
18 tahun kemudian ...
Antrean yang cukup panjang dapat terlihat jelas sekali saat ini.
Setelah menghadiri sebuah acara inti, kini orang-orang berbaris untuk meminta sebuah tanda tangan dan foto dengan seorang komikus sekaligis novelis terkenal di Korea.
Sungguh sangat sukses karyanya kini sungguh di kenal sekali oleh masyarakat pecinta komik online dan juga pecinta novel.
"Jeongmal gamsahabnida! (sungguh terima kasih banyak~)" seru seorang penggemar antusias.
Sang novelis sekaligus komikus itu tersenyum manis menanggapinya setelah memberikan tanda tangan pada buku novel nya.
Seiring berjalan nya waktu, antrean pun semakin berkurang dan berkurang hingga kini tersisa beberapa orang yang mengantre.
Tuk!
Sebuah es coklat tersimpan di atas meja, wanita itu menatap siapa seseorang yang meletakkan es jeruk di atas meja nya.
Senyumannya mengembang saat melihat siapa seseorang itu.
"Yoan~"
Ya, seseorang itu adalah Yoan.
Yoan mengusap-usap rambut Haara sayang.
"Masih lama hm?" tanya Yoan.
"Sedikit lagi, sabar ya?" senyum Haara, hal itu mendapat anggukkan dari Yoan.
Seperti ucapan gadis itu 18 tahun yang lalu, ia ingin menjadi novelis atau komikus, namun ia kini mendapatkan keduanya, ia adalah novelis dan juga seorang komikus yang sukses di Gangnam, Korea Selatan.
Tepat empat belas tahun yang lalu, Yoan dan Haara memutuskan untuk pindah tinggal di Korea, itu semua karena Yoan yang kini menjadi CEO di perusahaan yang pria itu bangun dan kembangkan di Korea, hal itu membuat Yoan terpaksa membawa Haara Yiran dan Yu Xi pindah ke Korea.
Namun, tiga tahun lalu Yiran dan Yu Xi memutuskan untuk memilih sekolah Menengah Atas di Indonesia, mau tak mau Yoan dan Haara menyetujuinya dengan syarat mereka berdua bisa menjaga diri dan tetap menjadi anak yang berkelakuan baik.
Zhao Yi Ran Ti-En dan Zhao Yu Xi Ti-En kini mereka telah tumbuh menjadi pria yang tampan dan gadis yang cantik, orang-orang pasti akan mengakui itu.
Sungguh sangat mewarisi sekali paras dari Yoan dan Haara, Yiran dan Yu Xi kini menjadi pria dan gadis idola di sekolahnya.
Hal itu membuat Yoan dan Haara sesikit bernostalgia dengan diri mereka yang dulu.
"Gomawo chagiya~(terima kasih sayang~)" seru Haara pada Yoan, ia meminum es jeruknya hingga habis setengah.
"Karyamu sungguh sukses besar, ku ucapkan selamat untuk novelmu yang di buku kan dan juga komikmu akan di film kan." seru Yoan senang.
"Terima kasih Yoan~ uhh, senang sekali aku." senyum Haara.
"Ya sudah, lebih baik kita segera bergegas ke Bandara, kita akan ke Indonesia, kan?" tanya Yoan.
"Tentu saja, uhh~ aku rindu sekali dengan Yiran dan Yu Xi~" seru Haara bangkit berdiri.
"Ayo." ajak Yoan menarik tangan Haara.
●•●•●•●•●
• • •
• •
•
Terdengar suara senandung kecil dari mulut seorang gadis yang tengah menuangkan jus Mangga nya ke dalam gelas.
Senyumannya terukir lembut, gadis itu baru saja selesai jogging pagi ini, gadis itu pun memutuskan untuk membuat jus Mangga.
"Nyam~ nyam~ pasti enak." seru gadis iu merasa tak sabar untuk meminum jus buatannya.
Belum sempat ia memgambil jus nya, secara tiba-tiba sebuah tangan dengan secepat kilat mengambil jus nya.
"Ka-kak Yiran! Tunggu itu milikku jangan di habiskan! Jangan ... Huwaaaa!!!"
Yu Xi yang kesal menghentak-hentakkan kakinya saat Yiran meminum habis jus mangga-nya.
Rambut acak-acakkan dengan mata yang sayu kini menatap Yu Xi tanpa merasa berdosa sedikit pun tak mengambil pusing ocehan Yu Xi.
"Buat saja lagi, aku haus." seru Yiran dengan suara seraknya.
