
🛫Bandara Soekarno-Hatta.
Haara melihat sekeliling parkiran di Bandara saat ini, bukan sekedar ingin lihat-lihat, ia sedang mencari toilet.
"Yoan, aku mau ke toilet dulu ya?" seru Haara.
"Toilet? Sebentar aku keluarkan koperku ..."
"Ah! Aku sendiri saja, toilet nya disana kok." sahut Haara.
"Baiklah, pergilah." senyum Yoan.
Haara dengan cepat lari ke arah toilet segera.
●•●•●•●•●
Haara mengeringkan tangannya dan mencerminkan dirinya di cermin toilet.
Haara menghela nafasnya setelah merapihkan rambutnya dan mencoba untuk tersenyum.
"ayo tersenyum! jangan vuat Yoan sedih!" seru Haara menyemangati dirinya sendiri.
gadis itu pun melangkah untuk keluar dari toilet.
Kriet!
Haara mematung seketika saat membuka pintu toilet, matanya membulat sempurna saat ada empat orang pria asing berbaju serba hitam yang sangat mencurigakan itu kini berdiri di depan pintu toilet wanita.
"Nona ..." panggil salah satu pria.
"Si-siapa anda?" tanya Haara takut.
Haara bergidik takut saat pria asing yang ia ajak bicara itu menatap tiga pria asing lainnya di sana.
"Kalian penculik ya!!?" tuduh Haara.
"Nona kami ..."
Dengan cepat Haara kembali masuk ke dalam toilet.
Nafasnya ngos-ngosan, ia terkejut dan takut saat melihat ada empat pria asing yang berdiri di depan pintu toilet wanita.
Ia beranggapan jika empat orang pria asing itu adalah orang jahat, ia yakin itu! karena tadi salah satu pria asing itu seperti menunggu dirinya keluar dari toilet.
"Huwaaa~ mereka siapa ya?? Aku tak sadar aku di toilet sendirian! Huwaaa!!" takut Haara.
Tok! Tok! Tok!
Seketika Haara merinding saat mendengar suara ketukan dari pintu toilet di belakangnya.
"Nona AtHaara?? Anda baik-baik saja?" seru salah satu pria asing itu.
"Ba-ba-ba-bagaimana mereka tahu namaku!!? Jangan-jangan mereka mengikutiku entah sejak kapan!! Huwaaa!!" histeris Haara.
"Nona??"
"Siapa kalian?! Kenapa kalian tahu namaku!!?" teriak Haara takut.
"Nona kami ..."
"Huwaaa!! Yoaaan!!" histeris Haara.
"Nona AtHaara biar kami ..."
"Pergi kalian!! Jika tidak aku akan telfon polisi!!" ancam Haara.
"Tapi nona ..."
"Pergi!!!" teriak Haara takut.
Dengan cepat Haara menelfon Yoan, namun pria itu tak mengangkatnya.
Tok! Tok! Tok!
"Huwaaa!! Aku masih anak sekolah~ tolong kasihanilah akuuu~" histeris Haara menangis.
"AtHaara?"
Tangis nya berhenti saat ia mengenal siapa suara itu.
Dengan cepat Haara membuka pintu toilet dan mendapati Yoan mengerutkan keningnya bingung.
Dengan cepat Haara memeluk Yoan sangat erat membuat Yoan terkejut bukan main.
"Hey? Kamu kenapa??" tanya Yoan.
"Mereka! Mereka mau berbuat jahat sama aku Yoan~" sahut Haara.
"Berbuat jahat? Maksudnya?" tanya Yoan memutar tubuhnya mencoba menatap empat pria asing dan mencurigakan yang Haara maksud.
"Mereka! Mereka tahu nama aku! Mereka tadi ketuk pintu toilet dan tidak mau pergi~" histeris Haara bersembunyi di belakang Yoan mencengkram baju pria itu erat.
Suara tawa terdengar dari Yoan, tak hanya dari pria itu saja, disana ada Anna, Ammar, Yifan dan Yuu yang turut ikuy menertawakan Haara yang overthinking dan raut ketakutan gadis itu.
"Kalian?!" bingung Haara.
"Kalian berempat, bersikaplah biasa saja, jangan sampai buat istriku ketakutan dengan kalian, dan ini pun khusus untuk kalian berdua, paham?" seru Yoan.
"Maafkan kami, Mr. Yoan." sahut pria berempat itu bersamaan.
"Mr ... Yoan??" bingung Haara menatap Yoan di depannya.
__ADS_1
"Tak di sangka kau sampai menangis seperti ini." kekeh Yoan mengusap air mata Haara.
