My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
Lembaran Baru


__ADS_3

"Karena aku akan membahas Irene dalam penjelasan ini."


Deg!


Wajah gadis itu tiba-tiba berubah murung.


"Tak masalah, mulailah bercerita, aku juga ingin mendengar kisah mu dengannya dulu." sahut Haara.


"Sungguh?"


Haara mengangguk.


"Kau telah mengetahui cinta masa laluku, tak ada salahnya bukan? Jika aku juga ingin tahu cinta masa lalu mu?" seru Haara menunduk.


"Berjanjilah padaku jangan marah padaku setelahnya." tanya Yoan serius.


Haara terdiam sejenak.


"Aku tak akan marah jika kau sungguh mencintaiku Yoan." seru Haara menunduk.


Yoan mengusap pipi Haara sayang.


"Aku sangat mencintaimu melebihi apapun, AtHaara." sahut Yoan.


Haara menghembuskan nafasnya.


"Mulailah bercerita." seru Haara.


Yoan menutup matanya sebentar.


"Kau pasti belum begitu paham hubungan ku dan Irene itu seperti apa di masa lalu bukan?"


"Kalian ... Saling mencintai, tapi hubungan kalian tidak bisa berjalan baik karena Irene adalah kekasih Finn, dan Irene hamil anaknya Finn." sahut Haara.


Yoan mengangguk.


"Sedikit aku koreksi, maksud ucapanku mengenai hubungan aku dan Irene itu kami tak pernah berpacaran."


"Ha? Tapi kalian saling mencintai, mustahil jika kalian tak berpacaran, pasti kalian pacaran di belakang Finn, iyakan??" tanya Haara bingung.


Yoan terkekeh mendengarnya.


"Irene mencintaiku sebagai sahabat nya, dia menyayangiku karena ia telah menganggapku sebagai kakaknya sendiri." seru Yoan memejamkan matanya.


Haara terkejut mendengarnya.


"Dia tak mencintaiku seperti apa yang kau fikirkan."


"Bohong!" tak percaya Haara.


"Bohong?" tanya Yoan mengerutkan keningnya.


"Ceritamu dengan cerita yang ku dapat berbeda." sahut Haara.


Yoan menatap Haara dalam.


"Coba ceritakan, cerita apa yang telah kau dapat."


"Kau, kau menyatakan cintamu pada Irene saat kau habis di hajar oleh Finn dan masuk rumah sakit, Finn pun yang menghajarmu itu karena kau menyatakan jika kau mencintai Irene di depan Finn."Haara.


"Irene pun mencintaimu, namun semua terhalang karena Irene yang mengandung anak Finn." tunduk Haara


"Apa kau dapat cerita ini hanya dari mama?" tanya Yoan.


Haara mengangguk.


"Semua itu tak benar AtHaara, mama tak tahu cerita yang lebih gila yang sebenarnya." seru Yoan memejamkan matanya.


Haara mengerutkan keningnya bingung.


"Biar aku ceritakan sedetail-detail nya padamu."


Haara yang mendengarnya pun mempersiapkan dirinya.


"Diawali dari aku yang menyatakan pada diriku sendiri bahwa aku mencintai Irene, namun diriku selalu tertahan untuk menyatakan cinta ku padanya karena saat itu aku tahu jika Irene sudah memiliki kekasih sebelum aku tahu kekasih Irene adalah Finn." jelas Yoan.


"Rasa cintaku semakin besar saat itu padanya membuatku berfikir egois, dan aku berfikir akan merebut Irene dari kekasihnya." kekeh Yoan.


'Bahkan sikap egoisnya sungguh benar-benar melekat sekali pada dirinya.' batin Haara.


"Dan aku bertekad untuk membuat Irene jatuh hati padaku, namun saat aku memberikan sebuah perhatian cinta, dia selalu mengartikan perhatian itu hanya sebatas sahabat atau perhatian kakaknya ke adik."


"Sampai dimana aku tahu jika Irene itu kekasih Finn itu membuatku bertekad menyatakan cintaku pada Irene, namun Irene menolakku dan mengatakan jika ia sedang mengandung anak Finn saat kepulangan Finn beberapa bulan saat itu."


"Mengandung bukanlah hal yang ia dambakan, hal itu membuatnya membenci Finn yang memperkosanya namun setelah dirinya hamil, Finn menyuruhnya untuk menggugurkan kandungannya itu." seru Yoan.


"Ha?!" terkejut Haara.


"Aku yang mendengarnya pun merasa marah sekali dengan Finn, Finn semata-mata hanya ingin bermain-main dengan tubuh Irene saja, ia tak pernah mengharapkan anak dari Irene sama sekali." jelas Yoan berlanjut.


"Aku sungguh sulut emosi saat itu, aku pun memutuskan untuk membawa Irene kabur dari Finn saat itu."


Haara terdiam membisu.

__ADS_1


"Namun Irene menolak, entah fikiran gila apa yang aku fikirkan, aku secara tiba-tiba berkata pada Irene bahwa aku akan mengatakan pada Finn bahwa aku akan menikahkan nya."