"Tega sekali ih! Aku itu haus habis jogging! Dengan wajah tak berdosa mu kau mengambil jus manggaku! Nyebelin sekali sih!" emosi Yu Xi sangat kesal.
"Maaf maaf, baiklah biar aku ganti, aku buatkan jus Stroberi untukmu lagi." sahut Yiran lelungu.
"Jus stroberi darimana! itu bukan jus Stroberi Yiran bodoh!" sahut Yu Xi memukul pundak Yiran.
"Aw! Sakit, hanya salah berucap saja, maksudku iya jus Mangga, aku akan buatkan untukmu, tunggulah sebentar." ucap Yiran menenagkan Yu Xi yang mengamuk, jujur saja Yiran merasa takut saat Yu Xi sudah marah karena nya.
Yu Xi menatap Yiran yang mencari-cari buah mangga, namun hasilnya nihil.
"Mangga nya mana?" tanya Yiran.
"Sudah habis! Huwaaa~ nyebelin sekali kamu ini kak Yiran!" kesal Yu Xi merasa mata nya perih.
"Biar ku belikan." seru Yiran mengucek-ucek matanya.
"Lama proses nya! Kau belum mandi!" sahut Yu Xi ketus.
"Hey, ayolah jangan seperti itu denganku, aku itu lebih tua 15 menit darimu lho." seru Yiran.
"Bodo!" sahut Yu Xi pergi.
"Jus nya ga jadi?" tanya Yiran.
"Aku mau siap-siap ke sekolah!"
Yiran menghela nafasnya pasrah.
●•●•●•●•●
Yiran melirik Yu Xi di spion motornya, gadis itu masih merajuk.
"Nanti aku belikan jus di kantin." seru Yiran merasa bersalah.
"Belikan 4." sahut Yu Xi.
"Em-empat?? Banyak sekali!"
"Tak mau belikan, nanti aku laporin mama dan papa, lihat saja." ancam Yu Xi.
"Iya iya, aku belikan, aku belikan 6 gelas untukmu." pasrah Yiran.
"Sungguh??! Kakak yang baik!" senang Yu Xi memeluk Yiran erat.
Yiran tersenyum menanggapinya.
• • •
Mereka kini telah tiba di sekolah, dengan gerak perlahan mereka pun turun.
"Yiran, rambutmu ..."-Yu Xi.
"Kenapa rambutku?" tanya Yiran berdiri di hadapan Yu Xi.
"Berantakan."
Yiran yang mendengarnya pun langsung membungkukkan tubuhnya.
__ADS_1
"Rapihkan."
"Pegang laptopku." seru Yu Xi menyerahkan tas laptopnya pada Yiran, gadis itu pun mulai merapihkan rambut saudaranya itu.
"Nanti aku mau ambil bola basket sepulang sekolah di rumah temanku saat SMP, tak apa, kan?" tanya Yiran mencoba menatap Yu Xi yang fokus merapihkan rambutnya.
"Tak apa, sudah tampan." sahut Yu Xi berkata jujur.
Yu Xi melangkah mundur saat Yiran ingin memegang kepalanya.
"Ngapain??"
"Berantakan astaga." hela nafas Yiran.
"Ah, benarkah? gantian rapihkan dong!" cengir Yu Xi.
Yiran pun merapihkan rambut Yu Xi sambil melangkah masuk ke area sekolah.
"Ampun deh, kalian ini sungguh saudara kah? yang ada siswa siswi yang melihatnya ragu kalau kalian itu saudara."
Yiran dan Yu Xi membalikkan tubuhnya.
"Nicca? Nathan?" seru Yu Xi.
"Yo!" cengir Nathan.
Mereka adalah Xiao Nicca dan juga Zhao Nathan.
Jika di lihat dari marga mereka pasti tahu siapa mereka.
Xiao Nicca, adalah seorang gadis anak dari AtHanna Martin kakak nya AtHaara dan juga Xiao Ammar sahabat masa kecil nya Yoan.
Lalu, sedangkan Zhao Nathan adalah seorang pria soft yang termuda di antara mereka, Nathan adalah anak dari Zhao Cheng Yuu dan Tanaka Hanabi.
"Kenapa memangnya?" tanya Yiran.
"Kalian seperti orang yang berpacaran saja." seru Nathan.
"Asumsi kalian terlalu berlebihan, ya Yiran?" tanya Yu Xi.
"Hm benar."
Yu Xi menghentikkan langkah nya saat Yiran tiba-tiba menarik tangannya.
"Apa?"
