
Haara ternganga saat melihat ruang santai yang sangat berantakan dengan sampah snack dan juga sampah minuman,
"Ohoy! Wǒ yě xiǎng wán!"
"(Ohoy! Aku juga ingin main!)" seru Yifan yang melempar tas nya ke sofa dan mengambil stik ps milik Yuu,
Haara memijat pelipis nya pening, semua bayangannya seketika melayang saat melihat ruangan santai sangat berantakan, ia mengatur nafasnya yang membara.
Ia menatap Yoan yang fokus pada layar televisi, pria itu tak menggubris keributan dua sepupunya itu,
"Hēi! Yifan! Tíng xiàlái!"
"(Woy! Yifan! Hentikan!)" seru Yuu merebut kembali stik ps,
"Wǒ yě xiǎng wán!"
"(aku juga ingin main!)" rebut kembali Yifan
"Jiù ná Yoan dì gēgē!"
"(Ambil milik kak Yoan!)" tak terima Yuu,
"Kǒngpà! Gěi wǒ!"
"(Aku takut! Berikan padaku!)" rebut Yifan,
Tak!!
Suara kaleng minuman pun terdengar, minuman itupun tumpah,
Nafas Haara membara sekali mengetahui tidak ada respon dari tiga saudara itu,
"Kalian~"
Tak ada respon
"KALIAN BERTIGA!!!" seru Haara meninggikan nada bicaranya dan menekankan ucapannya,
Hal itu membuat Yifan, Yuu dan Yoan terkejut, secara perlahan mereka menengok kearah belakang,
Mereka melihat Haara yang tertunduk dengan rambut yang menutupi wajahnya,
"Apa kalian tahu, aku membersihkan penthouse ini seharian di hari minggu? Aku lebih memilih tidak menonton drama kesayanganku untuk merapihkan penthouse" seru Haara geram,
"DENGAN MUDAH KALIAN MEMBUAT KEKACAUAN, MEMBERANTAKAN, DAN MENGOTORI RUANGAN DENGAN SAMPAH MAKANAN DAN TUMPAHAN MINUMAN??! WAHAI TIGA PRIA YANG MEMBUATKU DARAH TINGGI!!! SUNGGUH MURKA AKU!!" murka Haara sangat marah,
Yifan, Yuu, dan Yoan mengerjapkan matanya sambil menelan ludahnya, mereka merasa jika gadis yang tengah mereka tatap sangat menyeramkan jika sudah marah.
Yoan bergidik ngeri mengetahui istrinya marah, ini kali pertama ia melihat gadis itu marah, sangat menyeramkan.
"Kemari kalian bertiga!!" seru Haara geram,
Yuu menyenggol Yifan dan Yifan menyenggol Yoan disebelahnya
"Aku bilang KEMARI!!"
Ketiganya hanya menurut dan berdiri di depan Haara yang tengah mengepal tangannya menahan emosinya.
Nafas Haara naik turun, ia benar benar kesal sekali dengan tiga pria dihadapannya saat ini,
"Aku ingin kalian bertiga bersihkan sebersih bersihnya ruangan ini! Jika tidak! Aku tak akan mengizinkan kalian berdua pulang!!"
Yifan dan Yuu tertunduk tak berani membantah,
"Dan untukmu!!" seru Haara berdiri di hadapan Yoan
"Jika kau tak membersihkan nya dengan bersih, jangan harap aku akan memasakkan makan malam dan juga sarapan untukmu besok!!!" marah Haara,
Yoan mengalihkan pandangannya, ia tak berani menatap Haara saat ini,
"Awas saja jika tidak bersih, tidak wangi, atau membuat kekacauan kalian bertiga akan .."
