My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
Salah Pemahaman


__ADS_3

Ammar mengejar Haara dengan langkah cepat,


Ammar menarik pundak Haara,Haara pun menghentikan langkahnya,


"Kamu kenapa?kenapa tiba tiba seperti ini?"tanya Ammar,


"Aku kesal dengan Yoan!"


"Yoan?memangnya ada apa?bahkan tadi Yoan tak melakukan atau mengatakan apapun yang membuatmu kesal"bingung Ammar,


"Ada kak!"jawab Haara masih nggan membalikkan tubuhnya,


Ammar kebingungan,ia pun melangkah kehadapan gadis itu,


"Coba cerita kenapa?"tanya Ammar lembut,


Haara menunduk,


"Apa ia tak menganggapku?"


"Menganggapmu apa?"tanya Ammar sungguh kebingungan,


"Ia menyiapkan semuanya sendiri,tanpa sepengetahuanku!aku seperti tak berguna dan tidak bisa diandalkan oleh nya!"emosi Haara,


"Kenapa kau berfikiran seperti itu?"


Haara tercegang,itu bukan ucapan Ammar,


"Aku tak hanya ingin pelajaranmu terganggu"tambah Yoan,


"Tuh di jawab langsung sama orang nya"senyum Ammar melangkah pergi membawa Anna pergi,


Haara belum membalikkan tubuhnya,Yoan melangkah kehadapan Haara dan membungkukkan tubuhnya untuk menatap Haara,namun Haara membuang pandangannya,


"Jangan menatapku!"


Yoan terkekeh,


"Aku bukannya tak ingin mengandalkanmu,atau membuatmu tak berguna,aku hanya tak ingin pelajaranmu terganggu,karena ini bukan sepenuhnya tanggung jawabmu"jelas Yoan,


"Lalu apa yang harus aku lakukan,jangan buat aku tak berguna!"malu Haara salah paham,


"Mm ~,kau hanya mengeceknya dan mengubah apa yang tak kau suka dengan yang kau suka"sahut Yoan,


Haara merapatkan bibirnya rapat rapat,ia menahan agar tak tersenyum,


Yoan berdiri tegak,


"Masih salah paham denganku?"tanya Yoan menundukkan pandangannya,karena Haara lebih pendek darinya,


"Tidak"sahut Haara pelan,


"Baguslah,aku harus ke bandara"seru Yoan pergi meninggalkan Haara,


"Yoan!"panggil Haara,pria yang dipanggil namanya itu pun menengok,


"Maaf,maaf aku sudah salah paham dan .. Terima kasih"seru Haara malu,


Yoan mendengar ucapan Haara pun mendecih dan menyahut dengan deheman,


Haara tersenyum,ia sangat malu saat ini,ia salah paham dengan Yoan,jelas jelas maksud pria itu baik sekali,ia merutuki dirinya sendiri atas kebodohannya.


●•●•●•●•●


• • •


• •



Haara menutup pintu mobilnya namun langsung disambut kebisingan dari sahabatnya,

__ADS_1


"Haara!! kemarin tuan Yoan buat kejutan untukmu ya,tiba tiba datang? so sweet,omaigat!!Yifan apa kau seperti itu juga kepada Riza ha?"tanya Alka berteriak dalam mobil,


"So sweet telingamu!"sahut Haara,


Yifan yang mendengar teriakan Alka menutup telinganya,


"Bisakah kau bicara pelan pelan!aku sedang fokus menyetir!"omel Yifan,


"Aku bertanya jawab"seru Alka tak menghiraukan omelan Yifan,


"Kenapa aku harus seperti kak Yoan?aku tak tertarik dengan sikap kak Yoan,ia terlalu dingin dan datar"seru Yifan menjelek jelekan,


"Jaga ucapanmu,bagaimana jika Haara mengadu"bisik Riza,


"Ah iya juga"kekeh Yifan,


"Mulai lagi!"geram Haara,


"Eh kemarin kak Yoan bertanya padamu tentang asal lukamu?"tanya Yifan,


"Iya"


"Kau ceritakan semua?"


"Hm,iya,aku ceritakan semua"


"Benar benar ia ingin mendengar ceritanya langsung padamu"


"Maksudnya?"tanya Haara,


"Kemarin aku cuma beritahu jika tanganmu terluka akibat si Daniel itu,wajahnya langsung berubah menyeramkan saat itu,saat aku ingin menjelaskan,ia bilang ia ingin mendengar ceritanya langsung darimu"jelas Yifan,


"Ehem ehem,ada yang mulai perduli seperti nya"seru Alka pura pura batuk,


"Mm,Yifan,jika ada dua ponsel seperti di koneksikan GPS untuk apa?"tanya Haara bingung,


"Ah?apa kak Yoan memasang GPS diponselmu?"tanya Yifan balik,


Riza terkekeh mendengarnya,


"Ada yang mulai protekti jarak jauh nih"


"Maksudnya apa sih?"


