My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
Misi Selama Tiga Hari


__ADS_3

Hari kembali berlalu,


Hari ini adalah hari yang tepat di tanggal 13, tanggal anniversary pernikahan mereka yang telah menginjak 15 bulan.


Yoan tersenyum saat melihat Haara yang tengah sibuk menata sarapan di meja.


Dengan langkah mengendap-endap, pria itu langsung memeluk tubuh Haara dari belakang dengan erat.


grep!


"Pagi sayang~" seru Yoan lembut.


"Pag ... aduh! Aku tak bisa nafas, lepas." sahut Haara mencoba melepaskan pelukan Yoan.


"Hey ayolah, biasanya suka di peluk, dan kamu bakal balik peluk aku." kekeh Yoan membalikkan tubuh Haara.


"Yoan lepas!" seru Haara menatap Yoan tajam.


Ekspresi pria itu seketika langsung berubah takut, perlahan pelukannya pada Haara merenggang.


"Ee~ maaf."


Yoan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Haara, pakaikan aku dasi." seru Yoan menyodorkan dasinya.


Haara menatap Yoan sekilas dengan raut datar.


"Aku harus memberikan susu untuk Yiran dan Sissy, kamu pakai sendiri saja, bisakan?" seru Haara pergi.


Yoan mengerjapkan matanya saat Haara baru kali ini menolak saat dirinya minta agar Haara memakaikannya dasi, ia hanya diam dan mulai memakai dasinya sendiri.


"Aku mau menginap di rumah mama dan papamu selama beberapa hari." seru Haara.


"Ha?? Tunggu, kenapa tiba-tiba sekali?" tanya Yoan terkejut.


"Suka-suka aku dong, habis aku tak punya teman bicara jika di penthouse, jika di rumah mama, aku bisa bicara dengan Xi Cha." sahut Haara tanpa menatap Yoan.


Yoan yang mendengar sahutan Haara merasa sungguh tak enak sekali di dengar.


"Maaf jika aku tka bisa menemanimu bersama Yiran dan Sissy di rumah aku ..."-Yoan.


"Sarapannya nanti keburu dingin, nanti kau telat, cepatlah makan." sela Haara lagi-lagi tanpa menatap Yoan.


" ... Ah, baiklah." sahut Yoan pelan.


●•●•●•●•●


• • •


Yoan mencoba mengalihkan fokusnya sekejap dari berkendara untuk menatap Haara di sebelah.


Ia merasa jika Haara bersikap aneh.


"Fokus menyetir, kenapa menatapku?" tanya Haara melirik Yoan sekilas.


"Cantik." goda Yoan.


Tak ada sahutan dari gadis itu.


"Mm~ kau sungguh ingin ke rumah mama papa ku?? Di rumah ku ada Finn lho?" tanya Yoan.


"Aku tahu di rumah ada Finn, lalu kenapa??" tanya Haara datar.


"Kamu tak takut?" tanya Yoan.


"Sudah ingat dosa dia, untuk apa takut." sahut Haara dingin.


Yoan mengerutkan keningnya, ia sungguh semakin bingung dengan sikap Haara.


"Kamu kenapa sih??" tanya Yoan.


"Kenapa apanya?" tanya balik Haara.


"Sikapmu, ucapanmu juga dingin sekali dengan ku, kenapa sih??" tanya Yoan heran.


"Apasih, aku tak apa-apa di tanya 'kenapa sih' gak jelas kamu." sahut Haara ketus.


"Tapi sikap kamu seperti ini sekali lho sama aku, ini seperti bukan dirimu sekali lho." tanya Yoan menghentikan mobilnya saat telah tiba di pekarangan rumah kedua orang tua nya.


"Lalu? Aku harus bagaimana? Sikap biasaku itu seperti ini kok, aneh dimana nya sih??" tanya Haara mulai kesal.


Yoan menghela nafasnya pelan.

__ADS_1


"Lupakan saja, maaf aku bertanya nya berlebihan ya?" seru Yoan lembut.


"Hm." dehem Haara turun dari mobil.


Yoan merasa jika sejujurnya ada yang aneh dengan Haara, karena ia takut Haara marah, ia tak berani memperpanjangnya.


●•●•●•●•●


Haara tersenyum cerah saat melihat Xi Cha yang tergesa-gesa lari menghampirinya.


"Gishi!! Huwaa~ akhirnya gishi dan kak Yoan kesini~" seru Xi Cha antusias.


"Iya Xi Cha, mama dan papa mana?" tanya Haara.


"Ada di dalam, ayo masuk! Ya ampun, kak Yoan, kak Haara! Yiran dan Yu Xi semakin lucu saja sih~ kawaii~" seru Xi Cha berlutut di depan stroller.


"Ahahah~ mereka memang sangat lucu, Xi Cha coba tunjukkan papa dan mama ada di mana, kakak ingin bicara dengan mereka." kekeh Haara.


"Ah, baiklah ikuti aku." seru Xi Cha.


