My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
Rasa Penasaran


__ADS_3

Yoan membuka pintu kamar nya, ia menghela nafasnya saat melihat Haara yang tidur membelakangi tempat bagian nya tidur dengan selimut yang menutupi rapat tubuh mungil gadis itu.


Gadisnya itu langsung lari terbirit-birit masuk ke dalam kamar setelah makan malam tadi, gadis itu sedang menjaga jarak dengannya.


Yoan tertawa kecil tanpa bersuara saat melihat Haara yang menyadari kehadirannya, gadis itu langsung merapatkan lagi selimutnya untuk menutupi tubuhnya.


Langkah demi langkah sengaja Yoan sedikit hentakan, ia sengaja melakukannya untuk melihat kegemasan gadisnya itu saat mencoba melindungi diri darinya.


Bats!!


"Huwa!!" terkejut Haara saat Yoan menarik selimutnya dengan mudah.


"Hm? Terlalu mudah, apa ini yang kau maksud melindungi dirimu dariku?" tanya Yoan menatap Haara menggoda.


"Ke-kembalikan selimutnya!"


Dengan cepat Yoan menyingkirkannya saat Haara ingin mengambilnya.


Glek!


Haara menelan saliva nya saat melihat tatapan Yoan yang menatap nya lekat.


Yoan melangkah mendekati Haara dan merangkak hingga membuat Haara mengerjapkan matanya.


"Kamu mau apa?" was-was Haara.


"Mau minta jatah." sahut Yoan dengan tatapan menahan senyum.


"A-aku pasti kasih, ta-tapi kenapa kau bersikap seperti ingin menerkamku!?" seru Haara panik, ia menahan tubuh Yoan yang mencoba mendesaknya untuk tiduran.


Yoan memiringkan wajahnya dengan wajah polos.


"Aku hanya ingin menggodamu saja, karena aku suka lihat raut was-was mu padaku, itu sangat menggemaskan." gemas Yoan mencolek hidung Haara.


"Menyebalkan!" kesal Haara mendorong tubuh Yoan pelan.


Gadis itu menggerutu dalam diam.


Yoan tertawa melihat Haara yang menggerutu, gadis itu tidur membelakanginya.


'Menyebalkan, aku sangat tak ahli melihat Yoan yang sedang bercanda dan yang sedang serius!' batin Haara.


Haara melirik Yoan yang tidur di sebelahnya sambil menyelimuti tubuh mereka berdua.


"Yoan, tidurlah di tempat bagianmu sana, aku nanti jatuh." seru Haara tanpa membalikkan tubuhnya.


Pria itu menurut, namun siapa sangka Yoan dengan mudah menarik mundur tubuh Haara, Yoan melingkarkan tangannya di perut Haara.


"Mudah sekali menarikku, apa aku sangat ringan??" tanya Haara masih dengan posisi yang sama.


"Hm, tubuh mu sangat ringan, makanlah yang banyak, aku takut kau terbawa angin saja." seru Yoan asal.


"Tubuhku tak seringan itu! dan perlu kau tahu! Aku itu sudah berusaha makan banyak tapi aku tak mudah gemuk!" sahut Haara.


"Itu yang membuatku heran, kemana larinya semua makanan yang kau makan?" bingung Yoan.


"Entahlah, setidaknya aku tinggi." bangga Haara.


"Ya, tapi tidak menurutku, pendek!" ledek Yoan.


Haara yang mendengarnya membalikkan tubuhnya menghadap Yoan.


"Gapapa dibilang pendek, yang penting banyak yang suka, wlee!" ledek balik Haara.


"Hahh~ tapi ingat satu hal, kau itu milikku, sudah sah, tubuhmu juga sudah menjadi milikku sepenuhnya, paham?" seru Yoan tajam.


"Mmm~ Yoan, aku bercanda lho, kenapa kau sampai ..."


"Tapi aku tak bisa anggap ucapanmu itu candaan, karena ucapanmu itu memang fakta nya, banyak sekqli pria yang menyukaimu." sela Yoan.


"I-iya aku tahu itu, aku itu milikmu, mana mungkin aku tak tahu." sahut Haara kembali membalikkan tubuhnya membelakangi Yoan, ia merasa tatapan pria itu sungguh menyeramkan.


Sret!


Mata Haara membelalak saat tangan Yoan lagi-lagi nakal, tangan pria itu menyelinap masuk ke dalam baju nya.


"Yoan! Tanganmu!!" panik Haara.


"Hanya memegang tubuhmu saja boleh ya? aku janji tak akan menerkammu sampai kau siap sepenuhnya." seru Yoan pelan.


