
Tiga hari telah berlalu, ini adalah hari keempat dan ini adalah ujian terakhir.
Bel waktu telah habis berbunyi, suara sorakan kini nyaring dari setiap kelas.
Beban fikiran kini telah usai, semua siswa berhamburan keluar kelas dan merencanakan untuk makan besar bersama.
Haara menyandarkan dirinya di kepala kursi, ia merasa kepalanya pening dan lelah sekali hari ini.
Ia memasukkan peralatannya ke dalam tas dan bangkit berdiri.
"AtHaara, ayo kita makan hamburger bersama! Kita akan adakan pesta! Ayo!" antusias Alka.
"Hm, ayo." senyum tipis Haara.
"Kamu baik-baik saja? Wajahmu terlihat pucat." khawatir Riza.
"Ah~ aku hanya kelelahan dan terlalu berfikir keras saat belajar semalam hingga kurang tidur, akhirnya bisa lepas beban fikiran juga." senyum Haara.
Tok! Tok!
Haara, Alka dan Riza mengalihkan pandangannya ke arah pintu.
"Yo!"
"Hoi hoi! Masuk seenaknya! Ini sekolah hoi!" kesal Yifan.
"Zhao Cheng Yuu??" terkejut Haara.
Seketika kelas ramai berbisik-bisik dan menatap Yuu genit.
"Kak Hanabi! Wah! Kalian benar-benar couple yang serasi sekali!" seru Haara merangkul tangan Hanabi.
"Halo AtHaara~" senyum manis Hanabi.
"Kakak datang bersama Yuu pasti karena di paksa hingga menelusuri ke kelas ku ya?" tanya Haara menatap Yuu tajam.
"Hehe iya, tadi Yuu habis mengunjungi paman Billy yang kebetulan kepala sekolah di sekolah ini. lalu, kami sepakat untuk ke kelas mu untuk mengajakmu merayakan hari setelah ujian!" jelas Hanabi.
"Wah! Sungguh?! Senangnya~" antusias Haara.
Haara menatap Riza dan Alka yang kebingungan saat itu juga.
"Ah! Kak Hanabi, kenalkan, mereka kedua sahabatku, Riza dan Alka, dan Alka, Riza, kenalkan kakak ini namanya Tanaka Hanabi! Dia adalah tunangan nya kak Yuu, mereka akan menikah beberapa bulan lagi!" jelas Haara.
Hal itu membuat siswi-siswi yang mendengarnya terkejut.
"Halo kak Hanabi, salam kenal!" seru Alka dan Riza bersamaan dengan senyuman manis mereka.
"Salam kenal juga Alka chan, Riza chan." senyum imut Hanabi.
"Wah~ imut nya~" seru Alka terpana dengan keimutan Hanabi.
"Terima kasih Alka chan." malu Hanabi.
"Baiklah, untuk merayakan setelah melewati hari-hari sulit saat ujian dan atas kegiatan kalian belajar, aku akan traktir kalian berempat makan!" seru Yuu sombong.
"Aku tidak?" tanya Hanabi.
"Ah! Kau itu sudah pasti, ayo." senyum Yuu pada Hanabi.
"Ah iya kak, aku pasti di jemput dengan ..."-Haara.
"Mereka sudah ku suruh pulang, aku bilang aku akan ajak kamu makan besar di lestoran, entah sungguh mereka menurut atau tidak, mungkin mereka akan mengawasimu dari jauh." jelas Yuu.
"Sungguh menjaga dari jauh?" tanya Riza menatap Haara.
"Mereka pasti takut nona muda nya kenapa-kenapa, jika sampai lecet sedikit saja, pasti mereka akan meringkuk ketakutan dan merutuki kelalaian mereka, karena kak Yoan pun diakui keseramannya oleh kedua bodyguard mu." jelas Yuu.
"Bisa saja, jangan berlebihan." seru Haara malu.
"Tanya Hanabi, bahkan aku sangat sulit membujuk mereka untuk pulang." ucap Yuu.
"Benar AtHaara, bahkan mereka berani mengancam jika kau kenapa-kenapa mereka akan membuat kami sebagai jaminan untuk mewakilkan mereka jika kena amuk kak Yoan." jelas Hanabi terkekeh.
"Waw, sungguh protektif sekali, di jaga ketat takut permaisuri nya lecet ternyata." kekeh Alka.
"Berlebihan, ayo! Katanya mau makan." sahut Haara terkekeh.
●•●•●•●•●
Disinilah mereka sekarang, di lestoran yang sudah di pesankan oleh Yuu di lestoran hamburger dekat dengan sekolah.
"Ramai juga ya, pengunjungnya dari anak sekolah kita semua." seru Riza.
"Kau benar, beruntung Yuu memesan tempat." sahut Hanabi.
Drrt!!
Haara mengambil ponselnya di saku jas sekolahnya, ia tersenyum senang saat melihat notifikasi pasan dari Yoan.
Yoan:
"Ujian mu sudah selesai?"
__ADS_1
Haara:
"Eum! Sudah! Aku sedang merayakan makan bersama dengan Yuu, kak Hanabi, Yifan, Riza dan Alka!"
"Dari kak Yoan?" tanya Hanabi.
Haara mengangguk cepat.
"Oh iya? Pasti bertanya tentang ujianmu ya?" tanya Yuu.
"Hm, awal yang tak menarik." sahut Haara terkekeh.
Yoan:
"Aku senang mendengarnya, bagaimana keadaanmu? Kau baik-baik saja?"
Haara:
"Aku merindukanmu."
