My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
My Prince


__ADS_3

"Sudah cukup banyak wanita tadi yang terus menatapmu, jangan di tambah lagi kau menunjukkan tubuhmu pada mereka! Aku tak suka!" seru Haara.


Yoan yang mendengar ucapan Haara pun ternganga.


Alka menyenggol Riza di sebelahnya.


"Mulai protektif nih ya si Haara." bisik Alka pada Riza.


"Kau benar, siapa suruh dia punya suami terlalu tampan." bisik Riza.


"Protektif nya~ kakak ipar." kekeh Yifan.


"Lindungi aset suami sendiri ya kakak ipar?" goda Yuu.


"Ehem ehem!!" dehem mereka semua.


"Tapi masa aku berenang pakai kemeja, AtHaara." seru Yoan terkekeh.


"Beli baju, masa kamu beli satu baju saja tak mampu, ayo!" merajuk Haara menarik Yoan pergi.


"Aduhh~ AtHaara~ AtHaara, kenapa aku senyum-senyum sendiri melihat tingkah protektif nya ya??" kekeh Anna.


"Hal langka Yoan tak bisa melawan atau mengelak apa yang di katakan Haara, memang bucin parah itu anak." kekeh Ammar juga.


"Tapi aku sependapat dengan ucapan Haara, aku juga tak suka." seru Anna menatap Ammar.


"Baiklah sayang, aku tak akan buka baju." sahut Ammar mencubit pipi Anna gemas.


"Suami yang baik." senyum malu Anna.


●•●•●•●•●


Ombak terus berdatangan, mau ombak itu kecil maupun besar sekali pun.


"Aku akan main di tepi, kau main bola pantai saja sama kak Ammar, Yuu dan Yifan sana." seru Haara.


"Baiklah, berhati-hatilah." seru Yoan tersenyum hangat sambil mengelus pipi Haara.


Haara tersenyum menatap tubuh jangkung suami nya itu lari bergabung dengan 3 pria di sana.


"Hei! Riza hentikan! Pfft! Asiiinn!!" kesal Alka yang mengusap wajahnya yang basah.


Riza dan Haara tertawa melihat Alka yang berdiri kurang seimbang dan berakhir jatuh.


"Lho Ra? Kak Anna mana?"


"Nanti menyusul katanya, dia sedang memesan makan siang."


"Masih jam segini lho?"-Alka


"Hanya memesan saja, agar nanti langsung di buatkan jika di minta, jadi ga perlu antre." jelas Haara.


"Ahh~ seperti itu." angguk-angguk Riza.


"Gila bening banget mereka berempat! Aura ketampanan mereka semakin keluar saja saat pakai topi." seru Alka ternganga melihat 4 pria berdarah China itu blasteran eropa itu bermain bola pantai.


Haara tersenyum bangga mendengarnya.


Tentu saja, karena salah satunya adalah suaminya sendiri, yang sangat mencintai dirinya.


"Potret-potret tanpa izin, menyebalkan!" seru Haara kesal.


Riza terkekeh mendengarnya.


"Tenang Haara, mereka pakai topi, ga akan terlihat jelas wajah mereka." seru Alka menepuk-nepuk pundak Haara.


Pandangannya terus terfokus pada suaminya yang kini menempar ke arah Yuu yang kini lawannya.


Haara mengerutkan keningnya saat ada seorang wanita berpakaian minim menghampiri Yoan, hal itu membuat permainan bola pantai 4 pria itu terhenti.


"Wah wah! Ra, itu cewek kurang ajar tuh Ra!" emosi Alka.


Haara mendengus kesal melihat wanita itu tersenyum menggoda Yoan, ia pun melangkah untuk menghampiri mereka.


..."Aku lebih tertarik dengan adikmu sendiri daripada wanita penggoda di luar sana."...


Seketika langkahnya terhenti saat terlintas ucapan Yoan.


"Kenapa Ra?" tanya Riza.


"Cih! Wanita penggoda, Yoan tak akan tergoda dengan rayuanmu dasar wanita murahan!" gerutu Haara.


"Ayo hampiri mereka Haara!" seru Alka mengompor-ngompori Haara.


"Tidak perlu, kita tonton saja dari sini." seru Haara percaya diri.


Terlihat Yoan yang mencueki wanita itu, hal itu membuat Haara tersenyum senang.


"Aku hampir lupa, jika kak Yoan itu memiliki sikap dan sifat yang savage!" seru Riza terus terfokus pada wanita yang mencoba berusaha membuat Yoan memerhatikan wanita itu.


