My Destiny Is Mr Zhao

My Destiny Is Mr Zhao
Wedding AnnMar


__ADS_3

Acara yang cukup meriah,tamu undangan terus berdatangan tanpa henti,suara tawa di hari bahagia terdengar jelas di beberapa sudut,


"Haara makan kue ini enak lho"seru Alka menyodorkan kue ke mulut Haara,sigap Haar melahapnya,


"Hmm~enak,mana lagi?"tanya Haara,


"Habis,ayo kita cari lagi"ajak Alka,


"Riza mana?"tanya Haara mencari Riza,


"Sedang bersama Yifan,biarkan mereka berdua,mari kita berburu makanan"ajak Alka lagi


Acara akan segera dimulai,semua tamu pun di persilahkan duduk,Haara dan Alka menghampiri Riza yang melambaikan tangan pada dirinya dan Alka,seketika saat MC berbicara,seketika sunyi,alunan musik terdengar lembut terdengar,


"Ra,kau tahu,ini adalah acara paling mengharukam,aku tak akan menyangka minggu depan kau akan menikah~"bisik Alka pura pura merengek,


"Kau harus perhatikan kakakmu,bayangkan jika itu kamu"seru Riza disampingnya,


Haara pun melakukan ucapan Riza tanpa sadar,ia membayangkan jika itu dirinya nanti,


Hatinya berdegup,saat ucapan demi ucapan perjanjian sakral terucap,


Semua orang bertepuk tangan dan bersorak saat Anna dan Ammar telah sah menjadi suami dan istri,


Hatinya mencelos seketika saat Ammar dan Anna ..


"Tutup matamu Haara!"seru Alka menutup mata Haara,


"Mereka .. Berciuman"gumam Haara tak percaya,apa ia akan melakukan hal itu dengan .. Yoan!


Seketika wajahnya panas,dengan cepat ia menutup wajahnya,benar benar bayangan yang memalukan!!


• • •


Ucapan selamat dari semua tamu undangan pun berakhir,semua tamu pun menikmati jamuan yang tersedia,


"Hahh,kemana Yoan ini?apa dia tak datang??apa telfon darimu sudah ia angkat?"tanya Anna kepada Ammar sambil menatap sekitar,


"Ammar??"panggil Anna tak mendapati Ammar disampingnya,


"Ammar tadikan bilang padamu mau kebelakang dulu untuk angkat telfon sayang~"seru mertuanya,


"Ahh sepertinya aku tak mendengarnya,karena terlalu berisik~"kekeh Anna,


"Dia tak menghubungimu?"tanya Riza,


"Tidak,tadi telfonku tak diangkat olehnya"sahut Yifan yang mengecek ponselnya sebentar,


"Apa ia sedang dipesawat?"tanya Alka,


"Ponselnya aktif,tapi ia tak mengangkat telfonku"jelas Yifan,


Haara hanya menjadi pendengar saja disana tanpa bisa berkata apa apa,


"Kak Yoan menghubungimu?"tanya Yifan pada Haara,


"Ah,ia punya nomorku saja tidak"sahut Haara,


"Hahh,padahal kalian berdua punya hubungan,aneh sekali tak memiliki nomor satu sama lain"protes Yifan,


Haara tak membalas ucapan Yifan,


"Anna"panggil Ammar,


"Bagaimana?ada kabar dari anak itu?"tanya Anna tak sabar dan menahan kesal,

__ADS_1


"Hahh,dia kehilangan tiket pesawatnya"seru Ammar,


Hal itu membuat orang yang mendengarnya menghela nafas tak percaya,


"Kemungkinan ia tak bisa datang,ia bilang ia susah mencari tiket untuk penerbangan hari ini"jelas Ammar,


"Masih saja ceroboh,ya ampun"hela nafas Anna,


"Sepertinya ia benar benar tak bisa datang~"pasrah Yifan memegang keningnya,


"Benar benar kecerobohan yang tak disangka"gumam Haara,


●•●•●•●•●


Tak terasa hari telah gelap,perkumpulan antara keluarga pun membicarakan hal hal yang sama sekali dirinya pahami,jadi ia,Alka,Riza dan Yifan pun memutuskan untuk berpisah,


"Kau sedih bahwa kak Yoan tak bisa datang?"tanya Yifan,


"Tidak"


"Jangan bohong kuperhatikan kau tak bersemangat seperti itu"goda Alka,


"Aku hanya lelah~ kelelahan,paham?"sahut Haara menghela nafasnya,


"Jadi sungguh ia tak datang hari ini?"tanya Riza pada Yifan,


"Mm,sepertinya"seru Yifan tersenyum tatapan fokus kedepan,


"Aku mau ke toilet dulu"seru Yifan pergi,


"Senyum senyum tak jelas langsung pergi izin ke toilet dasar aneh"oceh Alka,


"Bagaimana kesannya tadi Haara?"tanya Riza,


"Kesan apa?"


