My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
Say "Hello to the Cast My Destiny is Mr Zhao!"


__ADS_3

❗{part selanjutnya ada di bawah}❗


Sebelum lanjut ke part selanjutnya, aku mau kasih tahu sesuatu nih💓


Sekian lama akhirnya mendapatkan cast-cast yang cocok untuk pemeran cerita My Destiny is Mr Zhao nih aku❤🎊🎉


langsung saja lah ya🎥📽


Dimulai dari tuan muda Zhao dulu nih ya, suami atau mas pacarnya Haara nih😙


▶Mr. Zhao Yoan Ti En◀


🇨🇳Chinese 🇷🇺Russia 🇯🇵Japan



🔺🔺🔺


Versi Yoan rambut coklat terang😉




🔺🔺🔺


Yoan versi rambut hitam ya😖😭


▶AtHaara Martin◀


🇲🇨Indonesian 🇰🇷Korean


{Disini baru dijelaskan kalau Haara punya darah Korea ya, dia dapat dari papanya, kakeknya memiliki darah Indonesia dan neneknya memiliki darah Korea😉}




🔺🔺🔺


Haara mode normal😂



🔺🔺🔺


Haara mode anak-anak😂


▶AtHanna Martin◀


🇲🇨Indonesian 🇰🇷Korean



▶Zhao Xi Cha◀


🇨🇳Chinese 🇷🇺Russia 🇯🇵Japan



🔺🔺🔺


Xi Cha umur 15 tahun (rambut coklat terang)



🔺🔺🔺


Xi Cha sekarang umur 17 tahun😍


▶Xiao Ammar◀


🇨🇳Chinese 🇺🇸America



▶Zhao Yi Fan◀


🇨🇳Chinese 🇷🇺Russia 🇯🇵Japan



🔺🔺🔺


Yifan mode cute😂😂



🔺🔺🔺


mode savage😭


▶Zhao Cheng Yuu◀


🇨🇳Chinese 🇷🇺Russia 🇯🇵Japan



🔺🔺🔺


Yuu mode cool😚



🔺🔺🔺


mode apa ya ini?😂


▶Yuriza Olivia◀


🇲🇨Indonesian 🇫🇷French



▶Alka Germanie◀

__ADS_1


🇲🇨Indonesian 🇩🇪German



▶Ryan Afrizal◀


🇲🇨Indonesian



●•●•●•●•●


wokeh! sip lah, aku rasa cukup pas untuk cast cast nya, aku rasa mereka itu benar benar wajah wajahnya sangat sesuai dengan tokoh tokoh yang ada di novel My Destiny is Mr Zhao ini😇semoga suka untuk cast cast nya ya😋


OKE❗WAKTUNYA ON GOING❗❗


...❗❗*WAKTUNYA LANJUT KE PART SELANJUTNYA**❗❗*...


SELAMAT MEMBACA❤


...⇩ ⇩ ⇩...


...●•●•●•●•●•●•●•●•●•●...


...• • • • •...


...• • • •...


...• • •...


...• •...


...∵...


...↭✘ ✘ ✘↭...


...▶▷HARI DEMI HARI◁◀...


Haara keluar dari kamar mandi, tubuhnya merasa lebih segar.


Sepulangnya bertemu dengan Yuu saat pulang sekolah, pria itu mengantarnya pulang ke rumah mertuanya.


Haara mengeringkan rambutnya yang basah dengan hair dryer, ia membuka lemari dan terdiam.


"Aku lupa ini bukanlah kamarku, lemari ini juga bukan lemariku" seru Haara polos,


Tubuh Haara merinding saat lemari yang berisi pakaian sang pemilik kamar yang ia tempati saat ini mengeluarkan harum khas dari pria yang ia rindukan,


"Aduhh, tubuhku merinding" seru Haara menutup pintu itu cepat, ia melangkah menjauh dari lemari itu.


Haara mengecek ponselnya, ia menghela nafasnya gusar,


"Apa ia tak berniat memberi kabar kepadaku?" seru Haara sedih,


"Hahh, jika kak Anna tidak menginap dirumah orang tua kak Ammar, aku ingin sekali berkunjung kerumahnya" seru Haara pelan,


Suara ketukan pintu terdengar, tak lama pintu terbuka,


"Haara sayang, makan malam dulu yuk" seru Stephannie hangat,


Haara tersenyum dan mengangguk.


●•●•●•●•●


Stephannie pun menatap Haara dsngan dengan raut bingung,


"Haara?" panggil Tao Ming


"Ah iya papa?"


"Kenapa kamu terlihat tidak bersemangat? Apa kamu baik baik saja? Kamu sakit?" khawatir Tao Ming,


Haara menggeleng dan memaksa bibirnya untuk tersenyum,


"Tidak kok papa, aku .. Hanya lelah karena pelajaran disekolah sangat banyak" dusta Haara,


"Syukurlah~" senyum Stephannie lega.


• • •


Makan malam pun telah usai, Haara dengan cepat mengambil alih mencuci piring,


"Biar aku saja mama"


"Ahh, baiklah"


Haara mulai mencuci piring dengan Stephannie yang berdiri disampingnya bertugas untuk mengeringkan peralatan makan yang Haara cuci dengan lap,


"Mama" panggil Haara sedikit ragu,


"Iya? Ada apa sayang?"