Haara tersenyum bangga saat melihat sikap dingin Yoan yang menatap wanita itu tajam.


Terlihat Yoan menimpali ucapan wanita itu membuat wanita itu terkejut, tak lama Yoan mengangkat tangannya dan menunjukkan cincin pernikahan mereka di jari pria itu.


Wanita itu pun terlihat kecewa dan melangkah pergi.


Haara menggesekkan kedua telapak tangannya tersenyum bangga melihatnya.


"Eh? Pergi?"-Riza.


Yoan yang menatap Haara dari kejauhan dengan wajah sedikit panik,


Namun mana Yoan sangka, Haara tersenyum manis kearahnya dan memberikan dua jempol tangannya.


Terlihat Yoan terkekeh senang karena Haara tak salah paham padanya.


"Aku mau punya suami~" seru Alka dengan tatapan kosong."

__ADS_1


"Ada calonnya?" tanya Riza.


"Yang kayak kak Yoan ada lagi tidak?" lamun Alka.


"Tidak! Yoan hanya satu, milikku, wlee~" ledek Haara.


"Huwaa! Aku ingin menikah~" histeris Alka yang bawa perasaan melihat moment Yoan dan Haara tadi.


Brss!!!


Suara ombak terdengar kencang belum sempat Haara lari ke darat ombak menyapu tubuhnya, dan berakhir ...


Srett!!


Gadis itu membuka matanya perlahan, harum khas ini, ia tahu siapa seseorang yang menahannya ini dipelukkan seseorang itu.


Haara mendongak menatap pria itu.


"Yoan?"-Haara.


"Uhuk! Uhuk! Ombaknya mendadak datang saja, kaget aku!" keluh Alka hampir terbawa alunan ombak.


Alka dan Riza pura-pura tak melihat kemesraan Yoan dan Haara saat ini, mereka berdua memilih bergabung dengan Yifan, Yuu, Ammar dan Anna yang menghampiri mereka.


"Sudah ku bilang, peka lah terhadap ombak." seru Yoan menasihati.


"Aku tak sadar, tapi ... Sejak kapan kamu berada di dekatku??" tanya Haara bingung.


"Saat kau mengalihkan pandanganmu dariku." sahut Yoan melepaskan pelukkan nya.


"Kalian bertiga lebih baik ganti baju, kita akan makan siang, menunggu makanannya di sajikan pasti lama." seru Anna.


"Benar, kalian lebih baik salin ganti baju." tambah Yuu.


"Baik ..."-Haara.


Brss!!


Bruk!!


Tanpa di sadari ombak besar kembali hadir, hal itu membuat Haara menubruk tubuh Yoan, Yoan yang terlalu terkejut dan tak seimbang pun terjatuh.


"Ya ampun!" terkejut Riza.


"Tangkapan yang bagus, kak Yoan!" seru Yifan.


"Hihihi! Kak Yoan ikut basah deh!" seru Alka.


Haara sontak menatap Yoan yang sudah menatapnya lebih dulu, Haara kini menindih tubuh Yoan.


"Yoan, kamu tak apa-apa?!" panik Haara.


"Aku tak apa-apa, seharusnya aku yang bertanya itu padamu." seru Yoan menyelipkan rambut Haara yang menutupi wajah cantiknya di telinga gadis itu sendiri.


"Ahh~ syukurlah~" seru Haara benafas lega.


"Hoi? Sampai kapan kami mempertontonkan kalian??" tanya Yifan.


"Ha??"-Haara tak paham.


"Apa kau suka dengan posisi mu sekarang? Menindih tubuh ku? Hm?" seru Yoan menaikkan sebelah alisnya.


Sontak Haara langsung bangkit berdiri dengan wajahnya yang sudah merah padam.


Yoan terkekeh melihat Haara yang salah tingkah.


"Ampun deh kalian. Ya sudah, sekalian saja kamu antar mereka pergi salin sana." seru Anna pada Yoan.


"Ayo kita akan menunggu di gazebo, ikuti aku anak-anak! Hehe!" seru Ammar melangkah pergi.


"Ayo." seru Yoan pada Haara.


Haara mengangguk dengan menutupi mulutnya yang kini sedang merutuki kebodohannya yang telat menyadari posisi mereka yang di saksikan tadi.


●•●•●•●•●


• • •


• •



Lalu lalang turis yang berjalan-jalan di pinggir jalan sama seperti dirinya dengan suaminya itu.


sungguh menyenangkan keramaian ini, senyuman Haara tak luntur saat melihat adat dan gambaran suasana di Bali yang begitu kental sungguh sangat terasa jelas saat ini.


