My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
Luluh


__ADS_3

Empat hari telah berlalu, keadaan masih sama seperti awal Haara mendiami Yoan.


Namun dengan penuh usaha, Yoan berusaha membuat keadaan kembali dan berusaha mendapat respon dari Haara.


Tanpa di sangka hasilnya pun nihil.


Gadis itu tetap dengan sikap nya yang dingin dan datar padanya.


Kini Yoan terus membuntuti kemana pun Haara melangkah, mau itu ke dapur, duduk di ruang santai, tidur, terkecuali masuk ke dalam toilet, namun Yoan senantiasa menunggu Haara keluar dan kembali membuntuti nya.


Hal itu membuat Haara jengah melihat tingkah Yoan.


Haara menghela nafasnya kasar saat akan mengambil es krim di dalam kulkas.


"Bisa kah kau tak terus-terusan mengikuti ku??" kesal Haara menatap Yoan tajam.


"Aku tak mengikuti mu." sahut Yoan mengalihkan pandangannya.


"Awas! jangan halangi jalan ku!" seru Haara.


"Aku mau es krimmu." ucap Yoan mencoba memakan es krim yang Haara pegang.


"Tidak! Ini stok terakhirku!" seru Haara ketus.


"Hah? Secepat itukah habisnya??"


Haara tak memperdulikan ucapan Yoan dan mencoba untuk melewati pria itu.


"Tunggu dulu, jangan terlalu sering makan es krim, tidak baik, kau harus jaga kesehatanmu, hari Senin kau akan ujian AtHaara." halang Yoan.


"Ya, dan di hari Senin kau akan terbang ke Korea, minggir!"


"AtHaara, dengar ..."


Tuk!


Tatapan mereka teralih pada satu kaplet obat tertutup bungkusnya rapih yang jatuh.


Yoan menatap Haara sekilas dan mengambil obat itu, pria itu mengerutkan keningnya.


"Pil ... KB?"


Haara hanya mengalihkan pandangannya, ia fokus memakan es krim nya.


"Kau ... Meminum ini?" tanya Yoan menatap Haara.


"Hm."


"Kenapa kau minum ini?" tanya Yoan.


"Bahkan kau sendiri yang menyuruhku minum." sahut Haara tanpa menatap Yoan sedikit pun.


"Ini terlihat masih baru, kau belum meminumnya kan?" tanya Yoan.


Belum sempat Haara menjawab, tatapan Haara terfokus pada pil kaplet yang di buang ke tempat sampah.


"Ke-kenapa kau buang?! Bahkan aku butuh perjuangan untuk membeli pil itu sendiri! itu memang baru beberapa hari ini aku beli!" kesal Haara.


"Jangan mengonsumsi pil itu lagi." seru Yoan pelan.


"Ha?"


"Jangan pernah lagi, paham?" tanya Yoan.


Haara mendecih heran.


"Kau ini aneh Yoan, waktu itu kau menyuruhku meminum obat itu untuk berjaga-jaga, sekarang kau menyuruhku jangan mengonsumsi pil itu." seru Haara menatap Yoan heran.


"Aku menyesal mengatakan itu."


Haara mengerutkan keningnya bingung.


"Pil itu tak baik di konsumsi oleh mu, umurmu masih begitu muda untuk mengkonsumsi pil itu." seru Yoan menatap pil kaplet yang ia buang di tempat sampah.


"Aku takut berdampak buruk, aku dengar itu akan membuat rahim kering, aku tak ingin terjadi sesuatu pada kesehatanmu." seru Yoan menatap Haara serius.


Haara menatap Yoan yang mengacak-acak rambutnya.


"Aku akan menahan diriku, lakukan apapun jika aku melakukan hal yang sekiranya akan kelewat batas, jangan hanya lindungi dirimu dari pria lain, tapi tolong lindungi dirimu dariku juga." seru Yoan lagi.


Haara menunduk, ia merasa tertegun dengan penjelasan Yoan yang mengkhawatirkan kesehatannya.


"Paham?" tanya Yoan dengan nada sangat merendah.


"Paham." sahut Haara pelan.


Yoan tersenyum mendengar respon Haara, ia mengelus pipi Haara sayang.

__ADS_1


"AtHaara, tatap aku." seru Yoan.


Hal itu membuat Haara langsung menatap Yoan.


Cup!


Haara sedikit terkejut dengan perlakuan Yoan yang sangat tiba-tiba.


Pria itu mengecup bibir nya.


Haara sedikit meringis saat merasa pria itu mengemut bibir nya kuat.


"mph! cukup." dorong Haara.


"Manis sekali, aku suka." seru Yoan tersenyum, ia mengusap bibir Haara yang basah.


Haara mengulum bibirnya, ia mebgalihkan pandangannya gugup.


"Jangan menunjukkan wajah menggemaskan mu ini, jangan menggodaku." seru Yoan merasa gemas.


"Si-siapa juga yang menggodamu!" gelagap Haara kembali memakan es krimnya yang mencair.


Yoan terkekeh.


"Ya sudah, aku mau ke ruang kerjaku dulu, habiskan es krim mu, lalu pergi tidur, paham?"


"Hm."


Haara menatap Yoan yang melangkah menjauh.


"Aku sampai berfikir bibirku akan di makan olehnya, bibirku sampai berdenyut." keluh Haara memegang bibir bawahnya.


●•●•●•●•●


Haara menghentikan langkahnya sebentar saat melihat pintu ruang kerja pria itu terbuka.


"Aku tak bisa terbang ke Korea."


