
"Hm? Tiba-tiba saja putus." seru Haara menatap tali gelang itu datar.
"Bahkan aku belum mengembalikkan gelang ini padanya, tapi gelang nya sudah putus." seru Haar datar.
Haara melangkahkan kakinya ke tempat sampah di kamarnya, namun gerakan terhenti.
...'Aku hanya berpesan untuk menjaga baik-baik gelang itu, gelang itu adalah gelang kesukaanku.'...
Haara merenungkan niatnya untuk membuang gelang itu,
"Sepertinya aku akan memperbaikinya nanti dan mengembalikkannya lewat Yifan." seru nya menyimpan gelang itu di laci mejanya.
Haara menatap cincinnya yang melingkar manis di salah satu jarinya,
Dengan perlahan ia membuka cincin itu, namun gerakkan nya lagi-lagi terhenti.
"Apa yang salah dengan diriku??" tanya nya pada dirinya sendiri.
●•●•●•●•●
• • •
• •
•
Haara mencerminkan dirinya di cermin, ia memakai tas nya dan tersenyum.
Tatapannya terfokus pada kalungnya.
Ya, kalung nya.
Ia memegang gantungan kalungnya yang baru,
"Akhirnya aku memilih untuk membuat cincin ini menjadi gantungan kalungku yang baru daripada mencopotnya." seru Haara lesu.
Haara memasukkan kalungnya ke dalam baju seragamnya dan melangkah keluar dari kamar.
●•●•●•●•●
Haara berpamitan pada papanya yang melajukan mobilnya pergi,
Ia melangkahkan kakinya masuk ke area sekolahnya.
Haara mengerutkan keningnya saat dirinya melihat Yifan diparkiran yang duduk di motornya.
Pria itu memijat pelipisnya, pria itu sedang bicara lewat telefon entah dengan siapa pria itu bicara,
Haara merasa pria itu terlihat sedikit emosi, dengan memberanikan diri ia menghampiri pria itu.
"ARGH!!" erang pria itu kasar,
"Yifan?" panggil Haara ragu,
Yifan pun menatap Haara disebelahnya.
"Sejak kapan kamu disini?" tanya Yifan dengan nada terdengar tak bersahabat,
Haara yang mendengarnya bergidik ngeri,
"Aku hanya bertanya lho? kenapa kau juga emosi padaku sih Yifan?? Serem deh~" seru Haara takut.
"Ah! apa terdengar seperti itu? Maaf, aku masih terbawa emosi," seru Yifan tak enak,
Haara mengangguk.
"Baru saja tiba, aku melihatmu seperti sedang pusing, ada apa?" tanya Haara,
Pria itu tertunduk,
"Nenek, nenek dalam masa kritis di rumah sakit." sahut Yifan pelan.
Haara terkejut, ia menutup mulutnya tak menyangka.
"Ap apa??! Kritis??!"
"Iya, tiba-tiba dini hari katanya nenek serangan jantung, sekarang nenek sedang masa kritis." seru Yifan menutup wajahnya.
"Aku turut sedih juga Yifan, aku merasa sangat sedih sekali mendengarnya."
Haara bersandar di motor Yifan tepat disamping pria itu,
"Bahkan kau baru bertemu nenek satu kali, pastinya nenek masih asing bagimu bukan?" tanya Yifan.
"Entahlah, namun aku sudah menganggap nenekmu sebagai nenekku sendiri, setelah mendapat berita ini seperti sebuah hantaman keras di hatiku." seru Haara menunduk.
"Hm, kita sama. aku ingin sekali ke Jepang untuk melihat keadaan nenek secara langsung, tapi aku tak akan bisa meninggalkan ulangan ini! Bahkan ulangan baru akan berjalan 2 hari!" emosi Yifan mengacak-acak rambutnya,
"Sabarlah Yifan, nenek pasti kuat dan bisa melewati masa kritisnya, do'a kan saja yang terbaik untuk nenek ya?" seru Haara menenangkan pria itu sambil mengusap pundak pria itu.
Yifan mengangguk paham,
"Jika saja aku tak ada ulangan aku sudah ikut kak Yoan ke Jepang atau ikut kak Yuu ke Jepang hari ini."
Haara mengerutkan keningnya,
"Ah iya! Yuu mengabari jika dia akan terbang ke Jepang hari ini, tapi ia tak menjelaskan untuk apa ia ke Jepang, pesannya sangat singkat membuatku bingung." seru Haara paham.
"Ya, sekarang kau tahu kenapa kak Yuu pergi ke Jepang, kan?"
