My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
Catatan Takdir


__ADS_3

Haara menghembuskan nafasnya, ia bingung sekali, suatu sisi ia ingin bercerita tentang masa lalu Yoan, tapi ia tak ingin membocorkan privasi pria itu sekalipun kepada sahabatnya dan jangan lupakan ia sudah berjanji pada pria itu.


"Kau terlihat lesu sekali Haara, kau baik baik saja?" tanya Riza,


"Baik, sehat bugar aku" ahut Haara lesu,


"Tidak sesuai fakta sekali, bagaimana? Apa sudah ketahuan sebabnya?"


"Dia hanya banyak fikiran saja, saat di Jepang ia sangat sibuk katanya, sampai tak sempat untuk memberi kabar" jelas Haara,


Riza dan Alka mengangguk angguk paham,


"Aku sedih" seru Haara


"Sedih? Sedih kenapa? Coba cerita" seru Alka,


"Aku takut Yoan tak mencintaiku" sahut Haara lesu


"Kenapa kau berfikir seperti itu?" tanya Riza heran,


Haara menceritakan semua percakapan yang Yoan katakan mengenai 'perduli dengan suatu hal itu merepotkan'.


"Aku berfikir jika ucapan yang ia maksud itu mengarah ke cinta di masa lalu nya" jelas Haara,


"Ahh aku paham sekarang" seru Alka


"Jadi kau berfikir jika ia masih mencintai cinta masa lalunya?" tanya Riza,


Haara mengangguk,


"Meski itu tak akan terwujud, tapi aku takut Yoan terjebak dengan cinta nya pada wanita yang ia cintai di masa lalu itu" jelas Haara,


"Apa kak Yoan masih contact an dengan wanita itu?" tanya Alka,


Haara terdiam,


"Haara?" panggil Riza menakutkan suatu hal,


"Wanita itu, sudah meninggal" sahut Haara berat,


Alka dan Riza yang mendengarnya terkejut,


"Sudah meninggal??" terkejut Alka,


"Iya, itu sudah lama sekali, tapi .. Aku takut Yoan masih mencintai wanita itu, aku takut Yoan cinta mati padanya" sedih Haara memeluk kedua lutut kakinya,


Alka memeluk Haara, ia paham sekali hal yang di khawatirkan sahabatnya itu,


"Jika itu benar pun, kak Yoan pasti hanya sebatas merindukannya saja, ia juga pasti tahu jika itu sudah takdirnya wanita itu, jika ia dan wanita itu tak akan mungkin bisa bersama, wanita itu bukanlah jodohnya, melainkan dirimu" jelas Riza


Haara membenarkan sekali penjelasan Riza,


"Benar kata Riza, takdir mu dan jodohmu itu kak Yoan oke, tapi takdir ingin kamu menjalankan percintaan kau dan kak Yoan dengan jalan yang berbeda, tidak lah mulus, tapi aku dan Riza yakin kamu pasti bisa, dan juga bisa menggantikkan posisi wanita itu di hati kak Yoan, jadi semangat oke!" jelas Alka menyemangati,


Haara tersenyum kepada kedua sahabat terbaiknya,


"Kalian membuatku lebih tenang dan bersemangat sekarang, terima kasih Alka~ Riza~, kalian memang sahabatku yang paling paling terbaik, tak ada yang bisa menggantikkan kalian" terharu Haara memeluk kedua sahabatnya,


"Guna sahabat memang seperti ini" sahut Riza,


"Iya, kamu semangat ya, pasti kak Yoan menyukaimu lho, bahkan ia sangat perhatian denganmu loh, perhatian dan perduli itu sama artinya lho" seru Alka


"Kamu benar, aku jadi yakin pada diriku sendiri sekarang, uu sayang kalian~!" seru Haara memeluk lagi kedua sahabatnya,


"Sayang kamu juga!! Aku sama Riza sayang kamu juga" sahut Alka senang,


"Oke kamu bisa ceritakan tentang kepulangan kak Yoan pada kami?" tanya Riza.


●•●•●•●•●


Yoan memijat pelipis nya pening, ia harus membaca isi dokumen dokumen nya dan menanda tanganinya hari ini juga,


Telfonnya pun bergetar, membuat fokusnya buyar dan teralihkan ke ponselnya,


Yoan pun mrngangkat telfon itu,


Yoan:


"Aku sedang sibuk jangan .."


Yuu:


"Aku ingin bertemu denganmu"


Yoan:


(Terdiam sebentar) "kenapa kau ingin menemui ku?"


Yuu:

__ADS_1


"Ada hal penting yang ingin kutanyakan padamu" (dengan nada serius)


Yoan:


(Mengerutkan keningnya)"hal penting apa? Apa harus aku menemuimu? Sepenting apa itu?"


Yuu:


"Sangatlah penting, ku harap kau tak mengabaikan pertemuan yang aku inginkan"


Yoan:


"Datang saja ke penthouse ku nanti malam"


Yuu:


"Hanya berdua, tidak dengan keberadaan Haara"


Yoan:


(Bingung)


Yuu:


"Aku harap Haara tidak mengetahui hal yang aku katakan padamu nanti"


Yoan:


"Kau terlalu berbelit belit, kenapa dia tak boleh mengetahui hal apa yang akan kau bicarakan padaku?"