Langkah Haara kembali terhenti, ucapan Yoan sontak membuat jantung nya berdegup kencang sebentar.


"Paman, AtHaara tak mengizinkan ku pergi, aku tak bisa memaksanya u tuk mengizinkanku."


Pria itu kembali berucap, pria itu sedang bicara panggilan telefon.


"Dia istriku paman, dia berhak atas melarang aku, dan juga aku tak bisa mengajaknya ikut karena hari Senin AtHaara akan Ujian Nasional." seru pria itu dengan nada lemah.


"Aku tahu paman, posisiku adalah seorang CEO utama, pembukaan dari setiap perusahaan cabang baru itu harus aku, tapi sekarang aku akan memilih menunda nya sampai AtHaara lulus, aku akan membawa nya ikut bersamaku, setelahnya mengenai siapa CEO di perusahaan di Korea aku akan diskusikan lagi."


Haara memilih pergi dan masuk ke dalam kamar nya.


●•●•●•●•●


• • •


• •



Pagi hari kemudian.


Haara melirik Yoan yang baru turun dan melangkah menghampirinya.


Pria itu menduduki dirinya di kursi bar dapur.


Haara melirik pria itu sekilas, dapat dilihat wajah pria itu sangatlah murung.


"Ada apa denganmu?" tanya Haara fokus mengolesi roti.


"Ah! Tidak, aku hanya merasa lelah belakangan ini." seru Yoan tersenyum.


Haara memberikan roti yang ia olesi selai kacang coklat kegemaran pria itu.


"Terima kasih." senyum Yoan.


"Hm, aku akan buatkan teh jahe merah untukmu." seru Haara.


"Teh jahe?"


"Kau bilang kau merasa lelah belakangan ini, untuk mencegah dirimu agar tak sakit, kau harus minum teh jahe hangat." jelas Haara.


Yoan mengulas senyum lebar mendengarnya.


• • •


Yoan menghentikan mobilnya perlahan saat telah tiba di depan gerbang sekolah Haara.


"Sudah sampai, kamu pulang seperti biasa?" tanya Yoan.

__ADS_1


"Kau akan lembur?" tanya balik Haara menatap Yoan.


"mm tidak, seperti ucapanmu, aku akan pulang duluan ke Penthouse, saat kau akan pulang setengah jam lagi aku akan menjemputmu." jelas Yoan.


"Hari ini aku tak ada bimbingan belajar, karena hari ini siswa sedang sibuk mengurus kegiatan klub, klub terakhir." seru Haara.


"Jadi, aku akan menjemputmu jam pulang kamu biasa pulang sekolah?" tanya Yoan.


"Hm." dehem Haara.


"Yoan."


Yoan yang terpanggil melirik Haara disebelahnya.


"Mengenai penerbangan mu ke Korea ... Aku diam-diam mempertimbangkannya, aku akan mengizinkan mu pergi ke Korea selama beberapa bulan."


Yoan terkejut, ia menatap Haara dengan membulatkan matanya.


"Maaf aku tak memahami siapa dirimu, maaf aku terlalu egois dengan pendirianku yang menyuruhmu tak boleh pergi." seru Haara menunduk.


"Tidak AtHaara, kamu tak salah, aku yang salah karena selalu sibuk dengan pekerjaanku, aku selalu tak punya waktu lebih untukmu." seru Yoan serius.


"Kamu memang salah Yoan~ kesal aku." sahut Haara menggerutu.


Yoan membelai rambut surai coklat Haara sayang.


"Maafin aku ya? Maaf aku yang selalu sibuk dengan pekerjaan ..."


"Kamu cinta aku atau cinta pekerjaanmu sih?!" kesal Haara cemberut.


"Tentu aku mencintaimu, kamu ini." kekeh Yoan.


"ahh~ cintamu sudah beralih dari pekerjaanmu ke aku ya? Jika aku tak di jodohkan olehmu, pasti kamu akan measuk berita manusia teraneh karena seorang CEO internasional menikahi pekerjaannya sendiri." seru Haara mengawur.


"Hahh, kejamnya ucapanmu, aku masih normal." sahut Yoan.


"Aku tak percaya, sudahlah, aku akan telat jika meladenimu terus bicara tuan, tak akan ada ujungnya, pasti berujung membahas hal-hal mesum, aku turun." kicau Haara turun dari mobil.


"Wah, lama-lama bicaranya itu benar-benar menusuk." takjub Yoan.


Pria itu mengerutkan keningnya.


"Apa yang di ucapkan Ammar, Yifan, Yuu dan Anna benar? Jika AtHaara itu terinspirasi dari sikap ku?" tanyanya pada dirinya sendiri.


"Jika benar, apa aku sekejam itu? Bahkan dia semakin kesini semakin kejam bicaranya." tanyanya lagi pada dirinya sendiri.


...•...


...●...


...🎐Bersambung🎐...


...●...


...•...


...•...


...Auhor:...


..."bagaimana dengan part kali ini? tulis di komentar bagaimana pendapatnya ya😇"...


...•...


...Jangan lupa untuk memberi dukungan pada karyaku ya kakak-kakak🤗...


...⭕Jangan lupa:...


...👍 Like,...


...🏷Vote,...


...⭐⭐⭐⭐⭐Rate 5 star,...


...❤Favorite,...


...💌 komentarnya yang selalu aku nantikan⭕...


...💃谢谢大家!💃...


...(Xièxiè dàjiā!)...


...(Terima kasih semuanya!)...


...Sehat selalu untuk kalian semua😍😍...


...see you next tomorrow❤...

__ADS_1


🎐我的命运是赵先生🎐


__ADS_2