My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
Don't Leave Me


__ADS_3

Sebuah hantaman keras dari sebuah mobil truk dari arah kiri dengan kencang menabrak taksi yang Haara tumpangi membuat mobil taksi yang Haara tumpangi bergeser terbawa truk sejauh 10 meter.


dengan gemetar dan gerak cepat Yoan turun dari mobilnya, ia dengan cepat lari mendekati mobil yang sudah rusak itu di pertengahan jalan perempatan.


Semua orang yang berada di pinggir jalan pun berbondong-bondong menghampiri kecelakaan itu.


'Tidak mungkin, tidak mungkin! Ini mimpi! Ku mohon hanya mimpi! Ku mohon!!' batin Yoan berteriak tubuhnya gemetar.


PIIIPPP!!!


Yoan membelalakkan matanya saat mobil melaju di hadapannya.


BRUK!


Yoan yang belum sempat menghindar pun tertabrak mobil, hingga ia terjatuh ke aspal.


Pria itu terkejut pelipisnya basah dengan darah.


"Akh! Argh!!" ringis Yoan mencoba bangkit,


Yoan merasa tatapannya kabur, namun ia menggelengkan kepalanya cepat, ia tak ingin jika dirinya pingsan di saat seperti ini.


Dengan jalan seloyongan, Yoan berusaha keras untuk melangkah mendekati tempat tragedi, ia meremas lengan bajunya yang sudah basah dengan darah.


"AtHaara ku mohon~ ku mohon agar kau baik-baik saja AtHaara~" seru Yoan setiap langkahnya


"Tuan, anda terluka tuan!" panik seseorang menahan tangan Yoan.


"Lepaskan saya!!" bentak Yoan menghempas kuat tangan seorang pria yang terlihat seumuran dengannya.


"Tuan ..."


"Istri saya adalah korban dari kecelakaan disana!! Apa saya akan diam saja memerhatikan istri dan dua calon anak saya di dalam mobil taksi itu!!?" emosi Yoan menggertakkan giginya.


Sontak dua pria di sana terkejut mendengarnya.


Yoan menahan dirinya agar tetap kuat berjalan, rasa sakit di sekujur tubuh nya tak sebanding dengan rasa sakit di hatinya saat melihat kecelakaan Haara tepat di depan matanya.


Beberapa kali terjatuh dan akhirnya kini ia telah dekat dengan kerumunan orang-orang yang mengerumuni istrinya.


"Beri saya jalan!! Biarkan aku menemui istri saya!! Minggir!!" teriak Yoan.


Hal itu membuat semua orang memberi Yoan jalan.


DEG!


Tubuhnya seketika melemas saat itu juga, ia jatuh berlutut tepat di depan Haara yang sedang di tangani oleh seseorang yang ia yakini seorang dokter.


Tangis Yoan pecah seketika saat melihat keadaan Haara yang di lumuri darah hingga darah separuh nya menutupi wajah cantik Haara.


Dengan cepat Yoan mengangkat kepala Haara, ia menyingkirkan rambut Haara yang sudah di basahi darah, tangisnya semakin menjadi saat melihat wajah pucat Haara saat ini.


"AtHaara~ bangun AtHaara~ AtHaara kamu tak boleh seperti ini AtHaara! ku mohon bangun AtHaara, aku yakin kamu kuat~ AtHaara!!" panggil Yoan beberapa kali.


Perlahan Yoan dapat melihat Haara membuka matanya, gadis itu tersenyum.


"Yo ... an~" seru Haara sangat Pelan.


"AtHaara! Syukurlah~ tunggu ambulans datang ya~ bertahan lah ku mohon~" seru Yoan cepat dan panik.


"Yo ... an~" panggil Haara lemah.


"Iya sayang~ kenapa?? Ada apa??" tanya Yoan dengan air matanya yang terus menetes.


"Ak-aku ... Ak-aku kok merasa tu-tubuhku ... Sak-sakit sem-semua ya??" tanya Haara terbata-bata.


Yoan memejamkan matanya rapat-rapat, isak nya semakin keras saat Haara mengatakan hal itu.


"Yo-Yoan~"


"Iya ada apa sayang~" sahut Yoan lagi.


