
Yoan melangkah masuk kedalam apartemennya setelah turun dari taksi, tatapannya terfokus pada Yuu yang duduk di sofa tamu untuk menunggu.
• • •
Yoan memberikan secangkir coklat panas kepada Yuu yang duduk di kursi bar dapur nya,
"Aku bingung saat karyawan apartemen mengatakan kau belum kembali, kau darimana?" tanya Yuu,
"Harusnya ku tanyakan itu padamu? Setelah mengantar Haara kesekolah, kemana kau?" tanya Balik Yoan,
"Mm berbincang dengan paman Billy" kekeh Yuu,
Yoan duduk dikursi bar dapur sebelah Yuu,
"Tadi .. Kakak ipar bertanya tentang nya" seru Yuu,
Yoan melirik Yuu disebelahnya,
"Lalu? Kau memberitahunya?"
"Tidak, aku bingung harus mengatakan apa" sahut Yuu meminum coklat panasnya,
Yoan pun juga meminum coklat panasnya,
"Jurusan apa yang akan kau ambil?"
"Teknik sipil" sahut Yuu,
"Belajarlah yang rajin"
"Haha, iya iya~ ah iya? Bagaimana dengan kakak ipar?" tanya Yuu penasaran,
"Bagaimana apanya?" tanya balik Yoan,
"Kau akan mengkuliahkannya? Atau tidak mengizinkannya?" tanya Yuu
"Tentu aku mengizinkannya"
"Wahh, jurusan apa yang ingin ia ambil?" tanya Yuu penasaran,
"Dia belum mengatakannya padaku"
"Maka dari itu, kenapa tidak tanya?" tanya balik Yuu
"Nanti saja, kenapa kau berbicara denganku menggunakan bahasa indonesia?"
"Aku ingin melatih ucapan bahasa indonesia ku" cengir Yuu
Yoan menganggum paham,
"6 bulan lagi, wasiat perjodohan untukku akan diberitahu" seru Yuu murung,
Yoan menatap Yuu terkejut, ia mengerutkan keningnya saat melihat ekspresi Yuu yang murung
"Kau tidak sedang jatuh cinta dengan gadis lain kan?"
"Baru saja aku tertarik dengan gadis itu beberapa minggu lalu, tapi sepertinya ia bukan jodohku" kekeh Yuu,
"Lebih baik kau jauhi saja gadis itu, takut takut kau mencintainya terlalu dalam" seru Yoan,
"Sudah jauh~, ia itu orang China"
"Lalu apa kau sudah mencintai kakak ipar?" tanya Yuu,
"Tidak"
"Tidak atau belum?"
"Tidak" sahut Yoan mantap,
"Lho? Belum dong jawabannya, Kenapa tidak? Dasar aneh, apa kau tak berniat mencintai istrimu?" tanya Yuu tak percaya,
Yoan terdiam tak menyahut,
"Bahkan aku baru saja bertemu dengan Haara, dapat dilihat dia akan membuka hati untukmu" sahut Yuu,
Yoan yang mendengarnya menatap Yuu terkejut,
"Apa maksud ucapanmu?"
"Yaa~ secara ia sangat ingin tahu dirimu kan? Bahkan ia bisa merasakan kesedihan saat aku menceritakan tentang mu" jelas Yuu sedikit berbelit
"Dia hanya ingin tahu saja tentangku, bukan berati akan membuka hatinya" sahut Yoan cuek,
"Dari sikap awalnya saja sudah menjelaskan bagaimana kedepannya nanti, lambat laun dia pasti menaruh hati padamu"
__ADS_1
Yoan meminum coklat panasnya cuek,
"Lagi pula, jika kau tak ada niat untuk mencintainya, lalu apa pernikahan kalian akan terus diatas namakan perjodohan keluarga? Apa kau tak ada niat akan merubahnya menjadi cinta?" jelas Yuu bertanya,
"Ganti topik pembicaraan, bisa?".
●•●•●•●•●
Haara memakan rotinya dengan tatapan fokus pada langit yang cerah saat ini,
Ia menghela nafasnya resah,
"Jadi dia itu adalah sepupu tuan Yoan juga?" tanya Riza,
"hm iya"
"Siapa namanya?"
"Mm Zhao .. Cheng Yuu, dipanggil Yuu"
"Yuu? Nama panggilan yang singkat dan unik" sahut Riza,
"Oh iya Haara? Kau ikut acara perkemahan Jum'at nanti kan?" tanya Alka,
"Tentu aku ikut!"
"Sungguh?! Yeay!!" senang Alka,
"Apa suamimu sendiri sudah tahu?" tanya Riza
Haara terdiam, ia lupa akan hal itu, seharusnya ia meminta izin dulu pada pria itu.
"Belum sih, nanti aku akan izin padanya"
"Uu~ mas suami~ aku minta izin ikut acara perkemahan ya mas??~ whahaha" goda Alka,
"Ih Alka, itu membuatku geli!!" sahut Haara kesal.
Hal itu membuat dirinya teringat dengan kejadian semalam, dimana saat itu Yoan menangis dipelukkannya.
Seketika wajahnya memanas saat mengingat itu, itu kali pertama ia melihat pria itu sangat rapuh didepannya, seketika sosok Yoan yang dingin dan terlihat misterius menghilang begitu saja.
...'saat ada hal yang menyakiti hatiku dan ada hal yang paling aku takutkan terjadi dalam hidupku,kehilangan seseorang yang ku sayang'...
Ucapan itu terngiang di benaknya, nyatanya ada hal lain yang dapat membuatnya menangis, yaitu menangisi dirinya yang sangat rapuh dan sangat terkasihani.
