My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
Lelucon Ala Pria Dewasa


__ADS_3

Glek!


Haara menelan ludahnya susah saat Yoan menatap Haara dalam.


"Apa benar yang di katakan mereka? Jika kau mengatakan kepada mereka bahwa kita pergi ke China untuk bulan madu?" tanya Yoan menaikkan sebelah alisnya.


Haara gelagapan.


"Tidak Yoan~ mereka berdua adalah pendusta! Mereka bercanda saja~ serius!" jelas Haara cepat.


"Wah! candaan mereka benar-benar membuatku berfikir liar saat ini." seru Yoan memijat pelipisnya.


"Yoan, percaya padaku, mereka hanya bercanda, okey?" seru Haara serius.


Srett!


Haara membulatkan matanya saat Yoan dengan gerak cepat memajukan kepalanya dan mengurungnya di bawah pria itu.


"Yoan, kamu mau ngapain?!"


"Hmmm~ Mereka sangat mahir sekali mengetahui hal semacam itu ya? Tapi mereka masih belum tahu jika bahan bercandaan mereka itu membuatmu dalam bahaya, Kau tahu? lelucon mereka itu sungguh membuat fikiranku tak sehat." seru Yoan dengan tatapan sayu.


Deg!


'Mati aku! Alkaaaaaa!!! Rizaaaaa!!! akan ku beri pelajaran kalian jika sampai terjadi sesuatu padakuuuu!!!' batin Haara merutuki Riza dan Alka.


Haara mendorong tubuh Yoan yang akan mendekat pada wajahnya.


"Yoan, aku teriak nih ya!?" panik Haara.


"Untuk apa teriak?" tanya Yoan dengan suara beratnya.


"Ji-jika kau macam-macam, aku akan teriak atas kasus pem*rkosaan!!"


Yoan yang mendengarnya menunjukkan smirk nya pada Haara.


"Suami mana yang akan di tangkap jika melakukan hal itu pada istrinya sendiri hm?" tanya Yoan.


"Ka-kau akan ku laporkan karena memaksa anak SMA seperti ku!!" takut Haara.


"Hey~ ini di China, bukan di Indonesia, mana ada yang percaya jika kau adalah anak SMA?" kekeh Yoan mencoba menyingkirkan tangan Haara yang menahan pergerakannya.


"Yoan!!! Nggak mauuu!!!" teriak Haara.


"Tak baik menolak keinginan suamimu sendiri lho." sahut Yoan menahan tawanya.


"Huwaaaa!! Mama!!! Papa!!! Tolong akuuu!!" teriak Haara histeris.


"Mama papa ngga ada, jadi diam dan jangan melawan oke?" seru Yoan dengan seringaiannya.


"Yoan! Kamu sudah janji nggak macam-macam denganku sampai aku lulus sekolah Yoan!!"


"Jadi? Setelah lulus ... boleh?" tanya Yoan.


"Bo-boleh apa???"


"Make babies~" seru Yoan dengan suara berbisik.


'bu-buat bayi!!?' batin Haara terkejut.


Blush!


Wajah Haara seketika sangat merah,


"Nggaaaaaakk!!"


"Ya sudah, berarti sekarang saja ya?" goda Yoan.


"Nggaaaak Yoaaan~"


Ting! Tong!


Yoan dan Haara terdiam dan mengalihkan pandangannya ke arah pintu apartemen.


Yoan menatap Haara dengan tatapan menggoda nya.


"Jangan kemana-mana, tetap di sini." seru Yoan bangkit berdiri dan melangkah ke arah pintu.


Haara melirik Yoan yang menjauh.


"Apa katanya? Tetap seperti ini?? Lalu ia akan memaksaku?? Tidak akan ku turuti ucapannya!" seru Haara melesat lari masuk ke dalam kamarnya.


"Thank you." seru Yoan menutup pintunya.


Brak!


Gerakan Yoan terhenti saat mendengar suara bantingan pintu.


Yoan menutup mulutnya menahan tawanya,


Menggoda gadis nya itu benar-benar sangat menyenangkan sekali untuknya.


Tok! Tok! Tok!


"AtHaara~" panggil Yoan menahan tawa nya.


"Aku laporin ke mama sama papa! Lihat saja!!" teriak Haara.

__ADS_1


Yoan mencoba membuka pintu itu, namun pintu itu terkunci.


