My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
Mengabulkan Sebuah Keinginan


__ADS_3

"AtHaara~ kamu mau kemana hey?" tanya Yoan mengejar Haara.


"Mau pulang!" sahut Haara ketus.


"Pulang kemana?"


"Pulang ke kampung halaman, aku mau pulang ke Indonsia!" seru Haara merajuk.


"Tapi bandara itu arahnya ke ..."


"Ya ampun! Pacar aku!" seru Haara berbinar saat melihat satu poster di dinding.



"Pa-pacar??" seru Yoan menatap poster yang Haara lihat.


"Huwaaa~ tak ku sangka aku bisa lihat poster Kris Wu disini!! Ah! iya juga! Ini adalah kota kelahiran nya! Huhu tampan nyaaaa~" histeris Haara memeluk poster itu.


Yoan yang melihat tingkah dan ucaoan gadis itu membuat mood nya seketika hancur.


"Menyebalkan."


Haara yang mendengar ucapan Yoan pun sontak langsung melepaskan poster yang ia peluk itu.


Yoan melipat kedua tangannya di depan dada, mood pria itu benar-benar berubah menjadi lebih buruk lagi.


Pria itu membelakangi Haara.


"E-eh! Yoan! A-aku bercanda Yoan!" seru Haara panik mencoba menarik pria itu agar menghadap dirinya.


"Beraninya kamu bilang tampan kepada pria lain, cih! Moodku hancur seketika." seru Yoan gantian merajuk.


"Ta-tapi dia memang tampan Yoaan~"


Yoan menekuk bibirnya, ia benar-benar merasa cemburu saat ini.


Haara menatap satu poster lain di sebelah poster itu dengan foto seorang Aktor yang sama.



"Eh Yoan, aku baru menyadari satu hal, wajahmu dengan wajah Kris Wu kenapa mirip ya?" seru Haara mencoba bergantian menatap poster aktor bernama Kris Wu itu dengan Yoan.


"Wah! Mirip! Kau sudah menemukan 1 kembaran mu di dunia ini lho!" takjub Haara melihat kemiripan Yoan dengan aktor pujaan hatinya.


(Author: ya iyalah sama, Kris Wu itu kan Cast yang aku pakai buat Yoan, AtHaara😑)


"Lebih tampan mana? Aku atau dia?" tanya Yoan.


"Dua-dua nya." sahut Haara.


"Tidak, pilih salah satu." seru Yoan cepat.


"Mmm~ lebih tampan ... Kris Wu." seru Haara.


"Ya sudah, pulang sana ke rumah pria bernama Kris Wu itu." kesal Yoan jongkok.


Haara terkekeh melihat tingkah Yoan saat ini.


"Kamu cemburu ya~" seru Haara dengan nada usil.


"Jelas! Aku cemburu!" sahut Yoan ketus.


Haara tertawa mendengar ucapan pria itu yang terdengar kesal, Haara pun ikut jongkok di depan pria itu, namun pria itu membuang wajahnya.


"Aku bercanda, tentu lebih! Lebih! tampan suamiku sendiri dong~" seru Haara memiringkan kepalanya mencoba menatap Yoan.


"..."


"Yoaaan, merajuk nih." goda Haara.


"..."


"Hey maaf Yoan, aku tadi cuma bercanda karena aku kesal denganmu." jelas Haara.


"..."


"Yoan~" panggil Haara menarik dagu pria itu agar wajah pria itu menatapnya, namun pria itu menolak.


"Yoan jangan marah dong~" cemberut Haara.


"..."


"Yoan ganteng~ lihat sini, coba lihat wajah ganteng nya dong, aku mau lihat." seru Haara kembali mencoba merik dagu pria itu.


Pria itu dengan perlahan menyingkirkan tangan Haara yang menarik dagu nya.


"Yoan lucu~"


"Yoan ganteng~"


"Yoan kasep~"


"Yoan handsome~" seru Haara bertubi-tubi.


"..."


Haara menghela nafasnya sabar.


"Wajah kalian memang mirip lho, jangan-jangan kamu Kris Wu ya??" seru Haara serius.