__ADS_1
Haara memberikan isyarat dengan tangannya dilehernya sendiri,
Hal itu membuat ketiganya tercegang,
"Ta tapi aku tidak membuat .." -Yifan
"Diam kau! Bahkan kau yang menumpahkan minuman kaleng di permadani yang ku cuci dua hari lalu, hahh, betapa lelahnya aku mencuci permadani itu~" rengek Haara
"Kerjakan perintahku! Jika tidak aku tak akan memaafkan kalian!!" seru Haara menggentak,
Ketiga bersaudara itu pun dengan cepat membereskan ruangan yang mereka buat kacau,
Haara menghela nafasnya, ia mengatur nafasnya untuk menenangkan dirinya,
"Oke Haara, sekarang kau harus masak~ tak usah fikirkan mereka, itu salah mereka, sekarang kau fokus masak dan makan" seru Haara tersenyum, ia pun melangkah ke arah dapur untuk masak.
"Hoi kak Yuu, bantu aku angkat meja ini, kita harus mencuci permadani ini!" seru Yifan,
"Tu tunggu sebentar, tanganku terbelit kabel!" sahut Yuu,
Yoan pun menghela nafasnya dan melangkah membantu Yifan,
"Hoi, bangun" seru Yoan yang melihat Yuu masih duduk di permadani dengan tatapan terfokus dengan kabel yang membelit tangannya,
"Děng yīxià, wǒ de shǒu bèi diànlǎn chán zhùle,Bāng bāng wǒ〜"
"(Tunggu dulu, tanganku terbelit kabel, bantulah aku~)" rengek Yuu,
Yifan menghela nafasnya, Yifan menatap Yoan mengangguk, behitu juga Yoan yang juga mengangguk,
Yifan mencabut stik ps, Yoan dan Yifan mengangkat tubuh Yuu,
"Wē! Nǐmen liǎng gè wèishéme bǎ wǒ jǔ qǐlái! Fàng wǒ xiàlái!"
"(Hei! Kenapa kalian berdua mengangkatku! Turunkan aku!)" ronta Yuu
"Cáozá!"
"(berisik!)" seru Yoan
Haara sontak menatap keributan dari 3 pria di ruang santai,
"Vas bunga kesayanganku .. Pecah" seru Haara dengan tatapan kosong,
Yoan menjatuhkan Yuu dan langsung mengambil vas bunga yang terbelah dua itu,
Haara menunduk dan berusaha meredam kekesalannya, Yoan telah menyenggol vas bunga yang ia bawa dari rumahnya ke penthouse, nyatanya vas bunga yang ia sangat sayangi pecah dengan kegaduhan 3 pria pembuat kekacauan itu,
Yoan menatap Haara yang membalikan tubuhnya untuk kembali masak, dapat dilihat wajah kesal yang gadis itu redamkan membuat dirinya merasa bersalah saat ini,
Yuu dan Yifan tak lagi berisik, mereka membereskan dalam diam dan tenang,
Haara mengepalkan tangannya menahan kesal, bahkan itu adalah vas bunga kenang kenangannya waktu SMP di Jepang, meski ia berfikir itu terbelah dua masih bisa di lem, tapi entah kenapa ia sangat kesal dengan tiga pria bersaudara itu.
"Aku dan kak Yuu akan mencuci permadani ini di balkon penthouse" seru Yifan, hal itu mendapat persetujuan dari Yoan.
●•●•●•●•●
Haara memindahkan daging yang ia masak ke piring, saat ia akan membalikkan tubuhnya.