"Kak Yoan mulai sekarang mengetahui kau pergi kemana saja"


"Ha?!!"


"Dia hanya mengawasimu,jika kau hilang aku bisa dapat info dari kak Yoan"seru Yifan,


"Dikira aku anak kecil!"


"Kau anak kecil bagi kak Yoan,ahh iya kemarin malam kak Yoan mengirim pesan padaku,agar aku menemanimu,memang kau mau kemana?lama lama aku seperti asisten pribadi nya kak Yoan"malas Yifan,


Haara jadi teringat saat pagi tadi jam 6 ia mendapat pesan dari Yoan mengiriminya alamat tempat pernikahannya,


"Mm,ke tempat pernikahanku minggu depan,ia menyuruhku mengeceknya"sahut Haara pelan,


"Ikuuuttt!!!"seru Riza dan Alka bersamaan.


"Ahh,aku harus minta bayaran dari kak Yoan sepertinya"gumam Yifan.


●•●•●•●•●


Yoan menghempaskan dirinya di sofa yang berada diruangannya,ia baru saja menyelesaikan meeting dengan adik dari papanya,


Sebuah pesan masuk ke ponselnya,


"Ammar?"


Ia membaca isi pesan dari sahabatnya itu,menjelaskan isi pesan itu bahwa,Ammar dan Anna pergi menemui Aldo untuk memberitahu tempat tinggal temannya,Daniel.

__ADS_1


namun,saat ia pergi kerumah Daniel,pria itu tidak ada dirumah selama beberapa hari belakangan ini,pria itu kabur.


Yoan mengepal ponselnya kuat,ternyata Haara belum aman,


"Yoan,nǐ zěnme le?"


"(kau kenapa Yoan?)" tanya seseorang


"ā wǒ méishì"


"(oh,aku baik baik saja)" sahut Yoan menatap om nya,


"kàn qǐlái xīnqíng bù hǎo hái hào ma?"


"(perasaanmu tidak baik,kau baik baik saja?)"


"wǒ zhǐ yǒu jǐ gè wèntí wǒ yào zài zhèlǐ zuò wán gōngzuò hòu huídào yìndùníxīyà"


"(Saya hanya punya beberapa masalah. Saya akan menyelesaikan pekerjaan di sini dan kembali ke Indonesia)" sahut Yoan,


"hǎo nǐ xīngqītiān jiéhūn ba?"


"(jadi kau menikah hari minggu kan?)"


Yoan mengangguk sambil tersenyum,


"chī wǔfàn ba!"


"(ayo kita makan siang!)"


Yoan bangkit dan pergi bersama dengan om nya,


"nǐ wèilái de qīzǐ shì shénmeyàng de rén?"


"(seperti apa calon istrimu?)" kekeh sang om,


Yoan ikut terkekeh mendengarnya.


●•●•●•●•●


Haara duduk di kursi balkon kamar nya,ia baru saja pulang karena ia benar benar datang mengecek ke alamat yang Yoan kirim ke ponselnya,alamat tempat ia akan melakukan akad dengan Yoan,


Tempat yang tak begitu luas dan tak besar,tentu saja karena pernikahan nya nanti hanya di hadiri oleh ketabat terdekat dan kedua sahabatnya saja,


Ia ikut berpatisipasi disana untuk masalah dekorasi,ia terkekeh saat mengingat jika ia salah paham dengan Yoan kemarin,maksudnya sungguh diluar dugaan dirinya,


Dan ia tercegang saat teringat ia menangis didepan pria itu,rencananya untuk menahan agar ia tak menangis di depan pria itu pun gagal,ia sungguh tak bisa menahannya sama sekali,ia benar benar menangis sejadi jadinya didepan pria itu,sungguh memalukan sekali,


Wajahnya panas saat mengingat Yoan menenangkannya saat menangis dengan cara mengusap lembut rambutnya,perlakuan itu membuat sebuah isyarat pada dirinya untuk menangis sejadinya jadinya didepan pria itu,alhasil ia lebih merasa tenang saat menangis,tak ada rasa takut dan sesak yang ia rasakan lagi.


"Sungguh seperti penyihir~"kekeh Haara,


"Jika saja ia tak menyebalkan,mungkin aku sudah menyukainya seperti wanita lainnya,jika mereka tahu Yoan bagaimana,pasti mereka akan seperti ku"tertawa jahat Haara,


"Pasti sangat melelahkan saat itu,ia mengurusnya sendirian"lamun Haara,


"Untung aku bantu pekerjaannya saat itu"senyum Haara,


Ia menepuk pipinya,


"Ahh,wajahku~kenapa aku tak bisa berhenti tersenyum,aku tak bisa bohong dengan pesona ia!!"seru Haara menahan agar tak teriak.


"Kurang ajar kau Yoan!"ringisnya.


...•...


...•...


...{Bersambung}...


...•...

__ADS_1


Hai Readers👋jangan lupa like dan komentar nya ya❤


__ADS_2