Haara mengangguk,
"Kak Yoan sudah satu minggu disana, dia pasti sangat tertekan dan sedih sekali, karena dirinya lebih dekat sekali dengan nenek." jelas Yifan menutup wajahnya.
Haara bahkan mengetahui itu, tentang pria itu lebih dekat dengan neneknya, bahkan Stephannie sendiri mengatakan jika Yoan itu lebih dekat dengan neneknya daripada mamanya sendiri.
"Ayo ke kelas!" seru Yifan berdiri di depan Haara.
__ADS_1
Haara mengangguk dan berjalan beriringan dengan Yifan.
●•●•●•●•●
• • •
• •
•
Jam ulangan mata pelajaran terakhir kemudian ...
..
Haara menduduki dirinya setelah mengumpulkan kertas ulangannya,
"Lho kak? Gelang kakak mana??" tanya Fellysha,
"Mm, ah! gelangnya putus karena tersangkut, belum di perbaiki." senyum Haara.
"Ahh~ oh iya, cincin kakak juga tidak ada?" seru Fellysha lagi.
'Dia benar-benar detail sekali!' batin Haara tak menyangka.
Haara mengeluarkan gantungan kalung nya,
"Aku menaruhnya di sini, menjadikannya gantungan kalung." sahut Haara senyum.
"Wah~ terlihat keren!" seru Fellysha kagum.
Semua siswa pun bersiap akan pulang, karena ulangan sudah selesai untuk hari ini.
"Sampai jumpa besok lagi kakak cantik!" seru Fellysha tersenyum cerah,
Haara yang mendengarnya terkekeh dan melambaikan tangan pada Fellysha.
"Haara, ayo! Riza sudah di depan." ajak Alka.
Haara mengangguk dan pergi keluar kelas bersamaan.
• • •
Haara melihat ke arah parkiran,
"Yifan mana Za?" tanya Haara tak melihat motor pria itu di parkiran.
Riza mengerutkan keningnya,
"Tak tahu," sahut Riza bingung.
"Ah! itu Yifan, dia melambaikan tangan pada kita, eh tapi ... Dia sedang bicara dengan siapa ya?" seru Alka bingung,
Haara mengerutkan kening bingung,
"Kita kesana saja yuk!" ajak Riza menarik tangan kedua sahabatnya.
• • •
"Yifan, kakak ini siapa?" tanya Alka bingung,
"Kakak ini mencari Haara, ada urusan yang ingin kakak ini sampaikan pada Haara." sahut Yifan datar.
"Aku??" seru Haara menunjuk dirinya sendiri,
Riza menatap Yifan bingung, namun Yifan hanya menatap Riza dengan tatapan sulit di artikan.
"Ka-kamu!!?" seru Haara dengan nada tak percaya,
Riza dan Alka menatap Haara bingung.
"Ah hello ... AtHaara~" seru wanita itu ragu-ragu menatap Haara,
Haara terkejut bukan main karena wanita yang di maksud Yifan adalah 'Rynne!'
Haara pun melangkah pergi dengan langkah cepat,
"AtHaara~ please listen to the purpose of my coming to meet you~
(AtHaara~ tolong dengarkan tujuan saya datang untuk bertemu denganmu~)" seru Rynne menarik tangan Haara dengan nada memohon,
"Lepaskan tanganku!!" bentak Haara menghempaskan tangan Rynne,
Rynne terkejut atas tindakan Haara pada dirinya.
"Yifan, katakan padanya aku tak ingin bertemu dengannya, aku ingin ia pergi menjauh dari hadapanku." seru Haara datar dan meningalkan mereka.
Yifan menghela nafasnya panjang dan menatap Rynne,
"Yifan, help me, help me to make AtHaara want to talk to me, I want to clear up the misunderstanding between me and Yoan~
(Yifan, tolong aku, bantu aku untuk membuat Haara mau bicara pada ku, aku ingin menjelaskan kesalah pahaman antara aku dan Yoan~)" mohon Rynne pada Yifan.
Riza dan Alka menatap Rynne malas,
"Aku akan tunggu di mobilnya Alka." seru Riza pada Yifan.
Yifan mengangguk, ia menatap Rynne nanar.
"did you know she was so hurt? AtHaara has found out that Yoan still loves Irene, and AtHaara caught you and Yoan in office!
(apakah kamu tahu dia sangat terluka? AtHaara mengetahui bahwa Yoan masih mencintai Irene, dan AtHaara memergoki Anda dan Yoan di kantor!)" seru Yifan emosi,
"Please believe me, I will tell you the truth, do you want to see this misunderstanding continue? will even lead to a divorce between AtHaara and Yoan?
