
Yoan lari tergesa gesa saat mendapat kabar jika Haara telah kembali, nafas yang tersegal segal dan kaki terasa lelah tak membuat dirinya berniat untuk berhenti sejenak untuk beristirahat.
Ia telah tiba di tempat tujuannya, dirumah kedua orang tua gadis itu alias di rumah kedua mertua nya.
Grep!
Yoan menatap dua orang yang menahan kedua tangannya
"Apa apaan kalian! Lepaskan saya!" seru Yoan emosi
"Maaf tuan, anda tidak boleh masuk" seru security
"Jangan halangi saya! Biarkan saya masuk!" seru Yoan membentak
"Maaf tuan, tuan Juan dan nyonya Lucy melarang anda masuk" seru satu security nya
"Kenapa saya tak boleh masuk! Bahkan saya ingin membawa istri saya sendiri untuk pulang bersama saya!" seru Yoan emosi
"Maaf tuan, anda tetap tidak boleh masuk, karena didalam sedang melaksakan pertunangan nona muda AtHaara dengan tuan muda Yuu" jelas satpam itu
Yoan membelalakan matanya
"Hahaha! Jangan bercanda!"
"Kami tidak bercanda tuan, mohon jangan buat keributan disini, silahkan anda pergi" seru security
Nafas Yoan tertahan, ia tak bisa berkata kata, tubuhnya melemas, tatapannya kosong seketika
"Be ber bertunangan!?" seru Yoan.
~ ~
~
"hh!!"
Yoan membuka matanya tiba tiba dan menduduki dirinya, nafasnya tersegal segal, ia mengusap wajahnya gusar.
"Sial!" seru Yoan memejamkan matanya
"Mimpi sialan!" seru Yoan emosi
Yoan menghela nafasnya, ia merasa lega jika itu semua hanya sebuah mimpi saja.
Drtt! Drtt!~ Drrt! Drrt!~
Ponsel pria itu berbunyi dua kali, ada notifikasi masuk ke ponsel pria itu,
Yoan membelalakkan matanya saat melihat dua foto yang dikirimkan oleh Yuu
Sontak Yoan menduduki dirinya tegak dan membulatkan matanya menatap layar ponsel tak percaya.
'Bahkan dia lebih bahagia bersama diriku'
^^^-Cheng Yuu^^^
"Ap apa?! Ja jadi .. YUU??!!!" seru Yoan terkejut bukan main
'Bahkan aku sudah memperingatkan mu, berhati hatilah, namun kau terlalu menyepelekan ucapanku, terima kasih telah memberikannya untukku'
^^^-Cheng Yuu^^^
Prak!!
"ARGHHHH!!!!!"
Yoan mengerang kuat sambil menutup wajahnya
"Tidak dengan Yuu! Mimpi sialan itu tak akan ku biarkan terjadi!!" emosinya mengerang kesal
Senyuman gadis itu difoto terlintas di fikirannya, gadis itu terlihat sangat senang dan bahagia sekali, bahkan ia merasa merindukan senyuman gadis itu, ia merindukan senyuman gadis itu saat bersamanya.
●•●•●•●•●
• • •
• •
•
__ADS_1
Yuu bangkit berdiri saat Haara telah selesai
"Sungguh nekad, kau yakin gurumu tidak akan memarahimu??" tanya pria itu tak percaya
Haara memegang ujung rambutnya
Rambutnya telah berubah warna menjadi coklat, tak ada lagi rambut berwarna hitam.
Haara melihat keluar jendela, hujan masih turun membasahi tanah
Haara tersenyum senang karena musim hujan adalah musim kesukaannya
"Yuu~ Boleh aku pinjam kamera mu?" tanya Haara
Pria itu mengambil kameranya didalam tas kecilnya
"Ini, hmm~ Kenapa kau tiba tiba ingin merubah warna rambutmu?" tanya Yuu heran
Haara menduduki dirinya di dekat jendela, ia tersenyum saat melihat foto foto didalam kamera itu
"Karena .. Rambut hitamku itu adalah rambut yang dirinya sukai, ia tidak suka jika aku merubah warna rambutku selagi aku masih sekolah" senyum Haara
"Kau .. Berniat ingin membuatnya tidak menyukaimu??" tak percaya Yuu
Haara mengangguk,
"Lebih tepatnya membenciku, menjauh satu sama lain itu lebih baik bukan?" seru Haara menatap Yuu tersenyum
Pria itu menatap Haara tak percaya
'Apa hatimu benar benar sangat sakit AtHaara? Sampai sampai kau mewarnai rambutmu karena kak Yoan menyukai rambutmu yang berwarna hitam??' batin Yuu prihatin
"Bagaimana rambutku Yuu? Kau suka??" tanya Haara menatap pria itu
"Bagus, aku suka" sahut Yuu duduk disebelah AtHaara
Haara yang mendengarnya senang
"Lalu setelah kembali, dia akan datang menemuimu, apa yang akan kau lakukan nantinya?" tanya pria itu
"mana mungkin ia memiliki keinginan bertemu denganku Yuu~, untuk apa? Bahkan dia sudah memiliki hubungan percintaan dengan adiknya Irene~" kekeh Haara menatap layar kamera
"Mengejarku karena aku ini istrinya, ia hanya tak ingin di nilai buruk oleh keluarga ku, ia meminta maaf padaku semata mata hanya untuk dirinya agar tak dipandang buruk saja" sahut Haara cuek
"mungkin jika sewaktu waktu aku sudah memaafkannya, kami akan hidup masing masing" tambah Haara santai
Yuu membenarkan maksud ucapan gadis itu, gadis itu benar.