"Tunggu dulu, kok mereka manggil kamu Mr. Yoan?? Mereka siapa??" kebingungan Haara.
"Mereka adalah bodyguard mu dan bodyguard nya kakakmu, Anna." sahut Yoan mencubit pipi Haara gemas.
"Bo-bodyguard??!" terkejut Haara.
"Whahaha!! Kakak ipar! Kau ini lucu sekali! Aku masih anak sekolah~ kasihanilah aku huhuhu~" ledek Yuu.
Mereka pun tertawa tanpa terkecuali keempat bodyguard yang mengakui tingkah dan sikap gemas Haara.
"Mana ku tahu mereka itu bodyguard yang Yoan pekerjakan! Ngga lucu! Jangan tertawa!" malu Haara dan merajuk.
"Aku masih sekolah~ jangan sentuh aku~" ledek Yifan menirukan suara yang membuat Yuu merinding.
"Yifan!! Huwaa Yoaan~" rengek Haara.
"Huwaa~ Yoaan~" ledek Yuu dan Yifan bersamaan.
Namun, tawa Yuu dan Yifan terhenti saat melihat tatapan tajam dari Yoan.
"Bercanda saja kak Yoan." seru Yifan takut.
"Yoan, aku mau ngomong berdua saja sama kamu." seru Haara pelan.
Yoan mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan Haara.
• • •
Disinilah mereka sekarang, tempat yang sepi dan jarang di lewati orang-orang yang berada di Bandara.
Yoan dengan serius mendengarkan ucapan Haara yang menolak keras untuk di jaga dengan para bodyguard, bagi gadis itu, itu sangat mengganggu dan ia tak memiliki waktu privasi apalagi jika akan pergi keluar dengan kedua sahabatnya.
"Aku menolak keras bantahanmu!" sahut Yoan tajam.
Haara mengalihkan pandangannya takut.
"Oke oke, aku akan di jaga sama bodyguard yang kamu pekerjakan, tapi sampai selesai ujian saja ya?" negosiasi Haara.
sekilas ia menatap Yoan, namun pria itu masih menatap nya tajam dan nggan berniat menjawabnya.
"Ahaa~ Yoaan~ pahamilah aku, aku tak mau jadi bahan gosip anak-anak di sekolah lagi~" mohon Haara.
"Baiklah, mereka akan menjagamu dari jauh." mengalah Yoan.
Haara bernafas lega, karena akhirnya dengan kekhawatiran awal dia tentang akan di gosipkan di sekolah telah sirna.
●•●•●•●•●
Tiba pada saat nya, salam perpisahan dan akan berjumpa beberapa bulan kemudian.
Haara mencoba menahan air matanya nya agar tak lolos keluar, ia menutupi rasa seih nya dengan tersenyum.
Perlahan raut wajah Haara berubah, air mata yang ia tahan-tahan sejak tadi pun menetes membasahi wajah cantiknya.
Haara menutup mulutnya dengan punggung tangannya, namun suara isaknya itu terdengar nyaring, ia tak bisa mengontrol rasa sedih nya, seketika perasaan sedihnya ia tumpahkan semua di depan suaminya itu.
Yoan mengusap air mata gadisnya perlahan, namun ...
Grep!!
Haara dengan gerak cepat memeluk tubuh Yoan erat, tangis nya pecah seketika.
"Cepatlah selesaikan tujuanmu disana, cepatlah kembali, jangan terlalu lama disana, aku ingin merayakan kelulusanku bersama Yoan~" isak Haara.
"Itulah rencanaku, aku akan menyelesaikannya secepat mungkin dan akan ikut merayakan kelulusanmu." sahut Yoan mengusap-usap pundak Haara lembut.
"Janji?"
"Aku janji." sahut Yoan.
"Tolong jangan ingkar~ ku mohon~" pinta Haara menyembunyikan wajahnya di leher Yoan.
"Aku janji, jika pekerjaanku belum selesai pun aku akan menepati janjiku padamu." sahut Yoan.
Yoan merasa semakin tak tega meninggalkan istri kecilnya ini, tangis gadis itu semakin pecah, ia merasakan jaket nya kini terasa basah.
"Aku ingin kau menepati janji untuk menjaga diri, kesehatan dan jangan memaksakan dirimu disana, tidur tepat waktu, jangan sakit! Janji padaku! Jika tidak aku akan menghukummu!" ancam Haara.
"Iya iya, aku tak akan biarkan itu terjadi." kekeh Yoan.
"Dan juga! Jaga pandanganmu! Wanita di Korea itu cantik-cantik! Awas kau bermain di belakangku!" was-was Haara.
"Iya AtHaara sayang~ aku tak akan seperti itu." sahut Yoan lembut.