●•●•●•●•●


Setelah berbincang mengenai keputusan Haara akan menginap beberapa hari di rumah kedua mertuanya itu, hal itu tentu mendapatkan sambutan hangat dari kedua mertuanya yang tentu memperbolehkan nya menginap.


"Kau tak pergi ke kantor?" tanya Haara dengan tatapan fokus pada ponselnya.


"Ah, aku hampir lupa, jika seperti itu aku akan pergi ke kantor." sahut Yoan bangkit berdiri.


Yoan mengerutkan keningnya saat Haara tetap duduk dengan tatapan terfokus pada ponsel.


"AtHaara?" panggil Yoan.


"Hm~"


"Aku akan berangkat ke kantor." seru Yoan.


"Ya sudah, pergilah." sahut Haara tanpa berniat menatap Yoan sedikit pun.


"Kau tak mengantarku sampai depan rumah???" heran Yoan.


Haara menatap Yoan datar.


"Tak perlu antar, aku pergi." seru Yoan sedikit kecewa.


Yoan menghela nafasnya kasar dan pergi.


'Sikap nya aneh sekali, sikapnya dingin dan cuek sekali denganku, ada apa dengannya ya? apa aku berbuat salah padanya ya? tapi apa??' batin Yoan bingung.


●•●•●•●•●


• • •


• •



Singkat waktu, malam hari kemudian~


Yoan sesekali menatap layar ponselnya, ia sedang menunggu sebuah balasan pesan, namun hasilnya nihil dan nihil.


Sesampainya di rumah, pria itu dengan cepat masuk ke dalam rumahnya.


"Kau terlihat tergesa-gesa, ada apa?" tanya Finn.


"Haara dimana?" tanya Yoan pada Finn.


"Dia pergi keluar dengan kedua temannya apa ia tak bilang padamu?" tanya Finn.


"Tidak, pesanku pun tak ia balas, dari kapan ia pergi?"


"Hmm~ mungkin 3 jam yang lalu, ah! Itu dia." tunjuk Finn.


Yoan menatap Haara yang masuk ke dalam rumah dengan ekspresi santai.


"Darimana kamu?" tanya Yoan serius.


"Beli martabak." sahut Haara tanpa menghentikan langkahnya.


"Hey, aku sedang bicara padamu." seru Yoan mengejar Haara.


Grepp!


"Aduh, apa sih??"

__ADS_1


"Ikut aku." seru Yoan menarik Haara naik ke lantai atas.


• • •


Yoan mengunci pintu kamar nya dan kini ia menatap Haara serius.


"Kenapa pesan ku tak di balas? Aku mengirim pesan beberapa kali padamu tapi kenapa tak kau balas?" tanya Yoan.


"Ponselku tak aku bawa." sahut Haara cuek.


Yoan memijat pelipis nya pening, ia benar-benar tak tahan lagi drngan sikap gadis itu.


"Kamu ini kenapa sih??" tanya Yoan tak sabar.


"Pertanyaan ini lagi." hela nafas Haara malas.


"Karena sikapmu aneh sekali." sahut Yoan.


"Kau yang aneh, aku tidak kenapa-kenapa tapi kau menuduhku yang tidak-tidak!" kesal Haara.


"Apa aku buat kamu kesal?? Jika iya, bisakah kau beritahu aku apa kesalahanku?? aku sungguh bingung sekali dengan sikapmu yang seperti ini padaku, tolong jangan bersikap seperti ini." seru Yoan lemah.


Haara hanya membuang wajahnya nggan menatap Yoan.


"Apa karena aku tak bisa menemanimu saat kau, Yiran dan Sissy di penthouse ya?" tanya Yoan memegang kedua pundak Haara.


"Aku tak mau bahas hal-hal seperti ini lagi deh, aku tak mau berdebat menganai tuduhanmu padaku, aku mau ke kamar Xi Cha." seru Haara melangkah pergi.


Yoan hanya bisa diam tak bisa berbuat apa-apa.


• • •


Haara menatap ke atas tangga untuk memastikan Yoan mengikutinya apa tidak.


Haara menghela nafasnya lega.


'Yoan maafkan aku~ maaf aku kerjain kamu seperti ini~' batin Haara.


'Selama 3 hari, seharian saja aku tak kuat mendiaminya dan bersikap cuek nan dingin padanya, ide Alka benar-benar gila~' batin Haara menangis.


...•...


...●...


...🎐Bersambung🎐...


...●...


...•...


...•...


...Author:...


..."baru satu hari Haara, masih tersisa dua hari lagi nih buat kerjain Yoan ya, whahah😆...


...•...


...Jangan lupa untuk memberi dukungan pada karyaku ya kakak-kakak🤗...


...⭕Jangan lupa:...


...👍 Like,...


...🏷Vote,...


...⭐⭐⭐⭐⭐Rate 5 star,...


...❤Favorite,...


...💌 komentarnya yang selalu aku nantikan⭕...


...💃谢谢大家!💃...


...(Xièxiè dàjiā!)...


...(Terima kasih semuanya!)...


...Sehat selalu untuk kalian semua😍😍...


...see you next tomorrow❤...


🎐我的命运是赵先生🎐

__ADS_1


__ADS_2