DEG!


Hati Haara mencelos seketika.


"Irene yang mendegarnya tak percaya dengan alur fikir gila ku, ia mengatai diriku sudah gila dan tak waras, ia menganggap ku dan Finn itu sama brengsek nya."


"Lalu, selanjutnya aku pun menemui Finn untuk mengatakan hal gila itu pada Finn, namun ..." gantung Yoan.


"Saat dalam waktu aku menunggu kedatangan Finn, gelang ku yang berwarna biru itu tiba-tiba saja putus tanpa sebab dan jatuh di laut saat aku ingin bertemu dengan Finn di jembatan laut saat itu." jelas Yoan.


"Tak lama Finn pun datang membuatku mengurungkan niatku untuk mencari gelang yang sudah hanyut terbawa arus itu."


"Aku mengurungkan niatku untuk menyatakan hal mengenai kebodohanku mengaku-ngaku bahwa aku telah menghamili Irene, dan aku pun hanya mengatakan tentang perasaanku cintaku dengan Irene kepada Finn, dan aku akan merebut Irene darinya."


Haara hanya diam membisu, hatinya pun terasa sakit saat itu juga, membahas tentnag cinta masa lalu memang menyakitkan.


Kini ia dapat merasakan rasa sakit yang di alami Yoan saat dirinya menceritakan cinta masa lalunya saat itu.


"Tentu saat itu juga Finn murka, ia menghajarku habis-habisan, lalu aku di larikan ke rumah sakit."


"Saat aku tersadar, seseorang yang pertama ku lihat adalah Irene, Irene menangis saat itu dan menyatakan perasaannya padaku, menyatakan perasaan cintanya hanya sebatas sahabat denganku. ah tidak, dia telah menganggapku sebagai kakakku sendiri."


"Hatiku sakit sekali saat itu, hatiku hancur saat ia menyuruhku untuk membuang rasa cinta ku padanya dan ia memintaku tak usah berharap akan bertemu dengannya lagi, karena ia akan pergi dari kehidupanku dan kehidupan Finn."


Haara merasa matanya memerah, hatinya benar-benar berdetak untuk menyebarkan rasa sakit di sekujur tubuhnya, sangat sakit sekali.


"Dan suatu malam, aku di culik oleh Finn dalam keadaan pingsan, ia menyekapku di dalam gudang dengan tujuan ia ingin membunuh ku dengan cara membakarku hidup-hidup di dalam gudang."


"Saat aku membuka mataku, ternyata aku mendapati diriku sudah kembali berada rumah sakit, saat itu juga aku mendapat berita yang sangat tiba-tiba dan mengejutkan jika Irene telah meninggal di dalam gudang dimana Finn menyekapku."


"Irene sengaja melakukan itu, ia sengaja masuk ke dalam gudang itu, ia membakar tubuhnya bersama api disana, ia memilih bunuh diri."


Haara yang mendengarnya terkejut, ia telah salah mengira, ia mengira jika Irene meninggal karena terjebak di dalam gudang saat menolong Yoan, namun dugaannya salah.


"Jadi aku paham maksud ucapan Irene yang akan pergi dari kehidupan ku dan Finn, jadi maksud nya adalah pergi dari dunia ini untuk selama-lamanya." jelas Yoan.


"Hal itu membuatku teringat dengan ucapan kakekku mengenai gambaran takdir dari gelangku saat itu, dalam artian bahwa aku telah salah mendambakan sebuah cinta." seru Yoan.


"Dan di saat itu aku mengubur perasaanku pada Irene, kini perasaanku pada Irene trlah terganti menjadi rasa bersalah yang mendalam karena kematian yang Irene lakukan itu karena tertekan karena aku dan Finn." lamun Yoan.


"Hahhhh~" hela nafas pria itu mengakhiri ceritanya.


"Lalu, jika gelang itu sudah hanyut di laut, lalu gelang yang kau pakai selama ini, gelang apa?"


"Gelang ini adalah gelang yang ku buat sendiri, aku tak ingin membuat kakek berfikir macam-macam jika gelang nya hilang satu." kekeh Yoan.


"Lalu ... Kenapa kau memberikan gelang mu yang berwarna merah padaku saat itu?? Kenapa bukan gelang yang biru saja yang kau berikan padaku??" heran Haara.


Haara yang mendengarnya tak menyangka.


"Tak ku sangka, gelang berwarna merah itu putus tanpa sebab saat kau memakainya." tunduk Yoan masih tak menyangka hal gila itu.


"Hal cukup gila ini membuatku mengakui keberadaannya, hahh~" hela nafas Yoan meletakkan kedua siku tangannya di tanah untuk menahan tubuhnya.


Haara terdiam larut dalam fikirannya.


"Takdir memang baik padaku karena mempertemukan dirimu, mempertemukan wanita yang tepat dan mencintaiku, aku merasa bersalah karena telah membenci sebuah takdir." seru Yoan.


"Hiks~"


Yoan sontak menatap Haara yang terisak dalam diam, ia menduduki dirinya tegak.