Yoan:
"Aku juga merindukanmu, maaf aku belum bisa bicara lewat panggilan suara atau video call, bahkan berikirim pesan padamu terakhir saat kau mengirim pesan selamat malam padaku, maaf."
Haara:
"Tidak apa, kau pasti baru senggang sekarang:)"
Yoan:
"Aku sedang makan siang dengan kenalan ku disini, jangan kirim voice note ya:)"
Haara:
"Baiklah, pria atau wanita?"
Yoan:
"Pria, ada Ammar juga di sini, kamu sedang makan siang bersama;D"
Haara:
"Makan yang banyak, jika perlu nambah saja, jangan malu:)"
Yoan:
"Nanti jika aku gemuk bagaimana? Bisa-bisa kau tak bisa mengenalku saat pulang ke Indonesia, bahkan kau mungkin tak menganggapku:("
Haara tertawa kecil saat membaca isi pesan dari Yoan.
Haara:
Yoan:
"Jika aku gemuk, apa kau masih menyukaiku? Hm?"
Haara:
"Aku mikir dulu deh:P"
Yoan:
"Apa kau akan berpaling dariku ke pria bernama Kris Wu itu? Menyebalkan:'|"
Haara:
"Jika ada kesempatan, boleh saja, tak masalah;D"
Yoan:
"Kejamnya~ jika begitu lebih baik aku pulang dengan tubuh lebih kurus-_-"
Haara:
"Aku akan menhukummu jika itu terjadi!"
Yoan:
"Aku terlalu pusing disini, aku sangat sibuk hingga waktu ku denganmu lewat telfon saja tak ada, kau tahu bagaimana nya aku setiap malam terus membahangkan mu di sampingku saat tertidur, itu menyakitkan untukku harus menahan rindu denganmu."
Haara tersenyum sendu membaca nya, bahkan ia pun merasakan jika semua kendala untuk berbincang dengan Yoan terkendala dari pria itu.
Haara:
"Aku sudah tebak satu hal itu, apa aku harus kirim voice note untuk kau dengar setiap malam? Lagu pengantar tidur?"
Yoan:
"Aku akan sangat senang menerima nya, tapi apa kau bisa bernyanyi?"
Haara:
"Sedikit bisa hehe, jangan bolos minum vitamin nya ya? Agar stamina mu tetap terjaga."
__ADS_1
Yoan:
"Kalau itu tak pernah terlewat;)"
Haara:
"Jujur saja, ada banyak hal yang ingin aku bicarakan padamu tadinya, tapi aku lupa, hehe~"
Yoan:
"Kenapa bisa lupa? Padahal aku ingin baca ceritamu dan membayangjan bagaimana raut wajahmu saat bercerita."
Haara:
"Ahaha~ tentang kesulitan ujian ku di hari kemarin-kemarin, tapi sekarang aku tak mau mengingatnya."
Yoan:
"Lebih baik jangan di bahas lagi. Sekarang sudah berlalu."
Haara menggenggam erat ponselnya, rasa nya benar-benar berat, bahkan ini sudah hitungan ke enam hari ia tak bertemu dengan Yoan, melihat Yoan, bahkan mendengar suara Yoan, itu sungguh sangat menyesakkan hatinya sekali karena ia tak tahu kapan tiba ia akan ada waktu bertelfonan dengan pria itu.
Ia memahaminya karena Yoan selalu makan bersama beberapa orang penting, bahkan ia terharu saat pria itu masoh menyempatkan waktu untuk mengirim pesan sembunyi-sembunyi seperti saat ini.
Yoan:
"AtHaara, aku sangat merindukanmu, aku ingin sekali memelukmu dan mendengarkan keluhan ku di sini, aku lelah."
Haara memejamkan matanya rapat-rapat, ia pun merasa juga merindukan pria itu.
Belum sempat Haara membalas, Yoan kembali mengirim pesan padanya membuat gerak tangan nya untuk mengetik terhenti.
Yoan:
"Aku ada pertemuan dengan CEO dari perusahaan lain, aku sudahi bertukar pesan denganmu ya? Lain waktu jika aku senggang lagi aku akan kirim pesan padamu."
Haara tersenyum simpul membacanya.
Haara:
"Eum! Semangat!"
Haara menyimpan ponselnya di atas meja dan mulai memakan hamburger nya.
"Aku akan beli air putih." seru Haara bangkit berdiri.
"Lho? Kau tak minum cola?" tanya Yifan.
"Aku merasa aku kurang minum air, tubuhku terasa pegal, aku mau beli air putih saja." sahut Haara.
Haara menghela nafasnya panjang.
'Lain waktu? Senggang? Kapan? Bahkan kami baru bisa berkirim pesan sepanjang tadi hanya bisa hari ini.' batin Haara.
...•...
...●...
...🎐Bersambung🎐...
...●...
...•...
...•...
...Auhor:...
..."hanya bisa berkirim pesan, ga ada waktu telfonan dan apalagi video call, gimana rasa nya hanya melepas rindu lewat pesan huhu😭"...
...•...
...Jangan lupa untuk memberi dukungan pada karyaku ya kakak-kakak🤗...
...⭕Jangan lupa:...
...👍 Like,...
...🏷Vote,...
...⭐⭐⭐⭐⭐Rate 5 star,...
...❤Favorite,...
...💌 komentarnya yang selalu aku nantikan⭕...
...💃谢谢大家!💃...
...(Xièxiè dàjiā!)...
...(Terima kasih semuanya!)...
...Sehat selalu untuk kalian semua😍😍...
__ADS_1
...see you next tomorrow❤...
🎐我的命运是赵先生🎐