"Mengharukan,dan tidak ada kesan atas halusinasiku"sahut Haara datar,


"Jika lebih bagus jika tuan Yoan datang tadi,aku akan menyuruh kalian berdua membayangkan,pasti seru melihat ekspresi kalian"seru Alka membayangkan,


Pltak!!


"Aduh!Haara~galak banget sih~"seru Alka mendapat pukulan di pundaknya sambil tertawa,


"Beruntung ia tak datang jadi kau tak menyuruhnya membayangkannya"sahut Haara kesal,


"Kalian berdua bisa tidak sih,jangan terus membully ku,itu benar benar menyebalkan!"kesal Haara


"Membully?bahkan kami tak membully"sahut Riza,


"Lalu apa?"tanya Haara nyolot,


"Menggoda mu~"sahut Alka,hal itu membuat Alka dan Riza tertawa,


"Kalian!!huwaa hentikan,aku tak bisa marah karena kelelahan!"rengek Haara berdiri tiba tiba


"Oi kalian jangan menggodanya terus~"seru Yifan yang berdiri dibelakang Haara


"Siapa yang .. Omaigat!"seru Alka menatap Yifan sambil menutup mulutnya terpana,


"Omaigat omaigat,padahal Yifan hanya berkata seperti itu,kau berlebihan "seru Haara bertolak pinggang,


Riza menahan tawanya,Haara bingung melihat ekspresi kedua temannya,


"Lihat disampingmu"seru Riza,

__ADS_1


Perlahan ia melirik kesebelahnya,


Dengan sigap ia melangkah mundur,matanya membulat,


"Yo Yoan!!??"


Yoan yang terpanggil hanya menatap Haara sekilas disampingnya,


"Aku kira anda tidak datang"seru Riza,


"Tidak akan mungkin,namun sedikit kecewa aku tak hadir saat akad diberlangsungkan"sahut Yoan terkekeh,


"Ehem,tuan Yoan juga ingin lho tadi hadir dan menyaksikan langsung akadnya"seru Alka menatap Haara,


Haara tak menyahut,ia mencoba sabar,entah kenapa ia merasa sedikit senang saat Yoan hadir,ia menggeleng cepat,tak mungkin ia mengharapkan pria itu datang tadi,


"Aku akan antar Riza dan Alka pulang naik taksi,sudah malam"seru Yifan pada Yoan


"Hmm,baiklah,berhati hatilah"


"Ra,tuan Yoan tampan sekali ya ampun,jantung ku benar benar tak kharuan berdetaknya~"bisik Alka,


Haara tak menggubris sedikit pun,ia masih tak menyangka jika Yoan benar benar hadir,


"Ayo Riza,Alka kita pamit dulu ke kak Anna dan kak Ammar"ajak Yifan,


"Kami pamit pulang tuan Yoan,Haara"seru Riza pergi,


"Aku juga pamit sampai jumpa!"seru Alka pergi,


Yoan menanggapi dengan deheman,


"Ya berhati hatilah"seru Haara,


• • •


Yoan menduduki dirinya sambil bersandar dan mendongak,


Sungguh Haara kebingungan saat ini,apa yang harus ia lakukan!


"Duduklah"seru Yoan dengan suara pelan,


Haara mengangguk perlahan dan duduk disebelah Yoan,


"Kukira kau tak datang"seru Haara pelan,


"Mana mungkin aku tak datang"sahut Yoan cepat dengan nada datar,ia menumpuk tangannya di atas lututnya dengan tatapan fokus kedepan,


Dapat terdengar hembusan nafas kasar dari pria itu,


Haara melirik kesamping untuk menatap Yoan disampingnya,ia merasa sikap pria itu ada yang aneh,


Dapat terlihat tatapan pria itu sangat tajam dan juga .. Menyeramkan,gadis itu memilih untuk diam saja daripada harus menganggu mood buruk yang sedang pria itu rasakan sekarang,ia bergumam jika pria itu sedang menahan kesal dan marah,


Jantungnya hampir meloncat saat Yoan menatapnya tajam,benar perkiraannya pria itu sedang menahan kesal dan marah,ia bergumam,apa ia yang membuatnya marah dan kesal?


"Ke kenapa kau me me natapku seperti ... itu?"tanya Haara bergidik ngeri.


...•...


...•...


...{Bersambung}...


...•...

__ADS_1


Hai Readers,Jangan lupa like dan komentarnya ya❤


__ADS_2