My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
Membantah Ucapan


__ADS_3

"Kenapa menyuruhku mengangkat telfonnya?" tanya Haara bingung,


Yoan memiringkan tubuhnya yang masih keadaan tiduran,


"Kesadaranku belum terkumpul sepenuhnya, aku tak ingin mengangkat telfon dari orang lain saat aku baru bangun tidur, itu terdengar bukan diriku sekali" jelas Yoan dengan suara khas bangun tidurnya,


Haara ber 'oh' pelan, ia tertegun dengan penjelasan pria itu, ia ingin terlihat profesional.


"Apa katanya?" tanya Yoan pelan,


"Kamu harus ke kantor untuk menandatangani suatu berkas tentang proyek perusahaan yang harus ditanda tangan hari ini juga" sahut Haara,


"Berkas? Berkas apa?" seru Yoan bertanya pada dirinya sendiri,


"Tadi kan sudah ku jelaskan, baru saja" bingung Haara tak percaya pria itu bertanya,


"Aku lapar, kau masak apa?" tanya Yoan menduduki dirinya ia sama sekali tak menghiraukan ucapan Haara,


"Masak?? Bagaimana aku bisa masak? Sedangkan kau tidur di pundakku" seru Haara membuang wajahnya malu,


Haara teringat sesuatu,


"Oh iya, lagi pula bahan bahan makanan habis" seru Haara,


"Tinggal pergi belanja apa susahnya" sahut Yoan berdiri,


"Tidaklah susah jika bicara, hahh~ aku akan pesan taksi" oceh Haara,


"Untuk apa pesan taksi?"


"Untuk aku pergi ke supermarket lah"


"Siapa yang menyuruhmu naik taksi?" tanya Yoan menatap Haara


"Lalu aku naik apa? Sudahlah lupakan, kau harus pergi ke kantormu kan? Bersiap siaplah sana" usir Haara memainkan ponselnya,


Yoan mengambil ponsel Haara, Haara yang terkejut mendongak untuk menatap Yoan yang berdiri didepannya


"Pergi bersama"


"Eh?"


"Setelah ke kantor, aku temani belanja, sekalian makan malam diluar saja" sahut Yoan membatalkan pemesanan taksi di ponsel Haara.


●•●•●•●•●


Haara menggigit bibir bawahnya, ia merasa ada yang tak beres pada dirinya,


'Ayolah Haara, kenapa otakmu selalu mengeluarkan kata 'kencan?!' terus terusan? ini bukan kencan, bu-kan ken-can!' batin Haara,


"Kau tunggu di mobil saja" seru Yoan menghentikan mobilnya, mereka telah tiba didepan bangunan perusahaan pria itu,


"Eh, kenapa di luar? Ngga parkir didalam saja?" tanya Haara,


"Cuma sebentar saja" sahut Yoan yang membuka sabuk pengamannya,


"Eh aku jangan di kunciin" panik Haara,


Yoan melirik Haara sekilas sambil terkekeh,


"Mobil nya aku biarkan hidup, kau jaga mobil disini" seru Yoan membuka pintu mobilnya,


"dikira aku tukang parkir apa" gerutu Haara,


"Ah iya, jangan injak gas mobil atau menyentuh apapun, duduk diam saja, paham?" seru Yoan memperingatkan,


"I iya, aku paham" sahut Haara cemberut,


Suara pintu tertutup terdengar,


"Memangnya aku anak kecil harus diperingatkan seperti tadi" rajuk Haara,


Haara menghirup panjang untuk lebih memasok harum yang ada didalam mobil,


Aroma khas dan parfum Yoan tercium di indra penciumannya,


"Hahh, kenapa harum di mobil ini menjadi candu untukku? Ahh memalukkan!" seru Haara malu sendiri,

__ADS_1


Haara menyandarkan dirinya,


"Oh iya, sekalian saja aku cari keperluan dan kebutuhan untuk esok, apa ya?" fikirnya,


"Yang penting adalah makanan" kekehnya,


Ia mendengus kesal,


"Ah lama~ lama sekali~" merajuknya,


Ia melihat keluar jendela, dan menghela nafasnya.


●•●•●•●•●


Yoan membenarkan topinya sebelum keluar dari lift, beberapa karyawan menyapanya dan menunduk hormat.


Yoan melangkah cepat keluar


Yoan menggerutkan keningnya saat menyadari mobilnya mati, ia mengintip kedalam mobil, ia menghela nafasnya kasar,


"Benar benar dia, kusuruh tunggu didalam mobil, sekarang menghilang" kesalnya menatap sekelilingnya,


Ia dapat melihat gadis itu berada diseberang jalan raya,


"Hahh, sedang apa ia disana??" frustasinya,


Ia pun berniat akan menyebrang, rasanya ia ingin menarik telinganya dan menggiringnya masuk kedalam mobil.


• • •


"Ah, aku ingin permen lolipop dan juga permen karetnya!" seru Haara senang,


Ia menghabiskan es krim nya,


"Sudah berani tak menuruti ucapanku ya?"