"Hey, AtHaara~ buka pintunya." seru Yoan.


"Nggak!! Itu sama saja aku membiarkan kau menerkamku!! Aku laporin mama papa lihat saja!!"


"Hey AtHaara, jangan hey, aku hanya bercanda tadi." seru Yoan takut.


"Aku tak akan percaya tipu muslihat orang dewasa!"


"Aku serius! Aku hanya menggodamu saja tadi!" panik Yoan takut gadis itu melapor.


"..."


"Hey AtHaara, sungguh hanya bercanda saja, okey? Jangan telfon mama papa ya?" takut Yoan.


"Gak lucu tahu gak sih Yoan bercandanya!"


"Iya maafkan aku, aku hanya bercanda, sungguh! maafkan aku ya?"


"Setelah ku bukakan pintu, apa yang ingin kau lakukan?!"


"Minta maaf padamu."


"Lalu apalagi?!"-Haara.


"Berlutut di depanmu."


" ... Janji tak akan macam-macam padaku??" tanya Haara masih di balik puntu dengan nada merengek.


"Aku janji AtHaara." sahut Yoan memejamkan matanya.


Tak ada sahutan, suara kunci terbuka pun terdengar, perlahan pintu pun terbuka menampakkan Haara yang menutupi tubuhnya dengan selimut.


Yoan pun bernafas lega, namun penampilan gadis itu membuatnya merasa tak habis fikir dengan gadis itu yang mencoba melindungi dirinya.


Pria itu pun tanpa Haara sangka benar-benar berlutut padanya.


"Tidak ku maafkan jika kau berlutut! Bangun gak?" seru Haara cepat, ia sungguh terkejut.


Yoan pun yang mendengarnya berdiri tegak.


"Maafkan aku ya? Maaf bercandaku berlebihan."


Haara menggangguk dengan bibir cemberut.


Gadis itu menatap Yoan yang terus menatapnya.


"Apa?"


"Aku mau cium boleh?" tanya Yoan.


"Kau! Tidak boleh!!"


Yoan menghela nafasnya pasrah.


"Okey, tak ada ciuman hari ini, tak masalah." senyum terpaksa Yoan jalan masuk kedalam kamar melewati Haara yang menjaga jarak padanya.


●•●•●•●•●


• • •


• •



Pagi yang cerah menderang.


Fresh~


Cuaca kali ini cukup bersahabat dari pada hari kemarin-kemarin yang selalu turun salju entah tak bisa di prediksi kapan akan turun.


Salju di tanah dikit demi sedikit mencair karena terkena sinar matahari.


Hal itu membuat banyak pejalan kaki merasa senang dan terganggu dengan salju yang biasa menutupi jalanan.


Dikit demi sedikit kesadaran Haara pun mulai terkumpul.


Ia mengerjapkan matanya karena pandangannya kabur, namun secara perlahan pandangannya jelas.


Pemandangan pertama yang ia lihat adalah wajah polos Yoan yang masih terlelap di dalam mimpi nya dengan tangan tak pernah absen selalu melingkar untuk memeluk tubuh mungilnya.


Perlahan dan jelas senyuman terlukis dari wajah gadis itu.


Ia jadi teringat kejadian semalam,


Dimana dirinya mengusir pria itu untuk tidak tidur satu kamar dengannya.


Terngiang wajah pria itu yang ingin membela diri dan mencoba meyakinkannya jika pria itu tak akan macam-macam padanya saat dirinya terlelap nanti.


FLASHBACK ON


Perdebatan selama 2 jam lebih akhirnya selesai, dan berakhir ia mengizinkan pria itu tidur satu kamar dengannya.


Namun siapa sangka? setelah berdebat pria itu pun kini kembali mengajaknya berdebat.


"AtHaara~ ku mohon boleh ya??" rengek Yoan.

__ADS_1


"Tidak! Apa perlu aku tarik ucapanku dan kau ku suruh tidur di sofa?!" ancam Haara.


"Ahaaa~ AtHaara~ jangan bahas sofa lagi~ tenggorokkan ku kering karena perdebatan dengan mu tentang aku yang harus tidur di sofa~ apa kau sungguh tega membiarkan suamimu ini tidur di sofa??" seru Yoan memelas.