"Mm, apa .. Yoan mengabarkan kepada mama gitu, mengenai berapa lama lagi ia di Jepang" tanya Haara ragu,


Stephannie mengerutkan keningnya,


"Tidak, bahkan anak itu tak berniat mengabari, hahh seperti nya ia mengabari padamu saja ya" kekeh Stephannie menggoda Haara,


"Aku .. Tak dapat kabar apapun darinya juga mama" seru Haara ragu


Stephannie terdiam sejaenak,


"Yoan .. Tidak mengabarimu?" tanya Stephannie


"Iya, saat ia pergi, ia tak mengabariku, bahkan ia tak memberitahuku jika ia sudah tiba di Jepang, bahkan memberi kabar akan pulang ke Indonesia kapan saja tidak" jelas Haara dengan perasaan kecewa,


"Bahkan saat ia pamit padamu kalian terlihat baik baik saja"


"Saat itu Yoan entah kenapa seperti mendiami ku selama tiga hari belakangan itu, aku benar benar heran mama" curhat Haara,


"Kalian tidak bertengkar kan?"


"Tidak mama, dia tiba tiba saja berubah seperti itu, aku benar benar bingung" seru Haara lagi,


Stephannie larut dalam fikirannya,

__ADS_1


"Mama biar aku yang .."


"Ah tidak usah sayang, kamu istirahat saja, kamu katanya lelah kan?" seru Stephannie,


"Tapi mama"


"Tidak apa apa, pergi istirahatlah" senyum Stephannie meyakinkan Haara,


"Baiklah mama, aku ke kamar ya" seru Haara dan mendapat anggukan dari Stephannie.


●•●•●•●•●


• • •


• •



"Baiklah, bel pulang sudah berbunyi, tugasnya dijadikan PR saja, hari Sabtu depan dikumpulkan" seru pak guru,


Siswa siswi di kelas pun bersorak bahagia saat mendengarnya,


Semua siswa berhamburan keluar kelas.


Hari Sabtu, 3 hari telah berlalu, hari ini adalah hari dimana Haara mengantar Yuu ke toko buku,


Haara merenungkan niatnya saat ingin menghidupkan layar ponselnya dengan harapan mendapat kabar dari pria itu,


"Masih belum ada kabar?" tanya Riza,


Haara menggeleng dengan raut kecewa saat melihat layar ponselnya tak mendapati notifikasi dari pria itu, ia menyimpan ponselnya di dalam tas, belum sempat ia menyimpan, ponselnya mendapati panggilan masuk.


Dengan cepat Haara melihat dari siapa panggilan itu,


Ia menghela nafasnya gusar,


"Yuu?" seru Alka melihat layar ponsel Haara,


Haara mengangguk dan mengangkat panggilan dari pria itu.


●•●•●•●•●


Haara melihat ke arah keluar jendela mobil, gadis itu terlihat tidaklah bersemangat. Yuu merasa ada yang aneh dengan gadis disebelahnya ini.


"Kau tak terpaksa kan mengantarku?" tanya Yuu


Haara yang mendengarnya menegakkan tubuhnya menatap Yuu,


"Ha? Tidak kok" sahut Haara cepat,


"Lalu kenapa kau terlihat sangat tak bersemangat?"


Haara menghela nafasnya,


"Saat dia di Jepang, apa dia dan kau bertukar pesan?" tanya Haara,


"Hm? Tidak, sepertinya berkirim pesan padaku baginya tak penting" kekeh Yuu,


"Sesibuk apa sampai ia tak mengabari orang orang terdekatnya" seru Haara datar,


Yuu yang mendengarnya mengerutkan keningnya bingung,


"Jangan bilang dia tak mengabarimu kabar selama keberangkatannya ke Jepang?" tanya Yuu tak percaya,


Haara menggeleng dengan senyum miris,


"Bahkan sebelum ia pergi 3 hari belakangan saat itu ia cuek padaku secara tiba tiba ,hal itu membuatku bingung sekali dengan sikap nya" jelas Haara,


"Kalian bertengkar?"


"Tidak"


"Dia pergi sendiri?"


"Tidak, ia dengan kak Ammar"


"Kalau begitu telfon kak Ammar saja, tanya kabarnya" seru Yuu memberi ide,


"Tidak, biarkan saja" sahut Haara membuang muka,


Yuu menghela nafasnya, ia merasa bingung akan sesuatu,


"Dia ke Jepang hanya bilang untuk menyelesaikan masalah diperusahaannya di Jepang?" tanya Yuu


"Iya"


Yuu larut dalam fikirannya, ia teringat bahwa perusahaannya di Jepang itu sudah dipegang oleh papa nya sendiri beberapa bulan lalu, bahkan jika ada masalah pun itu akan menjadi urusan papanya,


'Seserius apa masalahnya sampai kak Yoan ikut menyelesaikan masalah perusahaan di Jepang?'


"Mm, tanggal berapa kak Yoan pergi ke Jepang? Sudah berapa hari ya?" tanya Yuu,


"Pada hari .. Selasa"


"Berarti sudah 5 hari ya"


"Hm" dehem Haara,


'kak Yoan, jangan sampai dugaanku benar' batin Yuu.


...•...


...•...


...BERSAMBUNG...


...•...


terima kasih sudah tetap stay di cetitaku😉 semoga makin kesini makin suka dengan ceritanya😍


jangan lupa di :


Like👍


tambah ke favorit❤

__ADS_1


Rate⭐⭐⭐⭐⭐


dan komentarnya💭 yang selalu aku nantikan❤


__ADS_2