(Tolong percayalah, saya akan mengatakan yang sebenarnya, apakah Anda ingin melihat kesalahpahaman ini terus berlanjut? bahkan akan menyebabkan perceraian antara AtHaara dan Yoan?)" tanya Rynne frustasi.
Yifan terdiam saat mendengarnya.
__ADS_1
●•●•●•●•●
• • •
• •
•
Ulangan telah berlalu selama 5 hari, hari ini adalah hari Jum'at dan esok adalah hari terakhir ulangan.
Suara notifikasi berbunyi dari ponsel Haara,
'Aku ada didepan rumahmu, keluar.'
^^^-Yifan^^^
"Hahh~ Yifan!! Membuatku emosi!!" kesal nya membiarkan ponselnya.
Drtt Drtt!! Drrt Drrt!! Drrrrrrrrrrttttttttt!!!!!! .......,
Suara notifikasi terdengar lagi, namun terdengar terus menerus, pria itu mengirim pesan spam padanya.
Haara yang kesal pun mengambil ponselnya dan melangkah keluar kamarnya.
• • •
Haara membuka pintu rumahnya dan melangkah ke pintu gerbang rumahnya,
"Mau apa sih Yifan!! Kau itu ...," ucapan Haara terhenti saat dirinya melihat Rynne bersama nya,
Haara dengan cepat menutup pintu gerbangnya namun Yifan menahannya.
"Hoi!! aku terjepit bodoh!" seru Yifan panik sambil menahan pintu,
"Aku tak perduli jika kaki mu terjepit atau tanganmu juga terjepit ya Yifan! Dasar bodoh!!" emosi Haara memaksa menutup pintunya.
"Hoi! Bisakah kau dengarkan dulu penjelasannya!!" seru Yifan kualahan,
"Bawa dia pergi!! dan kenapa kau jadi memihak padanya Yifan bodoh!!" seru Haara teriak histeris.
"Hoi! Malam-malam jangan teriak-teriak bodoh! Kau ingin membangunkan orang-orang ha?!" sahut Yifan kualahan
"Makannya kamu pergi! bawa dia juga pergi!!" teriak Haara.
"Untuk apa aku membelanya jika dia berlaku salah!? Dengarkan dulu penjelasannya! Kau salah paham! Apa kau ingin hubunganmu dan kak Yoan seperti ini?! Di kuasai oleh kesalah pahaman?!" jelas Yifan benar-benar kualahan.
Perlahan dorongan Haara pada pintu gerbangnya melemah.
"Uh! Tanganku! Tenaganya boleh juga," gerutu Yifan memijat tangannya yang sakit,
"Aku akan berikan kesempatan untuknya menjelaskan, jelaskan semuanya didepan kedua orang tua ku juga." seru Haara datar.
●•●•●•●•●
Rynne terlihat gugup dan takut, karena dirinya juga akan dihadapkan oleh Lucy dan Juan disana.
"Jadi bisakah kau menyuruhnya menjelaskannya Yifan?" tanya Juan datar,
"Dia akan menjelaskan dengan bahasa Russia, bahasa Inggrisnya tak begitu baik katanya, ia takut salah bicara." seru Yifan.
"Bahkan kami tak bisa berbahasa Russia," seru Lucy,
"Aku akan menerjemahkannya, paman bibi Haara percaya pada ku kan?" tanya Yifan serius,
Juan dan Lucy mengangguk.
"Aku percaya padamu Yifan, tolong jelaskan sesuai apa yang ia katakan." seru Haara datar.
Yifan menatap Rynne,
"davay, ob"yasni mne, ya perevedu im to, chto ty im skazhesh'."
(Ayo, jelaskan kepadaku, aku akan menerjemahkan kepada mereka apa yang kau katakan kepada mereka.)" seru Yifan berbicara menggunakan bahasa Russia.
Haara, Juan dan Lucy memerhatikan Rynne yang menjelaskan pada Yifan, sesekali Rynne menatap Juan, Haara dan Lucy serius.
...•...
...•...
...❤Bersambung❤...
...•...
...Author: " oke sip! Besok kesalah pahaman akan terungkap semuanya nih sepertinya😲"...
...Hai, kakak readers dan kakak author-author yang hebat dan keren😍...
...Terima kasih sudah membaca ceritaku🙏...
...❗Jangan lupa untuk❗: ...
...✔like,...
...✔vote,...
...✔rate 5 star, dan...
...✔komentarnya yang sellau ku nantikan💐💐💐...
...📜Pesan dari Author:...
..."Selalu jaga kesehatan di saat pandemi seperti ini ya kakak-kakakku❤...
...selalu jaga kebugaran tubuh kalian semua😍...
...Sukses dan bahagia selalu untuk kita semua🤗🤗"...
__ADS_1