnya💭 yang selalu aku nantikan❤


__ADS_2