
Yoan hanya memerhatikan Haara dari tempatnya berdiri sekarang, tanpa berniat menghampiri gadis itu yang memperebutkan sebuah novel.
Haara yang terlihat langsung menyerobot buku yang siswi itu pegang, sisiwi itu pun sepantaran dengan Haara, membuat kepala nya pening.
"Hey kamu! Apa yang kau lakukan! Ini novel milikku!" seru siswi itu saat novelnya di tarik oleh Haara
"Tidak, ini milikku!"
"Lepas! Ini milikku!"
Haara tak akan mengalah, ia menarik nafasnya untuk menariknya lebih kuat
"Hey kamu! kamu main serobot serobot saja! Ini novel milikku! Jadi lepas! Bahkan novelnya masih banyak!" kesal siswi itu
"Tidak! Yang ini dapat fotocard tokoh novel ini! jadi kamu saja yang lepas!" Seru Haara tak mau kalah
Teman teman gadis yang sepantaran dengan Haara itu kualahan untuk memisahkan mereka
Yoan memijat pelipisnya melihat kelakuan istrinya yang diluar dugaan
Mau tak mau Yoan pun menghampiri Haara yang sedang ribut disana
"Lepas~ ini milikku!~" seru siswi itu, namun tatapannya terfokus pada Yoan yang ada didepannya
Hal itu membuat genggaman erat pada novelnya melemah,
"Kya-!!" teriak Haara
Grep!!
Haara membuka matanya, ia melirik Yoan yang menahan dirinya agar tak terjungkal ke belakang,
Haara menelan ludahnya melihat tatapan maut pria itu
Lalu bagaimana dengan siswi siswi itu?
Mereka terpesona dengan wajah tampan Yoan tentunya~
Yoan mengadahkan tangannya didepan Haara
"Ap apa?" tanya Haara yang masih diposisi yang sama, masih di pelukan pria itu,
"Berikan novelnya" seru Yoan datar
"Tapi Yoan~" rengek Haara
Yoan menajamkan tatapannya pada Haara
Haara cemberut dan memberi buku novel itu kasar pada Yoan
Yoan memberikan buku novel itu pada siswi itu
Siswi itu masih senantiasa menatap Yoan, begitu juga dengan kedua temannya
"Maaf telah membuat mu kesal dengan ulahnya" seru Yoan
"Ahaha, tidak apa apa" malu siswi itu menatap Yoan genit
Haara mengambil novel lain yang sama seperti yang ia rebutkan tadi, ia sangat kesal karena pria itu tak membelanya
Yoan menatap Haara disampingnya
"Tujuanmu kesini untuk cari apa? Buku rumus fisika iyakan?"
"Tapi aku ingin buku novel yang ada fotocard nya seperti dia" rengek Haara kesal
Siswi siswi itu masih senantiasa berdiri ditempat, menontonkan Haara dan Yoan berdebat
"Tidak untuk novel AtHaara" seru Yoan sabar
"Aku suka novel! Aku ingin beli novel itu!!~" sahut Haara merengek menahan kesal
Yoan menghela nafasnya sabar
"AtHaara~" seru Yoan sabar
"Kenapa kau memberikan novel itu padanya dan bukan membelaku?! Bahkan itu milikku!" kesal Haara
"Membelamu? Milikmu? Jelas kau yang mengambilnya darinya" sahut Yoan tajam
Haara mengerucutkan bibirnya, ia menatap siswi siswi itu yang masih berdiri didepannya dan menatap Yoan tanpa mengedip
"Jangan menatap pacarku!" kesal Haara menatap siswi siswi itu
"Pa pacar??" terkejut siswi siswi
Yoan menggaruk garuk tengkuknya, ia sangat malu dengan sikap Haara yang benar benar ke anak anak kan
"Iya pacar! Kalian sudah menang mengambil novel itu! Jadi aku minta jangan tatap tatap pacarku! Apalagi menggodanya, dia tak akan tergoda!" kesal Haara
Yoan menatap Haara santai
"Biasa saja bicaranya! Marah marah tak jelas saja!" kesal siswi itu
"Kau .." -Haara
"Maafkan gadis ini ya?, mood nya memang sedang tidak baik sekali saat ini" seru Yoan lembut
"Ah iya tidak apa apa, tapi apa benar dia pacar anda?" tanya salah satu siswi itu menatap Haara sinis
Haara membuang wajahnya,
Haara ragu, ia tak tahu pria itu akan menyahut apa
"Iya, lebih tepatnya dia tunanganku" seru Yoan tersenyum tipis
Haara mematung saat mendengarnya,
Ketiga siswi itu terkejut bukan main, mereka pun melangkah pergi.