"Aku sama lelahnya membahas perdebatan ini, tapi aku tak akan mengizinkan kamu tidur sambil memelukku!"


Benar! mereka kembali berdebat karena Yoan yang bersikeras ingin tidur sambil memeluk Haara, namun Haara berfikir jika itu adalah modus awal pria itu, lalu ia takut hal yang tak di inginkan terjadi.


"Oke, akan ku beri tahu padamu alasan kenapa aku bersikeras ingin tidur sambil memeluk mu." sela Yoan akan terus terang pria itu menggantung ucapannya.


"aku ini tak akan pernah bisa tidur tanpa memeluk sesuatu, sedangkan di apartemen tak ada bantal guling."


Haara yang mendengarnya mengerutkan keningnya, alasan pria itu benar-benar terdengar aneh.


"Sampai dimana saat di rumah sakit aku tak tidur sama sekali karena tak bisa tidur, baru bisa tidur saat aku memeluk jaketku sendiri." jujur Yoan yang tak perduli bagaimana malu nya dia.


Haara yang mendengarnya tak berniat menimpali ucapan pria itu.


"Itu adalah kebiasaanku yang belum kau ketahui, jadi itu alasannya kenapa aku ingin tidur sambil memelukmu." seru Yoan menunduk.


• • •


• •


FLASHBACK OFF


Haara menahan tawanya saat mengingat kejujuran pria itu semalam.


Sungguh sangat unik sekali kebiasaan suaminya ini.


Tak bisa tidur jika ia tak memeluk sesuatu.


Sungguh sangat unik sekali, fakta itu sukses membuat gadis itu merasa gemas sekali dengan Yoan yang kini masih terlelap.


'Dasar bayi! bahkan dia seperti bayi yang akan tidur jika di pelukan mama nya.' batin Haara gemas.


Haara pun jadi mengingat dimana dirinya saat itu sedang menonton drama dan mendapati pria itu tidur sambil memeluknya.


saat dirinya akan pindah ke ruang tengah, tak lama pria itu bangun dan tidur di pahanya sambil memeluk dirinya.


Haara tertawa tanpa suara, ia mengusap-usap rambut pria itu lembut.


"Mmh~" erang Yoan pelan.


Haara pun langsung menarik tangannya , ia merasa jika ia telah membuat pria itu terganggu.


"AtHaara~" gumam Yoan dengan suara serak nya.


"Hmm? Kenapa Yoan?" tanya Haara lembut.


Pria itu menggeleng lemah.


Tanpa disangka pria itu mengeratkan pelukannya hingga menindih sebelah tubuh kecil gadis itu dan menyembunyikan wajahnya di leher gadis.


Haara mengerjapkan matanya merasa tak nyaman dengan posisi pria itu.


"AtHaara~" gumam pria itu lagi.


Haara menunduk menatap Yoan, pria itu masih memejamkan matanya, namun mulutnya terus menggumamkan namanya.


"Iya Yoan~ kenapa memanggil namaku terus? hm?" tanya Haara sangat lembut.


Pria itu kembali menggeleng.


Ingin rasanya Haara mencubit kedua pipi pria itu, sungguh sangat gemas sekali dirinya pada suaminya.


'Beruntungnya Yoan bilang jadwal penerbangan nanti siang, aku jadi bisa santai-santai dulu, bersantai menatap wajah tampan Yoan yang tengah terlelap, yes!' batin Haara menatap Yoan yang terlelap.


...•...


...•...


...Author : "Oke, selain tidur susah di bangunin ternyata ada fakta lain yang terungkap nih dari Yoan😆...


...Yoan udah takut aja takut Haara ngadu sama mama papa nya Haara tuh whaha😂"...


...❗bagaimana nih sama part kali ini??😉 tulis di komentar ya kakak-kakak💜...


...•...


...❤Bersambung❤...


...•...


...Hai, kakak-kakak Readers👋 Hai, kakak-kakak author hebat!👋...


...Terima kasih sekali sudah hadir di ceritaku ya😊...


...Jangan lupa:...


...-Like...


...-Vote...


...-Rate 5 star...


...- komentarnya juga ya😊...

__ADS_1


...Karena itu sangat berarti untuk aku selaku author😊...


...Sehat selalu untuk kakak-kakakku ya, disaat pandemi seperti ini selalu jaga kebugaran tubuh kita ya🤗...


__ADS_2