ia sedikit terkejut melihat tiga pria bersaudara itu duduk di kursi bar dapur dengan menenggelamkan kepala mereka di tumpukkan tangan mereka, saudara ini terlihat kompak sekali,
"Kakak ipar~ boleh tidak aku numpang makan? Aku lapar sekali~" seru Yuu memiringkan kepalanya dengan tatapan lesu
"Aku juga, boleh ya?" tanya Yifan,
"Yakin sudah bersih?" tanya Haara ketus,
"Bahkan kami membersihkannya 3 kali kakak ipar~" seru Yuu,
"Baiklah, kalian boleh ikut makan, lagi pula aku memasak banyak untuk kalian" seru Haara pelan,
__ADS_1
"Wah? Sungguh?? Terima kasih kakak ipar" seru Yifan semangat,
"Oh tidak! Yifan! Terbang permadaninya! Akan terbang maksudku permadaninya!" seru Yuu berbelit lari ke balkon,
"Ah sungguh?!" panik Yifan ikut lari keluar,
Haara terkekeh melihat kepanikan Yuu dan Yifan,
Haara melirik Yoan yang sudah menegakkan tubuhnya dengan tatapan kosong,
Haara perlahan duduk di kursi sebelah pria itu, dapat ia rasakan pria itu menghindari tatapannya,
"Maaf aku memecahkan vas bunga milikmu" seru Yoan pelan,
Haara melirik vas bunga miliknya yang ada di atas meja televisi,
"Itu adalah vas bunga kenang kenangan ku waktu SMP di Jepang, aku sangat kesal melihat kecerobohanmu" seru Haara,
Yoan menunduk, "maaf"
"Tidak apa, aku tahu kau tidak sengaja, lagi pula itu terbelah ujungnya saja, masih bisa di lem" seru Haara tersenyum tipis menatap vas bunganya"
Yoan menyahut dengan deheman,
"Aku akan memperbaikinya nanti" sahut Yoan yang bangkit berdiri dan melangkah pergi,
Haara menghalangi jalan pria itu, membuat pria itu menghentikan langkahnya, Yoan hanya menunduksaat Haara menatapnya,
"Kau mau kemana?" tanya Haara bingung,
"Ke kamar"
"Bahkan mereka mengeluh lapar, apa kau tak lapar?? Makan malam bersama" seru Haara,
Yoan menatap Haara perlahan,
"Aku telah membuat kekacauan"
Haara mengerutkan keningnya bingung,
"ya, aku tahu itu, lalu?" tanya Haara,
"Kau yang mengatakan tadi, jika aku membuat kekacauan, aku tak akan mendapat makan, aku mau ke kamar saja" seru Yoan membuang wajahnya,
Haara menutup mulutnya menahan tawanya, ia berfikir jika Yoan sangat menuruti ucapannya yang disebut mengancam semata saja tadi,
"Apa yang lucu?"
"Mm tidak ada, aku hanya mengancam sekalian menggertak kalian, dan juga kau, mana mungkin aku setega itu melarang mu makan" kekeh Haara,
"Ha? Kau mempermainkanku?" tanya Yoan memiringkan kepalanya saat menatap Haara yang menertawakannya
"Ti tidak kok, aku hanya ingin kalian merasakan bagaimana lelahnya saat membersihkan ruang santai saat kalian sendiri yang memberantakkannya, lelah bukan? Bahkan kalian bertiga saja tepar saat membersihkan ruang santai bertiga" jelas Haara mengeluh,
Yoan tertegun mendengarnya, benar juga~ ia merasa lelah membersihkan ruang santai, padahal di kerjakannya bertiga, ia benar benar tak menyangka dengan gadis di depannya ini membersihkan penthouse seharian dengan tubuh kecilnya,
"Besok besok tak usah membersihkan penthouse, aku akan mempekerjakan seseorang untuk membersihkan penthouse" sahut Yoan,
"Sungguh?? Aku senang mendengarnya~" binar Haara senang,
"Chī chī chī〜"
"(Makan makan makan~)" seru Yuu duduk di kursi makan diikuti oleh Yifan dan Haara,
Yoan mendecih dan ikut bergabung dengan mereka.
...•...
...•...
...{Bersambung}...
__ADS_1
...•...
hai readers dan author author hebat👋 terima kasih sudah membaca ceritaku, jangan lupa like, rate dan komentarnya ya😊 tambahkan juga ceritaku ke favorite agar tidak ketinggalan ceritanya, terima kasih🙏