
pagi hari dengan langit yang mendung.
cuaca sungguh tidaklah bersahabat beberapa hari ini di karenakan memang sekarang adalah musim hujan.
Haara dengan perlahan menyingkirkan tangan Yoan, ia akan membuat sarapan selagi ketiga cinta nya masih tertidur.
"mandi dulu deh." hela nafas Haara pergi masuk ke kamar mandi.
●•●•●•●•●
Haara menyimpan omelete nya di atas meja.
"sudah siap, tinggal mandikan Yiran dan Sissy." senyum cerah Haara dengan langkah masih hati-hati.
saat dirimya tiba di kamar kedua malaikat kecilnya, terlihat Yiran dan Sissy sudah terbangun.
"ya ampun, anak pintar~ sudah bangun ya anak-anak mama~ pintarnya bangun tidur ngga nangis~" kekeh Haara.
ia melirik Yoan yang masih terlelap, terlintas ucapan Yoan semalam membuat nya teringat.
dimana pria itu ingin belajar memandikan Yiran dan Sissy.
Haara menduduki dirinya di tepi kasur, tatapannya terfokus pada pundak hingga dada telanjang pria itu.
hal itu membuat Haara salah tingkah saat itu juga saat mengingat apa yang ia lakukan semalam pada pria itu, sungguh ia tak menyangka ia melakukan hal semacam itu.
...'kau sungguh ahli saat membuat pertahananku runtuh, AtHaara si gadis polos yang nakal~'...
Haara dengan cepat menggelengkan kepalanya saat mengingat ekspresi apa yang ia tunjukkan pada Yoan semalam, itu membuatnya malu sendiri.
"jangan di ingat lagi." gumam Haara.
Puk! Puk! Puk!
"Yoan bangun cepat banguuuun~ bantu aku memandikan Yiran dan Sissy katanya mau belajar mandikan Yiran dan Sissy~" seru Haara menggoncang-goncang kan tubuh Yoan.
"Mmhh~"
"Yoaan~ bangun!" kesal Haara.
Dengan hati berat Yoan menduduki dirinya dengan mata masih terpejam.
"ayo bangun, katanya mau belajar, ayo." seru Haara menarik Yoan agar turun dari kasur.
Yoan mengangguk-angguk.
"Aduduh, Yoan ihh~ buka matanya, aduh tubuhmu berat." keluh Haara saat Yoan kembali tidur dengan keadaan berdiri.
"Buka matamu ayo, pakai bajumu cepat." seru Haara.
Yoan berdiri tegak dan membuka matanya perlahan.
Haara menyodorkan baju milik pria itu, pria itu pun mengambilnya dan memakainya.
"Ayo ikut aku ke kamar mandi." seru Haara.
"Mau mandi bersama?" tanya Yoan polos.
"Mandi bersama?? Ihh~ bukan, aku itu bilang mau mandikan Yiran dan Yu Xi, astaga Yoan~"
"Tapi ... aku tak bisa memandikannya, aku sedikit takut." sahut Yoan.
"Biar ku ajari, ayo, kamu gendong Yu Xi." seru Haara menggendong Yiran.
●•●•●•●•●
Yoan menatap tangan Haara serius saat memandikan Yiran dengan perlahan ia mengikutinya.
"Usap wajahnya, tapi jangan kebanyakan air nya, nanti Yu Xi kemasukan air." peringat Haara.
"Iya, akan ku coba." sahut Yoan.
Yoan terkekeh saat melihat Yu Xi bersuara.
"Ahh~ lucunyaa~" gemas Yoan dengan mata berbinar.
Haara tersenyum saat melihat Yoan tak bisa menahan rasa gemas nya.
__ADS_1
"Sudah di bilas bersih belum? Bilas dulu sabun nya, habis itu pakaikan handuk." seru Haara lembut.
"Baiklah."
• • •
Haara memerhatikan Yoan sesekali saat pria itu yang kini sedang memakaikan baju pada Yiran.
"Pelan-pelan hey, kau sedang memakaikan baju pada bayi bukan pada boneka Yoan." was-was Haara.
"Ah, pelan-pelan, baik pelan-pelan." sahut Yoan berhati-hati.
"Ya ampun, popoknya terbalik, cepat benarkan." perintah Haara.
Yoan hanya menurut.
Sungguh memakan waktu yang cukup lama, ketrampilan sungguh buruk memakaikan baju untuk Yiran.
"Sudah Yoan, kamu gendong Sissy, biar aku yang pakaikan bajunya." seru Haara.
"Maaf aku belum terbiasa." seru Yoan menggendong Sissy.
"Tak apa, nanti akan terbiasa." sahut Haara lembut.
Ting! Tong!