"tunggu dulu, Baju kamu ... tembus pandang sih Yoan??" tanya Haara menarik baju kemeja berwarna putih itu.


"Ini baju yang tadi." seru Yoan memeriksa bajunya.


"Iya aku tahu, kok aku baru tahu bajumu menerawang begini sih??" tanya Haara lagi.


"Sungguh? Ku rasa tidak." sahut Yoan.


"Tukang pamer!" gerutu Haara.


"Kau bicara dengan ku?" tanya Yoan.


"Tentu aku bicara denganmu! Aku tahu tubuhmu itu bagus, sixpack, apa tujuan mu adalah ingin memamerkan nya??" tanya Haara ketus.


"Tidak AtHaara~"sahut Yoan terkekeh.


Haara hanya diam tak menyahut.


"Padahal bajunya tak menerawang, apa jangan-jangan matamu sendiri yang menerawang tubuhku yang kau sebut bagus ini? Hm?" goda pria itu.


"A-apaan sih! Meracau saja!" kesal Haara.

__ADS_1


Yoan tertawa kecil melihat Haara yang salah tingkah.


"Mungkin yang kau bilang nerawang ini karena basah mungkin, tadi bajuku ketumpahan air." seru Yoan meraba punggung bajunya.


"Basah?"


"Iya, maka dari itu mungkin terlihat sangat menerawang." sahut Yoan.


Haara mengangguk paham.


"Oh iya Yoan, mengenai wanita yang menghampiri mu saat bermain bola pantai tadi ... kau mengatakan apa padanya sampai wanita itu terlihat kesal sekali?" tanya Haara.


"Dia memujiku."


"Memuji gimana?"


"Dia mengatakan jika aku jago bermain bola pantai." seru Yoan


"Lalu kau jawab apa?"


"Thanks."


"Lalu?"


"Dia mengajakku berkenalan dan ingin kenal denganku, cih!" decih Yoan saat mengingat hal tadi.


"Terus terus??"


"Aku tak tertarik, aku mencuekinya saja dan lanjut bermain." sahut Yoan menghentikkan langkahnya saat melihat bando kucing yang menarik perhatiannya.


Yoan pun memakaikan bando kucing itu pada Haara.


"Mencuekinya apa karena ada aku saja apa tidak nih?" tanya Haara.


"Maksudmu?"


"Iya, jika tidak ada aku, apa kau akan menerima uluran tangannya dan akan berkenalan dengan nya, benar kan?" tanya Haara lagi mengetes pria itu.


"Lucu, aku akan belikan ini untukmu." seru Yoan membayar bando itu kepada penjualnya.


"Kok aku di cuekin?" tanya Haara.


Yoan melirik Haara yang sebelahnya yang menatapnya polos.


Puk!


Yoan menangkup kedua pipi Haara gemas.


"Apa kau sedang menggodaku hm?" seru Yoan.


"Menggoda apanya?? Aku itu sedang menunggu jawabanmu." sahut Haara.


"Aku tidak tertarik dengan mereka tanpa terkecuali wanita itu, aku tak suka wanita yang sangat agresif." seru Yoan.


"Agresif?"-Haara.


"Hm, aku lebih suka kau yang bertingkah agresif padaku." bisik Yoan.


Deg!


...•...


...•...


...●...


...🎐Bersambung🎐...


...●...


...•...


...•...


...Author: "asah terus Yoan, asah terus fikiran Haara biar berdebu, ajaran tak benar nih😆"...


...•...


...Jangan lupa untuk memberi dukungan pada karyaku ya kakak-kakak🤗...


...⭕Jangan lupa:...


...👍 Like,...


...🏷Vote,...


...⭐⭐⭐⭐⭐Rate 5 star,...


...❤Favorite,...


...💌 komentarnya yang selalu aku nantikan⭕...


...🚨Please penilaiannya ya kakak-kakak semua🚨...


...karena itu semua sangat berharga untuk author sendiri😇🙏...


...Hallo kakak-kakak Readers dan kakak-kakak author hebat😍...


...Terima kasih telah setia membaca karya pertama ku ini ya😇...


...💃谢谢大家!💃...


...(Xièxiè dàjiā!)...


...(Terima kasih semuanya!)...


...Sehat selalu untuk kalian semua😍😍...

__ADS_1


...see you next tomorrow❤...


🎐我的命运是赵先生🎐


__ADS_2