
Haara pun berdehem untuk menghilangkan kecanggungan.
"Mah, pah, kak, aku ... keluar dulu ya."
"di halaman rumah saja, jangan pergi keluar rumah." peringat Juan dan mendapat naggukan dari Haara.
•••
"Kamu ... Baik-baik saja?" tanya Haara ragu, ia menduduki dirinya di kursi taman.
"Aku sedang tidak baik AtHaara." sahut pria itu lesu.
"Ada apa? Kau terdengar tidak mood sekali, apa aku mengganggu mu?" tanya Haara ragu.
"... tidak AtHaara, aku memang sedang tidak mood bicara, maaf jika nada bicaraku seperti ini." ucap Yoan dengan nada lelah.
"Tidak apa-apa, kau terdengar sedang kelelahan, harimu pasti berat sekali hari ini dan kemarin ya?"
"Sangat berat sekali." sahut Yoan.
"Mau bercerita? Berceritalah padaku, aku akan mendengarkan keluh kesahmu." prihatin Haara.
"Hahh~ kepala ku pening sekali memikirkan semua nya, aku tak ingin membahas lagi." ucap Yoan dengan nada berat.
"Kamu sakit??"
"Aku tidak sakit, tubuhku terasa lemas dan lelah sekali, rasanya rasa marahku mudah sekali memuncak, aku ingin sekali istirahat namun masalah ini menghantamku seharian ini, kepalaku hampir pecah memikirkannya." seru Yoan dengan nada emosi.
Jantung Haara berdegup kencang saat mendengar nada bicara Yoan ya g sangat emosi, sungguh ia takut sekali saat ini.
"Aku membutuhkan mu saat ini AtHaara~" keluh pria itu pelan.
Haara yang mendengarnya pun merasa ketakutannya hilang, kini ia merasa kasihan sekali dengan pria itu.
"Aku ingin mengeluh lebih banyak lagi, namun aku tak sanggup mengeluh padamu lewat telfon, karena aku saat ini sangat merindukanmu, itu akan membuatku semakin lemah saat kau tak ada disisiku saat ini." seru pria itu lagi dengan nada lemah.
"Yoan ..."
"Aku ingin memelukmu, sangat ingin memeluk tubuh mu, aku ingin kau pun memelukku dan mengembalikan energiku yang hilang dengan ucapan manis mu, aku butuh dirimu saat ini AtHaara~" ucap pria itu.
"Yoan~ dengarkan aku ..."
"Aku sungguh lelah sekali AtHaara~ bahkan aku seperti ..."
"Yoan sayang~"
Ucapan ptia itu sontak langsung terhenti saat itu juga.
"Bisa dengarkan aku?" tanya Haara lembut.
"..."
"Yoan??"
"Kau ... panggil aku apa tadi? apa aku salah dengar??" tanya Yoan ragu.
"Yoan ... sayang~ mm ... kenapa??" tanya Haara ikut ragu.
"..."
Haara menatap layar ponselnya sebentar, panggilan masih terhubung, tapi ia tak mendapati Yoan yang membalas pertanyaannya.
Sisi lain, Yoan yang sekian lama mendengar Haara memanggil nya sayang senyum-senyum tak jelas.
"eee~ Yoan?? Halo? Apa koneksinya jelek ya?" seru Haara memastikan koneksi di ponselnya.
"Halo Yoan??" panggil Haara lagi.
"Sayang nya mana?" tanya Yoan menahan senyum.
"Ha?" pura-pura polos Haara.
"Coba panggil aku lagi." pinta Yoan.
"Yoan? seperti itu?" panggil Haara.
"Yoan apa??" greget Yoan.
"Ya ... Yoan~" tahan tawa Haara masih berpura-pura tak tahu maksud Yoan.
"Ahaa~ AtHaara~ panggil aku seperti tadi lagi~ ayolah~" rengek Yoan tanpa sadar.
__ADS_1
Haara tertawa gemas tanpa suara, sungguh sangat menggemaskan perubahan Yoan kali ini, pria itu merengek padanya.
"Ayolah AtHaara, panggil aku seperti tadi, bahkan aku tidak mendengar ..."
"Yoan sayang~" panggil Haara memotong ucapan Yoan.
"tunggu dulu, sku sedang bicara, kenapa kau memanggil namaku dengan lanjutan 'sayang'nya saat aku bicara sedang bicara?? ulangi!" pinta Yoan tak terima.
"Ngga mau." tolak Haara tertawa.
"Ayolah~ jantungku berdegup kencang karena ingin mendengar lebih jelasnya~ ayolah~" mohon Yoan merengek.
"Ahahaha! Sepertinya keadaanmu sudah jauh lebih baik, gemasnya aku mendengarmu merengek~" tawa Haara gemas.
"Aku sampai merengek seperti ini, ayolah~ panggil aku lagi~" rengek Yoan.
"Tidak . Mau." tolak Haara.
Tut!
Haara menatap layar ponselnya terkejut saat Yoan mengakhiri panggilan telefon.
Haara tertawa saat melihat Yoan langsung mengalihkan ke video call.
"Apa~" tawa Haara melihat ekspresi Yoan yang sungguh membuatnya gemas sekali.
"Sebelum Ammar kembali, ku mohon~" pinta Yoan lagi.
Haara mencoba menghentikan tawanya, namun tak bisa.
"AtHaara~" rengek Yoan.
"Iya apa Yoan sayang~" sahut Haara dengan nada yang sangat lembut.
"Wha! Jantungku~" hela nafas Yoan dengan tatapan kosong.
Haara yang melihatnya tak bisa menahan tawa nya, benar-benar sangat lucu sekali baginya.