'Padahal aku berharapnya ia mengaku jika dirinya pacarku, tapi ia bilang tunanganku!! Oh my god!' batin Haara tak percaya.
●•●•●•●•●
Haara mencuri curi pandang kearah Yoan yang disebelahnya yang fokus mencarikan buku kumpulan rumus fisika untuk dirinya sendiri, pria itu benar benar membantunya.
"Apa kau sering seperti itu pada orang?" tanya Yoan yang fokus ke rak buku di depannya
"Ha? Tidak"
"Lalu kenapa kau seperti tadi? Main ambil milik orang lain"
"Karena kau menarikku pergi, itu adalah buku novel yang ku tunggu tunggu di toko buku ini, aku melihat saat ia mengangkat novelnya ada fotocard nya di belakang novel itu, tapi punya ku yang ini tak ada" cemberut Haara
Yoan mengambil buku novel yang Haara genggam itu tiba tiba
"Eh Yoan!, a aku tidak apa apa kok! Tidak masalah jika novel ini tak ada fotocard nya!!~, jangan larang aku untuk membelinya ku mohon~" panik Haara,
Yoan menatap Haara bingung dan melangkah meninggalkan gadis itu, Haara pun mengikuti Yoan dengan wajah panik.
"Permisi" seru Yoan pada karyawan disana
"Ah i iya kak? Ada yang bisa saya bantu?" tanya karyawan itu sedikit terkejut
"untuk novel ini masih ada yang tersisa tidak? Yang terdapat fotocard nya?" tanya Yoan,
"Ah, sebentar saya akan carikan" seru karyawan itu pergi
Yoan mengangguk ramah
Haara terdiam, ia tak menyangka pria itu melakukan itu untuknya,
Yoan memberikan novelnya pada Haara dan melangkah ke tempat rak buku tadi
__ADS_1
'Aku akan membuatmu mencintaiku Yoan dan setelahnya aku benar benar tak akan menyerahkan mu pada siapapun Yoan, kau akan menjadi milikku seorang' batin Haara terharu.
Haara berdiri tepat disebelah pria itu yang fokus melihat ke rak buku tempat lain,
"Ini" sodor Yoan menyodorkan buku rumus rumus fisika pada Haara,
"Apa ini lengkap?" tanya Haara
"Aku tahu nama penulis buku ini, banyak buku materi materi yang ia terbitkan, isi nya lumayan lengkap tidak seperti buku buku pada umumnya" jelas Yoan
Haara yang mendengarnya tertawa kecil
"Kenapa kau tertawa? Apa ucapanku ada yang lucu?" heran Yoan
"Kau seperti seseorang yang sedang mempromosikan buku padaku" kekeh Haara
Yoan yang mendengarnya meninggalkan Haara, Haara pun membuntuti Yoan
"Eh? Kau marah?" kekeh Haara
"Biasa saja, aku hanya ingin keliling" sahut Yoan melihat buku buku
Haara melihat Yoan yang mengambil buku percakapan bahasa korea
"Ah, mengenai itu, kamu mengurus pembukaan cabang perusahaanmu untuk di korea. kata Yifan, jika sudah siap dijalankan, kamu atau papanya Yifan akan mengurus perusahaan di Korea ya?" tanya Haara
"Iya"
"Lalu?"