"Ay-ayo kit-kita makan Spaghetti dan minum cok ... lat pan ... as bersama~"


"Ya sayang iya! kita akan makan bersama ya?? jadi ku mohon kamu harus bertahan, ku mohon bertahanlah demi aku, dan kedua anak kita! Dan juga kita harus bisa melihat anak kita lahir dan tumbuh besar, jadi ku mohon bertahanlah~" isak Yoan.


Perlahan Haara mengelus perutnya yang sudah sangat buncit itu.


"A-ah~ bahkan mer ... eka be-benar-benar an ... ak-anak yang baik, ak-aku merasa me-mereka baik-baik saj .. ja." senyum Haara dengan wajah yang ssmakin pucat nya.


Yoan tersenyum tipis saat mendengarnya.


"Kenapa ambulans nya belum sampai juga!!?" teriak Yoan emosi.


"sedikit lagi ambulans nya akan sampai tuan." seru seorang wanita yang Yoan yakini tadi jika wanita itu seorang Dokter.


"Yoan sayang~" isak Haara.


Yoan yang terpanggil menatap Haara lagi.


"Iya sayang?? Ada apa??"


"Yoan ak-akan jadi papa dan ak-aku jadi ma-mama~" isak Haara mulai menangis.


"Ya, kita akan menjadi orang tua sayang~" sahut Yoan dengan tubuh gemetar.


"Uhuk! Uhuk!!" batuk Haara membuat Yoan semakin panik.


"AtHaara?? Hey~"


"Yoan~ tubuhku .. sak .. ittt sem-semua~" ringis Haara lemah.


"Ku mohon bertahanlah sayang~ ku mohon sebentar lagi ambulance akan datang, ku mohon bertahanlah~" mohon Yoan meneteskan air matanya.


Perlahan tangan Haara yang berdarah pun mengusap air mata Yoan, tangannya berhenti di pipi pria itu, Haara mengelus pipi Yoan sayang.


"Jang-jangan menangis Yoan~" seru Haara.


"Bagaimana aku tak menangis melihatmu seperti ini AtHaara!" isak Yoan.


"Yoan~"


"Iya sayang apa??"

__ADS_1


"Ak-aku sungguh sangat mencintaimu Yoan~" senyum Haara.


Belum sempat Yoan menjawab, tangan Haara yang tadi mengelus pipinya terjatuh, tubuh Haara seketika melemah, gadis itu kehilangan kesadarannya.


"AtHaara???? Hey AtHaara??? Jangan menakutiku ku mohon, AtHaara??!" panggil Yoan berulang kali, namun hasilnya nihil.


"Tuan, ambulans sudah datang, untuk semuanya tolong beri jalan!" seru tegas seorang dokter wanita tadi.


Dengan kekuatan yang masih Yoan miliki, Yoan membopong tubuh Haara menaikinya ke atas tempat tidur di dalam mobil ambulans.


• • •


Dengan wajah panik dan ketakutan, Yoan terus menatap wajah Haara yang sangat pucat, ia menggenggam erat tangan Haara, meniup tangan Haara yang terasa dingin itu agar hangat.


Beberapa alat pernapasan dan alat lainnya telah di pasangkan pada Haara, hal itu membuat Yoan semakin ketakutan bukan main dengan keadaan Haara.


"Sayang kamu pasti kuat sayang~ aku yakin itu~ AtHaara~" isak Yoan menangis sambil mencium tangan Haara.


"Tuan, anda pun terluka, biar saya obat ..."


"Fokus pada istri saya! saya tidak apa-apa!" sahut Yoan.


"Tapi Tuan, darah anda keluar sangat banyak, jika seperti ini anda bisa kehilangan banyak darah." seru perawat disana.


"Bagaimana keadaan istri saya dan kedua anak saya? tak usah perdulikan saya." memelas Yoan.


"keadaan istri anda ... kritis saat ini Tuan, dan juga kami tak bisa memprediksi bagaimana keadaan dua bayi di dalam perut istri anda tuan." sahut perawat satunya.


Yoan menjambak rambutnya, ia merasa semua ini adalah salahnya.


Jika saja dirinya akan pulang cepat, seharusnya Haara pergi bersamanya, dan hal seperti ini tak akan terjadi.


• • •


Tak lama mereka telah tiba di rumah sakit, dengan cepat Haara di bawa masuk ke dalam ruang UGD.


"Tuan, tolong cemaskan juga keadaan anda, jika anda terus memaksakan diri, anda akan kehilangan banyak darah Tuan." seru perawat.


"Saya bilang jangan perdulikan saya!"


