My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
Sebuah Fakta yang Berbeda


__ADS_3

Haara menyimpan bahan bahan masakan untuk di masak nanti malam di dalam kulkas,


"Mataku terasa berat sekali" seru Haara dengan suara serak,


Ia menduduki dirinya di sofa,


Sesuai dengan permintaannya, Yoan pergi mencari es krim bucket jumbo yang ia minta,


Haara tersenyum saat mengingat kejadian tadi, dimana Yoan yang panik saat ia menangis, mencoba mendapat maaf darinya, dan juga memeluknya erat.


"Kenapa harus ada kejadian dulu baru bisa berbuat manis padaku, dia memang menyebalkan" seru Haara,


Suara pintu terbuka terdengar, dengan cepat Haara berlari ke pintu penthouse nya,


Yoan menenteng dua kantong plastik besar yang berisi dua bucket es krim di masing masing satu kantong plastik,


"Es krim!~, kau sungguh membelinya untukku?" tanya Haara menatap Yoan antusias,


Yoan menyahut dengan deheman sambil tersenyum tipis,


"Asyik!!" girang Haara mencoba mengambil plastik berisi bucket es krim itu dari tangan Yoan,


Namun Yoan menghindari


"Aku belikan ini atas ucapan maafku atas kejadian tadi aku memarahimu terlalu berlebihan"


Haara menatap Yoan polos,


"Aku akan berikan es krim ini jika kau memaafkan ku, tanpa terpaksa memaafkan ku" seru Yoan membuang wajahnya,


Haara yang mendengarnya tersenyum,


"Aku maafkan kamu, aku sudah memaafkan kamu kok"


Yoan menatap Haara yang mengatakan hal itu dengan senyuman terlihat sangat tulus,


"Memaafkanku bukan karena aku membeli es krim kan?"


"Tentu saja karena es krim!" sahut Haara merebut bucket es krim di tangan Yoan


Haara menatap Yoan, wajah pria itu menunjukkan wajah datarnya dan tatapan tajam


"Bercanda Yoan~ aku sudah memaafkan mu, serius" seru Haara serius,


Yoan menggangguk dengan artian ia percaya pada ucapan gadis itu,


"Satu bucket nya simpan di kulkas ya, aku mau makan es krim ku~" antusias Haara lari ke ruang santai,


Yoan mengeleng geleng lemah melihat tingkah istrinya dan ia pun melangkah ke arah sama Haara pergi.


Yoan menutup pintu kulkas nya dan menatap Haara di ruang santai, gadis itu terlihat sangat senang memakan es krim yang ia belikan sambil menonton sebuah drama di TV dari USB milik gadis itu.


"Belajar sana, kenapa kau menonton drama AtHaara" seru Yoan


Haara yang mendengar ucapan Yoan menatap Yoan di dapur,


"Kamu ngapain disitu?" tanya Haara yang tak menghiraukan ucapan Yoan,


Yoan menatap Haara tajam, ia sedikit kesal gadis itu tak menghiraukan pertanyaannya,


"Kemarilah, makan es krim bersamaku" ajak Haara,


"Tidak, kau saja" sahut Yoan,


Haara tak mengalihkan tatapannya dari Yoan pria itu melangkah melewatinya,


Haara pun lari menghampiri Yoan dan menarik tangan pria itu ke arah sofa


"O oi! Kenapa kau menarikku?" bingung Yoan yang tertarik mengikuti gadis itu,


"Makan es krim bersama" seru Haara cemberut,


"Tidak"


"Enak sekali lho es krim nya, ini juga es krim yang kau belikan"


"Hm, aku belikan es krim itu karena sesuai keinginan mu" sahut Yoan


"Ayolah Yoan, ah tunggu" seru Haara menyendokkan es krim dengan sendok lain dan menyodorkan nya di depan bibir Yoan,


"Aaa~"


Yoan memundurkan kepala sambil mengerutkan keningnya,

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan?" bingung Yoan


"Memaksamu memakan es krim ini, buka mulutmu, aaa~" seru Haara sambil mencontohkan membuka mulutnya,


"Aku bisa makan sen .."


"Heuu~ aaa~" rengek Haara dan mencoba menyuapi Yoan,


"Ada apa denganmu? Aku bisa .."


"Yo ..aaan~" rengek Haara,


Yoan mengerjapkan matanya saat melihat Haara memanyunkan bibirnya,


Yoan menghembuskan nafasnya, ia pun membuka mulutnya dan memakan es krim itu,


Haara tersenyum senang,


"Gimana? Enakkan??" binar Haara,


Yoan mengangguk,


"Apa ku bilang, pegang ini, ini sendokmu" senang Haara menyodorkan sendok yang ia pegang ke Yoan,


Yoan menduduki dirinya di sebelah gadisnya


Yoan mengerutkan keningnya menatap Haara,


Haara yang merasa di perhatikan menatap Yoan,


"Kenapa menatapku? drama nya di TV lho" seru Haara bingung,


"Kau aneh"


"Aneh? Apa karena tadi aku memaksamu memakan es krim, dan menyuapimu?" tanya Haara,


Yoan mengangguk


Haara terdiam sejenak,


"Itu .. Aku lakukan karena aku ingin berterima kasih padamu, tak ada salahnya aku berbagi es krim denganmu, jadikan itu sebagai ucapan terima kasihku karena kau membeli dua bucket jumbo es krim untukku" senyum Haara,


Rasa curiga Yoan pun perlahan hilang, ia pun menyendokkan es krim dan memakannya,


Haara menatap Yoan sebentar lalu memakan es krimnya juga, fikirannya larut dengan Yoan yang mengiyakan jika dirinya aneh karena memaksa pria itu memakan es krim dan menyuapi pria itu memakan es krim.


