
Haara mengikat rambutnya saat akan memulai untuk masak, ia akan memasak bersama Stephannie, mamanya Lucy, Roselie, Anna dan Miya.
"Haara sayang~ tidak usah, kamu lebih baik bujuk Yoan untuk makan bersama saja ya?" seru Lucy sang mama.
"Tapi ... aku mau bantu, aku tak enak jika tidak membantu." seru Haara tak enak.
"Méiguānxì, jiù qù ba〜" seru Miya sambil tersenyum.
Haara perlahan menatap Stephannie,
"Tidak apa apa, pergilah kata bibi Miya." seru Stephannie mengusap pundak Haara.
"Sungguh tidak apa-apa?" tanya Haara ragu.
"Tidak apa-apa, kamu bujuk Yoan saja ya, dia benar-benar sangat sulit dibujuk untuk makan, apalagi jika dia di bujuk makan bersama? Dia akan mengunci dirinya di kamar." jelas Roselie mencubit pipi Haara gemas.
Haara tersenyum saat Roselie mencubit pipinya gemas.
"Kalau Yoan dibujuk sama kamu, dia akan mau, bahkan tadi saja ia mau makan jika denganmu." seru Anna menggoda Haara.
Haara salah tingkah saat itu juga.
"Tolong bujuk dia ya sayang~" seru Stephannie tersenyum.
Haara mengangguk dan melangkah pergi ke kamar pria itu.
●•●•●•●•●
Tok!! tok!! tok!!
• • •
Perlahan Haara membuka pintu kamar pria itu,
Haara mengerutkan keningnya, kamar pria itu terlihat gelap gulita, hanya ada sedikit cahaya dari sinar rembulan.
"Dia belum kembali??" gumam Haara bingung.
Kamar yang gelap gulita, Haara teringat satu hal jika pria itu takut berada ditempat yang gelap, sangat tak mungkin pria itu ada didalam kamarnya, ia menyimpulkan pria itu belumlah kembali.
Haara mencoba mencari saklar lampu kamar pria itu dengan berjalan merambat ke dinding.
"Dimana saklar nya sih~"
Clek!!
Haara terkejut, sontak Haara menatap pintu kamar,
Haara terdiam sebentar, karena baru saja dirinya mendengar jika pintu kamar dikunci.
Haara memutar balik, ia berjalan kembali ke arah pintu, ia mencoba membuka pintu itu,
pintu nya terkunci!
"Te-terkunci??! Siapa yang mengunci pintunya sih??!" panik Haara
"Aku."
Deg!!
Haara memutar tubuhnya terkejut, matanya membulat sempurna.
Haara melangkah ke arah lain, kamar yang gelap gulita itu tak bisa menunjukkan siapa seseorang yang berbicara padanya tadi.
"Si-siapa kau??!" seru Haara ketakutan.
"Suamimu, apa kau tak mengenal suara suamimu sendiri??"
Deg!
'mustahil!' batin Haara.
"Ka-kau bukan Yoan! Bah-bahkan Yoan itu takut berada di tempat yang gelap seperti ini!" seru Haara melangkah mundur,
Tak ada sahutan, Haara semakin takut, ia melangkah terus mundur sampai dirinya menubruk jendela besar dikamar itu.
"ja-jawab yang sesungguhnya! siapa kamu!" takut Haara.
Haara menatap kaki pria itu yang terkena sinar rembulan, lalu tubuhnya dan ...
Wajah pria itu.
Haara membelalakan matanya terkejut.
"Yo-Yoan!?" terkejut Haara.
'su-sungguh! ini Yoan!' batin Haara terkejut bukan main.
Yoan hanya menatap Haara datar.
"Kenapa kau datang dihadapanku lagi? Bahkan kau bilang tak ingin bertemu denganku lagi? Apa kau datang hanya untuk mengasihaniku??" seru Yoan dengan kalimat yang ditekankan.
Haara bungkam, ia tak bisa menjawab pertanyaan pria itu, ia merasa otak nya tak bekerja dengan baik saat ini.
"Jawab aku!" tuntut Yoan menatap Haara tajam.
__ADS_1
"Ak-aku kembali karena semua penjelasan Rynne padaku."seru Haara gemetar.
"Kenapa kau lebih mempercayai kebenaran yang Rynne jelaskan di banding penjelasan kebenaran dariku??" tanya Yoan tajam.
"Itu .. Itu karena aku takut dibohongi lagi denganmu!" sahut Haara takut.
Terdengar pria itu terkekeh mendengarnya,
"Lalu apa yang sudah kau ketahui kebenarannya?" tanya Yoan melangkah lebih dekat lagi.