Yoan menghentikan langkahnya saat seorang Dokter akan masuk ke dalam ruang UGD.


"Dokter! Saya mohon untuk berikan yang terbaik untuk istri dan kedua anak saya! Saya mohon! Tolong selamatkan mereka!" seru Yoan mencengkram baju Dokter itu.


"Baik Tuan, kami akan lakukan yang terbaik untuk istri anda, mohon anda mau ditangani terlebih dahulu, luka anda juga cukup parah Tuan, saya permisi." seru Dokter itu khawatir dan melangkah masuk.


Yoan menduduki dirinya di kursi tunggu di ruang UGD, ia menjambak rambutnya kuat.


"Tolong tinggalkan saya sendiri, saya mohon." seru Yoan pada dua perawat disana.


Dua perawat itu pun dengan berat hati meninggalkan Yoan.


Yoan yang baru teringat sesuatu pun langsung menelfon papa mertuanya, tak lama papa mertuanya mengangkat telfonnya.


Juan:


"Hallo Yoan, ada apa?"


Yoan:


Juan:


"AtHaara? Kenapa dengan AtHaara? Kenapa kamu menangis??"


Yoan:


"AtHaara ... AtHaara kecelakaan pah~"


●•●•●•●•●


Yoan yang kini duduk di lantai dengan kepala menunduk, fikiran kosong~


Rekaman dimana saat kejadian kecelakaan Haara terus terputar di benaknya.


Ia menatap darah di tangannya yang kini sudah membasahi lantai di susul dengan darah di pelipisnya yang menetes.


"AtHaara~" panggil Yoan dengan suara pelan dan tatapan kosong.


Ingatan-ingatan dulu saat Haara yang sedang tersenyum, tertawa, merajuk, marah hingga menunjukkan wajah polos kini secara bergantian terputar di benaknya.


Bahkan ingatan yang selalu membuatnya tersenyum pun kini berganti menjadi sebuah kesedihan dan cekatan dalam hatinya.


Perih~


Sakit~


Sangat sakit sekali~


"Yoan!"


Dengan mata sayu Yoan menatap siapa yang memanggilnya.


Juan dan yang lainnya melangkah cepat menghampiri Yoan.


"Astaga Yoan! Ada apa ini??!" panik Juan melihat keadaan Yoan.


"Mama papa, maafkan aku~"


"Mama bahkan tadi melihat mobilmu di tengah jalan, mobilmu baik-baik saja, bagaimana kecelakaan bisa terjadi??" tanya Stephannie panik.


"Haara~ Haara kecelakaan saat naik taksi saat perjalanan akan kerumah sakit lebih dulu mah~" jelas Yoan dengan tatapan kosong.


Mereka kini paham maksud Yoan, Yoan bahkan kemarin mengatakan hal ini tentang akan membawa Haara ke rumah sakit untuk jaga-jaga karena waktu Haara akan melahirkan sebentar lagi.


Dokter keluar dari ruang UGD, dengan cepat Yoan yang sedikit seloyongan bangkit berdiri.


"Dokter?? Bagaimana keadaan istri dan kedua anak saya Dokter??" tanya Yoan penuh harap.


Dokter itu hanya diam dengan raut yang sulit di artikan.


"Dokter??" tanya Anna gemetar.


"Kami ... Kami sudah melakukan semaksimal mungkin." gantung Dokter itu menghela nafasnya kasar.

__ADS_1


"Istri dan kedua anak anda ... tidak bisa terselamatkan." sahut Dokter itu.


DEG!!


Seketika semua orang terkejut bukan main mendengarnya, seketika semua orang menangis saat itu juga.


"Ahahahahaha!! Apa kau sedang melawak??! Pindahlah anda ke profesi pelawak tak usah menjadi seorang Dokter!!" seru Yoan tersulut emosi mencengkram baju Dokter itu.


"Yoan! Hentikan!" seru Ammar menarik Yoan.


"AtHaara tak mungkin meninggalkan ku Ammar! bahkan ia mencintaiku! Ia tak mungkin meninggalkanku dengan konyol seperti ini!! Bahkan ia sudah berjanji untuk tetap bersama ku hingga tua nanti!! Jadi tak mungkin ia meninggalkan ku!!" emosi Yoan menangis.


Yoan jatuh berlutut, kakinya kini terasa lemas sekali.