"Hey AtHaara, kamu kenapa hey?" panik Yoan mencoba menatap Haara yang menunduk.


Tuk!


Yoan terdiam sejenak saat Haara menyandarkan dirinya di dada bidangnya.


"Perasaanku campur aduk Yoaan~" isak Haara.


"Campur aduk?"


"Hatiku sakit sekali karena cerita cintamu pada Irene sampai sebesar itu, namun sisi lain aku merasa sangat senang sekali karena aku memiliki mu yang mencintaiku, di tambah mengenai makna gelang yang ku pakai putus tanpa sebab, itu membuatku senang sekaligus bahagia sekali." jelas Haara.


Yoan tersenyum tulus mendengarnya, ia memeluk gadis itu.


Cup!


Yoan mencium pucuk rambut Haara sayang dan mengusap rambut Haara sayang.


"Akulah yang beruntung mendapatkan mu, AtHaara." sahut Yoan.


"Tidak! Aku yang beruntung karena memiliki Yoan!" seru Haara duduk tegak dengan bibir di tekuk.


"Baiklah~ baiklah~ kita sama-sama beruntung, dan aku adalah milikmu seorang." kekeh Yoan.


Haara tersenyum malu.


Yoan duduk sila menghadap Haara, pria itu merengtangkan kedua tangannya.


"Hm?" bingung Haara.

__ADS_1


"Butuh pelukanku?" senyum Yoan.


Haara tersipu malu mendengarnya, gadis itu pun memeluk Yoan erat.


"Uhh~ sayangku~" seru Yoan memejamkan matanya.


Haara yang mendengarnya tak bisa menahan senyumnya, ia menyembunyikan wajahnya di dada bidang pria itu.


"Aku sayang Yoan~" seru Haara malu-malu.


Yoan tersenyum senang, ia menatap langit yang di taburi bintang-bintang disana, sangat indah sungguh indah seperti suasana hatinya saat ini.


"Shí ... jiǔ ... bā ... qī ...


(10 ... 9 ... 8 ... 7 ...)" seru banyak orang-orang bersamaan dengan lambat.


"Akan saatnya, petasan akan di luncurkan bersamaan." seru Yoan melihat jam tangannya.


"Sungguh??!" berbinar Haara melihat jam tangan di tangan pria itu.


Yoan mengangguk.


Haara tersenyum senang,


"Yeeee!!" teriak Haara mengikuti sebagian orang berteriak.


Sret!!


Yoan merasakan tangan gadis itu melingkar di tubuhnya, gadis itu memeluknya dari samping dengan pandangan fokus ke langit, pria itu pun merangkul pundak gadis itu.


" ... Sān ... 'èr ... yī!!


(... Tiga ... Dua ... Satu!!)"


Pnggg!! Jdrr!!!



"Waaaaaa!!!!" teriak Haara antusias.


"Yoaan~ indah sekali!!" takjub hAara berbinar.


"Ahh~ kau benar, indah sekali." senyum Yoan menatap langit-langit.


"Selamat tahun baru Yoan!" seru Haara mendongakkan kepalanya.


"Selamat tahun baru juga AtHaara~"


Teriakan haru dan antusias, dan juga pujian orang-orang yang melihat betapa indah nya pemandangan langit membuat orang tak bisa mengalihkan pandnagannya ke langit.


'Dear tahun ini, aku berharap agar menjadi awal tahun yang baik, tak ada lagi konflik yang membuat keraguan dan gangguan lagi dalam rumah tanggaku, aku hanya ingin hidup bahagia bersama AtHaara, izinkan aku untuk bisa bahagia bersama gadis ku, membuatnya bahagia bersamaku.' batin Yoan.


'Aku berharap, mulai tahun ini aku bisa hidup bahagia selamanya bersama Yoan, aku menyayangi dan mencintai pria ini, pria yang saat ini tengah ku peluk, jadi aku harap, tak ada lagi konflik dan perpisahan untuk hidup kami.' batin Haara tersenyum.


...•...


...•...


...●...


...🎐Bersambung🎐...


...●...


...•...


...•...


...Author: "lebih menyesakkan mana nih masa lalu Yoan sama Haara?"...


...•...


...Hallo kakak-kakak Readers dan kakak-kakak author hebat😍...


...Terima kasih telah setia membaca karya pertama ku ini ya😇...


...Jangan lupa untuk memberi dukungan pada karyaku ya kakak-kakak🤗...


...⭕Jangan lupa Like, Vote, Rate 5 star, +Favorite, dan komentarnya yang selalu aku nantikan⭕...


...Please penilaiannya ya kakak-kakak semua😇...


...karena itu semua sangat berharga untuk author sendiri😇🙏...


...💃谢谢大家!💃...


...(Xièxiè dàjiā!)...


...(Terima kasih semuanya!)...


...Sehat selalu untuk kalian semua😍😍...


...see you next tomorrow❤...

__ADS_1


...🎐我的命运是赵先生🎐...


__ADS_2