Perlahan Haara melepaskan tangan Yoan yang tadi ia berusaha singkirkan.


Yoan tersenyum senang saat melihat Haara menggangguk.


Haara merapatkan bibir nya saat tangan Yoan mengelus-elus perutnya lembut, karena ia merasa tak terbiasa, ia merasa menahan geli dan gugup nya.


"Suatu saat, perutmu yang ramping ini akan menjadi buncit karena akan di isi oleh malaikat kecil di dalam nya." seru Yoan.


Haara tersenyum tipis mendengarnya.


"Dan aku akan melihat pertumbuhan dan bertambah besar nya perutmu, lalu aku dan kamu berdiskusi mengenai siapa nama malaikat kecil kita, lalu aku juga akan mendengar dan merasakan pergerakkan malaikat kecil kita di dalam perutmu, dan pada saatnya tiba, aku sangat ingin mendengar suara tangis malaikat kecil kita, aku menantikan semua itu pada saat nya tiba." ucap Yoan tersenyum.


Haara memejamkan matanya dengan senyum mengembang.

__ADS_1


"Tapi sebelum keinginan ku yang itu tercapai, aku ingin melihatmu wisuda, lulus, memliki gelar sarjana dan tercapainya cita-citamu." seru Yoan.


"Aku ingin melihatmu dapat menggapai cita-citamu, aku sangat menantikan hal itu."


"Jika kau menungguku memiliki gelar sarjana, itu akan memakan waktu kemungkinan empat sampai lima tahun, apa kau siap menunggu selama itu?" tanya Haara.


"Itu akan menyiksaku sekali, tapi melihat kebahagiaanmu saat menggapai cita-citamu, itu akan membuatku ikut bahagia." sahut Yoan.


"Bagaimana jika aku mengambil jurusan kedokteran? Apa kau siap mengungguku hingga lima tahun hingga tujuh tahun bahkan bisa lebih?" tanya Haara.


Yoan yang mendengar itu terdiam sejenak.


"Lakukan lah jika itu kemauanmu." sahut Yoan dengan berat hati.


"Ahahaha!! Aku bercanda Yoan~ aku itu penakut, mana mungkin ada dokter penakut seperti ku, lihat film pembunuhan saja aku takut." tawa Haara.


"Lalu? Apa cita-citamu?" tanya Yoan.


"mm~ cita-citaku ... aku tak tahu." sahut Haara bingung.


"Tak tahu? Lalu? Jurusan apa yang akan kau ambil nanti?" tanya Yoan mencoba menatap wajah Haara.


"Mmm~ aku ingin bisa berbahasa, aku suka bahasa." senyum Haara.


"Bahasa?"


"Ya, dan kau jadi gurunya! bahkan waktu itu kau sudah janji!" seru Haara mencubit pipi Yoan.


"Hmm~ atau juga, aku suka buat karya fiksi romansa atau komik, aku suka!" seru Haara antusias.


"Maksudmu sebagai penulis novel?" tanya Yoan.


"Tepat sekali!" sahut Haara.


"Komik? Memangnya kau bisa melukis?" tanya Yoan.


"Bisa dong! Sudah lama aku tak melukis, karena aku tak punya waktu untuk itu sejak aku menginjak kelas 12." sahut Haara.


"Aku baru tahu." seru Yoan.


"Lain kali aku akan tunjukkan kemampuanku, tunggu saja ,oke!"


"Aku tunggu." senyum Yoan.


"Mmm~Yoan." panggil Haara.


"Hm?"


"jika ... nanti aku hamil suatu saat nanti, bentuk tubuhku akan berubah, tidak lagi langsing dan tidak akan seperti tubuhku yang sekarang, apa kau akan tetap mencintaiku?" tanya Haara ragu.


"Sungguh? Kau sungguh akan tetap mencintaiku?" tanya Haara.


Cup!


Yoan mengecup sekilas tengkuk belakang Haara.


"Tentu saja, bahkan seperti nya jika di bayangkan kau akan lebih menggemaskan." kekeh Yoan.


Haara yang mendengarnya terkekeh.


Mereka berdua terdiam tak bicara.


"AtHaara." panggil Yoan.


"Ya?"


"Besok itu hari Minggu, papa mama ku mengundang kita serta mama papa mu makan malam keluarga, kau tahu kan?" tanya Yoan.


"Hm, aku tahu itu." sahut Haara membalikkan tubuhnya dan memeluk tubuh Yoan erat.


"Ammar dan Anna juga akan ikut bergabung untuk makan malam keluarga besok malam." seru Yoan.