●•●•●•●•●



Haara yang sudah mengenakkan seragam pun tersenyum pada dirinya dipantulan cermin,


"Huft 'Happy anniversary Yoan, sekarang adalah satu bulan pernikahan kita!' ah itu terlihat memalukan, bagaimana ya? Hmm, apa aku belikan hadiah saja padanya ya? Dan .. Memasakkannya spaghetti carbonara! Dan membeli pudding, huwah! Ide yang bagus AtHaara!!" senang Haara memakai tas nya,


"Pulang sekolah langsung bergegas beli hadiah dan pudding deh, tak sabarnya~!" senang Haara melangkah keluar.


Haara tiba di lantai dasar Penthousenya, baru saja ia ingin melangkah ke dapur, suara bel pintu nya berbunyi.


Haara mengerutkan keningnya, ia merasa bingung siapa seseorang pagi pagi seperti ini datang.


Haara melihat kamera disamping pintunya,


Ia tersenyum senang, dengan cepat ia membuka pintunya


"Kak Anna!! Kak Ammar!!" teriak Haara memeluk mereka berdua sebentar,


Anna terkekeh saat melihat tingkah adiknya,


"Syukurlah Yoan merawatmu sangat baik ya" kekeh Ammar,


"Kak Ammar bisa saja~" kekeh Haara


"Ah ayo masuk kakak kakakku" senyum Haara menggandeng Anna dan Ammar masuk,


"Kemana anak itu?" tanya Anna melihat sekitar,


"Dia masih bersiap siap, nanti juga turun" seru Haara,


"Wah penthouse mu enak juga ya" seru Ammar melihat sekitar,


"Ahahaha iya kak, kakak kakakku sudah sarapan? Biar aku sekalian buatkan roti ya"


"Tidak usah Haara kakak bawakan pancake untukmu dan Yoan, kita sarapan bersama sama oke?" senyum Anna melangkah ke dapur,

__ADS_1


"Wah pancake! Sudah lama aku tak makan pancake buatan kakak lho" sumrigah Haara mengikuti Anna ke dapur,


"Iya juga ya, sekarang kamu bisa memakannya banyak, karena kakak buat banyak untukmu" senyum Anna,


Haara yang mendnegarnya sangat senang,


"Iya kak, aku buat coklat panas untuk kalian ya" senyum Haara,


"Wohoo!! Yoan!! My best friend!!" sumrigah Ammar menggandeng leher pria itu,


"Kalian, kapan datang?" tanya Yoan mencoba melepaskan gandengan Ammar yang mencekik,


"Baru saja" sahut Anna,


"Sepagi ini kalian datang bertamu? kenapa tidak saat malam saja, merepotkan" seru Yoan


"Yoan, jangan bicara seperti itu, kak Anna dan kak Ammar itu tamu spesial tahu, jaga bicaramu" omel Haara,


Yoan memutar bola matanya malas,


"Wah, Yoan! Kau tak menimpali ucapan Haara! Kemana Yoan yang biasanya tak mau kalah saat bicara" takjub Ammar,


"Iya benar, biasanya ia tak terima jika di marahi" tambah Anna meledek,


"Berisik kalian" seru Yoan duduk di kursi bar dapur,


Mereka pun terkekeh melihat Yoan yang tak bisa melawan,


"Nanti Haara biar aku yang antar ke sekolah saja, ada urusan juga ditempat yang kebetulan searah dengan sekolah Haara" jelas Anna meletakkan pancake di kursi makan,


"Ya sudah" sahut Yoan,


"Aku menumpang di mobilmu" seru Ammar,


"Menumpang? Pergi saja naik taksi sana" seru Yoan,


"Jahatnya kamu ya, kita satu kantor, nanti aku bantu pekerjaanmu deh, oke??" bujuk Ammar,


"Disepakati" sahut Yoan menatap Ammar dengan wajah senang,


Haara yang melihatnya terkekeh melihat perubahan Yoan setelah mendengar ucapan Ammar yang membujuknya membantu pekerjaannya.


●•●•●•●•●


Haara menurunkan jendela mobil yang Anna kendarai saat ini, hembusan angin dingin pagi hari berhembus masuk ke dalam mobil


Ia merasa sedikit sedih saat ia tak diantar dan di jemput untuk hari ini dengan Yoan.


"Oh iya, saat itu kamu menginap di rumah mertuamu ya, gimana sudah dekat?" tanya Anna,


"Mm hehe iya kak" sahut Haara malu


"Ahahah~ nyatanya kamu lebih memilih dirumah mama papa mertua nih, dari pada menginap bersama kakak dan kak Ammar, gapapa lah, hitung hitung pendekatan dengan orang tua mertuamu~" goda Anna,


"Bukan seperti .. Eh??" terkejut Haara mendengar ucapan Anna


"Kenapa?" tanya Anna bingung,


"Tadi kakak bilang apa? Menginap di rumah kakak dan kak Ammar??"


"Iya, kakak dan kak Ammar, Yoan kan bilang katanya kamu lebih memilih menginap di rumah orang tuanya daripada menginap denganku dan kak Ammar" jelas Anna,


"Tunggu? Jadi kak Ammar saat itu tidak ikut ke Jepang dengan Yoan??" tanya Haara merasa semuanya tak masuk akal,


Anna menatap Haara yang terlihat kebingungan.


...•...


...•...


...BERSAMBUNG...


...•...


terima kasih sudah tetap stay di cetitaku😉 semoga makin kesini makin suka dengan ceritanya😍


jangan lupa di :


Like👍


tambah ke favorit❤


Rate⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


dan komentarnya💭 yang selalu aku nantikan❤


__ADS_2