
3 minggu telah berlalu, kini Anna sudah di pulangkan dari rumah sakit, keadaan Anna telah pulih sepenuhnya.
Kembali meloncat waktu.
kini telah menginjak waktu 1 minggu kemudian, selama satu minggu juga Yoan dengan terpaksa harus meninggalkan Haara di penthouse sendirian.
Haara kini hanya duduk termenung di dekat jendela penthouse nya.
Ia sungguh bosan, sangat bosan.
Ia pun juga merasakan gelisah karena usia kandungannya sudah menginjak usia 9 bulan.
Ia baru saja selesai telfonan dengan Yoan beberapa menit lalu.
Pembicaraan yang mereka bicarakan adalah mengenai pemikiran Yoan yang sangat tiba-tiba hingga membuatnya terkejut.
Yoan memberitahu Haara bahwa sebagai berjaga-jaga saat Yoan tak ada di penthouse, pria itu berfikir lebih baik jika Haara di rawat di rumah sakit, agar lebih aman.
Yoan takut jika saat dirinya tak ada, Haara tiba-tiba merasakan reaksi yang tak bisa di prediksi saat waktunya Haara akan melahirkan.
Belakangan ini pria itu sungguh tak bisa meninggalkan pekerjaannya, namun Haara tentu dapat memahami kesibukan Yoan yang tak biasa.
Drrt! Drrt!
Ponsel Haara bergetar menandakan ada notifikasi masuk.
"Yoan?" gumam Haara membuka pesan dari Yoan.
Yoan:
"Aku akan mengirimkan taksi untukmu, aku sudah daftarkan namamu di ruang VVIP, aku akan sedikit telat, setelah urusanku selesai sesegera mungkin aku akan ke rumah sakit."
Yoan:
"Aku tak mau dengar penolakan lagi, ku mohon dengarkan ucapanku, paham?"
Haara menghela nafasnya sambil tersenyum tipis.
Haara:
"Paham Yoan:)"
Yoan:
"Istri pintar!"
Haara yang membaca isi pesan balasan dari Yoan pun tersenyum senang.
Haara:
"Hehe, Yoan boleh aku minta sesuatu??"
Tanpa menunggu lama Yoan membalas pesan Haara dengan cepat.
Yoan:
"Tentu saja boleh sayang~ kamu mau minta apa??"
Saat Haara membaca balasan dari Yoan, ia berteriak histeris saat Yoan mengirim pesan yang sangat manis sekali hingga memanggilnya 'sayang.'
Haara:
"Aku mau makan spaghetti Carbonara saat di rumah sakit nanti! Kita sudah lama tak makan spaghetti Carbonara bersama! Aku mau makan bersama bersamamu!"
Yoan:
"Baiklah~ aku akan beli spaghetti Carbonara untuk kita, kau mau apa lagi??"
Haara:
"Coklat panas!"
Yoan yang membaca balasan dari Haara terkekeh.
Yoan:
"Kenapa menunya kesukaanku semua? hm?"
Haara pun bingung sendiri, entah kenapa ia sangat ingin makan-makanan dan minuman Yoan bersama saat di rumah sakit nanti, ia pun merasa bingung
Haara:
"Sedang ingin saja Yoan, entahlah aku juga bingung."
Yoan:
"Baiklah, akan aku belikan, sekalian dengan es krim untukmu."
Haara yang membacanya antusias bukan main.
Haara:
"waaa!!! terima kasih!! I love you Yoaaan~"
Yoan:
"Love you too~"
Haara kegirangan bukan main.
"Huwaa~ kenapa rasanya aku sangat merindukannya sekarang~" seru Haara menutup wajahnya, Ia merasa wajahnya terasa panas.
●•●•●•●•●
• • •
• •
•
Malam hari kemudian.
Haara dengan rasa gelisah dan tak enak hati pun masuk ke dalam lift nya.
Entah kenapa ia merasa gelisah sekali saat ini, ia merasa jika ia seperti ini karena ia merasa waktunya akan semakin dekat.
Ia pun merasa ingin sekali bertemu Yoan sesegera mungkin, namun ia tak ingin mengganggu pekerjaan Yoan.
●•●•●•●•●
Yoan menyandarkan punggung nya di kursi kerjanya.
Ia mengusap wajahnya gusar.
Ia merasa lelah sekali saat ini, matanya terasa lelah menatap layar laptopnya.