Yoan yang mendengarnya bangkit berdiri dan melangkah pergi.


"Yoan sayang!!" panggil Haara keceplosan.


Langkah pria itu pun terhenti.


Haara sontak menutup mulutnya.


'Ap-apa yang baru saja aku katakan tadi??! Sa-sayang!!?' batin Haara tak menyangka.


Gadis itu langsung menutup wajahnya yang tersipu malu dengan ucapannya sendiri.


'Memalukkan!!' batin gadis itu lagi.


Yoan yang kini sudah berdiri tepat didepan Haara itu menarik tangan gadis itu yang menutupi wajahnya sendiri.


"Lumayan."


"Lu-lumayan .. Apanya?" ranya Haara bingung.


"Ucapanmu yang berusaha membujukku." seru Yoan.


"Ja-jadi kau memaafkan ku??" binar Haara.

__ADS_1


"Belum." seru Yoan datar.


"Eh?? Kenapa??"


"Aku masih marah padamu." sahut Yoan jujur menatap Haara dingin.


Haara yang mendengarnya kecewa, otak gadis itu pun berfikir keras untuk bisa membujuk pria itu.


Gadis itu tersenyum.


"Sungguh masih marah padaku?"


Yoan mengerutkan keningnya menatap Haara yang tersenyum dengan senyuman yang sulit di artikan.


"Hm." dehem pria itu meng'iya'kan.


"Baiklah, jika masih marah, aku tak akan bayar hutang ku yang sudah berbunga padamu."


Yoan yang mendengarnya membulatkan matanya, sungguh ia terkejut dengan ucapan gadis itu,


"Tadi nya aku ingin membayar hutang berbunga ku padamu secara inisiatif, tapi kau nya marah, tak masalah deh, maka tak ada ciuman untuk membayar hutangku padamu." seru gadis itu melipat tangannya di depan dada menatap Yoan dengan tadapan penuh kemenangan.


"Ha??"-Yoan tertohok.


Pria itu sungguh tak percaya pada penuturan gadis itu, sungguh di luar dugaan gadis itu mulai mengungkit tentang berhutang kecupan padanya.


Yoan masih tertohok dan masih tak percaya dengan penuturan gadisnya itu.


"Masih marah?" tanya Haara.


Yoan terkekeh,


"Ancaman mu membuatku terkejut bukan main." seru Yoan memejamkan matanya.


Haara tersenyum penuh kemenangan kali ini, ia yakin pria itu akan memaafkannya.


Yoan melangkah mendekati Haara dan ...


Srett!


Haara terkejut, ia mengerjapkan matanya karena Yoan menarik pinggangnya hingga tubuhnya kini berada di pelukan pria itu.


"Sungguh sangat menarik tawaran mu, Mrs. Zhao." seru Yoan dengan suara baritonnya.


Haara menatap sekeliling, jalanan yang tak bergitu ramai, ada separuh orang-orang yang menatapnya.


"baiklah~ aku akan memaafkanmu, namun dengan syarat aku ingin kau yang memimpin permainannya, kau bermain aki hanya akan menikmatinya." seru Yoan berbisik.


Haara yang mendengarnya seketika wajahnya memanas.


"Yoan, lepas!" seru Haara sangat malu dengan orang-orang yang lewat menatapnya.


"Lepas? Kau mempermainkanku ya? hm?" seru Yoan menatap Haara tajam.


"Bu-bukan seperti itu, tapi banyak orang Yoan!" seru Haara mencoba melepaskan tangan Yoan yang memeluk nya.


"Hm? Kenapa memangnya?"


"Yoan! Nanti jika ada anak kecil yang lihat bagaimana?? Aku takut jika nanti di laporkan ke polisi karena melakukan hal yang senonoh di tempat umum!" jelas Haara berfikir panjang.


Yoan terdiam, ucapan gadis nya itu benar.


●•●•●•●•●


• •


Yoan menarik tangan Haara ke suatu tempat yang spi akan orang-orang.


Pria itu menhhentikan langkahnya dan memutar tubuh nya menatap gadisnya itu.


Dengan gugup Haara menatap Yoan yang berdiri di hadapannya.


