My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
Penyesalan


__ADS_3

"At AtHaara??!" terkejut Yoan membelalakan matanya


Air mata Haara mengalir deras, tubuhnya terasa bergetar hebat saat itu juga


"Yo Yoan~" isak Haara masih tak percaya akan hal yang ia lihat beberapa detik yang lalu


Pemandangan yang tak ia sangka dan diluar dugaan, pemandangan yang sungguh menyayat hatinya


Dimana pemandangan jika Yoan yang sedang berciuman dengan seorang wanita!


Haara menutup mulutnya saat melihat siapa wanita itu,


Ya, siapa lagi jika bukan wanita yang ia lihat difoto dalam buku catatan pria itu tadi pagi


"Yoan, she is who?


(Yoan, dia siapa?)"


Yoan tak menggubris, ia melangkah mendekati Haara dengan wajah panik


Haara tertawa hambar,


"Jadi ini meeting yang kau maksud??" tanya Haara tertawa miris


"Ahahaha, maafkan saya telah mengganggu kencan anda, tuan. saya permisi, Tuan Zhao Yoan Ti En!!" seru Haara menatap Yoan tajam dan melangkah pergi


"AtHaara! tunggu! AtHaara!!" teriak Yoan akan mengejar Haara namun ..


Srett!~


"Yoaan~" seru wanita itu menahan tangan Yoan


Tak!


"Don't hold my hand!!


(Jangan pegang tanganku!!) " bentak Yoan menghempaskan tangan wanita itu dan pergi mengejar Haara.


• • •


Haara lari masuk kedalam lift, perlahan pintu lift tertutup


Haara menangis histeris dan sejadi jadinya, hatinya benar benar terasa sangat sakit sekali, sangat sakit! Lebih sakit dari penolakan pria itu saat satu bulan lalu di banding pemandangan tadi yang sangat~ sangat~ membuat hatinya hancur berkeping keping.


Haara menjongkokkan dirinya, kakinya terasa lemas sekali, ingatan kejadian diruangan Yoan terngiang dan terus berputar tanpa henti,


suara isakkan terdengar jelas di dalam lift


Haara memukul dadanya kuat beberapa kali,


Nafasnya sesak! Jantungnya terasa berdetak untuk menebarkan rasa sakit ke sekujur tubuhnya, hanya air mata dan isakan yang bisa menggambarkan rasa sakitnya.


inilah ketakutan yang ia maksud jika ia tetap bertahan dengan cintanya, rasa nya akan lebih menykitkan!


Sungguh memuakkan karena ia menyadari satu hal~


Ia telah mencintai pria itu~


Rasa suka nya telah berubah menjadi cinta~


Ia telah jatuh lebih dalam lagi dan lagi perasaannya pada pria itu.


"Hatiku sakiiit, sakiit sekali~!!" teriak Haara di didalam lift,


...'Aku akan menjadi tempat bersandarmu saat ia menyakitimu, aku akan membuat mu kembali tersenyum dan juga akan menjadi rumahmu'...


Haara terisak histeris saat mengingat ucapan Yuu padanya


"Yuu~ dia melukaiku lagi Yuu~ aku sangat terluka Yuu~" isak Haara ingin bertemu pria itu


Ia sangat berharap sebuah keajaiban dimana ia mengharapkan pria itu datang, namun ia berfikir itu tidak akan mungkin, mengingat pria itu tengah sibuk dengan tugas tugas nya di kampus.


Ia membutuhkan seseorang untuk menjadi tempat mengadu nya saat ini.


Suara dering ponsel terdengar untuk ke beberapa kalinya, ia tak memperdulikan panggilan itu


Pintu lift pun terbuka, sesegera mungkin Haara lari keluar dari lift, ia pun tak menghiraukan tatapan tatapan penjaga disana, ia melangkah keluar area kantor pria itu.


●•●•●•●•●


• • •


Brak!!


Haara telah tiba di Penthousenya,


Haara naik ke lantai atas penthousenya dan membuka pintu kamarnya kasar, ia tak tahan lagi! ia pun mengambil koper didalam lemarinya sambil terisak


Suara tangisan mengisi ruang kamar nya yang tadi sunyi~


Ia tak kuat lagi!


Ia sudah kalah!