"Lalu apanya?" tanya Yoan melirik Haara sekilas
"Siapa yang akan menjalankan perusahaan disana?" tanya Haara
"Bagaimana menurutmu?" tanya balik Yoan
Haara mengambil buku panduan belajar bahasa Mandarin
"Menurutku?" seru Haara menunjuk dirinya sendiri
"Jika aku akan menjalankan perusahaan di Korea, kau akan ikut denganku tentunya, kau akan lanjut kuliah di korea" jelas Yoan melihat keluar jendela besar toko buku itu
"Kenapa tidak di Indonesia saja?" tanya Haara
"Perusahaan di China, Jepang, Russia itu aku yang menjalankannya walau hanya beberapa bulan saja, lalu aku menyerahkan pada anggota keluarga Zhao yang lain" jelas Yoan
"lalu saat aku di China memutuskan membuka cabang perusahaan di Indonesia, jadi pemegang utama perusahaan sebelum sebelumnya adalah aku, jika sudah berjalan sesuai yang diharapkan, aku memiliki rencana untuk membuka cabang perusahaan di Korea, jelas aku juga yang akan mengembangkannya lagi" jelas Yoan lagi
Haara ternganga saat mendengarnya, ia akui sekali jika suaminya itu benar benar sangatlah mapan dan sangat sukses sekali, ia tak menyangka jika suaminya ini menjadi dalang perintisan awal awal perusahaannya yang baru-baru dikembangkan di berbagai negara,
"Permisi kak, ini novelnya yang ada foto card nya" seru karyawan yang tadi
Haara tersenyum sumrigah, ia mengambil novel itu dan terlihat antusias
"Wah! Terima kasih kak sudah mencarikannya untukku" seru Haara senang
"Sama sama kak, biar novel yang satunya saya simpan" senyum karyawan itu ramah
"Ah ini, maaf merepotkan dan terima kasih sekali lagi" senyum Haara
"Sama sama kakak" senyum karyawan itu sambil terkekeh melihat tingkah Haara yang terlihat lucu
"Yoan! Lihat! ada fotocard bertanda tangannya!" seru Haara menunjukkan novelnya pada Yoan dengan bangga
"Lebih bagus yang itu daripada novel yang kau perebutkan dari siswi tadi yang sudah kusut" seru Yoan
"Eh? Apa kau memberikan novel itu pada nya karena kusut?"
"Hm~" sahut Yoan sambil memilih buku percakapan bahasa Korea
Haara tersipu malu saat alasan yang ia ucapkan itu maksud awal dari pria itu
"wah ada BTS!! Aku sukaa!! Aku ingin ini!!" antusias Haara mengambil buku yang isi nya foto foto Boy Band kesukaannya itu
"Ambil saja, bahkan kau membayar menggunakan ATM yang ku berikan" sahut Yoan fokus pada satu buku
"Tapi ATM mu itu tetap milikmu, uangmu, aku izin padamu karena aku memakai ATM mu untuk membeli buku ini, ini bukan termasuk kebutuhanku, melainkan untuk kesukaanku" jelas Haara memelas
Yoan melirik Haara sekilas
"Hahh, beli saja apa yang kau mau dengan ATM yang ku berikan itu, sudah ku bilang uang ku itu uangmu juga" sahut Yoan menatap satu buku yang ia pegang
'Aku sayang Yoan sekali~' batin Haara berbunga bunga,
Haara melirik buku yang membuat pria itu mengerutkan keningnya
"Ah? Akito Sakurada!" seru Haara
Yoan menatap Haara bingung
Haara menatap Yoan bingung karena menatap nya dengan tatapan sulit Haara artikan,
"Kamu kenapa menatapku seperti itu?" tanya Haara bingung
"Kau .. Mengenalnya?" tanya Yoan
"Tentu! dia adalah aktor kesukaanku! Dia juga seorang penyanyi terkenal di Jepang!" jelas Haara
"Pe penyanyi?? Aktor??" tak percaya Yoan
"Iya, kamu kenapa sih?" bingung Haara
Yoan menatap buku yang ia pegang tak percaya,
"Dia teman dekatku saat kuliah" sahut Yoan
"Te teman dekatmu?? Sahabatmu dong??!" terkejut Haara
"Hmm, dia kuliah di China saat itu, ia mengambil jurusan akting saat itu" jelas Yoan
"Wa wah!! Su su sungguh?? Kau tak bercanda kan??!"