Kini mereka berada di tempat yang jauh dari keramaian, kini mereka hanya berduaan di tempat minim cahaya itu.


Ia menarik nafasnya dan menghembuskan nya lewat mulutnya.


Perlahan tangan nya terangkat dan kini melingkar di leher pria itu.


Haara dapat menatap dua retina mata pria itu lebih jelas dan dalam.


Jantungnya kini berdegup sangat kencang saat tatapannya terfokus pada bibir pria itu.


"Aku ingin kamu memimpin ciuman kita AtHaara." seru Yoan mengelus bibir gadis itu.


Haara yang mendengarnya menatap mata pria itu yang menunjukkan tatapan sayu.


Tatapan penuh harap sangat tergambar di wajah pria itu.


'AtHaara~ ini adalah kali pertamamu untuk memimpin ciuman ini, meski aku belum bisa memberikan hal itu pada Yoan, tapi kamu harus bisa buat Yoan senang dengan permintaannya yang ini, kamu tak boleh buat Yoan kecewa!' batin Haara bertekad.


"AtHaara?"


"Eh ya?"


"Ada apa?" tanya Yoan.


Haara menggeleng dengan senyuman yang manis di bibirnya.


Perlahan Haara memajukan wajahnya dan ...


Cup!


Kecupan singkat telah mendarat di bibir pria itu.


Haara menatap Yoan yang menunduk menatapnya.


Gadis itu kembali memajukan kepalanya memotong jarak wajah mereka.


Cup!


Haara mencium bibir pria itu lama,


Yoan yang melihat Haara memejamkan matanya pun ikut memejamkan matanya dan langsung memeluk gadis itu erat.


Pria itu sungguh menikmati ciuman yang gadisnya itu berikan.


Lum*tan demi lum*tan terus di rasa dari bibir pria itu, gadis nya itu sungguh melakukannya, gadis itu sungguh memimpin permainannya.


Ingin rasanya juga ia membalas permainan bibir gadis itu, namun ia menahan nya karena ia ingin merasakandan menikmati permainan gadis itu yang sangat tidak mungkin dilakukan itu.


Deru nafas terhembus panas di wajah Yoan, sesekali gadis itu melepaskan tautan bibirnya pada Yoan namun Haara melanjutkan aksinya untuk kembali menerkam bibir pria itu.


Yoan merasakan satu hal, entah bagaimana kini ia merasakan perasaannya sekarang, rasanya dirinya ingin menghentikan waktu dan membiarkan gadis itu terus melakukan ciuman secara sepihak itu.

__ADS_1


"Kenapa kau hanya diam?" tanya Haara saat akan mengambil nafas.


"Aku sedang menikmati ciuman yang kau berikan padaku, karena mungkin aku akan sulit membujukmu untuk kembali menciumku seperti ini." jelas Yoan menatap Haara.


Haara yang mendengarnya tersipu malu.


"Aku mau lagi." seru Yoan menatap Haara dengan tatapan memohon.


Haara yang mendengarnya kembali mencium pria itu.


Menikmati itu semua adalah hal yang ingin Yoan rasakan malam ini, dibawah sinar rembulan dan menahan dirinya agar tak mengambil alih permainan yang gadis nya itu pimpin.


"Yoan." panggil Haara melepaskan tautan mereka.


"Hm?"


"Jika kau ... Menginginkannya sebuah ciuman dariku, katakan saja padaku, aku tak akan menolak keinginan yang kau harapkan dariku." seru Haara pelan.


Yoan yang mendengarnya terkejut.


"Maaf aku baru bisa memberikan sebuah ciuman untukmu, hanya ini yang aku bisa berikan untukmu, aku ... Aku masih takut melakukan hal itu denganmu." seru Haara menunduk.


Yoan hanya diam, otak nya berfikir dan coba mencerna semua ucapan yang membuatnya bahagia.


"Suatu saat, aku akan berikan tubuhku padamu, sepenuh nya diriku padamu, namun tidak untuk sekarang, jadi ... Bisakah kau menunggu sampai di suatu saat itu?" tanya Haara.


Yoan yang mendengarnya terharu, pria itu tersenyum.