Tak ada artinya lagi ia disamping pria itu!


Cinta pria itu telah bersemi kembali, ia tak ingin menjadi penghalang antara hubungannya dengan 'Irene '.


Haara memasukkan baju bajunya ke dalam koper, suara isak dan tangis masih terdengar jelas memenuhi kamarnya.


Hatinya terasa sesak sekali, ia kesulitan untuk bernafas saat ini.


Haara membawa kopernya keluar dari kamarnya dan turun ke lantai dasar penthouse nya


brak!!

__ADS_1


Suara pintu penthouse terbuka terdengar kasar, Haara terkejut bukan main, ia tak menyangka jika pria itu mengejarnya, dan juga mengejarnya secepat ini~


"AtHaara!, dengarkan ak.. Ka kau?? kau mau kemana AtHaara??" panik Yoan terkejut bukan main melihat Haara membawa koper


Haara tak menghiraukan ia mencoba melangkah keluar, namun Yoan menghalanginya


"AtHaara, tolong dengarkan penjelasanku AtHaara, tolong~" seru Yoan memegang kedua pundak Haara dengan wajah panik


Haara tak menyahut, ia mencoba melepaskan tangan Yoan dari pundaknya


"AtHaara~ kamu salah paham AtHaara~ itu tidak seperti yang kau lihat! aku tak memiliki hubungan apapun dengan .."


"JELAS JELAS DIA IRENE!! KAU MASIH MENGATAKAN JIKA KALIAN TAK PUNYA HUBUNGAN APA APA!! TUAN!!" teriak Haara pecah


Yoan terkejut, ia membelalakkan matanya saat Haara menyebut nama Irene


gadis itu sudah mengetahuinya!


"Ka kau .. darimana kau tahu mengenai Irene, AtHaara??" tanya Yoan tak menyangka gadis itu mengetahuinya


"Ku ucapkan selamat atas cintamu yang kembali bersemi tuan Zhao~ aku akan menyerah dengan perasaanku padamu~ aku tak ingin menjadi seorang pengganggu di hubungan kalian berdua, aku tak akan menganggu hubungan kali .."


"Apa???" sela Yoan


Seketika Haara bungkam, ia telah menyadari ucapannya yang sangat salah dan fatal untuk di lontarkan


"katakan sekali lagi AtHaara!" tuntut pria itu menatap Haara serius


Haara terdiam, ia merutuki mulut nya yang telah membocorkan rahasia terbesarnya pada pria itu sendiri


"Katakan lagi AtHaara, dan jelaskan apa maksud ucapanmu itu??" tuntut Yoan menundukkan kepalanya mencoba untyk menatap gadis itu, Yoan memegang kedua pundak Haara erat,


"Kau .. Kau menyukaiku? AtHaara???" seru Yoan menatap Haara dalam dan terkejut


Haara meneteskan air matanya lagi, ia menunduk


"AtHaara, tolong katakan sesua .."


"YA! AKU MENYUKAIMU YOAN! AKU MENCINTAIMU!" teriak Haara tak bisa menyembunyikan perasaannya lagi pada pria itu


Yoan terkejut bukan main atas pengakuan gadis itu, tubuhnya mematung seketika, ia benar benar tak menyangka jika gadis itu menyukainya ah tidak, mencintainya!


"Aku telah melanggar janjiku padamu untuk tidak menyukaimu, aku minta maaf~ tapi kau tenang saja, sebagai hukumannya aku akan menyerah dengan perasaanku padamu, maaf aku sudah menyalah artikan kebaikan mu dan perhatianmu padaku" miris Haara menunduk menahan isaknya


"Padahal kau itu semata mata lakukan itu semua karena peranmu sebagai suamiku dan menganggapku sebagai adik kedua mu setelah Xi Cha, tapi bodohnya aku berharap ingin mendapat lebih darimu, ahahaha itu lucu bukan? tuan Yoan?" tanya Haara menatap Yoan kosong


"Ka kau .." gelagap Yoan terkejut kesekian kalinya


"Ahahahaha, mengejutkan bukan? Aku bahkan mendengar ini satu bulan yang lalu, aku baru terus terang jika aku adalah orang ketiga yang mendengar perdebatan mu dengan Yuu saat di halaman rumah sakit" tawa Haara hambar