"Untuk apa aku bercanda?" tanya balik Yoan
"La lalu, kalian masih contact-an??" tanya Haara antusias
"Sudah lama kami tak bertukar kabar" sahut Yoan
Haara merasa hal yang diluar dugaan baru menghantam nya,
"Lain kali ajak aku bertemu dengannya ya, ku mohon~" mohon Haara
Yoan mengerutkan keningnya
"Aku sangat mengidolakannya~" seru Haara mengerucutkan bibirnya
"Kami sudah lama tak bertukar kabar, aku tak tahu jika nomor nya masih aktif atau tidak, selebihnya dia sekarang adalah seorang public figure" sahut Yoan
"Mengecewakan~" cemberut Haara
"Aku titip satu buku ini" seru Yoan menyodorkan buku percakapan bahasa korea,
Yoan menatap Haara yang masih terdiam larut dalam fikirannya
"Ayo bayar, perutku lapar" seru Yoan menarik Haara ke arah kasir.
●•●•●•●•●
"Terima kasih" seru Yoan kepada pelayan yang mengantar makanan mereka,
Yoan menatap Haara didepannya yang fokus membaca buku novelnya
"Makan dulu, baru baca" seru Yoan
__ADS_1
Haara menyimpan bukunya di dalam papperbag buku nya dan mulai memakan makanannya.
"Zhao Xi Cha Ti En ingin bertemu denganmu" seru Yoan tiba tiba
"Hah? A aku??" terkejut Haara menunjuk dirinya sendiri
"Iya, dia penasaran dengan mu, ia belum pernah melihatmu"
"Apa ia akan ke Indonesia?"
"Konyol, bahkan ia sekolah, mana mungkin ia akan mengambil cuti untuk bertemu denganmu saja" celetuk Yoan
Haara yang mendengarnya sudah kebal dengan ucapan pria itu
"Lalu?" tanya Haara
"Dia ingin video call denganmu"
"E eh, ta tapi aku tak bisa berbahasa mandarin Yoan, bahkan kau tahu jika bahasa mandarinku hanya bisa untuk perkenalan saja" seru Haara panik
"Gunakan bahasa Jepang" sahut Yoan memakan makanannya
"Bahasa Jepang??"
"Kau pun sudah menguasai bahasa Jepang, bahkan kau SMP di Jepang" seru Yoan santai
"Loh? Kok kamu tahu aku sekolah di Jepang saat SMP?" tanya Haara terkejut
Yoan terdiam seketika, tubuhnya mematung seketika,
"Oh iya ya, saat kau memecahkan vas bungaku aku mengatakan jika aku SMP di Jepang, haha bodoh aku" kekeh Haara kembali makan
Yoan menghela nafasnya lega.
'Belum saat nya aku mengatakan soal pertemuan aku dan dia di Jepang beberapa tahun yang lalu' batin Yoan
Yoan teringat dengan ucapan dokter Wang yang mengatakan jika dirinya ada kemajuan, traumanya perlahan menghilang, yang harus ia terapkan adalah tidak boleh mengingat tentang ingatan dulu, itu dapat memicu traumanya lagi.