"Tadi kau bilang ingin jus, tak jadi?" tanya Yiran.
"Jadi dong, aku ke kelas kamu beli sana." seru Yu Xi memerintah.
"Tak sopan kamu, tak ada! ikut aku." tak terima Yiran.
"Ngga mau!"
"Ya sudah aku belikannya dua gelas saja, tak ada enam gelas." sahut Yiran pergi.
"Eh eh eh! Iya iya iya, aku ikut!" sahut Yu Xi cepat.
"Tak ada, dua gelas saja." merajuk Yiran.
"Ayolah Yiran, kak Yiran sayangnya aku~ kak Yiran tampan seperti papa, jangan merajuk ya??" bujuk Yu Xi.
Nicca dan Nathan saling bertatapan.
"Kalian, bantu bujuk Yiran dong, nanti aku kasih satu gelas jus masing-masing." seru Yu Xi menahan tangan Yiran.
"Kul! Zhao Yi Ran Ti-En, nanti Zhao Yu Xi mengadu sama papa dan mama kalian lho." seru Nicca.
"Aku tahu dia akan mengadu." sahut Yiran ketus mencoba melepaskan tangannya.
"Aku tak bisa membujuk." sahut Nathan polos.
"Sampai kapan kau memeluk tangan ku seperti ini?" tanya Yiran.
"Sampai kau mau belikan aku 6 gelas jus." cengir Yu Xi.
Yiran menunjukkan fake smile nya, ia mencubit pipi Yu Xi kencang.
"Awh awh awh, Yiran Yiran sakit!" ringis Yu Xi.
"Maka dari itu ikut aku." seru Yiran menarik Yu Xi.
"Nicca, Nathan, sampai jumpa di kelas!" seru Yu Xi yang tertarik Yiran.
"Hahh~ mama papa ku bilang, kelakuan Yu Xi dan Yiran itu persis seperti kelakuan paman Yoan dan bibi Haara waktu muda, aku jadi penasaran ingin bertemu paman Yoan dan bibi Haara." seru Nicca.
"Papa ku juga bilang seperti itu, aku jadi penasaran." sahut Nathan.
●•●•●•●•●
Suara bisik dan cekikikan terdengar saat Yiran dan Yu Xi masuk ke kantin.
"Kamu mau jus apa?" tanya Yiran.
Yiran mengerutkan keningnya saat melihat Yu Xi yang terlihat kurang nyaman.
"Kamu kenapa?" tanya Yiran.
"Mereka semua memerhatikan kita." sahut Yu Xi.
"Jangan hiraukan mereka, sekarang beritahu aku kau mau jus apa?" tanya Yiran.
"Jus Alpukat dan jus stroberi saja, beli 4 saja, untuk aku satu, kamu satu, dan untuk Nicca dan Nathan masing-masing satu." sahut Yu Xi.
"Beli lima, kamu dua, mau?" tanya Yiran.
"Jika kau memaksa tak apa deh." cengir Yu Xi.
Yiran terkekeh, pria itu pun langsung memesan.
"Yiran, aku juga mau coklat ya?" seru Yu Xi.
"Ambil."
Yu Xi tersenyum senang saat Yiran menyetujui nya.
"Kak Yi-Yiran."
Yu Xi dan Yiran menatap siapa seseorang yang memanggil.
'Adik kelas kemarin.' batin Yu Xi malas.
"Ada perlu apa lagi?" tanya Yiran datar.
"I-ini, aku mau kasih pudding kopi untuk kak Yiran." seru adik kelas itu gugup.
"Aku tak suka kopi." sahut Yiran dingin.
"Ta-tapi kak, ini adalah pudding buatanku, bukan beli." jelas adik kelas itu.
"Yu Xi aku mau bayar, kau urus dia." seru Yiran pergi.
"Yi-Yiran! Ee~ adik, maaf ya, tapi kak Yiran nya punya alergi sama kopi, jadi tak bisa makan makanan atau minuman yang memiliki rasa kopi." jelas Yu Xi.
"Ha? Punya alergi kopi?? Ya ampun, aku sungguh tak tahu kak, maafkan aku!" tak enak adik kelas itu.
__ADS_1
"Tak apa kok, maaf ya." seru Yu Xi terkekeh.
"Tidak apa kak, kalau seperti itu aku permisi." pamit adik kelas itu pergi.
Yu Xi terkejut saat Yiran sudah berdiri di belakangnya.
"Astaga, kaget aku!"
"Sudah pergi?" tanya Yiran memakan permen karet.