"AtHaara! pelase~ tenangkan dirimu dan dengarkan semua penjelasanku baik baik ya~" seru Yoan mencoba menenangkan gadis itu dan mencoba memegang tangan gadis itu, namun dengan cepat Haara hempaskan tangan pria itu dengan kasar


"Padahal kau sudah mengingatkan ku untuk tidak menyukai bahkan mencintaimu saat itu, namun hatiku terlalu jahat dan egois pada diriku sendiri" isak Haara


Yoan yang melihat Haara menangis tak bisa berbuat apa apa, semua gerakannya terkunci, ia merasa tak kuat melihat gadis itu menangis


Yoan menundukkan kepalanya, tubuhnya gemetar hebat


"Kau tahu? Banyak pria diluar sana yang ingin membuatku bahagia dan ingin memiliki ku! aku saja yang terlalu bodoh mengharapkan cintamu yang tak akan pernah ada untukku~" seru Haara penuh penekanan setiap kalimatnya sambil menatap Yoan tajam dan penuh kebencian


"Ini adalah Anniversary ke dua bulan yang lebih menyakitkan dari sebelumnya, entah bagaimana nanti di anniversary ketiga? Mungkin hatiku akan mati!!" seru Haara teriak.


Yoan menatap Haara sendu dan merasa sangat bersalah pada gadis itu


"Aku akan pulang ke rumah orang tua ku" seru Haara menunduk


Yoan yang mendengarnya hatinya terasa mencelos saat itu juga


"jaga dirimu baik baik ya~, makanlah tepat pada waktunya, jaga kesehatanmu sendiri mulai sekarang~ karena aku tak bisa lakukan itu semua lagi mulai sekarang~" seru Haara menahan isaknya, namun ia tak bisa menahan isaknya yang sangat menyesakkan dihatinya itu.


Yoan menatap Haara terkejut serta panik bukan main atas ucapan gadis itu, ia terus mencoba untuk memegang tangan gadis itu yang terus menolak untuk ia sentuh


"Apa yang kau katakan AtHaara~ jangan bicara seolah olah kau akan meninggalkanku~" seru Yoan ketakutan


"aku memang akan meninggalkanmu lho~" senyum Haara dengan tatapan kosong


"AtHaara~" panik Yoan


Haara memundurkan langkahnya sambil menyeka air matanya, ia menolak keras saat pria itu ingin menyentuhnya


"Jangan bergadang dan pulang malam~ titipkan salamku pada Irene ya~ katakan padanya untuk selalu membuatkan mu makanan enak~pasti kau akan lebih senang Irene memasak makanan untuk mu~" seru Haara tersenyum tulus


bodoh! itu lah yang Haara batin kan dalam hatinya, ia merasa dirinya bodoh karena masih saja mengkhawatirkan pria itu, jelas jelas pria itu telah menyakiti nya


"AtHaara~ tolong jangan .."


Haara pun akan melangkahkan kakinya keluar penthouse,


namun dengan cepat Yoan menghalangi jalan gadis itu, ia menahan kedua tangan Haara.


"Haara~ tolong jangan mengatakan hal seperti itu! aku tak suka!" seru Yoan serius


"Dengarkan aku, dia bukan Irene! dia itu adalah adiknya Irene, namanya Rynne! aku tak memiliki hubungan apapun dengan .."


"Lepaskan aku" seru Haara pelan


"At .. Haa .. ra~" panik Yoan kualahan


"Bukan Irene? Adiknya ya? Bahkan mereka sangat mirip~ pantas saja kau begitu terlihat senang saat disampingnya~ berarti aku salah ya? berarti titipkan salamku pada Rynne ya~" kekeh Haara mencoba melepaskan genggaman Yoan


"Haara tidak seperti itu~" kualahan Yoan menahan tangan Haara erat


"Lepaskan aku Yoan~" seru Haara lemah


"Ku mohon jangan tinggalkan aku AtHaara, ku mohon!~ jangan seperti ini~" mohon pria itu dengan mata yang memacarkan ketakutan mendalam

__ADS_1


Haara memejamkan matanya rapat rapat ia sedang memperkuatkan pertahanan nya agar tak kembali runtuh


"LEPASKAN AKU! BIARKAN AKU PERGI!!" teriak Haara membentak


Yoan membelalakan matanya saat mendengar gadis itu membentak dirinya,


Tubuh Yoan perlahan melemas, ia menatap Haara terkejut


Haara melangkah meninggalkan Yoan yang telah melemah.


