
Hari kini semakin malam, namun bukannya akan sepi di tempat kunjungan di Beijing Lu.
"Yoan." panggil Haara menyodorkan shāokǎo nya di depan bibir Yoan di sampingnya.
"Mmm ... apa?" tanya Yoan bingung.
"Aaa~"
Yoan terkekeh, pria itu pun langsung memakan tusukan daging itu.
"Enak sekali ya kan?" antusias Haara.
Yoan memgangguk-angguk dengan wajah serius.
"Pantas saja kau minta tambah belikan 10 tusuk." paham Yoan.
"Hehe, aaa ... Lagi!"
Yoan kembali memakan shāokǎo yang di sodorkan gadis itu.
"Wah! Lihat! Aksesoris di toko itu! Lihat kesana yuk Yoan!" antusias Haara.
"Ayo." senyum hangat Yoan.
• • •
Berbagai aksesoris yang terdapat di toko itu tersusun rapih dengan warna khas berwarna merah dan sedikit ada warna hitam, sungguh sangat menggambarkan sekali negara Tionghoa.
Haara terkekeh saat melihat satu barang yang menarik perhatiannya.
Gadis itu mengambilnya dan menarik Yoan untuk berhenti melangkah.
"Yoan, coba pakai ini." seru Haara menahan tawanya.
Yoan menatap topi itu dan Haara begantian.
"Kita beli baju nya sekalian, biar kamu mirip vampir! Nanti jalan nya begini." gantung Haara.
Gadis itu memakai topi itu dan mencontohkan bagaimana seorang vampir China yang ia ketahui.
"Tuk! Tuk! Tuk! Aku Vampir~" akting gadis itu yang lebih terdengar meniru suara zombie bukan suara vampir.
Yoan tak menyahut, tatapannya tetap terfokus pada Haara.
"Sekarang coba kamu pakai topi vampir ini." seru Haara menyodorkan topi itu.
"Topi vampir? Ini namanya topi Cheongsam, AtHaara." seru Yoan mengambil topi itu ,namun pria itu menyimpannya kembali di tempat semula gadis itu ambil.
"Kok di simpan, Yoan pakai dong~" rengek Haara memohon.
Yoan yang melihat ekspresi gadis itu pun tak kuat menolaknya.
Pria itu menghela nafasnya dan memakai topi Cheongsam itu.
Bukan terlihat lucu, namun pria itu terlihat tampan.
"Kenapa? Mau menertawaiku? Tertawa saja." seru Yoan mencerminkan dirinya.
"Kenapa kau terlihat tampan saat memakai topi itu." jujur gadis itu.
Yoan yang mendengarnya terkekeh.
"Bahkan kau cocok menggunakan apapun." takjub Haara.
"Sungguh?" kekeh pria itu.
"Eum! Aku jadi ingin lihat kamu pakai bunny hat." seru Haara.
"Coba bayangkan bagaimana jika aku pakai bunny hat." sahut Yoan.
Haara pun membayangkan nya.
"Hmm~ kau .. Terlihat imut." sahut Haara.
Yoan tertawa kecil mendengarnya.
Haara kembali menyimpan topi cheongsam itu di rak.
"AtHaara."
Haara menatap Yoan yang fokus pada aksesoris yang menarik perhatian pria itu.
"Ya?"
"Ayo kita lepas gelang couple kita."
"... Eh??"
Haara terkejut mendengarnya, karena melihat ekspresi pria itu yang datar.
"Tapi ... Kenapa di lepas??" tanya Haara.
Yoan melepas gelangnya, ia menarik tangan Haara dan akan mencopot gelang itu, namun saat akan mencopotnya Haara menarik tangannya.
"Aku tanya kenapa kau menyuruh untuk di lepas??"
Yoan menghembuskan nafasnya.
__ADS_1
"Gelang itu sudah tak pantas di pakai."
"Maksudmu?"
