My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
Kerapuhan Yoan


__ADS_3

"Apa kau mendengar semuanya tadi?"


Haara yang mendengarnya memutar tubuhnya kearah Yoan, ia mengangguk perlahan.


"Mama Stephannie sudah menceritakan semua kejadiannya padaku saat kami jalan jalan di sekitar rumah sakit tadi"


Yoan tersenyum miris mendengarnya,


"Ini kejadian kedua kalinya aku hampir membunuh seseorang karena ilusi masa laluku" seru Yoan,


"Aku sangat merasa bersalah saat bertemu dengan Yuu, aku sampai membuatnya tak sadarkan diri selama beberapa hari karena ulahku" jelas Yoan menutup matanya,


Haara menatap Yoan sendu, baru saja ia melihat pria itu tertawa dan lebih baik tadi, namun pria itu kembali terlihat sedih dan kini terlihat sangat rapuh sekali.


"Apa kau tahu aku melarangmu mencari tahu tenang diriku?" tanya Yoan menatap Haara lesu,


Haara membalas dengan menggeleng lemah,


"Karena aku tak ingin membuatmu takut dengan diriku, aku tak ingin kau takut pada diriku setelah mengetahui masa lalu ku" seru Yoan,


Haara bungkam,


Jujur saja, saat ia mendengar pengakuan pria itu yang hampir membunuh Yuu, ia sangat terkejut dan merasa takut pada Yoan.


Yoan membuang wajahnya saat Haara masih menatapnya


"Aku ini menyeramkan bukan?" seru Yoan,


"Jangan berfikir seperti itu!"


Yoan melirik kearah gadis itu,


"Sudah cukup, jangan dibahas lagi!" seru Haara tegas,


Yoan tersenyum sendu,


"Ada apa? Apa kau takut mendengarnya? Bahkan kau baru mengetahui setengah diriku nona" seru Yoan menatap Haara sambil menyeringai,


Haara tercegang saat melihat ekspresi Yoan yang tiba tiba berubah menjadi menyeramkan, pria itu turun dari tempat tidurnya dan melangkah mendekatinya,


Haara perlahan mundur sampai tubuhnya membentur dinding,


Tak!!


Matanya terpejam saat Yoan memojokkannya dan mengunci kanan kiri nya,


Suara pintu terbuka membuat Haara dan Yoan menatap seseorang yang datang,


"Yo .. Apa yang kalia .." - dokter Wang


"Keluar" - Yoan,

__ADS_1


Haara menatap Yoan yang tengah tertunduk dihadapannya,


"Yoan? Kau baik baik sa .."


"Jangan ganggu urusan saya, saya minta anda keluar"


Dokter Wang menatap Haara yang ketakutan di kengkungan Yoan membuatnya khawatir,


"Nona? Apa kau baik baik sa .."


"Dia baik baik saja,saya minta anda keluar!!" teriak Yoan,


"Ba baik" seru Wang Bae kembali menutup pintunya,


Tubuh Haara bergetar saat mendengar teriakan Yoan, ia merasa sangat takut saat ini, benar benar takut.


"Apa kau takut? Bahkan aku sudah melarangmu untuk ingin tahu, kau yang memaksa masuk dalam hidupku, kau ingin tahu semua tentangku, sekarang baru saja aku akan memberitahunya kau sudah ketakutan seperti ini nona" seru Yoan menyeringai,


Haara meremas rok sekolahnya erat, ia sangat takut dengan perubahan Yoan saat ini,


"Aku ini pernah di nyatakan gangguan mental dan juga hampir membunuh Yuu, ahh~ tak hanya Yuu, aku juga hampir membunuh papa dan paman Billy, aku pernah membuat tangannya patah karena ulahku ternyata" seru Yoan tertawa,


Haara tercegang mendengarnya, tubuhnya makin gemetar saat ini.


"Aku ini seorang psikopat kau tahu? Jika saja aku tak di nyatakan gangguan mental, mungkin aku sudah dipenjara karena mencoba membunuh orang" seru Yoan menatap Haara dengan tatapan menyeramkan,


Haara menatap mata Yoan yang tengah menatapnya,


Haara menunduk saat mendengarnya


"Kau tak akan menemukan hal menarik dalam hidupku, kehidupanku terlalu gelap dan suram untuk kau ketahui, tak ada kenangan manis dalam hidupku, tak ada!" seru Yoan membuang wajahnya


"Aku akan memaklumi sikapmu berubah setelah ini, aku tak akan menuntutmu harus bersikap layaknya seorang istri, atau"


Haara mengangkat kepalanya menatap Yoan,


"Terserah apa maumu sekarang, kau mau meninggalkanku silahkan, aku akan menerima keputusanmu, aku tak ingin kau menyesal"


"Jaga ucapanmu tuan!"