"Dia tak tahu kamu punya alergi kopi, saat aku memberitahunya ia merasa bersalah." jelas Yu Xi.
"Tak perlu di jelaskan, aku tak tertarik." seru Yiran menyodorkan permen karet pada Yu Xi.
"Ish! Kak Yiran yang tampan, tak boleh dingin begitu ih! Nanti fans mu berkurang lho." seru Yu Xi mengambil permen karet yang Yiran sodorkan.
"Tak perduli, fans apa maksudmu? aku bukanlah seorang aktor." sahut Yiran melangkah pergi.
"Zhao Yiran, jika kau bersikap dingin terus kau tak akan memiliki pacar lho." seru Yu Xi.
"Aku punya ideal sendiri, tapi aku belum menemukannya saja." sahut Yiran cuek.
"Seperti apa memangnya idealmu? biar ku carikan." seru Yu Xi.
" ... seperti kamu." senyum lebar Yiran.
Yu Xi seketika menatap Yiran aneh.
Pltak!
"Awh! Sakit bodoh! Cuma bercanda!" ringis Yiran memegang kepalanya.
"Ucapanmu! Ngeri aku, aku itu saudaramu bodoh!" seru Yu Xi.
"Bercanda bodoh! Masa iya aku menyukai saudara ku sendiri, tak waras! bahkan kau tahu aku mengatakan ini sekedar candaan!" oceh Yiran kesal.
"Jika aku bukan saudaramu bagaimana?" tanya Yu Xi.
"Aku pacarin kamu." sahut Yiran kembali bercanda.
"Zhao Yiran!"
"Apasih! Tak bisa di bercandain kau." seru Yiran serius.
"Kamu itu seperti bicara serius, ih! Takut aku." bergidik ngeri Yu Xi.
"So begitu, padahal siapa ya? Yang tiga tahun lalu bilang mau pacarin aku?" tanya Yiran.
"Aku juga bercanda bodoh!" jujur Yu Xi.
"Ya aku juga bercanda." jujur Yiran juga.
Seperti inilah bercandaan mereka, bercandaan yang sudah biasa, membahas tentang mengencani satu sama lain, itu mereka ucapkan bukanlah suatu hal yang serius dan bersungguh-sungguh, mereka mengatakannya hanya sekedar bercandaan saja.
"Ya sudah impas, jangan di ..."
Grep!
BUG!!
Yu Xi membulatkan matanya saat dengan gerak cepat Yiran berpindah tempat ke samping kirinya dan menyembunyikannya di pelukan pria itu.
Bruk!
Yu Xi merasa pelukan dari Yiran melonggar.
"Awh!" ringis Yiran memegang pundaknya.
"Ya ampun kak Yiran!" panik Yu Xi menatap Yiran.
Yu Xi menatap dua orang siswa memakai baju bola menghampiri nya.
Yiran baru saja tertempar bola, ternyata Yiran sigap melindung Yu Xi.
"Mana yang sakit??" tanya Yu Xi panik.
"Awas licin." seru Yiran karena ia menumpahkan jus nya.
Yu Xi mengangguk.
"Astaga! Yiran, Sissy, maaf! Aku tak .."
Grep!
Yu Xi membelalakan matanya saat Yiran menarik kerah baju seorang pria yang hampir menempar Yu Xi dengan bola tadi.
"kau tak apa Sissy?" tanya Yiran menatap Yu Xi khawatir.
"i-iya kak." sahut Yu Xi.
dengan perlahan, ekspresi Yiran berubah saat menatap pria yang ia tarik kerah nya saat ini.
"Cari mati ya??" tanya Yiran tajam.
...•...
...●...
...🎐Go to ExP-2🎐...
...●...
...•...
...•...
...Author:...
..."Extra Part berlanjut ke ExP-2 ya~ jadi ini bukan extra part terakhir😇...
...gimana nih pendapatnya di part kali ini? tulis di komentar ya😇...
...•...
...Jangan lupa untuk memberi dukungan pada karyaku ya kakak-kakak🤗...
...⭕Jangan lupa:...
...👍 Like,...
...🏷Vote,...
...⭐⭐⭐⭐⭐Rate 5 star,...
...❤Favorite,...
...💌 komentarnya yang selalu aku nantikan⭕...
...💃谢谢大家!💃...
...(Xièxiè dàjiā!)...
...(Terima kasih semuanya!)...
...Sehat selalu untuk kalian semua😍😍...
__ADS_1
...see you next tomorrow❤...
🎐我的命运是赵先生🎐