"Kalian bukan lah sedang berpacaran yang memiliki masalah bisa putus, kalian sudah menikah, lalu bagaimana kelanjutan hubungan kalian??" heran Yuu mengerutkan keningnya
Haara terdiam
"Menurutmu aku harus bagaimana sekarang Yuu?" tanya Haara menatap Yuu sedih
"Keputusan ada ditanganmu, aku juga meyakinkan jika kedua orang tua mu pasti akan memberikan pertanyaan yang sama denganku" sahut Yuu
"namun akan lebih parahnya kedua orang tua mu akan .." gantung Yuu sambil menunduk
"Akan?" tanya Haara
"Akan mangambil tindakan untuk menceraikanmu dengan Yoan"
Haara terkejut mendengarnya
"Ber bercerai??!" terkejut Haara
Pria itu mengangguk,
"Hal inilah yang ingin aku katakan sejak dimobil tadi, aku menunda nundanya karena aku takut kau kembali bersedih seperti saat ini" seru Yuu
Haara memejamkan matanya dan mendongakkan kepalanya untuk menahan air matnaya tak keluar
"Aku mendapat telfon dari Yifan beberapa hari lalu, ia mendengar pembicaraan kedua orang tua mu, paman Tao Ming dan bibi Stephannie, jika papa mu akan menyerahkan keputusan nya padamu" sahut Yuu prihatin
"Papa mu juga bilang, jika kau tak kembali selama 2 minggu lebih, papamu akan memaksa Yoan menceraikan mu sampai sekembalinya kamu" jelas Yuu pelan
Deg!
Seketika penjelasan pria itu terdengar sangat menyakiti hatinya, hatinya seperti terhantam sesuatu, itu sangat menyakitkan.
Bahkan ia mengingat jika sekarang adalah ke sebelas harinya ia menghilang, bahkan jika ia menunda untuk pulang selama tiga hari, papanya Juan Martin akan mengambil tindakan perceraian dirinya dan Yoan.
__ADS_1
"Kepala keluarga Zhao pun mengetahui hal ini, ia menerima apa yang papamu ucapkan" seru Yuu lagi
"bahkan aku masih berumur 18 tahun Yuu~ sudah cukup dengan pernikahan dini! Tidak dengan perceraian dini untukku! namun sisi lain aku tak ingin kembali padanya Yuu~, aku harus bagaimana Yuu?~" seru Haara menangis meminta pertolongan pada Yuu
"Aku tak akan memaksamu untuk bertahan begitu juga kepala keluarga Zhao, apalagi kedua orang tua mu tak akan mau melihatmu kembali padanya" sahut Yuu
Haara menangis saat itu juga, ia menangis sejadi jadinya
"Kenapa takdirku seperti ini sekali Yuu~? kenapa aku harus bertemu dengannya dan menikah dengannya Yuu??~" tangis Haara
Yuu memeluk Haara, ia sungguh tak kuat melihat AtHaara yang sedih seperti ini
"Kita pulang ya, kamu harus rundingkan ini dengan kedua orang tua mu" seru Yuu.
●•●•●•●•●
• • •
• •
•
"AtHaara sayang~ syukurlah kamu baik baik saja" tangis Lucy memeluk anaknya
Haara ikut menangis dengan senyuman, ia memeluk erat mama nya
"Aku baik baik saja mama, ini berkat Yuu" seru Haara menatap Yuu
Sejak kejadian sebelas hari lalu tepat dirinya pergi dari penthouse, pria berpakaian serba hitam itu adalah Yuu, ia tak menyangka jika pria itu datang saat Haara membutuhkannya.
Yuu mengatakan jika saat itu dirinya melihat Haara keluar dari kantor Yoan sambil menangis, sangat kebetulan sekali saat itu Yuu sedang berada dikantor Yoan untuk mengantar Liu Zheng rapat di kantor Yoan,
Merasa ada yang tidak beres, Yuu pun bergegas pergi ke apartemen dan mendapati Haara membawa koper sambil menangis.
"Terima kasih Yuu, meski saya sedikit kecewa karena kau membawa anakku tanpa seizinku terlebih dahulu, tapi saya ucapkan terima kasih karena membuat anakku kembali dengan senyuman" seru Juan Martin pada Yuu
"Sama sama paman, maaf aku lancang membawa AtHaara tanpa se izin paman dan bibi, kalau seperti itu saya akan pamit pulang"
"Kau akan pulang Yuu?" tanya Haara mengakhiri pelukannya dengan mama nya
"Aku sudah bolos kuliah selama beberapa hari, aku harus mengejar materi nya" kekeh Yuu
"Aku minta maaf sudah membuatmu bolos kuliah Yuu" sedih Haara
"Tak masalah, aku pulang ya" pamit Yuu tersenyum
Haara mengangguk dan membalas senyuman Yuu
"Berhati hatilah Yuu"
"Iya, paman bibi aku pamit" seru Yuu pergi.
• • •
"Kamu istirahatlah, besok ada yang ingin mama dan papa bicarakan padamu" seru Juan
Haara memahami maksud pembicaraan yang akan dibahas itu pun mengangguk paham
Ia pun membawa koper nya naik ke lantai atas
'entahlah aku akan menjawab pertanyaan mama dan papa apa besok, kepalaku sangat pening memikirkan pernikahan konyol ini'. batin Haara memijat pelipisnya.
...•...
...•...
...♥Bersambung♥...
...•...
...❗❕❕❗...
...Terima kasih sudah membaca part ini kakak Readers dan kakak Author yang hebat hebat!❤...
...Jangan lupa untuk di...
...Like👍...
...Vote🎟...
...Tambah ke Favorite❤...
...Rate ⭐⭐⭐⭐⭐...
__ADS_1
...Dan komentar yang selalu ku nantikan💭♥...