"Aku sangat senang sekali mendengarnya, maafkan aku karena membuatmu was-was karena ucapanku yang selalu mengarah kesana." seru Yoan mengusap bibir Haara yang basah.


Haara tersenyum dan mengangguk.


"Namun kau harus percaya satu hal ini." gantung Haara.


"Aku mencintaimu Yoan, dan aku itu adalah milikmu begitupun sebaliknya, kau adalah milikku seorang, tak boleh ada wanita lain yang boleh merebutmu dariku, ingat itu." seru Haara serius.


Yoan yang mendengarnya benar-benar sangat sennmang dengan penuturan gadis itu.


"Akan selalu ku ingat, terima kasih ya." terharu pria itu.


Gadis itu mengangguk dan memeluk Yoan erat.


"Aku berterima kasih juga sama Yoan, karena telah mencintaiku dan tetap sabar menungguku." senyum Haara.


Yoan membalas pelukan gadis itu, dia sungguh sangat bahagia sekali malam ini, sungguh.


"Jadi ... Mengenai ucapanmu tadi mengenai aku boleh meminta sebuah ciuman darimu ... Kau serius?" tanya Yoan memastikan.


Haara melepaskan pelukannya sambil terkekeh.


"Tentu aku serius Yoan, lakukan jika kau ingin menciumku dan ... katakan saja jika kau ingin sebuah ciuman dariku." tersipu Haara.


"Baiklah, aku akan melakukannya dan mengatakannya sesuai ucapanmu." kekeh Yoan mengusap pipi gadis itu.


Haara ikut terkekeh, ia menutup wajahnya malu.


"Huwaaa~" rengek Haara.


"Kamj kenapa malu?" tanya Yoan tertawa kecil melihat tingkah Haara.


"A-aku malu, aku tak percaya aku mencium Yoan tadi, dan juga mengatakan hal yang ingin aku katakan itu pada Yoan, aku merasa lega, namun aku benar-benar malu sekali~" jelas Haara jujur.


Yoan yang mendengarnya tertawa lepas.


"Kau tahu? Aku merasa terkejut saat kau mengatakan hal tadi dan ... Sangat mahir memimpin sebuah ciuman tadi." goda Yoan.


"I-itu karena aku tak ingin buat kamu kecewa Yoan!" sahut Haara membuang wajahnya.


Sungguh diluar dugaan sekali pemikiran gadis itu, ternyata gadis itu tak ingin membuatnya kecewa, sungguh mengejutkan.


"Kerja bagus gadisku, kau melakukannya sangat baik sekali." seru Yoan.


"Ihh! Yoaan!" kesal Haara yang wajahnya sudah semerah tomat.


"Hey, aku bicara sesuai faktanya lho~" jujur pria itu.


"Huwaa, jangan di bahas lagi~" rengek Haara.


"Baiklah baiklah~ aku tak akan membahasnya lagi." sahut Yoan menahan tawanya.


"tapi ... AtHaara." panggil Yoan ragu.


"iya?"


"apa ... aku akan tidur di sofa? kau sungguh tega??" memelas Yoan.


...•...


...•...


...●...


...🎐Bersambung🎐...


...●...


...•...


...Author: " double up nya sengaja malam setelah buka puasa aku publish nya ya karena ini nih😋 bagaimana pendapatnya nih kakak-kakak? komen di bawah ya😊"...


...•...


...Hallo kakak-kakak Readers dan kakak-kakak author hebat😍...


...Terima kasih telah setia membaca karya pertama ku ini ya😇...


...Jangan lupa untuk memberi dukungan pada karyaku ya kakak-kakak🤗...


...⭕Jangan lupa Like, Vote, Rate 5 star, +Favorite, dan komentarnya yang selalu aku nantikan⭕...


...Please penilaiannya ya kakak-kakak semua😇...


...karena itu semua sangat berharga untuk author sendiri😇🙏...


...💃谢谢大家!💃...


...(Xièxiè dàjiā!)...


...(Terima kasih semuanya!)...


...Sehat selalu untuk kalian semua😍😍...


...see you next tomorrow❤...

__ADS_1


🎐我的命运是赵先生🎐


__ADS_2