"Hm? Pagi-pagi seperti ini siapa yang datang~" gumam Yoan.
"Aku lupa bilang denganmu, kalau Alka dan Riza akan datang." cengir Haara.
"Ah~ biar aku yang bukakan." sahut Yoan melangkah pergi.
●•●•●•●•●
Ceklek!
"Selamat pagi kak Yoan!" seru Alka.
"Pagi, masuklah." sahut Yoan mempersilahkan Alka dan Riza masuk.
"Sissy!! Hello~ uu, Sissy sudah mandi ya~ cantiknya~" seru Alka mengajak bicara Sissy.
"Ada di atas sedang memakaikan baju Yiran." sahut Yoan.
"Kak Yoan, boleh aku gendong??" binar Alka.
Yoan mengangguk dan perlahan memberikan Sissy pada Alka.
"Mungil sekali tubuhnya, gemaas~" antusias Riza.
"Iya dong, anak siapa dulu." seru Haara tiba-tiba datang.
"Ah! hallo Yiraaan~" seru Riza menghampiri Haara.
"Hallo juga tante Riza~" seru Haara.
"Ya ampun, ganteng nya~ mau gendong dong." pinta Riza, dengan sennag hati Haara memberikan Yiran pada Riza.
"Lucu sekali~"-Riza.
Haara melirik Yoan yang melangkah mendekatinya.
"Aku masih mengantuk." keluh pria itu
"Jangan tidur lagi, kamu hari ini ke kantor iyakan? kamu mandi sana." seru Haara.
Pria itu tak bisa membantah, pria itu langsung pergi.
• • •
Haara menduduki dirinya sambil meletakkan dua cangkir teh di atas meja.
"Haara, aku bawa pulang ya anak-anak mu?" seru Alka.
"Bilang ke Yoan sana." sahut Haara santai.
"Ngga jadi deh."
__ADS_1
"Tadi mau di ajak pulang, suruh izin sama papa mereka kamu ngga mau."
"Aku sudah tahu jawabannya." sahut Alka.
"Ah, kalian sungguh tak sibuk iyakan? Maaf aku menyuruh kalian pagi-pagi datang kesini." seru Haara.
"Tak apa, ada Yiran dan Sissy juga buat aku dan Alka semakin senang juga kesini, mengenai itu kenapa kamu suruh kami kesini??" tanya Riza.
Haara menengok ke belakangnya, dan mulai bicara.
"Tepat 3 hari lagi Yoan ulang tahun, aku sungguh bingung harus buat kejutan seperti apa, apa kalian memiliki ide?" seru Haara.
"Ide? Apa kau mau memberikan semua kejutan?" tanya Alka.
"Ya, tapi aku ingin ia berfikir jika aku itu tak mengingat kapan ia ulang tahun, bagaimana caranya ya? Masa iya besok hari anniversary pernikahan aku dan Yoan aku merayakannya tapi aku tak mengingat hari ulang tahunnya dengan jarak hari nya cuma 2 hari." jelas Haara.
Hal itu membuat Alka dan Riza berfikir.
"AtHaara, kau lihat ponselku?"
Haara menatap Yoan yang turun dari tangga dengan pakaian kantornya.
"Ada di kamar Yoan, semalam kamu simpan di bawah bantal iyakan?" sahut Haara.
"Ah iya." ingat pria itu kembali naik ke lantai atas.
Haara yang melihat tingkah pelupa pria itu menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ah! Aku tahu, tapi ... aku tak yakin kau setuju." seru Alka pelan.
"Hm? Apa itu?" tanya Haara penasaran.
...•...
...●...
...🎐Bersambung🎐...
...●...
...•...
...•...
...Author:...
..."gimana pendapatnya nih di part ini?😇"...
...❗ada sedikit berita nih❗...
...kalau, My Destiny is Mr Zhao, kisah Yoan dan AtHaara beberapa part lagi akan tamat nih😭 aku kasih tahu agar sewaktu akan tamat tak terlalu mengejutkan nih huhu😭 gimana pendapatnya kakak²?😭 tulis di komentar ya😭...
...•...
...Jangan lupa untuk memberi dukungan pada karyaku ya kakak-kakak🤗...
...⭕Jangan lupa:...
...👍 Like,...
...🏷Vote,...
...⭐⭐⭐⭐⭐Rate 5 star,...
...❤Favorite,...
...💌 komentarnya yang selalu aku nantikan⭕...
...💃谢谢大家!💃...
...(Xièxiè dàjiā!)...
...(Terima kasih semuanya!)...
...Sehat selalu untuk kalian semua😍😍...
...see you next tomorrow❤...
__ADS_1
🎐我的命运是赵先生🎐