Yoan tak menyahut, ia hanya menatap Haara dengan tatapan lesu,


"Jangan buat keputusan sendiri! Dan juga aku tak menyesal setelah mengetahuinya!"


Yoan membuang wajahnya,


"Kumohon jangan salahkan lagi dirimu yang dulu, itu sudah berlalu, aku tak pernah menyesal mengetahuinya, itu dirimu yang dulu, aku akan menerimanya"


Yoan menatap tak percaya gadis dihadapannya saat ini,


"Aku senang kau mau terbuka denganku" senyum Haara,

__ADS_1


Yoan menatap Haara bingung


"Kumohon jangan menghina dirimu yang sekarang, jangan bawa bawa masa lalumu ke masa mu yang sekarang, biarkan itu menjadi masa lalumu" seru Haara menahan dirinya agar tak menangis


"jika masa lalumu tidak memiliki kenangan yang menyenangkan, kau harus membuat kenangan menyenangkan dari sekarang, jika kau tak bisa membuat kenangan indah dari sekarang, aku akan membuat kenangan indah untukmu"


Yoan seketika tercengang mendengarnya,


"Tolong jangan kembali melarangku untuk mengetahui siapa kamu~. dan juga, jika kau butuh tempat mengeluh atau apapun itu, aku akan ada untukmu, bahkan aku sudah mengucapkan janji suci denganmu saat itu, tak mungkin aku mengkhianati janjiku sendiri" seru Haara tertunduk, ia tak dapat menahannya lagi, ia pun menangis.


Entah kenapa, Haara sangat merasa sedih dan terpukul saat mendengar semua keluhan Yoan saat dirumah Yifan, entah kenapa dan tak tahu alasannya, ia merasa kisah pria itu sangatlah menyedihkan.


"Kenapa kau menangis?" tanya Yoan pelan dengan suara beratnya,


"Aku tidak tahu, aku saat mendengar keluhanmu itu membuatku sangat prihatin dan aku bisa merasakan bagaimana berada di posisimu, itu sangat menyakitkan" isak Haara semakin menjadi,


Yoan menarik Haara kedalam pelukkannya, memeluk erat istri kecilnya yang membuat dirinya terlihat lemah saat ini.


"Pasti kau sangat ketakutan saat itu, ditempat yang sangat dingin dan gelap selama itu, selalu dihantui rasa takut saat itu, keputus asaan selalu muncul dibenakmu, bahkan takdir masih menginginkan kamu hidup dan memberimu kebebasan seperti sekarang~" seru Haara menangis,


Yoan menyembunyikan wajahnya di tengkuk leher Haara,


"Aku sangat takut saat itu, Haara~" sahut Yoan dengan nada sangat lemah,


Haara tercegang, dan ia merasa jika baju bagian pundaknya terasa hangat dan basah,


Haara membelalakkan matanya,


Yoan menangis,


"Aku sangat takut hingga aku berfikir aku ingin mati saja saat itu" seru Yoan lagi pelan,


Haara membalas pelukan pria itu sambil mengusap usap punggung pria itu,


Suara helaan nafas dan isakkan terdengar ditelinga Haara,


Yoan terlihat sangat rapuh dan tidak baik baik saja saat ini, ini kali pertamanya Haara melihat Yoan benar benar lemah dan kacau sekali.


Meski Yoan biasanya terlihat menyebalkan, dingin, cuek, datar dan juga arrogant, nyatanya ada kisah menyedihkan dibalik sosok misteri dari diri Yoan.


Haara berjanji pada dirinya akan membuat pria ini sembuh dari taumanya, ia pasti bisa.


...•...


...•...


...{Bersambung}...


...•...


hai readers dan author author hebat👋 terima kasih sudah membaca ceritaku, jangan lupa like, rate dan komentarnya ya😊 tambahkan juga ceritaku ke favorite agar tidak ketinggalan ceritanya, terima kasih🙏

__ADS_1


__ADS_2