"Aku tak siap~ aku tak akan mau kehilangan nya~ aku tak mau kehilangan mereka bertiga! ARGHHHH ... !!!" isak Yoan dan berteriak kencang.


Stephannie menangis sejadi-jadinya, Tao Ming memeluk Stephannie untuk menenangkan istrinya itu.


"AtHaara! Tidak mungkin anak dan kedua cucuku meninggal Juan! AtHaara~!!" tangis Lucy pecah memeluk Juan.


Anna menutup wajahnya sambil berjongkok, ia tak kuat mendengar berita yang sungguh tak terduga ini.


Adiknya~ adiknya telah pergi meninggalkan nya~


Mereka yang terkejut menatap Yoan yang dengan secepat kilat masuk ke dalam UGD.


Yoan yang mencoba membuat dirinya agar tetap bertahan agar tak pingsan pun sekuat tenaga masuk ke dalam UGD.


Ia ingin buktikan jika Haara masih hidup.


DEG!


Tubuhnya melemah~


Tubuhnya melemah saat melihat kain putih telah menutupi wajah Haara.


Dengan perlahan dengan tangan gemetar hebat, Yoan membuka kain yang menutupi wajah Haara.


Terlihat wajah yang sudah sangat putih pucat, bibir yang merah muda kini telah berubah menjadi sangat pucat dan sedikit kebiruan.


"AtHaara hey, bercandanya sungguh tak lucu lho hey~" kekeh Yoan.


"Sayang~" panggil Yoan menggenggam tangan Haara, tangan gadis itu terasa sangat dingin dari sebelum ia genggam tadi di ambulance.


"Sayang bangun~ ayo kita makan spaghetti carbonara dan coklat panas bersama~ tadi kamu bilang mau makan bersama iyakan?? Bahkan aku sudah membelinya lho, dan aku juga sudah beli es krim untukmu~" seru Yoan tersenyum sendu.


"Kamu kenapa diam saja hey?? Kalau suamimu sedang bicara tak boleh di diamin seperti ini lho." seru Yoan menatap wajah pucat Haara yang sudah bersih dari darah.


Cup!


Yoan dengan perlahan mencium bibir Haara lembut, bibir gadis itu pun terasa dingin.


"Hiks!! Ahahahahaha!! AtHaara!! Bangun!! Hey!!" tawa Yoan.


"Apa kau tak dengar??! Bangunlah!!Kamu sungguh jahat padaku!! Bangun ku mohon!! Tunjukan pada Dokter tadi jika Dokter tadi salah AtHaara!! KU MOHON BANGUN ATHAARA!!" teriak Yoan menguncang tubuh Haara.


"Yoan hentikan Yoan." isak Anna menarik Yoan.


"ATHAARA!! KAU BILANG JIKA KAU SUNGGUH SANGAT MENCINTAIKU!! TAPI KENAPA KAU MENINGGALKANKU ATHAARA!! BANGUN ATHAARA! BANGUN ATHAARAAA!!" teriak kuat Yoan berusaha untuk mendekat pada kamar dimana Haara yang sudah terbaring kaku.


"Yoan~ hentikan Yoan~" seru Tao Ming menahan Yoan.


"Akh!" ringis Yoan memegang kepalanya.


Samar-samar suara panggilan pada Yoan terdengar semakin samar dan mendengung.


Tubuhnya pun melemah, pandangannya berubah menjadi gelap dan ...


Yoan pun kehilangan kesadarannya.


...•...


...●...


...🎐Bersambung🎐...


...●...


...•...


...•...


...Author:...


..."sebuah kenyataan telah membuat keyakinan seketika hancur, tak hanya sebuah keyakinan yang hancur, bahkan hati pun terasa hancur seketika, sungguh kenyataan yang sangat pahit dan memilukan💔"...


...•...


...Jangan lupa untuk memberi dukungan pada karyaku ya kakak-kakak🤗...


...⭕Jangan lupa:...


...👍 Like,...


...🏷Vote,...


...⭐⭐⭐⭐⭐Rate 5 star,...


...❤Favorite,...


...💌 komentarnya yang selalu aku nantikan⭕...


...💃谢谢大家!💃...


...(Xièxiè dàjiā!)...


...(Terima kasih semuanya!)...


...Sehat selalu untuk kalian semua😍😍...


...see you next tomorrow❤...


🎐我的命运是赵先生🎐

__ADS_1


__ADS_2