Ia paham sekarang, jika pria itu ingin membuat dirinya tak memikirkan beban fikiran masa lalunya itu, namun fikiran masa lalunya itu yang selalu mengejar dirinya, hingga membuat dirinya membenci dirinya yang tak bisa terbebas dari bayang bayang masa lalunya.
Haara tersenyum dan menekankan tekad untuk membantu Yoan terbebas dari bayang bayang masa lalu nya,
...'Berhati hatilah,kau bisa jatuh cinta pada ku'...
Seketika senyumnya luntur, ia menepuk nepuk pipinya, ia membatin agar hal itu tidak akan terjadi.
"Haara? Kau kenapa?" bingung Riza melihat kelakuan Haara yang aneh,
"Ah, tidak kok" kekeh Haara.
• • •
• •
•
Haara memakai tasnya dan mulai melangkah pergi meninggalkan kelas,
Pelajaran kali ini sungguh sangat menguras otaknya, hal itu membuat tubuhnya juga terasa sangat lelah sekali, ingin sekali ia membaringkan tubuhnya di tempat tidurnya dan tidur.
Langkahnya terhenti saat ia tiba didepan pintu kelas,
Ia melihat Alka dan Riza yang sedang berbicara dengan Yifan,
"Yo!" tegur Yifan,
"Biasanya nunggu di parkiran, sampai jemput Riza ke kelas" kekeh Haara,
"Mm, aku ada kumpulan eskul, dan Yifan bilang tuan Yoan meminta Yifan mengantarmu pulang" sahut Riza,
"Eh?"
"Kak Yuu ada di penthousemu, ia ketiduran sampai sampai memintaku menjemputnya" jelas Yifan,
"Kenapa ia tak pulang sendiri saja?" tanya Haara
"kak Yoan bilang ia lupa arah jalan kerumahku, sedangkan kak Yoan harus istirahat bukan? Yuu khawatir jika sepulang ia mengantarnya, takut takut kepala kak Yoan kembali sakit" jelas Yifan,
__ADS_1
"Lho? Tuan Yoan sakit, Ra?"
"Mm iya, ia sakit kepala" sahut Haara,
Riza dan Alka mengangguk angguk paham,
"Ya sudah, aku ke ruang eskul ku ya, Yifan jangan ngebut ngebut! Alka, Haara aku duluan" pamit Riza sekaligus memperingatkan Yifan,
Yifan mengangguk paham,
Riza pun melangkah pergi.
"Aku mau ke kantin beli minum dulu, haus, sampai jumpa besok" pamit Alka pergi,
Haara menatap Yifan,
"Aku mau ambil buku paket dulu di loker" seru Haara.
• • •
Yifan bersandar dilemari loker, tatapannya fokus pada ponselnya.
Haara menghela nafasnya panjang, hal itu membuat Yifan menatapnya,
Tatapannya fokus pada secarik kertas yang Haara pegang, dengan cepat ia merampasnya,
"Orang yang sama?" tanya Yifan mengecek tulisan di surat itu,
Haara mengangguk, ia mengambil buku paketnya dan mengunci pintu lokernya lalu melangkah pergi,
"Apa kau tak memahami dari raut kak Yoan saat melihat papperbagmu rusak dan menghamburkan surat surat yang kau bawa dari lokermu kemarin??" tanya Yifan,
"Rautnya memang seperti itu kok" cuek Haara
"Kemarin itu berbeda, tatapannya benar benar tak suka, lagi pula untuk apa kau bawa semua surat surat itu? Mencari gara gara saja dengan kak Yoan, kau ini!" omel Yifan,
"Dasar tak sopan"
"Tak sopan apanya?"
"Kau memarahiku!"
"Tapi umurmu itu lebih muda dariku, kau tahu itu!" sahut Yifan tak mau kalah,
"Kenapa kau tak buang saja surat surat itu? Atau kau temui pria itu dan katakan kalau kau sudah pacaran" jelas Yifan,
"Pacaran? Dengan siapa aku pacaran"
"Gadis bodoh, tentu dengan kak Yoan bodoh!" kesal Yifan,
"Bicaramu sangat kasar, dasar bodoh!" balas Haara,
Yifan menghela nafasnya sabar,
"Lalu mau kau apakan surat surat itu?" sabar Yifan
"Aku sobek dulu baru aku buang, jika aku buang disini, nanti ada yang baca" sahut Haara,
"Bagus" sahut Yifan,
"Kau temui saja pria itu, dan jelaskan saja. jika tidak, kau akan terus mendapat surat itu, aku memperingatkan mu agar kak Yoan tidak marah, apa kau ingin melihat kak Yoan marah?" tanya Yifan,
Haara bergidik ngeri mendengarnya,
"Tidak, itu menyeramkan"
Yifan tertawa saat mendengar jawaban Haara,
"Lagipula, kenapa ia marah?"
"Hahh, meski kalian 'menikah' bukan karena cinta, tapi bisalah kau hargai kak Yoan yang kini sudah menjadi suamimu, hargai lah dia" jelas Yifan mematikan alarm mobil
Haara tertegun mendengarnya.
"Lho? Ini mobil siapa??" tanya Haara bingung,
"Tadi aku menjenguk kak Yoan naik mobil mama ku, jadi aku berangkat naik mobil tadi" jelas Yifan naik kedalam mobil, Haara mengangguk paham dan ikut masuk kedalam mobil.
...•...
...•...
...{Bersambung}...
...•...
__ADS_1
hai readers dan author author hebat👋 terima kasih sudah membaca ceritaku, jangan lupa like, rate dan komentarnya ya😊 tambahkan juga ceritaku ke favorite agar tidak ketinggalan ceritanya, terima kasih🙏