"Sepertinya aku memeriksa semua laporan di rumah sakit saja, kasihan Haara menunggu sendiri di rumah sakit." gumam nya bangkit langsung menyambar jas nya dan laptopnya lalu melangkah keluar dari ruangannya.
• • •
Di sebuah lestoran Italia, kini Yoan tak lupa dengan pesan Haara yang ingin memakan Spaghetti Carbonara dan coklat panas, sungguh ia sangat menyukai idam-an Haara kali ini.
Setelah pesanannya jadi pun ia membayarnya dengan kartu ATM-nya dan sesegera mungkin keluar dari lestoran itu.
Kini ia sudah berada di dalam mobil dengan laju kendaraan berada di atas 40km.
Dengan fikirannya yang selalu di penuhi dengan Haara hal itu hampir membuat dirinya berfikir jika dirinya benar-benar di buat gila oleh gadisnya itu.
"AtHaara~ kau sungguh membuatku semakin gila~" seru Yoan menginjak gas mobilnya menambah kecepatan laju mobilnya.
ia ingin sesegera mungkin bertemu dengan Haara.
●•●•●•●•●
Ting!
Haara melangkah keluar dari liftnya dan kini ia sudah berada di luar apartemen.
__ADS_1
"Nyonya Zhao AtHaara?"
Haara yang terpanggil pun menatap kepada seseorang yang memanggilnya.
"I ... ya?" sahut Haara ragu.
"Ah! Jadi benar anda, saya mendapatkan pesan dari seorang tuan bernama tuan Zhao ... Yoan, apa saya salah sebut?" seru seorang supir.
"Ahaha~ benar, tuan Zhao Yoan, dia adalah suami saya." kekeh Haara saat seorang supir itu kesulitan menyebut nama Yoan.
"Maafkan saya nyonya, saya tak pandai menyebutkan nama yang ... sedikit sulit." tak enak sekrang supir.
"Ahahahaha~ tak apa pak, ayo kita berangkat sekarang." seru Haara.
"Baik nyonya, tujuannya ... ke rumah sakit S, benar?"
"Benar."
"Mari nyonya Zhao, mobil nya saya parkir di sini." seru seorang supir itu membuka pintu belakang taksi.
"Terima kasih pak." seru Haara ramah.
"Sama-sama nyonya."
Mobil taksi melaju perlahan dan mulai meninggalkan area apartemen.
• • •
Suasana malam yang terlihat indah, senyuman di bibir Haara terus terulas manis di wajahnya.
Perlahan senyumnya luntur, hatinya seketika merasa sedih entah kenapa, ia memegang dadanya yang tarasa sesak.
Ts!
Haara membulatkan matanya saat ia tanpa sadar meneteskan air matanya.
Dengan ragu ia mengusap air matanya yang menetes.
'Kenapa aku tiba-tiba menangis??' batin Haara merasa kebingungan.
Drrt Drrt!! Drrt Drrt!!
Haara yang sedikit terkejut dengan getar ponselnya pun langsung melihat panggilan masuk dari siapa.
"Yoan?" gumam Haara langsung mengangkat telfon dari Yoan.
Haara:
"Hallo Yoan?"
Yoan:
"Hallo juga."
Haara:
"Mmm~ ada apa nelfon? Jika kau tanya aku sudah berangkat belum, aku sudah ada di dalam taksi yang kau pesan kok."
Yoan:
"Ya aku tahu kok."
Haara:
"Eh?? Tahu dari mana??"
Yoan:
"Aku akan tahu kamu lagi ngapain dan dimanapun kapan saja kok."
Haara:
"Ihh Yoan seriuus~"
Yoan:
"Aku serius~" (terkekeh)
Haara:
Yoan:
"Aku merindukanmu."
Haara yang mendengarnya tersenyum sendu.
Ya, gadis itu bukan lah tersenyum senang, melainkan tersenyum sendu.
Haara:
"Aku juga merindukan mu Yoan, cepatlah ke rumah sakiiit~ aku takut sendirian di rumah sakit~"
Yoan:
"Ada aku, kenapa takut?"
Haara:
"Aku tahu nanti kamu menyusul, tapi aku tak mau kamu lama-lama ke rumah sakit nya~"
Yoan:
"Iya tak akan lama~ by the way aku suka melihat baju yang kau kenakan sekarang."
Haara mengerutkan keningnya bingung sambil menatap bajunya.
Haara:
"Bahkan kau tak tahu aku pakai baju apa."
Yoan:
"Baju berwarna putih sebawah lutut dengan tali berwana hitam, serta memakai cardigan hitam panjang, sungguh sangat cocok untukmu."
