
Haara tertawa saat Yoan masih menunjukkan wajah polos dan kebingungan.
"Ikut aku yuk!" seru Haar amenarik tangan Yoan keluar dari kamar untuk ke lantai satu.
• • •
Yoan terkejut saat melihat ada kedua mertuanya, dan yang lainnya di sana.
Ia bisa maknai jika mereka pun turut mengerjai dirinya juga.
"Happy brithday Yoan!!" seru mereka bersamaan.
Yoan salah tingkah saat mereka menyanyikan lagu selamat ulang tahun bersamaan yang di khusus kan untuknya.
pria itu kini berakhir menatap Haara yang entah sejak kapan kini berdiri di depannya sambil memegang cake, padahal seingatnya tadi Haara berada di sampingnya.
"Kenapa natap aku begitu sih?? Aku cantik ya? Ya jelas dong, istri siapa dulu~" seru Haara menyombongkan diri.
"Kamu ... kamu ngerjain aku ya??" tanya Yoan tak menyangka.
"Hehe~ suprise!! dan misi sukses!!" seru Haara tertawa.
Yoan memijat pelipisnya, pria itu menghela nafasnya.
"Astaga AtHaara~" seru Yoan terbodohi.
"Ayo tiup lilinnya dulu, sebelumnya buatlah permohonan." seru Haara.
Yoan memejamkan matanya, lalu beberapa detik kemudian Yoan meniupnya.
Suara tepuk tangan pun kini terdengar saling bersahutan.
• • •
"AtHaara, kamu sungguh keterlaluan." sabar Yoan.
"Hehe, maafin aku ya." sahut Haara.
"Apa kau tahu betapa takutnya aku saat kau terus-terusan bersikap dingin dan cuek padaku? otakku hampir pecah saat memikirkan apa salah yang ku perbuat padamu, aku sungguh frustasi! kau harus tahu keluhanku ini." keluh Yoan.
"Jujur saja aku pun merasa tak kuat mendiamimu, itu sangatlah berat sekali." sahut Haara.
"Dan jangan lupakan saat Haara melihat wajahmu Yoan, dia merengek ingin menyudahi rencana untuk mengerjaimu, ia merasa tak kuat mendiamimu, tapi akhirnya berhasil juga." jelas Anna.
"Keterlaluan sekali kamu AtHaara, astaga~" tak menyangka Yoan.
Hal itu membuat semua tertawa mendengar keluhan Yoan.
"Maafin aku ya? Setahun sekali aku kerjain ga masalah ya, jangan marah ya~"ucap Haara membujuk Yoan.
"Marah? tapi aku tak bisa marah denganmu." sahut Yoan.
"So sweet deh, sayang nya aku sama kamu." seru Haara memeluk Yoan.
"Kak Yoan berapa sekarang umurmu?" tanya Hanabi.
"Dua puluh ... enam." sahut Yoan.
"Waw, empat tahun lagi sudah menginjak kepala tiga." sahut Hanabi.
"Sudah tua sekali ya kak, mwuhehehe." seru Haara meledek.
Yoan menghembuskan nafasnya sabar.
"Kau itu kan suka yang tua-tua Haara, iyakan~" goda Yuu.
"Haara sungguh suka yang tua-tua?? Benarkah itu Yuu??" tanya Hanabi.
"Ihh~ Zhao Cheng Yuu mulai deh kamu! Mau ajak aku berdebat? Ayo berdebat!" tantang Haara.
"Ayo, siapa takut." sahut Yuu balik menantang.
"Aku memang suka yang tua, ya tapi itu Yoan! mau apa kau??!"
"Seperti kak Yoan apa seperti om mesum??" tanya Yuu.
Haara seketika bungkam, ia jadi teringat pertemuan pertama kali dirinya dengan Yoan, ia memangggil Yoan dengan sebutan 'om mesum.'
"Dua-dua! aku suka om mesum ini!" sahut Haara menunjuk Yoan, hal itu membuat Yoan tertawa.
"Suka aku yang mesum ternyata ya? gadis nakal." seru Yoan menatap Haara menggoda.
__ADS_1
Haara seketika salah tingkah, ia tak bisa menimpali ucapan Yoan saat ini, ia merasa ia telah memancing sisi mesum pria itu.
"asyik! Dibantu kak Yoan lawan Haara, menang aku nih." merdeka Yuu.
Haara melangkah mundur saat Yoan melangkah mendekati Haara dengan tatapan mesum khas pria itu.
grepp!!
Gadis itu mengerjapkan matanya saat Yoan dengan cepat menarik pinggangnya erat.
"Yoan, mau apa kamu?? Ada mereka ih!" was-was Haara mencoba mendorong tubuh Yoan.
"Ah~ jika tak ada mereka berarti boleh?" tanya Yoan memotong jarak wajahnya.
"Yo-Yoan!"
"Aduh~ jadi nyamuk kita." seru Anna.
"Biarlah sekali saja, kita tontonkan saja mereka." sahut Yifan.
"Yoan ngga ih, malu Yoan!" panik Haara saat Yoan mencoba menciumnya.
"ayolah, aku sedang berulang tahun sekarang, sebentar saja." seru Yoan terus memaksa.
