
"Ayo, kita liburan, sebelum tanggal 4 nanti." seru Ammar.
"Liburan? Bersama??" tanya Haara.
"Yes! Bagaimana?" tanya Ammar.
"Kita ajak Yifan dan Yuu untuk ikut bersama." seru Anna.
"Kak, aku boleh ajak Riza dan Alka juga??" tanya Haara.
"Boleh dong~" sahut Anna.
"Yey! Asyik!"
"Memangnya kita mau liburan kemana?" tanya Anna bingung.
"Pantai!!" antusias Haara.
"Pantai?"-Ammar.
"Eum! Aku ingin pergi ke pantai, aku ingin berenang~" seru Haara semangat.
"Tapi Haara, kamu itu tidak begitu pandai berenang, terakhir kau ke pantai saja hanya bermain pasir dan main air di pesisir pantai saja." seru Anna.
"Tapi aku ingin berenang, sungguh!" sahut Haara.
"Beneran? Kakak gak mau jika kamu hanya main di pinggir pantai saja, kakak ingin kamu menikmati liburannya juga, Haara." seru Ammar lembut.
"Aku akan beranikan diri berenang di pantai, lagian ombak nya sadis, aku benci saat aku tak sengaja meminum air di pantai yang asin dan berpasir itu!" kesal Haara mengingat kejadian lampau.
Tiga orang dewasa itu terkekeh mendengar gerutuan Haara.
"Kenapa kau meminumnya, AtHaara?" tanya Yoan menahan gemas.
"Ombak nya sadis Yoan, aku suka sekali terbawa ombak dan berakhir keminum air pantai yang asin dan berpasir itu." sahut Haara cemberut.
"Nah, sekarang kan ada Yoan, jadikan Yoan tameng mu saja nanti." seru Ammar terkekeh.
"Tameng?"
"Kau tahu tameng bukan?" tanya Anna.
"Ya, aku tahu." sahut Haara.
"Nah, nanti Yoan akan menahanmu agar tak terbawa ombak lagi, tak seperti Ammar yang dulu tak pandai menjaga mu, selalu saja terbawa ombak." ledek Anna pada Ammar.
"Hahh~ aku lagi yang kena." hela nafas Ammar.
Lagi dan lagi Anna dan Ammar saling bertukar pendapat, bahkan kedua pasutri itu selalu ribut hal sepele.
Haara mencuri-curi pandang kepada Yoan yang duduk di sampingnya.
Tanpa di sangka Yoan sudah memerhatikannya sejak tadi tanpa Haara sadari.
Haara dengan cepat membuang wajahnya.
"Tubuhmu terlalu kecil, tak aneh jika kau terbawa ombak." seru Yoan pelan yang hanya bisa Haara dengar.
"Ih! Yoan!" geram Haara pelan memukul pundak pria itu.
Yoan terkekeh.
"Kalian, berisik." seru Yoan dengan cepat merubah ekspresi wajahnya.
Hal itu membuat Anna dan Ammar mengakhiri pertengkaran sepele mereka.
"Jadi fiks ke pantai?" tanya Anna.
"Tapi sayang~ jika Haara lebih memilih main di pinggir pantai saja ..."-Ammar
"Dia akan ikut berenang, nanti aku yang jaga dia." seru Yoan menyela ucapan Ammar.
Haara menatap Yoan dan hal itu mendapat tatapan balasan dari Yoan.
●•●•●•●•●
• • •
• •
•
Keesokan harinya.
Seperti perdiskusian mereka, mereka pun kini pergi ke pantai.
Mereka pun pergi ke Bali selama 2 hari 1 malam.
__ADS_1
Pantai yang membentang luas indah dengan lautan biru yang luas membuat mata tak bisa berkedip melihat keindahan lautan yang sangat luas sekali.
Pasir putih dan pohon kelapa yang tinggi pun turut berbaris dan memberikan kesan sejuk dan menjadi ciri khas pantai.
"Waaa!! Indah nya!!" antusias Haara.
"Haara! Riza tak sabarnya ingin langsung main air di sana!" antusias Alka.
"Iya benar!"
"Ombak nya kencang juga, Haara berhati-hatilah nanti kau terbawa ombak lagi." seru Riza.
"Tenang saja Riza, sekarang itu ada mas Yoan yang jagain dia." seru Anna menyenggol tangan Yoan yang berjalan di sampingnya.
"Mas mas, dikira tukang bakso." seru Yuu terkekeh.
"Apa dong? Om?" tanya Anna.
"Mamang saja." sahut Yifan tertawa.
Semuanya pun tertawa kecuali Yoan yang tak memperdulikan mereka.
"Wah! Bahkan dia tak pantas dengan embel-embel itu, lihatlah! Dia terlalu bersinar!" seru Ammar takjub melihat Yoan.
Semua pun menatap Yoan begitu juga Haara yang melirik Yoan di sebelahnya.
'terlalu bersinar? ahh~ memang benar~' batin Haara menganga.
Srekk!
"Aduduh Yoan~" keluh Haara saat Yoan mengacak-acak rambutnya.
"Wah, iri aku." seru Alka.