"Gelang ini dan gelang yang kau pakai, adalah yang ku pakai saat aku di masa-masa menderita dan diambang keputus asaanku pada hidupku." jelas Yoan pelan.
"Gelang ini, seharusnya di simpan saja sebagai kenangan, karena aku tak ingin karena gelang ini itu membuatku teringat masa kelamku." tambah pria itu.
Haara hanya diam dan menjadi pendengar yang baik alasan pria itu.
"Di tahun 2021 besok, aku ingin membuang semua penderitaanku di hari ini, aku tak ingin membawa sebuah ingatan di masa lalu ku termasuk memakai barang di masa laluku." seru Yoan.
Haara menatap gelangnya sedih.
"Gelang itu sudah usang juga, kita ganti dengan gelang yang baru dan yang lebih bagus ya?" seru Yoan.
"Baiklah, lagi pula gelang ini pernah putus juga." senyum Haara.
"Pernah ... Putus??" terkejut Yoan.
Haara mengangguk.
"Kapan putusnya??" tanya Yoan mengecek gelang di tangan Haara.
"Saat ... Hari Senin malam, waktu ulangan akhir semester, aku tak tahu kenapa gelang itu putus, secara tiba-tiba saja gelang itu putus sendiri." seru Haara mengingat-ingat.
Yoan menatap gelang yang sudah terlepas dari pergelangan tangan Haara.
"Eh?? Sejak kapan kau melepasnya??"
"Sejak kau lengah saat bercerita." sahut Yoan.
Yoan tersenyum tulus saat melihat gelang itu kembali hampir putus lagi itu.
"Sulit di percaya, sungguh mustahil." seru Yoan pelan.
"Ha?"
"Gelang ini adalah gelang yang pemberian kakekku saat aku masuk kuliah." seru Yoan.
"Kakekku dulu itu sangat suka membuat kerajian karena itu adalah hobi nya, kakek membuatkan dua gelang ini untukku sebagai hadiah kelulusanku."
"Sangat sederhana tapi sangat berharga sekali, ini adalah gelang dipercayai kakekku, ia percaya jika gelang ini bisa menggambarkan masa depanku, cih! itu hanya sebuah kepercayaan yang bodoh menurutku." kekeh pria itu.
Haara yang mendengarnya tak menyangka jika gelang itu adalah gelang pemberian dari kakek suaminya itu.
"Ucapannya mengenai kepercayaan mitos yang kakekku buat pada gelang ini saat itu membuatku tak pernah mempercayai ucapannya sama sekali, karena aku tak pernah percaya hal-hal semacam itu."
Haara hanya diam menjadikan dirinya sebagai pendengar yang baik, jujur saja ia masih belum memahami dari inti cerita yang pria itu ceritakan saat ini.
"Kakek memberikan dua gelang ini, yang satu berwarna biru dan satu lagi berwarna merah, beliau mengatakan suatu saat nanti di salah satu gelang ini akan putus dengan sendirinya." jelas Yoan mengantung.
Haara mengerutkan keningnya,
"Di kedua gelang ini memiliki makna berbeda jika sudah putus, jika gelang biru yang putus mengartikan bahwa aku ..." gantung pria itu lagi terdiam.
"Bahwa aku?" seru Yoan melanjutkan ucapan Yoan
"Aku telah salah memilih sebuah cinta yang aku telah aku dambakan." sahut Yoan melamun.
"Lalu ... Jika gelang berwarna merah yang putus ... Maknanya apa??" penasaran Haara.
"Aku telah tepat memilih sebuah cinta yang aku dambakan di dalam diriku." sahut Yoan masih melamun.
Haara yang mendengarnya terkejut.
'Jadi ... Artinya ... Gelang merah itu putus, jadi aku adalah cinta ...' batin Haara terkejut.
"Namun, gelang yang pertama putus adalah gelang milikku." seru Yoan.
Haara membulatkan matanya terkejut bukan main.