●•●•●•●•●
• • •
• •
•
Haara termenung di mejanya, ia menghela nafasnya, ia menatap ponselnya yang menampilkan jam dan juga tanggal hari ini
"Kamis, 13 November 2020, hahh tepat hari ini adalah hari anniversaryku dengan Yoan yang ke 2 bulan, dan tepat satu bulan yang lalu perasaanku disakiti olehnya" gumam Haara melamun,
Haara menidurkan kepalanya di atas meja,
"Untuk sekarang apa aku harus membuat sebuah perayaan? Namun aku takut ia curiga denganku, dan juga apa hanya aku saja nantinya yang senang, tidak dengannya?" seru Haara menghela nafasnya malas
"Jika aku memberikannya hadiah, apa ia akan merasa aneh? Dan juga pasti ia akan curiga, lalu melihat tanggal, dan dan .. dan .. Huwaa~ aku bingung!!" kesal Haara
"AtHaara~ ke kantin yuk" seru Alka yang baru kembali dari toilet dengan Riza
Haara bangkit berdiri dan pergi keluar bersama Alka dan Riza
"Haara, BTS akan konser di tanggal 29 November, kau mau kesana?" tanya Alka
"Tentu saja! Aku akan datang!! wuhuu!!" antusias Haara
"Jika akan menonton kita akan keluar kota, Yoan mau mengantarmu nonton konser memangnya?" tanya Riza
Haara mengangguk semangat
"Wah!! Sungguh?? bisa nonton konser bersama kak Yoan juga dong~!!" seru Alka
"Iya benar, huhu" terharu Haara.
●•●•●•●•●
Semua siswa siswi pun berhamburan keluar dari kelas, pelajaran telah usai.
Haara menatap Yoan yang fokus memainkan ponselnya, dengan tangan kanan dimasukkan ke saku celananya dengan raut yang kebingungan
Haara menghampiri Yoan pelan, ia berjinjit untuk melihat isi pesan itu
"Mama .. Lucy?? Lho? mamaku??" tanya Haara membuat Yoan sedikit terkejut,
Yoan menjauhkan ponselnya agar Haara tak bisa membaca pesan dari mama gadis itu, Lucy.
Haara tak mengalihkan pandangannya dari ponsel pria itu, namun ia alihkan untuk menatap Yoan, pria itu juga menatap nya
"Ihh pelit!, lihat sini~" seru Haara menarik tangan kiri Yoan yang memegang ponsel
Haara memegang tangan kiri Yoan yang masih memegang ponsel itu dan membaca pesan di layar ponsel pria itu
Haara mengscroll isi pesan itu dari awal,
Yoan hanya pasrah saja, ia melirik Haara yang berdiri tepat didepannya, jarak mereka begitu dekat sekali
Harum sampo gadis itu tercium di indra penciuman Yoan, wangi khas gadis itu dan wangi sampo gadis itu tercampur menjadi satu, membuat harum ciri khas gadis itu berbeda dari yang lain.
Yoan melihat sekitar, siswa siswi mempertontonkan mereka berdua,
"Mama ku dan mama Stephannie mau ke penthouse?" tanya Haara tetap fokus pada ponsel Yoan,
"Kau sangat suka membuat sensasi disekolahmu ya?" seru Yoan membisikkan di telinga Haara
"Sensasi apa?" tanya Haara masih fokus membaca pesan di ponsel Yoan
"Posisi mu saat ini, yang tepat didepanku, apa jangan jangan kau ingin membuat teman sekolahmu berfikir macam macam ya AtHaara~?" bisik Yoan
Haara membelalakan matanya, Haara pun langsung melangkah menjauh dari Yoan,
Yoan memiringkan kepalanya menatap Haara bingung
"Ke ke ke kenapa kamu baru bilang sih?" gelagap Haara
"Kau yang memulai sendiri" sahut Yoan membuang pandangannya
Haara menggaruk tengkuknya, ia merasa malu
"I itu, lihat pesan nya, aku belum selesai bacanya~" seru Haara melihat Yoan memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya
"Yang jelas nanti mereka akan memberitahunya di penthouse, cepat naik, kita tak boleh membuat mereka menunggu" seru Yoan naik ke dalam mobil
" a ah i iya" gugup Haara naik ke dalam mobil, ia merutuki kebodohannya, tapi ia menyukai kebodohannya itu.
...•...
...•...
...❤Bersambung❤...
...•...
...❗❕❕❗...
...Terima kasih sudah membaca part ini kakak Readers dan kakak Author yang hebat hebat!❤...
...Jangan lupa untuk di ...
...Like👍...
...Vote🎟...
...Tambah ke Favorite❤...
...Rate ⭐⭐⭐⭐⭐...
__ADS_1
...Dan komentar yang selalu ku nantikan💭♥...