"Mood baikku terasa kembali lagi saat kau memanggil namaku di tambah kata 'sayang'." malu Yoan menggaruk rambutnya yang tak gatal.
"Gemas nya aku~ ingin cubit pipi kamu~" seru Haara masih tertawa.
Yoan terkekeh melihat Haara tertawa hingga mengeluarkan air mata.
*aegyo: bertingkah menggemaskan/lucu.
"Ah~ jangan di bahas lagi, kau sudah makan?" tanya Yoan tersenyum.
"Sudah, kamu kenapa belum makan??"
"Bagaimana kau tahu aku belum makan?" tanya Yoan.
"Ikatan batin! kebiasaan sekali! Kau ini! Sungguh mau aku hukum ya?! Apa jangan-jangan ancamanku itu tak kau hiraukan? Aku berucap dengan bersungguh-sungguh ya Yoan!" marah Haara.
Yoan tertawa mendengar Haara yang sedang marah dengannya, itu terdengar sangat menggemaskan sekali.
"Malah tertawa! Aku sedang marah padamu tuan! Dan juga awas jika kau pergi minum! Aku akan marah besar padamu!" ancam Haara.
"Iya sayang~ aku ngga akan pergi mabuk, dan aku kelupaan jika aku belum makan tadi." tawa Yoan.
"Sayang~ sayang~ apasih~" tersipu malu Haara.
"Yang mulai panggil aku 'sayang' tadi siapa?" tanya Yoan menaikkan sebelah alisnya.
"Iya aku yang mulai~"
"Sayang sayangan terooos!!"
Yoan menatap ke belakangnya mendapati Ammar yang menatap nya iri.
"Halo kak Ammar!!" panggil Haara saat Yoan sengaja menyorot Ammar.
"Halo! Wah! Sepertinya kau ahli sekali mengembalikan mood nya Yoan, aku beri dua jempol." seru Ammar bangga.
"Hehehe~"
Haara mengerutkan keningnya saat melihat Yoan yang sedang berbicara pada Ammar dengan suara yang sama sekali tak terdengar.
"AtHaara, telfonnya aku tutup ya, 20 menit lagi aku ada rapat dengan pemimpin perusahaan lain, aku harus bergegas makan, maaf ya?" seru Yoan.
Jujur saja, Haara merasa sedih dan tak terima, namun ia menutupi nya dnegan senyuman.
__ADS_1
"Ah tunggu, minggu depan aku akan tour, bisakah kau berhentikan tugas bodyguard yang ku pekerjakan?? Aku benar-benar terganggu, lagi pula belakangan ini aku selalu di rumah, tak pernah keluar." seru Haara cepat.
"Hahh~ baiklah, tapi jika kemana-mana minta tolong Yuu atau Yifan, paham?" tanya Yoan.
Haara mengangguk senang.
"Aku tak terima jika kau berbohong dan masih mempekerjakan bodyguard untuk memata-mataiku!"
"Ahahah! Iya ngga akan, kamu berhati-hatilah, jaga dirimu baik-baik, jangan nakal, aku tak tahu kapan bisa menghubungimu lagi." ucap Yoan.
"Hm~ makanlah pelan-pelan, semangat rapatnya nanti!"
Yoan mengangguk.
"Terima kasih ya, aku mencintaimu, sampai jumpa lagi." senyum Yoan.
"Eum, bye bye!"
Tut!
Haara menghela nafasnya kasar.
"Baru juga aku mau terus terang, tapi lagi-lagi gagal dan gagal, huwaa~" rengek Haara.
'Sepertinya aku harus terus terangnya ke Yoan lebih dulu, Yoan wajib tahu lebih dulu, jika Yoan sudah tahu, baru kasih tahu mama,papa dan kak Anna.' batinnya.
Ia menarap bintang-bintang yang berhamburan di langit yang gelap mengelilingi bulan.
"indahnya~" gumam Haara tersenyum tipis.
'Yoan akan sibuk mulai besok, ia bahkan tak memiliki ponsel saat ini, aku hanya ingin bicara berdua dengannya, jika bicara lewat ponsel kak Ammar, yang ada kak Ammar dengar, dan situasinya akan berbeda.' batin Haara mulai berfikir.
"Tapi ... Kami kapan akan kembali bicara? Sedangkan kami bertelfonan di akhiri nya tanpa menentu seperti tadi dan kemarin." bingung Haara.
"Kendalaku hanya ada pada di waktu luang Yoan, kapan kira-kira ya? Kapan ia luangnya~" hela nafas Haara.
Haara mengusap perutnya sayang.
'Maaf mama belum sempat memberitahu kehadiranmu sayang~ kita tunggu papa tak sibuk ya sayang~' batin Haara.
Haara bangkit berdiri dan melangkah masuk ke dalam rumah.
...•...
...●...
...🎐Bersambung🎐...
...●...
...•...
...•...
...Auhor:...
..."takdir belum mengizinkan semenrara untuk memberi Haara kesempatan kasih tahu ke Yoan, wajah mas suami nya sibuk terus😌"...
...•...
...Jangan lupa untuk memberi dukungan pada karyaku ya kakak-kakak🤗...
...⭕Jangan lupa:...
...👍 Like,...
...🏷Vote,...
...⭐⭐⭐⭐⭐Rate 5 star,...
...❤Favorite,...
...💌 komentarnya yang selalu aku nantikan⭕...
...💃谢谢大家!💃...
...(Xièxiè dàjiā!)...
...(Terima kasih semuanya!)...
...Sehat selalu untuk kalian semua😍😍...
__ADS_1
...see you next tomorrow❤...
🎐我的命运是赵先生🎐