"Ka-kau lakukan karena kau masih merasa bersalah atas kematian Irene, maka dari itu kau mencari Rynne dan juga ...," gantung Haara membuang wajahnya.
"Dan juga?" tanya Yoan datar.
"Ka-kau, kau lakukan itu karena ingin melindungiku." sahut Haara pelan, ia membuang pandangannya ,jujur saja pandangan pria itu sangatlah menakutkan.
Yoan tersenyum sinis,
"Kau datang terlalu cepat ke hadapanku." seru Yoan dengan mata berubah menjadi sayu.
"Bahkan aku sedang memulihkan diriku dan menyadari sebuah hal yang bodoh dan naif yang telah aku perbuat kepadamu~" seru Yoan dengan suara baritonnya.
Haara perlahan menatap Yoan,
"Kau sekarang memiliki hobi baru ya? hobi mu sekarang adalah menyiksa hatiku." seru Yoan mengurung Haara dengan kedua tangannya,
tubuh Haara telah menubruk jendrla besar di kamar itu, pria itu mengurungnya.
Tubuh Haara tegang, nafasnya tertahan atas perlakuan pria itu.
"Baru saja aku berencana jika diriku telah pulih, aku ingin merebut kembali milikku dari Yuu. namun aku merasa senang sekali jika milikku sendiri yang datang drngan sendirinya padaku." seringai Yoan.
Haara meremas bajunya kuat, ia merasa sangat ketakutan dengan pria di depannya saat ini.
"Berani sekali kamu menyuruhku pergi, kau sangat suka mempermainkan perasaanku, ya~" kekeh Yoan.
'Mempermainkan .. Perasaan??' batin Haara tak paham.
Yoan memajukan wajahnya tepat di depan wajah Haara.
"Setelah kau berhasil membuatku jatuh cinta padamu, kau mengusirku untuk menjauh darimu dan kau ingin meninggalkan ku? jangan mencoba melawak dengan Zhao Yoan Ti En, nona~" seru Yoan tajam.
Haara membulatkan matanya terkejut.
'Yoan! Yoan Ja-jatuh cinta pa-padaku!!?' batin Haara terkejut.
"Kau harus bertanggung jawab dengan perasaanku yang setiap saat semakin besar kepadamu, nona." seru Yoan dengan tatapan tajam.
"Aku tak perduli kau sudah tak mencintaiku lagi sekalipun, tapi aku ingin kau tahu jika aku tak akan pernah melepaskan dirimu, jangan berharap pula kau akan terlepas dariku, jadi jangan berfikir untuk lari dariku." seringai Yoan.
"Kau . milikku!! kau . hanya . milikku . seorang!! bukan . milik . pria . lain!!" seru Yoan penuh penekanan.
"Jika ada orang yang ingin mengambilmu dariku, akan ku pastikan orang itu akan terluka!" seru Yoan mengancam.
Deg! Deg!
Haara meremas baju atas nya semakin kuat, tangannya telah basah dengan keringat.
Haara bergidik ngeri saat mendengar ucapan pria itu, sisi lain ia merasa senang dengan pernyataan cinta pria itu, dan sisi lain ia merasa takut dengan ucapan pria itu, benar-benar sebuah ancaman yang mengerikan dan menakutkan.
Ia tahu pria itu, ucapan pria itu tak pernah main-main, pria itu jika sudah berkata tak pernah akan mengkhianati ucapannya sendiri.
"Aku tak akan membiarkan mu menceraikanku, dan juga aku tak akan pernah menceraikanmu, jika keluargamu dan keluargaku memaksa untuk melepaskan mu, aku akan membawa mu jauh dari mereka untuk ikut bersamaku!" seru Yoan dengan tatapan kosong.
Tubuh Haara gemetar, ucapan pria itu .. ucapan pria itu sungguh sangat menyeramkan.
"Kau, kau .. Sungguh menyeramkan!" seru Haara takut.
Tok! Tok! Tok!
Suara ketukan terdengar,
Yoan tak sedikit pun mengalihkan pandangannya dari wajah Haara yang ketakutan, ia tak perduli siapa orang yang berani mengganggu urusannya.
Haara pun mencoba mendorong tubuh Yoan, namun pria itu tak berniat sedikitpun membebaskan dirinya.
"Yoan, minggir! aku harus ...,"
Sret!!
Secara tiba-tiba Yoan menarik Haara dan menjatuhkan tubuh gadis itu ke atas kasur.
"Kyaaa!!" teriak Haara.
BRUK!!
Yoan kembali mengurung gadis itu, ia mengurung Haara dibawahnya, Yoan menahan kedua pergelangan tangan gadis itu agar gadis itu tak bisa memberontak.
Tubuh Haara pun bergetar hebat, ia sangat ketakutan sekali.