"Yah, Alka jomblo ya? Kasihan~" seru Ammar.
"Kenapa tadi gak ajak Rizal ikut saja, dan kau juga Yuu, kenapa gak ajak calon istrimu ikut saja?" tanya Haara.
"Dia sedang berlibur dengan keluarganya ke Singapura, masa iya aku suruh dia terbang ke sini." seru Yuu.
"Kenapa Rizal? Alah, mulai deh~" kesal Riza.
Haara dan Riza tertawa melihat raut kesal Alka.
• • •
empat pria berdarah China dan masing-masing memiliki blasteran darah eropa kini tengah asyik berbincang sambil menunggu empat wanita yang pergi membeli es kelapa.
"Yoan bantu aku." seru Haara yang membawa dua kelapa.
"Terima kasih ya." senyum tipis Yoan.
"Sama-sama Yoan."
"Duduk sini." seru Yoan menggeser tubuhnya.
Haara tersenyum senang dan duduk di samping suaminya itu.
"Ahh~ segarnya~" senang Haara.
Tak ada suara perbincangan di antara mereka, masing-masing sedang menikmati sejuknya minum air kelapa sambil melihat pemandangan pantai yang sangat indah.
"Kalian berdua ikut renang tidak?" tanya Anna pada Yuu dan Yifan.
"Tentu saja, sayang jika tidak di nikmati!" seru Yuu menunda untuk meminum air kepalanya.
"Ya sudah ayo." seru Anna turun dari gazebo.
semua nya pun turun dari gazebo.
Haara melirik Yoan disampingnya yang sudah turun dari gazebo, gadis itu mengerutkan keningnya.
"Mau ngapain?" tanya Haara pada Yoan.
Yoan menatap Haara.
"Buka baju."
Alka dan Riza yang mendengarnya membuang wajahnya.
"Ha?? Buka baju??" terkejut Haara.
"Kakak ipar, kenapa kaget gitu?" tanya Yuu.
"Aduh! terntu aku kaget! Kenapa harus di buka bajunya??" tanya Haara turun dari gazebo.
__ADS_1
"Kakak ipar, tentu kak Yoan akan ikut berenang, ya memang apa ada yang salah jika dia membuka bajunya??" tanya Yifan.
"Ya aku tahu tapi ..."-Haara.
"Oh my god." seru Alka menutup matanya dengan tangannya.
"hey! Yoan!" seru Haara memakaikan kembali baju pria itu yang mau di lepas pria itu.
"Lho? AtHaara, Kenapa kau melarangku?" tanya Yoan bingung.
Haara menekuk bibirnya sambil mengancingkan baju pria itu.
Tatapan mereka semua kini terfokus pada Yoan dan Haara.
"AtHaara??" panggil Yoan yang menahan tangan Haara yang akan mengancingkan bajunya lagi.
"Tak usah pamer tubuhmu! aku gak suka!" seru Haara kesal.
"Pamer .. Tubuhku?" seru Yoan menaikkan sebelah alisnya.
"aku tahu tubuhmu bagus! tak usah pamer-pamer perut sixpack mu itu deh!" kesal Haara melipat kedua tangannya.
"wohou~ kak Yoan~ sudah berani buka-bukaan nih, curiga aku~" seru Yuu menyenggol Anna.
"kau diam Yuu!" serang Haara.
seketika Yuu langsung bergidik ngeri.
"Yoan, kau berhutang penjelasan padaku." seru Anna menatap Yoan tajam.
Yoan mengerjapkan matanya takut menatap Anna, mau itu Anna atau Haara mereka sama-sama menyeramkan jika sedang marah, sungguh membuat kepalanya pening sekali karena Haara keceplosan dan kebingungan untuk menjelaskannya pada Anna.
"baiklah, aku tidak ..."-Yoan.
"Sudah cukup banyak wanita tadi yang terus menatapmu, jangan di tambah lagi kau menunjukkan tubuhmu pada mereka! Aku tak suka!" seru Haara.
...•...
...•...
...●...
...🎐Bersambung🎐...
...●...
...•...
...•...
...Author: "kayanya tanpa sadar tuh Haara bilang gitu😆 Anna yang dengernya langsung beri tatapan kilat ke Yoan tuh😆"...
...•...
...Jangan lupa untuk memberi dukungan pada karyaku ya kakak-kakak🤗...
...⭕Jangan lupa:...
...👍 Like,...
...🏷Vote,...
...⭐⭐⭐⭐⭐Rate 5 star,...
...❤Favorite,...
...💌 komentarnya yang selalu aku nantikan⭕...
...🚨Please penilaiannya ya kakak-kakak semua🚨...
...karena itu semua sangat berharga untuk author sendiri😇🙏...
...Hallo kakak-kakak Readers dan kakak-kakak author hebat😍...
...Terima kasih telah setia membaca karya pertama ku ini ya😇...
...💃谢谢大家!💃...
...(Xièxiè dàjiā!)...
...(Terima kasih semuanya!)...
...Sehat selalu untuk kalian semua😍😍...
...see you next tomorrow❤...
🎐我的命运是赵先生🎐
__ADS_1