"Sungguh? aku tak tahu soal itu."


"Hm, besok malam ada yang ingin aku, Anna, dan Ammar sampaikan kepada kedua orang tua mu." seru Yoan.


Haara mendongakkan kepalanya sambil mengerutkan keningnya.


"Menyampaikan apa?" tanya Haara.


"Besok malam akan aku beritahu, aku akan beritahu kamu besok bersamaan dengan mama papamu." sahut Yoan.


"Mm~ baiklah." sahut Haara dengan rasa penasaran.


"Sudah malam, tidurlah."


Haara mengangguk, ia menyembunyikan wajahnya di dada bidang pria itu dan akan terlelap.


'Bimbangnya aku, semoga kau bisa memahaminya setelah mengetahuinya besok malam, AtHaara.' batin Yoan memejamkan matanya rapat-rapat.


●•●•●•●•●


• • •

__ADS_1


• •



Pagi hari kemudian.


Haara menepuk-nepuk kasur di sebelahnya, perlahan ia membuka matanya.


Ia tak mendapati Yoan di sebelahnya.


"Masih jam 6 pagi, tumben Yoan sudah bangun di hari Minggu." seru Haara menduduki dirinya.


"Kemana dia? Seperti nya dikamar mandi tidak ada." gumam Haara melangkah keluar dari kamarnya.


Saat Haara melangkah turun tangga suara Yoan terdengar sedang berbicara, pria itu sedang bicara lewat telefon.


"Ya, aku ingin satu minggu kedepan ini aku menyelesaikan jadwal di perusahaan, aku tak punya waktu banyak." seru Yoan dalam panggilan.


"Hm, minggu depan tinggal mengurus penerbangan ..."


Ucapan Yoan berubah pelan saat melihat Haara jalan menghampirinya.


"Nanti akan kita lanjut pembicaraannya, ku tutup." seru Yoan pada pamggilan dengan wajah gugup.


"Eh? Apa aku mengganggu mu?" tanya Haara merasa tak enak.


"Tidak kok, emm~ sejak kapan kamu turun?" tanya Yoan waspada.


"Baru saja, tadi ... Aku tak sengaja dengar tentang penerbangan, siapa yang mau harus mengurus penerbang ..."-Haara.


Cup!


Yoan mengecup bibir Haara lumayan lama, hal itu membuat ucapan Haara terhenti.


"manis seperti biasanya." seru Yoan mengusap bibir Haara yang basah, hal itu membuat Haara tersipu malu.


"Ahh~ aku lapar sekali~ AtHaara, aku ingin carbonara, bisa kau buatkan untukku?" seru Yoan menyembunyikan wajahnya di leher Haara dengan manja.


Haara terkekeh melihat tingkah Yoan.


"Baiklah, pagi ini aku akan buat carbonara, tapi kau tahu sendiri membuat carbonara itu membutuhkan waktu yang banyak lho." seru Haara.


"Tapi aku ingin carbonara, buatkan untukku ya?" pinta Yoan.


"Ahahah~ baiklah, sekarang berdiri tegak, aku akan mulai masak sekarang." seru Haara mendorong pelan tubuh Yoan.


Yoan tersenyum melihat Haara yang melangkah ke dapur sambil bersenandung.


'Sepertinya aku harus bertukar pesan saja dengan Ammar, bahaya jika Haara mendengarnya sekarang.' batin Yoan mengirimkan pesan pada Ammar.


sisi lain, Haara melirik Yoan yang fokus mengetik dengan raut sangat serius.


'apa yang sebenarnya kau sembunyikan dariku Yoan?' batin Haara penasaran.


...•...


...●...


...🎐Bersambung🎐...


...●...


...•...


...•...


...Author: "hmm~ kira-kira apa ya, yang ingin Yoan, Ammar, sama Anna bicarain? dan juga sampai telfon dari Ammar pun Yoan akhiri saat sadar ada Haara?🤔"...


...•...


...Jangan lupa untuk memberi dukungan pada karyaku ya kakak-kakak🤗...


...⭕Jangan lupa:...


...👍 Like,...


...🏷Vote,...


...⭐⭐⭐⭐⭐Rate 5 star,...


...❤Favorite,...


...💌 komentarnya yang selalu aku nantikan⭕...


...💃谢谢大家!💃...


...(Xièxiè dàjiā!)...


...(Terima kasih semuanya!)...


...Sehat selalu untuk kalian semua😍😍...


...see you next tomorrow❤...

__ADS_1


🎐我的命运是赵先生🎐


__ADS_2