Haara perlahan membuka matanya, mata nya membulat, saat dirinya melihat Yoan yang berada diatasnya.
"Yoan ka ..!"
Cup!
Tubuh Haara mematung seketika, pria itu mencium bibirnya dengan lembut.
__ADS_1
Yoan memundurkan kepalanya dan menatap Haara sendu dengan mata sayu,
Haara hanya diam menatap tatapan sayu pria itu.
Pria itu pun kembali menyatukan bibirnya pada bibir Haara.
Yoan mengakhiri ciumannya, ia masih menatap gadisnya yang masih menunjukkan wajah terkejut di bawahnya.
"Maaf, lagi-lagi aku membuatmu takut." seru Yoan lemah,
"Aku utarakan semua itu sesuai dengan perasaanku yang menggila karena mu, AtHaara~" seru Yoan sayu.
Haara menatap mata pria itu, mata pria itu memerah menahan agar tidak meloloskan air matanya.
"Tolong jangan berfikir untuk meninggalkan ku lagi, aku mohon AtHaara~" seru pria itu dengan nada memohon.
Haara menatap mata pria itu dengan tatapan sendu, seketika ketakutan dalam dirinya memudar.
"Kau .. Kau sungguh mencintaiku?" tanya Haara ragu.
"Aku mencintaimu AtHaara, aku sangat mencintaimu! Jadi ku mohon jangan tinggalkan aku! tetap berada di sisiku!" sahut Yoan cepat dengan wajah serius dan mengemis.
"Beri aku kesempatan, aku janji akan membuatmu bahagia denganku, aku janji! Tolong beri aku kesempatan AtHaara, ya??" seru pria itu dengan penuh keyakinan.
Ts!
Pria itu menangis,
Air mata pria itu menetes ke pipi Haara, namun gadis itu tak merasa terganggu dengan air mata ketulusan pria itu jatuh di pipinya.
Ini adalah pertama kalinya ia melihat Yoan yang menangis tepat di depan wajahnya.
Ia marasa senang pria itu menangis karena memohon padanya,
memohon agar tetap tinggal dengannya.
Haara meneteskan air matanya sambil tersenyum haru.
'Akhirnya~ Yoan mencintaiku~' batin Haara terharu.
"Aku minta maaf telah membuat hatimu terluka beberapa kali, aku sangat menyesal, sungguh sangat menyesal!" seru Yoan kembali meneteskan air matanya, ucapan pria itu benar-benar terdengar sangat memohon dan sangat mengemis.
Haara mengusap air mata pria itu lembut, hal itu membuat Yoan menutup matanya menikmati sentuhan lembut gadis itu.
"Tolong jangan tinggalkan aku AtHaara~ tolonglah, jangan tinggalkan aku~ aku tak ingin kita bercerai AtHaara~ aku tak kuat melihatmu bersama pria lain!" seru Yoan memohon dengan nada takut kehilangan.
Haara mengangguk dan tersenyum manis pada pria itu
"Aku memaafkanmu. kamu adalah Yoan, seorang Yoan tak pernah mengingkari ucapan dan janjinya, aku percaya padamu, tolong jangan buat aku kecewa lagi, ya?" senyum Haara mulai terisak.
Yoan tersenyum sendu, pria itu terlihat sangat senang saat mendengar ucapan gadisnya.
Haara menarik leher pria itu untuk menjatuhkan pria itu kepelukannya.
Yoan tentu membalas pelukan Haara, ia memeluk Haara sangat erat.
"aku berjanji AtHaara, aku janji! terima kasih AtHaara~" seru Yoan dengan suara serak, Yoan menyembunyikan wajahnya di tengkuk leher Haara.
Haara mengangguk sambil mengusap rambut pria itu lembut dan penuh kasih sayang.
"Tolong buat aku mencintai dirimu lagi ya, Yoan?" seru Haara,
hal itu mendapat anggukan mantap dari pria itu.
"terima kasih telah memberikanku kesempatan AtHaara~"
...•...
...•...
Author: "awal yang seram, berakhir menjadi moment yang mengharukan huhu😢😭"
...❤Bersambung❤...
...•...
...Hai, kakak readers dan kakak author-author yang hebat dan keren😍...
...Terima kasih sudah membaca ceritaku🙏...
...❗Jangan lupa untuk❗:...
...✔like,...
...✔vote,...
...✔rate 5 star, dan...
...✔komentarnya yang sellau ku nantikan💐💐💐...
...📜Pesan dari Author:...
..."Selalu jaga kesehatan di saat pandemi seperti ini ya kakak-kakakku❤...
...selalu jaga kebugaran tubuh kalian semua😍...
...Sukses dan bahagia selalu untuk kita semua🤗🤗"...
__ADS_1