"Uuu 'sayang'~" seru Ammar menggoda Yoan dan Haara.
"Dipanggil 'sayang' kakak ipar langsung senyum-senyum~" seru Yuu juga.
"Sepertinya sudah sering di panggil 'sayang' nih, AtHaara tak terkejut sama sekali." sambung Anna.
"Benar kak Anna, ekspresinya hanya malu-malu saja." sahut Yifan terkekeh.
"ish! kalian!" malu Haara.
Suara pengumuman pun nyaring terdengar, mengumumkan jika pesawat penerbangan ke Korea akan berangkat 20 menit lagi.
"Seperti nya aku harus segera masuk ke pesawat." seru Yoan.
__ADS_1
"Hm, pergilah, berhati-hatilah, ingat semua pesanku, kabari aku jika sudah sampai." seru Haara mengusap pipi Yoan sayang.
"Hm, aku akan langsung menghubungimu." sahut Yoan.
"Ammar, ayo." seru Yoan, Ammar pun melangkah mendekati Yoan.
"Ah iya! Sebentar, ada yang aku lupa." seru Yoan menatap Haara dalam.
"Ha? Apa?"
Cup!
Haara membelalakkan matanya terkejut saat Yoan tiba-tiba menciumnya di depan semuanya,
Tak hanya sebuah ciuman, pria itu ******* bibir Haara lembut.
"Astaga! Yifan! Tutup mata!!" seru Yuu menutup mata Yifan.
"Ho-hoi! Umurku sudah mau 20 tahun, bodoh!" umpat Yifan.
Anna menutup mulutnya tak menyangka, lain dengan Ammar yang membulatkan matanya terkejut.
"Tak usah seterkejut itu, bahkan kita sering berciuman." goda Yoan.
Ucapan Yoan sontak membuat Anna, Ammar, Yuu dan Yifan ramai berkomentar, namun Haara dan Yoan tak menggubris nya.
"Yo-Yoaan~" malu Haara.
"Night kiss nya aku hampir lupa, sepulang nanti aku akan menagihnya seperti hari-hari biasa." seru Yoan terkekeh.
Haara tersenyum kikuk.
"Aku berangkat ya, jaga dirimu baik-baik, dan selalu jaga kesehatan, belajar yang giat, aku ingin lihat nilai ujian terbaikmu." pinta Yoan membungkukkan tubuhnya agar sama dengan tinggi badan Haara.
Haara mengangguk.
"Semangat untuk ujian beberapa hari kedepannya!" seru Yoan memeberi semangat pada Haara.
"Eum! Semangat untukmu juga!!" sahut Haara antusias.
Yoan mengusap rambut Hara sekilas,
"Yifan, Yuu aku minta bantuan juga untuk kalian untuk jaga mereka berdua." seru Yoan.
Yuu dan Yifan pun mengangguk mantap.
Yoan tersenyum tipis, ia pun engisyaratkan pada Ammar dan Ammar pun mengangguk.
Yoan dan Ammar pun melangkah menjauh dan semakin menjauh hingga tak terlihat lagi.
Haara menatap Anna yang merangkul nya.
"Jika ucapan kita di bantah oleh mereka, kita beri hukuman yang tak akan mereka lupakan, bagaimana?" tanya Anna.
"Ide bagus ka!" antusias Haara.
Haara kembali menatap ke depan.
'Kemungkinan kami tak akan bisa berkomunikasi setiap hari, bahkan kami akan sulit saling mengabari, bahkan kami akan lose contact, aku akan memakluminya, aku tak boleh egois! Aku akan sabar menunggu mu kembali Yoan, sampai bertemu di hari kelulusanku nanti, aku harap kau tak ingkar janji.' batin Haara tersenyum sendu.
...•...
...●...
...🎐Bersambung🎐...
...●...
...•...
...•...
...Auhor:...
..."ngga diskusi dulu sama Haara dulu sih kalo memperkerjakn Bodyguard, hadehh😆See You Again Mr. Yoan, huhu😣"...
...•...
...Jangan lupa untuk memberi dukungan pada karyaku ya kakak-kakak🤗...
...⭕Jangan lupa:...
...👍 Like,...
...🏷Vote,...
...⭐⭐⭐⭐⭐Rate 5 star,...
...❤Favorite,...
...💌 komentarnya yang selalu aku nantikan⭕...
...💃谢谢大家!💃...
...(Xièxiè dàjiā!)...
...(Terima kasih semuanya!)...
...Sehat selalu untuk kalian semua😍😍...
...see you next tomorrow❤...
__ADS_1
🎐我的命运是赵先生🎐