Haara sontak terkejut menatap bajunya.
benar!
Haara dengan cepat menengok ke jendela belakang taksi.
Ia menyipitkan matanya, ia sedang membaca plat mobil di belakangnya.
Haara:
"hey Yoan, kamu kenapa tak bilang dari awal jika kau sedang mengikuti taksi yang aku tumpangi sejak awaaal~"
Terdengar pria itu tertawa saat mendengar Haara yang merengek kesal.
Yoan:
"Wah, sepertinya aku ketahuan."
Haara:
"*Aku kira kamu keluarin ilmu petapa mu lagi sampai kau tahu a**ku pakai baju apa*~"
Yoan:
"Petapa?? Apa kau masih menganggapku seorang biksu??"
Haara:
(Tertawa)
Yoan:
"Wah aku merasa kesal saat ini."
__ADS_1
Haara:
"Kau tak akan pernah bisa marah padaku, wlee~"
Yoan:
"Awas saja jika sudah sampai, aku cium kamu."
Haara:
"Aku tak takut tuh ahahah~"
Yoan ikut tertawa dengan tatapan terfokus pada taksi yang di tumpangi Haara.
"Yoan?" panggil Haara dari seberang telfon.
"Hm?"
"..."
Yoan mengerutkan keningnya bingung saat Haara tak lanjut bicara.
"Ada apa hm?"
"Kau sedang mengemudi, bahaya lho." seru Haara.
"Aku menggunakan headseat kok." sahut Yoan lembut.
"Yoan?"
"Hm?"
" ... Aku tanpa sadar menangis, entah kenapa aku menangis."
Yoan yang mendengarnya mengerutkan keningnya bingung.
"Menangis?? Kau baik-baik saja??" khawatir Yoan.
"Aku baik-baik saja Yoan, sangat baik kok."
Yoan yang mendengarnya tak bisa menghilangkan khawatirnya saat ini.
"Yoan?"
"Kau terus saja memanggil namaku, ada apa hey?" tanya Yoan dengan nada serius.
"Tidak apa Yoan, aku suka panggil nama kamu."
Seketika Yoan merasa ada yang aneh dengan Haara.
"Nanti kita makan spaghetti bersama dan juga bersulang coklat panas bersama, kau tak lupa membelinya kan?"
"Aku tak lupa kok, aku membelinya." sahut Yoan berusaha tenang.
perasaannya tak enak.
"Aku senang mendengarnya, aku tak sabar untuk makan bersama~"
"aku juga." sahut Yoan.
"Yoan?"
"hm?"
"aku hanya ingin bilang sesuatu padamu." seru Haara.
"apa itu?" tanya Yoan.
"aku hanya ingin mengatakan bahwa kami sangat mencintaimu." sahut Haara.
Yoan sungguh merasa ada yang aneh saat ini, ia merasa kebingungan dengan ucapan Haara yang sangat aneh sejak tadi.
"AtHaara, kenapa kamu ..."
.
.
PIIIIIPPPPPP!!!!
CRAZZZ!! ..... BRAKKKK!!!!
Suara hantaman~
Suara hantaman yang cukup keras yang berasal dari sebuah benturan ...
terdengar cukup nyaring saat ini.
•
•
Tut! Tut! Tut! Tut!
Panggilan pun terputus.
DEG!!
Mata Yoan membelalak sempurna, tubuhnya mematung seketika.
Ts!
Air mata Yoan seketika menetes.
"AtHaara~ ... ATHAARAAAAAA!!!"
...•...
...●...
...🎐Bersambung🎐...
...●...
...•...
...•...
...Author:...
..."sebuah firasat dari ucapan Haara yang aneh, Yoan bahkan menyadarinya, dan sebuah hal yang tak di duga pun terjadi🙂...
...bagaimana pendapat nya untuk part kali ini nih??😇"...
...•...
...Jangan lupa untuk memberi dukungan pada karyaku ya kakak-kakak🤗...
...⭕Jangan lupa:...
...👍 Like,...
...🏷Vote,...
...⭐⭐⭐⭐⭐Rate 5 star,...
...❤Favorite,...
...💌 komentarnya yang selalu aku nantikan⭕...
...💃谢谢大家!💃...
...(Xièxiè dàjiā!)...
...(Terima kasih semuanya!)...
...Sehat selalu untuk kalian semua😍😍...
__ADS_1
...see you next tomorrow❤...
🎐我的命运是赵先生🎐