Yuu:


"Aku tak ingin ia kecewa mendengarnya"


Yoan:


"Mengenai apa? Jangan berbelit belit, katakan saja hal apa itu?"


Yuu:


"Tentang kebohonganmu kepada Haara!"


Yoan:


"Kebohongan??"(bingung)


Yuu:


Yoan:


(Membelalakan matanya terkejut)


Yuu:


"Esok aku akan menemuimu".


●•●•●•●•●


Sekolah telah dibubarkan, karena jam pulang telah tiba, Haara menghentikkan langkahnya saat mengetahui jika mobil pria yang biasa menjemputnya tak ada di depan gerbang sekolah nya,


Haara mengecek ponselnya yang baru ia hidupkan,


Ada satu notifikasi dari pria yang ia fikirkan saat ini


"Dia baru akan menjemputku dari kantor huft!~" hela nafas Haara,


"Beli es krim sepertinya enak" seru nya melangkah kan kakinya menjauh dari area sekolah.


• • •


Haara menghentikkan langakhnya daat dirinya telah tiba di jalan khusus penyebrang pejalan kaki dekat dengan tikungan jalan ke arah lain,


"Oh iya, aku harus mengabari Yoan kalau aku ada di toko es krim" serunya memainkan ponselnya sambil menyebrang


"Hmm 'Yo .. An, a ..aku ada di to ..ko es krim di .. mana aku suka membeli es krim ya' kirim" senyum Haara


PIP! PIIIIIPPPPP!!!!


Suara klakson mobil terdengar nyaring,


Hal itu membuat Haara menatap sumber suara itu, mata nya membulat sempurna, mobil itu melaju kencang akan menabraknya


"Kyaaaa!!!" teriak Haara


"Awas!!"


Bruk!!


mobil yang hampir menabrak dirinya itu tak berniat menghentikan mobilnya, mobil itu pergi menjauh.

__ADS_1


Suara ringisan terdengar, perlahan Haara membuka matanya,


Seorang pria yang memeluknya dan melindungi kepalanya, mereka terjatuh bersama di trotoar jalan,


Haara pun refleks langsung menduduki dirinya, ia menatap pria itu panik,


"Ya ampun tuan! Anda baik baik saja!" panik Haara,


Semua orang mulai mengerumuni nya,


Pria itu membenarkan topinya,


Dapat Haara lihat, wajah pria itu terlihat sedikit berbeda dengan orang Indonesia layaknya, wajah pria itu terlihat berumur 23 tahun an baginya.


pria itu menduduki dirinya dan menatap Haara,


"Saat kamu menyebrang, kenapa bermain ponsel?! Apa kamu tahu itu sangat berbahaya? Contohnya kejadian tadi?!" marah pria itu


Haara menunduk takut,


"Sa saya tak bermaksud memarahimu, tapi hanya memperingatimu" khawatir pria itu,


"Kamu tidak apa apa??" tanya pria itu lagi,


"A aku tidak apa apa" sahut Haara


Tatapannya terfokus pada tangan pria itu yang tergores dan berdarah,


"Ya ampun tuan! Ta tanganmu terluka!" panik Haara,


Pria itu melirik tangannya yang tergores dengan aspal,


"Bukan luka besar, saya baik baik saja"


"Bi biar saya obati ya" khawatir Haara.


• • •


Haara memplester luka pria itu yang sudah di obati dengan obat merah itu,


"Sudah selesai" senyum Haara,


"Kamu mahir mengobati juga" takjub pria itu,


"Ah, hmm~ itu tidak begitu hebat" canggung Haara,


"Terima kasih sudah mengobati lukaku" seru pria itu tersenyum pada Haara,


"Tidak! Seharusnya aku berterima kasih pada anda, karena sudah menyelamatkan saya" tak enak Haara,


"Makannya lain kali berhati hatilah, jadikan ini sebuah pelajaran untukmu" nasihat pria itu lembut,


"Akan ku ingat ucapan anda tuan"


Pria itu terkekeh dan bangkit berdiri,


"Aku tidak suka dipanggil tuan" kekeh pria itu,


"Ah maaf" gugup Haara,


"Tak masalah, saya pergi ya, aku harus ke toko buku, takut kehabisan buku yang aku inginkan" seru pria itu


"Ah iya, sekali lagi saya ucapkan terima kasih" seru Haara membungkukkan tubuhnya,


"Tak masalah, sampai jumpa" pamit pria itu pergi,


Haara tersenyum saat melihat pria itu pergi,


"Baru kali ini aku dimarahi oleh orang" cemberut Haara


"Ah aku mau beli es krim, aku sampai lupa" seru Haara melangkah ke toko es krim.


...•...


...•...


...BERSAMBUNG...


...•...


terima kasih sudah tetap stay di cetitaku😉 semoga makin kesini makin suka dengan ceritanya😍


jangan lupa di :


Like👍


tambah ke favorit❤


Rate⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


dan komentarnya💭 yang selalu aku nantikan❤


__ADS_2