"Bubar bubar~ jadi nyamuk kita bubar~" seru Xi Cha pergi.
Yoan yang mendengar ucapan Xi Cha pun menatap Xi Cha yang pergi, dan kelengahan pria itu pun dapat Haara manfaatkan, dengan gerak cepat Haara memberontak dan kabur.
Yoan mengerjapkan matanya dan merasa kecewa saat Haara berhasil lolos.
"Sudahlah, selesai party kau kunci Haara di dalam kamar, setelahnya itu terserah deh kau apakan Haara, kau cium dia habis-habisan juga tak masalah." seru Ammar.
"Nanti ada Yiran dan Sissy tidur di kamar, dia pasti akan beralasan ada Yiran dan Yu Xi." sahut Yoan malas.
"Mereka tidur di kamar mama mu, sudahlah merdeka kau malam ini." seru Ammar menepuk-nepuk pundak Yoan.
Yoan pun tersenyum dalam diam.
●•●•●•●•●
• • •
Yoan tersenyum cerah saat melihat Haara yang baru selesai mencuci piring.
"Selesai juga, fyuh~ tinggal pindahkan Yiran dan Sissy ke kamar." gumam Haara.
Srett!
Haara tergelonjak kaget saat Yoan memeluk tubuhnya dari belakang dengan sangat posesif.
"Kamar ku ada di lantai dua lho, kamu mau kemana? Hm?" tanya Yoan berbisik di telinga Haara dengan suara baritonnya.
Haara merinding seketika saat Yoan berbisik di telinganya.
"A-aku mau ke kamar ma-mama, Yiran dan Si-Sissy kan ada di kamar mama dan papa." sahut Haara gugup.
Cup!
"Kamu kenapa jadi gugup hm?" tanya Yoan mencium pipi Haara.
"Yo-Yoan!" kaget Haara.
"Kena juga, padahal ini bukan yang pertama kali aku cium kamu, tapi kamu kaget seperti itu." kekeh Yoan.
"Ka-kalau ada yang lihat bagaimana??" tanya Haara.
"Jika tak mau ada yang lihat, ayo kita ke kamar." sahut Yoan.
"Tapi Yoan Yiran dan Sissy ..."
"Stt~ aku tadi sudah bilang pada mama untuk titip Yiran dan Sissy dikamar mama dan papa untuk malam ini, mama dengan senang hati meng'iya'kan, jadi tak perlu khawatir ya?" seru Yoan.
Haara diam kebingungan.
"Ayo." seru Yoan menarik tangan Haara naik ke lantai atas.
• • •
Haara menatap Yoan yang mengunci pintunya dan kini pria itu melangkah menghampirinya.
"Mau ngapain?" tanya Haara was-was.
__ADS_1
"Mau lanjut cium kamu, boleh kan?" tanya Yoan.
Haara menghela nafasnya pasrah.
"Kemarilah." seru Haara.
Yoan yang mendapat kan respon dari Haara pun menciumi pipi Haara tanpa ampun.
"Aw aw! Yoan, pipi ku sakit!" keluh Haara.
Haara yang tak tak seimbang karena perlakuan Yoan pun terjatuh ke atas kasur.
"Ya ampun Yoan, kamu ... mmmph~"
Dengan cepat Yoan membungkam mulut Haar dengan bibirnya.
Dengan perlahan Haara memejamkan matanya dan melingkarkan tangannya di leher pria itu, ia mulai mengikuti permainan Yoan.
Haara seketika membuka matanya saat tangan Yoan menyelusup masuk ke dalam bajunya.
"Mmph~ hentikan." seru Haara mendorong dada bidang Yoan.
"Masih ada lima jam lagi menjelang pagi, boleh ya?" tanya Yoan.
"Tapi, ini rumah mama dan papa, aku malu jika ketahuan." seru Haara pelan.
"Kita pelan-pelan." sahut Yoan.
Yoan melirik ke wajah Haara yang terlihat ragu.
"Hari ini ulang tahunku, aku menginkanmu malam ini AtHaara~" seru Yoan lemah.
Haara menarik nafasnya dna menghembuskan nafasnya.
"Lakukanlah semaumu." senyum tipis Haara.
Yoan tersenyum senang, tanpa membuang waktu lagi, pria itu langsung menyerang Haara dengan nafsu yang selama ini ia tahan.
...•...
...●...
...🎐Bersambung🎐...
...●...
...•...
...•...
...Author:...
..."sukanya om-om mesum macam Yoan Haara nih, saat Yoan kepengen Haara pasrah aja ya, wheheh😁"...
...•...
...Jangan lupa untuk memberi dukungan pada karyaku ya kakak-kakak🤗...
...⭕Jangan lupa:...
...👍 Like,...
...🏷Vote,...
...⭐⭐⭐⭐⭐Rate 5 star,...
...❤Favorite,...
...💌 komentarnya yang selalu aku nantikan⭕...
...💃谢谢大家!💃...
...(Xièxiè dàjiā!)...
...(Terima kasih semuanya!)...
...Sehat selalu untuk kalian semua😍😍...
...see you next tomorrow❤...
🎐我的命运是赵先生🎐
__ADS_1