• • •


Ting!


Pintu lift pun terbuka


Haara menarik kopernya, tatapan demi tatapan tertuju padanya,


ia tak perduli!


Haara mengusap air matanya yang terus keluar,


'Aku harus cari taksi secepat mungkin, aku tak ingin fikiranku meracuniku untuk memilih kembali pada nya~' batin Haara sakit


Haara menghentikan isakkannya saat melihat sebuah mobil berhenti tepat didepannya,


Jendela mobil perlahan turun menampilkan seorang pria menatapnya datar,


Haara menatap pria itu dengan tatapan kosong, air matanya kembali mengalir lebih deras,


Ia ingin bersandar dan mengadu pada pria itu tentanga apa yang terjadi saat itu juga.


●•●•●•●•●


Nafas Yoan naik turun, tubuhnya gemetar hebat


Ia memegang kepalanya dengan mata membulat


...'jaga dirimu ya~, makanlah tepat pada waktunya, jaga kesehatanmu mulai sekarang'...


...'Jangan bergadang dan pulang malam~ titipkan salamku pada Irene ya~ katakan padanya untuk selalu membuatkan mu makanan enak~'...


Yoan mengeleng gelengkan kepalanya


"Ku mohon, ku mohon~ jangan lagi, ku mohon~" seru Yoan ketakutan


"Jangan pergi lagi~" seru Yoan meringis


"AtHaara!!" seru Yoan secepat kilat lari keluar penthouse.


• • •


Bug!!


"AAARGH!!!"


Yoan mengerang kuat, ia memukul dinding lift penuh tenaga


Terpintas ucapan Yuu dibenaknya, ucapan dimana dirinya bertemu dengan Yuu kemarin malam


...'Aku ingin sekali membocorkan semua rahasiamu pada AtHaara, aku benar benar tak tahan melihat dia dibohongi oleh mu!'...


...'Jika aku jahat, aku sudah lakukan itu! Namun aku tak ingin melihat senyuman dan wajah ceria AtHaara menghilang~'...


...'Tapi aku percaya, jika cepat atau lambat ia akan mengetahui sendiri hubungan gelapmu dengan wanita yang mirip dengan Irene itu!'...


...'Aku tak akan kuat melihat senyuman nya berubah menjadi kesedihan dan ketempurukan disebabkan oleh ulah mu! Namun ia harus terluka setelah mengetahui kebenarannya'...


...'perlu kau ketahu satu hal, dia akan lari kepadaku, karena ia telah menganggapku sebagai rumahnya, aku adalah rumah dan tempat berlindungnya sekarang!'...


...'Berhati hatilah, banyak pria yang menginginkannya, termasuk diriku sendiri'...


...'Aku akan merebut AtHaara darimu! setelah aku mendapatkan nya, kuharap kau tak akan menyesal seumur hidupmu! karena AtHaara akan lebih bahagia denganku dibanding dengan dirimu!'...


Yoan memejamkan matanya rapat rapat, kedua tangannya mengepal kuat


Ucapan Yuu terngiang ngiang memenuhi benaknya, itu sangat membuatnya merutuki dan mencaci maki dirinya sendiri,


Kini ia merasa ada rasa penyesalan didalam hatinya~


Pintu lift terbuka, dengan cepat Yoan lari keluar apartemen.


Yoan mencari dari kiri dan kanan hingga kemanapun di dekat apartemnnya, namun hasilnya nihil


'AtHaara~ ku mohon jangan tinggalkan aku~ maafkan aku AtHaara~' -Yoan.


...•...


...•...


...♥Bersambung♥...


...•...


...❗❕❕❗...


...Terima kasih sudah membaca part ini kakak Readers dan kakak Author yang hebat hebat!❤...


...Jangan lupa untuk di...


...Like👍...


...Vote🎟...


...Tambah ke Favorite❤...

__ADS_1


...Rate ⭐⭐⭐⭐⭐...


...Dan komentar yang selalu ku nantikan💭♥...


__ADS_2