Tubuh Haara tercegang, perlahan ia membalikkan tubuhnya,


"Ee Yoan~"


Yoan menatap Haara dnegan tatapan sangat tajam dan menusuk,


"Hukuman apa ya yang akan ku berikan padamu" seru Yoan dengan wajah sinis,


"Huwaa~ jangan! Jangan hukum aku ya ya ya??" mohon Haara,


Yoan menghela nafasnya membuang wajahnya,


"Aku berikan ini untukmu, asal jangan hukum aku ya ya ya?" seru Haara menyodorkan permen lolipopnya pada Yoan


"Menyogokku?" sinis Yoan,


"Tidak! Aku tulus memberinya untukmu" senyum Haara,


Yoan melihat sekitarnya, pantas saja ia merasa di pantau, ada banyak orang sedang memerhatikkan dirinya dan Haara, mereka mempertontonkam perdebatan dirinya dengan Haara, sesekali mereka tertawa.


"Tidak suka"


"Lho? Kenapa? Ini permen yang banyak digemari lho?"


"Berikan permen karet yang kau beli tadi" seru Yoan membuang wajah,


Haara dengan cepat memberi permen karet berisi 5 buah itu,


"Ini!" Haara tersenyum memberikkan


Yoan mengambilnya dan memakan permen karet itu,


Haara menatap tangannya terkejut,


"Eh, kenapa memegang tanganku?"


"Mau menyebrang" sahut Yoan menarik tangan Haara untuk mengikutinya.


Jantungnya berdegup kencang.


"Ta tapi a aku bisa menyebrang sendiri kok"

__ADS_1


"Jangan membantah" seru Yoan menekankan kalimatnya,


Haara tak berani membantah tentunya,


Ia menatap Yoan didepannya yang menuntunnya menyebrang, ia memegang dadanya yang berdegup kencang,


'Ada apa denganku? Tidak mungkin aku menyukainya?' batin Haara.


Haara menatap tangannya yang digenggam oleh Yoan, pria itu menggenggam erat tangannya,


mereka telah tiba di seberang jalan di mana Yoan memparkir mobilnya,


bruk!!


"a awh!!" ringis Haara melangkah mundur sambil memegang hidupnya,


"bisa bisanya kau melamun"


"a aku tidak melamun" alasan Haara,


"jika tidak, kenapa kau menabrakku saat aku telah menghentikkan langkahku??"


"ka kau tiba tiba berhenti, membuatku terkejut saja" sahut Haara membuang pandangannya,


Haara melirik tangan pria itu yang mengadah didepannya,


ia menatap Yoan bingung,


"permen karetnya kan tadi sudah aku kasih, ada lima lagi, aku tidak beli lebih banyak permen karet tahu~" seru Haara polos,


"kunci mobil"


"ha?"


"kunci mobilnya mana?" pinta Yoan tak sabaran,


"a ah!! i iya tunggu dimana ya aku simpan" sahut Haara sibuk mencari di saku celana dan sweter nya,


"jangan main main AtHaara" seru Yoan serius,


"aduhh! aku lupa, aku simpan dimana ya?" panik Haara,


Yoan menepuk keningnya sendiri,


"sudah aku bilang tunggu aku di mobil, kenapa tak menurut sih?" seru Yoan menahan kesal,


"aku hanya ingin jajan saja kok, aku hanya ingin beli permen lolipop ini, ini sangat menggiurkan saat aku melihat didalam mobil tahu" merajuk Haara,


"hahh, coba ingat ingat dimana AtHaara~" sahut Yoan tenang,


"mm, dimana ya? aku masuki kedalam tas ku didalam mobil ya?" ingat ingat Haara,


Yoan melirik ke dalam jendela mobil,


"tas mu didalam"


"ha?! a aku telah mengkunci pintu mobilmu! sedangkan kuncinya didalam! bagaiamana ini Yoan" panik Haara,


"cih, bagaimana bisa kau mengunci mobilku dengan kunci mobil yang kau masukkan ke dalam tas mu? sedangkan tas mu ada didalam, kau juga telah mengkunci tas mu didalam mobil, tidak masuk akal" decih Yoan menatap Haara tak percaya,


Haara tertegun mendengar ucspan Yoan, memang tak masuk akal sekali ucapannya,


"tapi setelah aku mengkunci aku langsung .." ucapan Haara terhenti,


"huwaa!! aku menyimpannya di meja toko!!" teriak Haara histeris,


Yoan memijat pelipisnya merasa pening,


"aku akan mengambilnya!" seru Haara, gerakkan kakinya terhenti saat Yoan menahannya,


"biar aku yang ambil, kau tunggu disini!".


...•...


...•...


...{Bersambung}...

__ADS_1


...•...


...hai readers dan author author hebat👋 terima kasih sudah membaca ceritaku, jangan lupa like, rate dan komentarnya ya😊 tambahkan juga ceritaku ke favorite agar tidak ketinggalan ceritanya, terima kasih🙏...


__ADS_2