'Ge-gelang yang pertama putus adalah gelang milik Yoan yang berwarna .. Biru!!' batin Haara.
Seketika tubuh Haara mematung, hatinya terasa mencelos saat mengetahui nya.
Yoan memijat pelipisnya sambil terkekeh.
"Yoan."
Yoan yang terpanggil pun menatap Haara yang wajahnya tertunduk murung.
"Hm?"
"Apa kau masih tidak mempercayai sebuah mitos itu?" tanya Haara.
"tapi seperti nya aku menarik ucapanku saat itu." sahut pria itu.
Perlahan Haara menatap pria itu.
"Mengenai aku tak mempercayai mitos itu, kini aku mempercayai ucapan kakekku itu sungguhan." sahut Yoan.
Haara yang mendengarnya terkejut.
"... Apa??"-Haara.
"Gelang ini, gelang ku yang aku berikan kepadamu putus tanpa sebab bukan?" seru Yoan tersenyum.
__ADS_1
"Ta-tapi! Gelang yang pertama putus itu adalah gelangmu Yoan!!"
Yoan memejamkan matanya sambil terkekeh.
"Ap-apa yang lucu!??" tak percaya Haara melihat Yoan yang terkekeh.
"AtHaara." panggil Yoan.
Haara tak menyahut, ia masih begitu tak paham tentang maksud dari terkekeh nya pria itu.
"Jika kau mempercayai sebuah mitos itu, kenapa kau memutuskan untuk tetap mencintaiku!"
Bukannya menyahut pria itu hanya tersenyum padanya.
"Ka-kau mempermainkan ku??" tak menyangka Haara membulatkan matanya.
"AtHaara bukan ..."
Nafas Haara tersegal-segal, ia pun dengan cepat larinkeluar dari toko itu.
"AtHaara!" panggil Yoan dengan wajah panik.
Gadis itu melangah cepat tanpa tujuan, air matanya menetes.
Ia sungguh tak menyangka, semua terasa seperti mimpi,
Mimpi buruk!
Grep!
"AtHaara! Dengarkan ceritaku dulu, aku belum selesai bercerita." seru Yoan dengan wajah paniknya.
Haara yang mendengar ucapan Yoan melemah.
●•●•●•●•●
Disinilah mereka sekarang, duduk di rerumputan.
Mereka berdua memutuskan untuk memulai menyelesaikan kesalah pahaman di tempat itu sebelum banyak orang yang ramai untuk bergabung dan menyaksikan letusan petasan.
"Dengar kan aku ya." seru Yoan.
"Jelaskan Yoan." seru Haara menatap Yoan serius.
Yoan menarik nafasnya dan menghembuskannya panjang.
"Sebelumnya ... Aku ingin izin padamu."
"Izin?" tanya Haara bingung.
Pria itu itu mengangguk menatap Haara serius.
"Karena aku akan membahas Irene dalam penjelasan ini."
Deg!
...•...
...•...
...●...
...🎐Bersambung🎐...
...●...
...•...
...•...
...Author: "kembali lagi, kembali lagi untuk menggali sebuah masa lalu yang telah di kubur dalam-dalam hanya untuk sekedar mengingat sebuah kenangan."...
...•...
...Hallo kakak-kakak Readers dan kakak-kakak author hebat😍...
...Terima kasih telah setia membaca karya pertama ku ini ya😇...
...Jangan lupa untuk memberi dukungan pada karyaku ya kakak-kakak🤗...
...⭕Jangan lupa Like, Vote, Rate 5 star, +Favorite, dan komentarnya yang selalu aku nantikan⭕...
...Please penilaiannya ya kakak-kakak semua😇...
...karena itu semua sangat berharga untuk author sendiri😇🙏...
...💃谢谢大家!💃...
...(Xièxiè dàjiā!)...
...(Terima kasih semuanya!)...
...Sehat selalu untuk kalian semua😍😍...
...see you next tomorrow❤...
🎐我的命运是赵先生🎐
__ADS_1